September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

May 27, 2011

Dibalik Makna Kampus Madani



Kampus Madani. Tampaknya kata- kata itu sudah tidak asing lagi bagi kita,  Aktivis Dakwah Kampus. Kampus Madani. Itulah yang kita gaungkan selama ini. Kampus Madani. Itulah yang membuat kita tuk tetap eksis di sini. Kampus Madani. Itulah impian kita bersama. Kampus Madani, ya bukan hanya mimpi.

Mari melirik sejenak ke belakang dan tanyakan, seperti apakah konsep Kampus Madani yang ingin kita tuju? Tentu saja hal ini penting untuk memperjelas gerak langkah dan arah tujuan kita tuk merealisasikannya. Untuk itu di sini akan dipaparkan sedikit tentang bagaimana sebenarnya konsep Kampus Madani sehingga nanti ini bukan hanya sebuah slogan atau penggugah semangat para ADK namun lebih dari itu. Dengan demikian, kebertahanan kita dalam jalan dakwah ini akan terus hadir hingga ianya terwujud. 

Arya Sandhiyudha (2006:104-106) dalam bukunya Renovasi Dakwah Kampus mengkategorilkan setidaknya ada 9 point yang kemudian menjadi ciri sebuah kampus madani. Namun di sini cukup  dibahas 8 point dengan harapan semoga yang satu lagi akan terwujud ketika ke 8 ini sudah terlaksana.
1.      Religious
Artinya, dimudahkannya akses peningkatan pemahaman akan beragama dalam kampus tersebut. Kran – kran kemudahan memperoleh wawasan peningkatan ruhiyah melalui forum – forum kajian, konsultasi, taujih, bisa diakses dengan mudah, acceptable, terbuka, dan menyeluruh terhadap stakeholder (Mahasiswa, Dosen, Pegawai, Umum) sebuah kampus. Pada fase ini, kondisi masyarakat kampus adalah masyarakat yang mengenal dan memahami agama secara utuh dari teori sampai pelaksanaan nilai – nilainya. Fase ini ditandai dengan nuansa religius dari personal, lembaga, sarana, budaya, maupun kebijakan yang berlaku di kampus tesebut. 
Religious disini bukan hanya sekedar tugas dari Badan Otonom atau UKM kerohanian saja untuk mengaplikasikannya, namun kondisi dimana semua warga kampus menyadari atas urgensi kerohanian mereka sehingga terlaksana sebuah nuansa religious dalam sebuah kampus. Jika waktu sholat tiba, berbondong – bondonglah dosen, mahasiswa, pegawai kampus, sopir bis kampus, pegawai kantin, ke mushola – mushola terdekat untuk melaksanakan shalat berjama’ah. Demikian juga dengan kondisi kelas – kelas yang kosong pada jam – jam shalat wajib. Ini menjadi sebuah tolak ukur awal disebutnya sebuah kampus menjadi kampus madani.
2.      Institusional

Artinya, adanya institusi – institusi yang kredibel (proaktif, empatik, jujur, dan dialogis) dan professional sebagai penopang gerak dinamika kampus itu sendiri. Institusi – intitusi ini bisa berwujud institusi kemahasiswaan ( BEM, Maperwa, Himpunan, dll), maupun institusi mandiri, atau bahkan institusi – institusi yang secara langsung dikelola oleh pihak birokrasi kampus yang benar – benar kredibel dibidangnya masing – masing dan memberikan pelayanan terhadap kepentingan mahasiswa, serta stakeholder kampus lainnya.
3.                  Constitutional
Tahap ini tercermin dari aturan yang lengkap yang melingkupi dan menaungi seluruh aspirasi komponen kampus dan diinspirasi oleh nilai – nilai ruhani serta disepakati menjadi pilihan bersama dalam sebuah kampus. Pada tahap ini terjadi sebuah rule kampus yang jelas, teratur, berkesinambungan dan diterima oleh masyarakat kampus sehingga masyarakat kampus dapat memahami apa saja yang menjadi haknya, dan dapat memperjuangkan hak – haknya tersebut, dan melawan jika haknya dirampas. Konteks kemahasiswaan, ada sebuah undang – undang mengenai kemahasiswaan yang disepakati dan dilaksanakan secara bersama, sehingga yang melanggar akan mendapat sanksi dan seluruh element mahasiswa berkewajiban untuk melaksanakannya. Bukan malah element mahasiswa itu sendiri yang menjadi pelanggarnya. Kondisi paradoks terjadi di kampus kita. Wujud mahasiswa NATO (No Action Talk Only), atau bahkan action-nya kebalikan dari talk-nya harus segera diberantas dari kampus ini. Mereka lah yang kemudian akan menjadi bibit – bibit penyakit dari sebuah bangsa. Kampus madani tidak akan toleran terhadap sosok opportunis seperti ini. Demikian juga ditataran birokrasi kampus, keluarnya sebuah kebijakan – kebijakan yang bersifat constitute harapannya dapat disepakati bersama dan tidak memberatkan dan ada sebuah konsekwensi moral untuk mematuhi dan melaksanakannya.

4.      Intellectual
Kampus madani adalah kampus yang warga kampusnya bersemangat tinggi dalam menuntut ilmu, mengamalkannya, dan menyerukannya kepada yang lain. Masyarakat kampus inilah yang akan menghasilkan sebuah model dan sarana peningkatan kredibilitas professional (core competence, management, and strategic thinking), kredibilitas moral (komitmen dan nilai), dan kredibilitas sosial ( human relation). Intellectual menjadi sebuah tradisi dalam dunia akademisi dan menjadi tuntutan.

5.      Peaceful Oriented
Berorientasi kepada kedamaian. Artinya, kondisi aman dan harmonis, serta Lima Es (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) selalu teraplikasi. Ketika memasuki kampus ini, entah itu masyarakat lama ataupun pendatang akan merasakan suasana aman dan nyamannya. 
Dikampus yang seperti ini, segala bentuk kejahatan, anarkisme, diktatorisme, rasialisme, egoisme, terorisme, dll. adalah menjadi musuh bersama untuk ditumpas.
6.      Egalitarian
Artinya warga kampus madani ini tidak mengenal pembedaan atas simbol – simbol duniawi. Merdeka dari senioritas dan pengkastaan. Dikampus ini, tidak akan ada cerita mahasiswa junior ditindas oleh senior, atau mahasiswa diperas oleh dosen untuk memberi nilai. Bebas dari kekerdilan intelektual seperti itu.

7.      Justice
Berkeadilan. Kampus ini memiliki warga yang memiliki kesamaan etika dalam menjaga hak agama, harta, akal, jiwa, keturunan. Semua dapat membela haknya dan mendapatkan funishment atas pelanggaran yang dibuatnya. Pihak birokrat kampus tidak membedakan status ketika penerimaan mahasiswa baru, dan memberikan hak yang sesuai terhadap kebutuhan mahasiswanya. Dalam hal distribusi beasiswa misalnya, berkeadilan disini adalah sesuatu yang proporsional. Sehingga yang layak menerimalah yang sepatutnya menerima bantuan tersebut. Bukan malah mereka yang memiliki koneksi dengan kolusinya, terlepas dari mereka berada dan berkelas menengah keatas. Pada tahap ini, semua legowo atas keadilan yang terlaksana.

8.      Technology Oriented
Artinya, bahwa kampus pada fase madani ini memiliki warga masyarakat yang menguasai teknologi dan mengerahkan segala kemampuan dan sarananya untuk kebaikan. Tidak ada lagi istilah gaptek (gagap IPTEK) dikampus madani ini. Kemudahan menggunakan piranti yang berhubungan dengan teknologi pun bisa diakses dengan mudah dan fleksibel oleh masyarakat kampus. 
Hotspot misalnya, warnet gratis, perpustakaan maya, dll. yang kesemuanya memicu kampus untuk berangkat menuju ke-madanian-nya.


Dimaknai dari Buku Renovasi Dakwah Kampus oleh akhuna Ardiabara Ihsan (Unsri)
Top of Form
Bottom of Form

May 26, 2011

Metode Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119). Penelitian ini juga sering disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan manipulasi variabel penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.

Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Dalam perkembangan akhir-akhir ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para penelitian karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian besar laporan penelitian di lakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan maupun tingkah laku manusia.

Disamping kedua alasan seperti tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik para peneliti muda, karena bentuknya sangat sedarhana dengan mudah di pahami tanpa perlu memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui deskriptif mendalam atau dengan penelitian setting alami fenomenologis dan dilaporkan secara thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan antarvariabel yang lebih kompleks.

Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilaukan untuk mendapatkan gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.

Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang saat sekarang terjadi. Dengan penelitian deskriptifi, peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan komparasi antarvariabel.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan seperti berikut.
Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh responden yag sangat sediit, akibatnya biasa dalam membuat kesimpulan.

Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadangkala dalam pengumpulan data tidak memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat, sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan secara jelas, agar di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang diperlukan.

LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF
Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah penting seperti berikut.

1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode deskriptif.
2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
5. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data, dan menganalisis data.
7. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik statistika yang relevan.
8. Membuat laporan penelitian


MACAM-MACAM PENELITIAN DESKRIPTIF
Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. Setiap ahli penelitian sering dalam memberikan infomasi tentang pengelompokan jenis penelitian deskriptif, cenderung sedikit bervariasi. Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang menjadi latar belakang para ahli tersebut. Perbedaan pandangan tersebut, salah satu diantaranya bila dilihat dari apek bagaimana proses pengumpulan data dalam penelitian deskriptif dilakukan oleh peneliti.

Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, macam-macam penelitian deskrptif minimal dapat dbedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan dari atau self-report, studi perkembangan, studi lanjutan, (follow-up study), dan studi sosiometrik.

Penelitian Laporan Dari (Self-Report research)
Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. Dalam penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai peneliti.
Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik observasi secara langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatanya dalam situasi yang alami. Tujuan obsevasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan menggunakan perlengkapan lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan.

Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang dengan model self-report adalah bahwa dalam menggunakan metode observasi dalam melakukan wawancara, para peneliti harus dapat menggunakan secara simultan untuk memperoleh data yang maksimal. Salah satu contoh penelitian menggunakan self-report dapat dilihat dalam laporan tentang studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah.

Contoh Penelitian Deskriptif menggunakan self-report
Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah

Studi banding tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil menengah ini mempunyai 5 tujuan penting, yaitu :

* Mengidentifikasi faktor-faktor pembangunan usaha mikro kecil dan menengah melalui sistem kelembagaan.
* Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi usaha kecil dan menengah.
* Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komperehensif mempunyai sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.
* Merumuskan kebijakan, implementasi, dan sistem monitoring yang relevan dengan kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah.
* Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di Negara Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.

Penelitian studi banding ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan self-report. Tempat penelitian adalah lembaga tinggi depertemen perdagangan dan industri dan lembaga lain dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan menengah. Lembaga lembaga lain tersebut termasuk kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil Menengah (BSMD), Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC). COLOMBO PLAN STAFF CALLEGE (CPSC), dan Technology Universisty of Philippines (TUP). Subjek penelitiannya adalah nara sumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi.

Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Yang berkaitan dengan lembaga pengelola UKM diantaranya adalah termasuk:
Pengembangan usaha kecil dan menengah di pilipina dibawah Department Of Trade and Industry (DTI), dengan melibatkan beberapa biro yang ada ditingkat nasional dan regional.

Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di pilipina, adalah para pengusaha atau entrepreneur ,baik indifidual maupun kelompok warga Negara Filipina yang memiliki ciri–ciri seperti berikut : Pengusaha mikro mempunyai asset

Ada enam lembaga tinggi Negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam kegiatan bisnis sebagai sebagai tempat pendaftaran dan yang akan membantu perkembangan dan pertumbuhan usaha baru tersebut. Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil dan menengah di lakanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada dibawah tanggung jawab departemen perdagangan dari industri, depertemen keuangan, anggaran dan manajemen. Pertanian, reformasi agraria, lingkungan dan sumber daya alam, tenaga kerja dan perburuhan, transportasi dan komunikasi, pekerjaan dan pubik jalan raya, pemerintah dan dan pariwisata, sains dan teknologi, ekonomi nasional dan otoritas pengembangan semua Bank sentral Filipina baik tingkat nasional, regional, dan provinsi. Pada masing-masing kantor lembaga mempunyai prosedur, wewenang,dan jumlah pembiayaan pendaftaran yang dicantumkan secara jelas. Wewenang, prosedur dan jumlah biaya yang jelas tersebut, pada prinsipnya adalah untuk mempermudah bagi para pengusaha, kita mereka melakukan pendaftaran usahanya ke kantor lembaga tersebut.

Studi Perkembangan (Developmental Study)
Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku, sasaran penelitian perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun dalam kelompok. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel yang utamakan membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang diteliti.

Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu, bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang terjadi pada seorang respoden. Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini, misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi terhadapan tertentu, dan perkembangan sosoial anak. Studi perkembangan ini biasa dilakukan baik secara cross-sectional atau logiotudinal.

Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional, peneliti pada waktu yang sama dan disimultan menggunakan berbagi tingkatan variabel untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian di komparasi atau dicari tingkat asosiasinya. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal, peneliti menggunakan responden sebagai sampel tertentu, misalnya: satu kelas satu sekolah, kemudian dicermati secara intensif perkembangannya secara continue dalam jangka waktu tertentu seperti tiga bulan, enam bulan, satu tahun. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian.

Studi Kelanjutan (Follow-up study)
Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa periode waktu tertentu memproleh perlakuan, misalnya rogram pendidikan. Studi kelanjutan ini di lakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksteral, setelah subjek atau responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contoh Badan Akreditasi Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja, setelah mereka selesai program pendidikannya. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. Out (keluran) berkaitan dengan informasi hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan. Sedangkan yang dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya menyangkut pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang di teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.

Studi Sosiometrik (Sociometric study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi dalam suatu kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan sesorang terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di tentukan.
Prinsif teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada masing-masing anggota kelompok yang diteliti untuk menentukan denga siapa dia paling suka, untuk bekerja sama dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia dapat memilih satu atau tiga dalam kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti akan memperoleh jabatan yang bervariasi. Dengan menggunakan gambar sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya dalam kelompok organisasi.

Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat menunjukan posisi individu dalam kelompoknya. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya:

* “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya,
* “Terisolasi” di berikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam kelompok,
* “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam kelompoknya.


Dibidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel dalam kegiatan pendidikan. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarlkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara sistematis fakta dan karakeristik objek yang di teliti secara tepat.

Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.

* Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
* Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data tidak memperoleh data yang memadai;
* Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar pada waktu menjaring data di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan.

Dilihat dari aspek pengumpulan data di lapangan, penelitian deskriptif dapat dibedakan antara lain menjadi penelitian diri, studi perkembangan, studi kelanjutan, dan studi sosiometrik.

* Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah seperti berikut.
* Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode deskriptif.
* Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
* Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
* Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
* Menentukan kerangka berfikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
* Mendesain metode penelitian yamg hendak di gunakan, termasuk dalam hal ini menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan menganalisis data.
* Mengumpulkan dan mengorganisasi serta menganalisis data dengan menggunakan teknik statistika yang relevan.
* Membuat laporan penelitian

Lead Out Loud


Each of us on this earth has it
The ability to lead and inspire
Sometimes our work feels small and insignificant
But remember a small ripple can gain momentum and build a current that is insurmountable

Begin with small step

Don’t let others stand in your way
Walk your own path
Some may laugh, so what
Many will follow
Don’t ever give up
Success seems to be largely a matter of hanging on after others have gone. (William Feather)

Fear keeps people small. Run towards your fears
Embrace them
On the other side of your greatest fears lives your greatest life. Robin Sharma)

Get out of the stand. Get on the court. Play the game of life.
Take risk. Leap and the net will appear
Be positive
What you think is who you become
Dream. Dream big. Feel it. Believe it. Achieve it
Whatever you dream are, go for it!
You will inspire others


Extend a hand. Care. Be kind
When someone does something good, applaud!
You will make two people happy
Make a difference
Now, is the time to lead out loud

May 25, 2011

Rakorwil FSLDK Sumbagut 2011



Analisis SWOT bersama. Mungkin itulah kata  yang mewakili kegiatan yang diadakan oleh teman- teman pengusung dakwah yang tergabung dalam Puskomda Sumbagut (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau). Jum’at- Ahad, 20- 22 Mei 2011, Rakorwil Puskomda Sumbagut berlangsung dengan lancar. Gedung Pusat Bahasa Universitas Andalas menjadi tempat bersejarah dalam menyusun dan merapikan gerak dakwah di setiap Lembaga Dakwah Kampus Sumbagut.

BP- Nas Sumbagut yang tidak lain adalah FKI Rabbani Unand menjadi pelaksana Rakorwil kali ini. Kehadiran teman- teman dari berbagai daerah menjadikan suasana lebih berwarna dan keakraban hadir seketika itu juga. Ada 4 daerah peserta Rakorwil Sumbagut yaitu LDK Refah IAIN Raden Patah sebagai Puskomda Aceh , UKMI Ar Rahman UNIMED sebagai Puskomda Sumut, Unit Kegiatan Kerohanian  UNP sebagai Puskomda Sumbar, dan LDK UNRI sebagai Puskomda Riau. 

20 Mei 2011. Hari pertama Rakorwil diawali dengan presentasi dari setiap daerah terkait dengan perkembangan kondisi LDK dan masyarakat kampus di sekitarnya. Kondisi internal, eksternal, dan analisis SWOT pun disampaikan. Saling berbagi antar daerah semakin menguatkan satu sama lain. Masukan- masukan yang diberikan kepada masing- masing Puskomda harapannya dapat menjadi pemicu akan berkembangnya dakwah kampus di setiap daerah di Sumbagut. Berhubung karena ada kendala dalam perjalanan yang menyebabkan Puskomda Sumut terlambat hadir, maka presentasi Puskomda Sumut diadakan pada hari kedua oleh Ketua Umum Puskomda Sumut, Cholid Wijaya.

21 Mei 2011. Hari kedua Rakorwil kembali diadakan di gedung yang sama dengan suasana yang berbeda. Kehadiran Puskomda Sumut melengkapi kegiatan Rakorwil Sumbagut. Adapun agenda di hari kedua adalah pembahasan rencana strategis setiap komisi. Namun sebelumnya, peserta Rakorwil kembali diasupi dengan suplemen jiwa berupa tausiyah singkat dari ketua Puskomnas periode 2005- 2007, Hasdi Putra. Menurut beliau, keberadaan Puskomda dengan beberapa LDK di sekitarnya hendaknya memberi arti bagi masyarakat sekitar. Artinya, masyarakat merasa kehilangan ketika LDK- LDK ini tidak ada. Untuk itu, setiap LDK denngan pengawasan dari Puskomda hendaknya memahami peranan yang dimiliki itu. Kehadiran  kader yang Akademis, Aktivis, dan Idealis adalah langkah yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut. Diskusi bersama dengan sosok yang sudah lama lalanng melintang di dunia dakwah kampus memberikan kepuasan kepada peserta Rakorwil sebelum melanjutkan perjalanan dakwah di ranah masing- masing. 
Kemudian, FSLDK PEDULI UNS berbagi. Berbagai bencana yang sering melanda menjadikan FSLDK merasa turut perlu mengambil andil dalam hal ini. Ada 4 krisis center FSLDK: bencana, pendidikan, anak jalanan, dan lingkungan. Keempat hal ini merupakan fokus kerja dari FSLDK Peduli yang telah diadakan beberapa kali. Harapannya, Puskomda yang belum memiliki BK Peduli dapat membentuknya sehingga peran FSLDK dapat dirasakan, bukan hanya para civitas akademik kampus tetapi juga masyarakat dari berbagai lapisan.

Untuk mengefisienkan waktu, pembahasan tiap komisi diadakan pada siang hari. Komisi A (Isu dan Media) membawa peran Puskomda melalui pemanfaatan media dan penyebaran isu di setiap daerah. Teknik- teknik berbeda yang dilakukan oleh tiap Puskomda memberikan pencerahan bagi Puskomda lainnya. Dilanjutkan dengan komisi B (ke- LDK- an) menunjukkan perannya melalui optimalisasi peran LDK. Mengembangkan LDK yang sudah ada dan menciptakan LDK- LDK baru di setiap daerah. Terakhir, komisi C (Jarmus) hadir denngan perannya memberi citra positif di kalangan muslimah dan siap bergerak meningkatkan kreativitas muslimah. 

22 Mei 2011. Hari ketiga Rakorwil diadakan di gedung yang berbeda untuk kemudian merasakan suasana yang berbeda pula. Penutupan Rakorwil diadakan dengan 3 Puskomda (Aceh, Sumbar, dan Padang). Sementara untuk Puskomda Sumut harus segera berangkat ke kampung halaman berhubung adanya kewajiban lain yang harus dikerjakan. Piagam penghargaan diberikan kepada masing- masing Puskomda dengan harapan dapat menjadi kekuatan bersama dalam mengembangkan dakwah kampus di masing- masing daerah. 

Sumbagut Madani, Bukan Hanya Mimpi. (san25/05)

May 24, 2011

Tentang Kalian Semua


Aku ingin menulis. Apapun itu. Tentang sahabat kampusku yang setia selalu, sodara di rumah kontrakan yang serba kanan, sohib di UKMI Ar Rahman Unimed yang tangguh, kawan- kawan di Mafaza’erzz yang beraneka ragam, rekan- rekan di B. Ing Reg A 08 yang heboh. Dan semua yang menemani perjalanan hidupku. Hingga hidup ini terasa indah sekali.

Kuawali dari sahabat kampusku
Ada Sarah. Sosok yang kalem dan tidak banyak bicara. Sangat pengertian, belum pernah kutemukan ia marah. Kadang malah aku merasa tidak pantas berada di samping dia yang punya watak sangat bertolak belakang denganku. Mengawali persahabatan kami, butuh waktu yang lumayan lama. Sulit bagiku untuk menemukan dirinya yang sebenarnya. Dan hari ini, semoga aku sudah mengenalnya. Kerapiannya dalam bekerja kadang membuatku tidak bisa bertahan lama. Payah. Perlu perjuangan yang kuat untuk bisa berjalan dengannya untuk masalah yang satu ini. Kadang aku menuntut lebih padamu, maaf yaaaa. Batak vs jawa, indah ukhuwah ini.

Trus, ada Yovi alias Ivy. Setia. Mendengarkan. Makasi, kawan. Kepedulian dan perhatian yang tinggi kuterima darimu. Nyaman berada di sampingmu, walau terkadang engkau membuatku resah dengan raut wajah yang penuh kebimbangan yang sering engkau tunjukkan. 
Terimakasih sudah menjadi temanku yang setia untuk sering ketinggalan pena, buku, maupun alat tulis dan bahkan tugas kuliah lainnya. (haha). Sebelum jadi cikgu harus kita hilangkan sifat yang satu ini. Setuju????

Baru, satu lagi ada Dian atawa Yan. Ambisi yang kuat mengalahkan segalanya. Banyak yang kupelajari darimu. Percaya diri dan kerja keras adalah dua hal yang tidak pernah lepas dari tindakanmu. Impian dan cita- cita yang tinggi menjadikan kita terus bisa kuat dan eksis di sini. 
Di tengah berbagai ujian yang bisa mendewasakan dan amanah yang semakin menjadi- jadi, membuatmu terus bergerak. Maaf atas ke- gubrakk- an ini. J
Kepada kalian bertiga, love you because of Allah. Terus bergerak untuk menjadi hambaNya yang lebih baik adalah satu bukti kesyukuran kita atas berbagai kenikmatan yang telah diberikan di setiap hari- hari kita. Makasi atas persahabatan ini. Moga berkekalan J. Amin

Beranjak ke sodara di rumah kontrakan
Kakakku, Supriani atau k’Yani. Impian tinggi diimbangi dengan kerja keras dan doa yang tulus semoga membawamu pada kejayaan itu. Penegrtian dan keleluasaan begitu kuterima hingga terkadang nyaris kebablasan. 
Pekerjaan rumah sering terbengkalai. Ke- gubrak- an ini terasa sulit untuk dihilangkan. Soriiiii, yaaaJ

Kemudian Saiful Bahri atawa b’Iful. Pertengkaran sering terjadi semoga tidak berkekalan. Lelah rasanya mulut ini terus berkicau di setiap pagi, dan ketika malam mulai menjelang. Ke- gubrak- an yang terjadi di setiap harinya sepertinya memang tidak bisa dikendalikan. 
Terimalah yaaaa. Semoga impian terdekat segera tercapai.

Terakhir adikku Abidin. Tidak ada panggilan lain. Berbagai ujian yang kau terima semoga semakin mendekatkanmu kepadaNya. (haha).  
 Pekikan suara ini di subuh serta tengah malam semoga bermanfaat, seperti halnya lolongan ayam yang setiap hari lewat di depan rumah. Tunggu saatnya ia terhidang di meja kita, walau tidak tahu kapan ia akan terjadi. Harapan itu ada, bro! Usaha yang sedang ditekuni semoga berjalan penuh tantangan, dan engkau kuat menghadapinya. Memilih rekan bisnis yang baik adalah hal yang sangat diperlukan dalam merintis semuah usaha. (sok tahu). Mari mengukir prestasi, nol kilometer, padang, sibayak, bogor, jogja, dan lain- lain.

Lanjuttt, ke sohib- sohib di UKMI Ar Rahman UNIMED
Tidak ada materi yang diperoleh dari sini. Pujian atau penghargaan pun belum tentu. Bahkan, malah ejekan dan hinaan yang ada. Luarbiasa. Engkau tetap bergerak di jalan dakwah ini. Karena engkau sudah paham bahwa bekerja secara berjamaah akan lebih membuat kita terjaga. 


Ada harapan besar yang kita ukir bersama di sini. Mengajak banyak mahasiswa muslim untuk lebih dekat dengan Rabb- Nya adalah misi mulia kita. Berada di tengah kalian yang terus berbenah diri membuatku tidak berdaya untuk berkeluh- kesah. Jazakumullah atas semua ini.

Terusss, kawan2 di Mafaza’erzzz..
Macam- macam tingkah kita. Kadang- kadang sok dewasa, lebih sering seperti anak- anak, dan nyaris tidak pernah serius. (haha). Aku sayang kalian semuaaa. Semoga kedekatan ini terus terjaga. Amalan- amalan yang kalian tunjukkan padaku lewat sikap, perbuatan, maupun ucapan begitu memaksaku untuk mendekati titik itu juga. Perjuangan untuk menjaga komitmen bersama adalah sebuah harga mutlak. 
Kehadiran sosok yang terus mengajak kita untuk menjadi kader tangguh merupakan kesyukuran yang luarbiasa. Kemenangan dakwah adalah sebuah kepastian. Tertuliskannya nama kita dalam sejarah kemenangan dakwah adalah sebuah harga diri. Kutunggu traktirannya yaaa.(lho??)

Lagi- lagi, penyejuk hatiku
Ada Syamimi Syamilah, lebih enak dipanggil Mimi. Hmmm, kutumpahkan keresahan dan kegalauan ini di hadapanmu. Bercengkerama denganmu mengobati kekacauan pikiran. Tawamu, rayuanmu, celotehanmu, dan semua aksi yang kau tunjukkan membuatku tertawa. 
Lepasss. Tidak ada  beban. Tempat pelampiasan, sebelum kampung menjadi tujuan. Makasi sayaaang…J
Baru kemudian si Harits, nama panjangnya Harits Abdulloh. Kerenn. Meskipun kita berjauhan namun hadirmu di sini terasa. Sepatu bolanya sudah bisa dipakai tak??? 
Kapan- kapan kita jumpa yaa, pastinya dalam kondisi yang terbaik. Oke sayaaang…J

Hmmm, gak ketinggalan. Rekan- rekan di kelas B. Ing Reg A 08. 
 Kalo ingat kalian semua, gak bisa digambarkan. Mulai dari blok- blok yang kadang tercipta dengan sendirinya, hingga kekompakan untuk mengelabui dosen, kemalasan yang sering hadir bersamaan dengan munculnya tugas kuliah yang menumpuk. Dari kalian ku banyak belajar tentang persahabatan. Parahnya baru sekarang rasa kedekatan itu yang terasa sekali. Hmm, bentar lagi kita PPL woi. Kayaknya kita udah bisa mulai agak- agak bersikap dewasa lah, ntar kebawa pula sikap kekanak- kanakan kita ini. (Malas-red). Udah bisa mulai baca- baca buku ini. (haha)
Trus tu pasti semester depannya sibuk dengan urusan sendiri, skripsi masing- masing. Semoga impian kita, 2012 adalah puncak kejayaan kita terwujud. Let's keep this friendship. You all the best...

May 17, 2011

Untukmu, Adikku Pejuang Dakwah


By: Nurhasanah 'san' Sidabalok

Tidak tahu kenapa. Dan belum tahu jelas apa yang terjadi pada dirimu. Kehadiranmu di jalan dakwah ini begitu kusyukuri. Kemauanmu tuk berjuang bersama kami di sini sungguh mendapat apresiasi yang luarbiasa. Kuacungi jempol tuk setiap pengorbanan yang telah engkau lakukan. Saat temanmu sibuk memikirkan tugas, laporan dan amanah lainnya di jurusan, engkau pun rela tuk membagi pikiranmu dan kemudian memikirkan agenda dakwah ini. Ketika temanmu asyik dengan kegiatan mereka yang katanya merefreshkan pikiran, engkau malah memilih untuk hadir di sebuah acara kecil yang behkan engkau tahu akan ada banyak ekurangan di sana. Tapi engkau sudah siap dengan itu semua. Aku pun tahu bahwa ingin rasanya diri untuk berhenti sejenak, istirahat dengan segala rutinitas dakwah yang ada. Ingin mencari sesuatu yang baru. Namun tidak kulihat engakau akhirnya berpaling dari jalan ini. Tertatih, terseok, bahkan terpukul di tengah perjalanan ini, karena sesungguhnya jalan dakwah adalah perjuangan bukan wisata.
Dinda, ada sesuatu yang mengusik hati ini. Entah apakah ini hanya prasangka atau kerena kekuatan intuisi yang kumiliki J. Adakah sesuatu yang salah dengnan pendidikan yang telah kami berikan? Mencoba intropeksi atas apa yang menimpa kita saat ini. Ada suatu kekhawatiran ketika melihat pertumbuhan kader kita yang semakin pesat di tahun ini. Khawatir dengan ketidaksiapan kita untuk membimbing itu semua. Khawatir jika suatu saat nanti kita lalai dengan amanah ini. Khawatir jika penyakit wahn menimpa kita. Bukankah Rasulullah sudah menggambarkannya?

"Akan datang masa di mana kamu diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkuk." Para sahabat bertanya, "Apakah saat itu jumlah kami sedikit ya Rasulallah?" Rasulullah bersabda, "Tidak, bahkan saat itu jumlahmu sangat banyak, tetapi seperti buih di lautan karena kamu tertimpa penyakit 'wahn'." Sahabat bertanya, "Apakah penyakit 'wahn' itu ya Rasulallah?" Beliau menjawab, "Penyakit 'wahn' itu adalah terlalu cinta dunia dan takut mati."

Baru tersadar bahwa ternyata kita belum memahami dakwah ini secara menyeluruh. Ada beberapa sendi yang nyaris kita tinggal. Atas dasar ketidakpahaman atau ketidakingintahuan. Terlihat kesimpangsiuran di sana- sini. Label ADK yang melekat pada diri kita masih belum kuat terpancang. Kembali, pendidikan yang kami berikankah penyebabnya?
Dinda, tida bisa dipungkiri ada kekhawatiran dalam hati kami untuk meninggalkan kalian sementara di sini. Bukan saatnya lagi menganggap siapa rendah siapa tinggi. Karena memang tidak ada dalam kamus kita, selaku aktivis dakwah. Kekhawatiran yang juga dahulu dirasakan oleh penddahulu kita ketika mereka ingin meninggalkan kami saat akan berangkat untuk tugas negara. Banyak orang berkata bahwa Learning by Doinng adalah metode belajar yang paling efisien. Dan seseorang akan paham ketika dia sudah berada dalam lingkungan itu dan beraktivitas di dalamnya. Au pun sangat sepakat dengan hal itu, dan memang sudah terbukti pada diriku sendiri.

Namun saat ini, ada satu tanggungjawab besar yang kami pikul sebelum akhirnya mengizinkan kalian tuk masuk ke sana. Ada ilmu yang harus kami wariskan. Ilmu yang kelak bermanfaat untuk kelancaran langkah kalian dan perkembangan dakwah kampus kita. Ilmu yang dahulunya juga diwariskan pada kami. Ilmu itu adalah “Kemauan untuk Belajar”.

Dinda, keadaan kita saat ini mencerminkan bahwa betapa ilmu kita masih sangat sedikit. Sehingga dalam pergerakannya, kita masih lebih nyaman menggunakan cara yang konvensional (baca: kiri). Kita masih terasa sulit untuk menjadi seorang innovator yang akhirnya membuat sebuah gebrakan baru (baca: kanan). Hasilnya? Tidak banyak yang ta hasilkan, belum sebanding dengan apa yang telah kita keluarkan. Keinginan untuk pindah ke zona tidak nyaman (uncomfortable zone) membutuhan pemahaman yang benar bahwa ternyata kita tidak bisa bergera dengan cara- cara biasa. Belajar untuk menjadi kader yang kreatif adalah satu cirri bahwa kita punya keinginan kuat untuk turut bersama mengusung emenangan dakwah ini.

Dinda, kami yakin pendidikan yang selama ini diberikan memang belum seperti yang diharapkan. Banyak kekurangan di sana- sini hingga tidak jarang akhirnya kita saling ‘diam- diaman’. Keegoan, perasaan ingin selalu dihormati, merasa paling banyak ilmuanya mungkin masih melekat dalam pribadi- pribadi ini.
Yang jelas, keinginan terbesar kami bahwa kita bisa bergandengan tangan di sini. Lihatlah gambar yang menjadi lambang tulisan ini. Hubungan sebagai kakak- adik, atau bahakan sebagai teman dekat. Kesamaan persepsi kita akan jalan dakwah ini akan membantu kita menjalaninya secara dewasa. Kita akan bersama mewujudkan impian- impian kita mewujudkan kampus islami. Kita, aku dan engakau akan saling bahu membahu karena aku yakin akan potensi luarbiasa yang ada pada dirimu.

*untuk adik2 ku di UKMI Ar rahman UNIMED. Love u full :)
>>>>>Sharing is caring>>>>

Jalan Dakwah: Perjuangan VS Wisata


By: Nurhasanah Sidabalok
Dakwah adalah sebuah perjuangan bukan wisata. Demikian yang kudengar dari seorang Ustadz yang sangat mirip dengan dosenku di jurusan. Wibawa dan kelihaiannya mengutak- atik kata membuatku dan teman- teman hanya bias mengangguk, mengiyaka semua kata- katanya. Tidak satu pun yang terlewatkan. Rasa kantuk yang tadinya semangat menyergapku tiba- tiba hilang mendengar satu kalimat itu. Ya, semakin ku mengerti betapa tidak ada hal yang membenarkan ADK untuk kemudian mengharap kesenangan demi kesenangan yang akan ditemuinya selama berdakwah. Hal ini juga yang semakin menguatkanku betapa sesungguhnya mereka yang berguguran itu adalah karena mereka yang masih melihat dakwah ini dari satu sisi di samping banyaknya sisi lain yang harus menjadi pertimbangan untuk kemudian meninggalkannya..

 Dakwah adalah proyek Allah. Semua pasti tahu akan hal itu. Tidak ada satu kekuatan pun yang kita miliki untuk kemudian membuat dakwah ini menang ketika memang Allah belum mengizinkannya. Demikian juga, tidak ada alasan untuk kemudian menyalahkan keadaan, misalnya minimnya dana untuk sebuah acara karena sedesungguhnya Allah lah yang akan membayarya. Tidak ada alasan yang diterima unruk berhenti dari jalan ini ketika Allah sudah menetapkan seseorang berada di sana.

Dalam perjalanan dakwah, kita mengenal sosok penggerak yang kita sebut dengan aktivis dakwah. Jika kita analogikan, seorang aktivis dakwah dengan dakwah seperti hanya ikan dengan lautan. Seekor ikan ketika dibawa ke daratan tidak dapat bertahan lama. Artinya seekor ikan membutuhkan lautan atau air untuk bisa bertahan hidup. Demikian juga seorang aktivis dakwah, ia akan lemah ketika dia berpaling dari dakwah. Perhatikan sekeliling kita. Kebanyakan mereka yang keluar dari jalan dakwah nyaris seperti tidak ada. Semakin mereka jauh, maka semakin jauh jugalah keberadaan mereka di hadapan orang lain. Jika bisa kita katakana, orang lain tidak mendapatkan manfaat dari dia yang hingga akhirnya dia semakin menghilang dari catatan sejarah manusia lainnya. Sama bukan? Ternyata memang kita yang butuh dakwah ini yang akhirnya bisa menjadi jembatan bagi kita tuk berbuat sesuatu yang bermanfaat. 

Maka tidak perlu khawatir lagi dengan jalan yang kita pilih. Jalan dakwah adalah jalan yang sudah ditetapkan oleh Allah untuk kita, umat manusia. Namun hanya sedikit dari kita yang menerima ketetapan itu. Allah berfirman:
"Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung".(QS. Ali Imran: 104)
"Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan bagi umat manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah" (QS. Ali Imran: 110).

Seorang aktivis dakwah tidak akan bergantung pada orang lain karena dia yakin Allah lah sebaik- baik tempat mengharap. Artinya dia memang memiliki mesin sendiri yang kahirnya dapat diatur sedemikian rupa tanpa melihat mesin oarng lain yang mungin lagi ada kerusakan. Dia paham saat merasa imannya turun, semangatnya mengendur, amlannya menurun. Dan segera berbuat sesutau untuk dirinya tanpa menunggu oarng lain berbuat sesutau padanya. Memperbanyak baca buku, mendengar murattal, menghadiri kajian- kajian islami, dan bahakan mengadakan silaturahmi. Artinya, seorang aktivis dakwah paham bahwa eadaan itu akan menghampirinya. Hanya tinggal bagaiamana agar ia mampu mengkondisikan hatinya yang akhirnya meningkatkan levelnya di hadapan Allah. Yang perlu dipahami bahwa urusan dakwah ini adalah urusan kita langsung dengan Allah, bukan dengan orang lain. Pengorbanan yang diberikan akan berbuah untuk diri sendiri, bukan siapa- siapa.

Dalam perjalannya, seorang aktivis kadang merasa memiliki beban yang besar dengan banyaknya amanah yang diberikan kepadanya. Ada sesuatu yang harus kita pahami di sana. Bukankah Allah tidak akan memberikan ujian di luar kesanggupan hambaNya?
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya……………."Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya… "(QS. Al Baqarah: 286)

Amanah ini ujian dan yakinlah bahwa Allah lebih paham akan kadar kemampuan kita. Kita seharusnya lebih khawatir lagi jika amanah yang kita emban tidak berembang. Mungkin ada beberapa kualifikasi yang belum kita lewati. Mungkin ada kompetensi yang belum tercapai. Untuk itu, mari kita jalankan amanah yang telah diberikan kepada kita dengan baik. Yakinlah bahwa semua ini akan membawa kita pada kondisi yang lebih baik jika kita terus memohon kepada Allah untuk suatu kebaikan. Perubahan sikap, perbendaharaan kata, dan perubahan kepribadian lainnya akan menjadi bukti nyata bahwa kita serius menjalankan ini semua. Selamat melakukan AKSI! (18/05san)








May 16, 2011

3 Techniques in Teaching Listening


 
1.      Filling Gap in Recount Text
Fill the blank with the correct words by listening to the cassette!

Pain                            Stabbing
Sprained                    Bruise
Ankle                         Burning
Weight                       Swollen
Sheet                          Boot

The worst ______I ever had actually was in my ankle when I ______ it. And it was the second time I had actually sprained, my right ______.
And in fact, I was hoping down some stairs and landed very badly and twisted it. And I knew immediately that it was going to be ______ beyond belief. And it was a very hot instant pain and I thought I would keep on my sock and my ______ to try and keep the swelling down and a friend of mine drove me to the hospital and of course they took off the sock and boot in order to X- ray it and it was swelling before my eyes and the pain by this point had changed from the sort of ______ to an almost like a physical bruise feeling coming out.
And it was _______ and so painful that evens the slightest amount of _______ on it. I mean that evening I had a _______ on it and the sheet hurt.

  1. Guessing Pictures in Procedure Text
Match the picture with the sentence by listening the procedure text!
How to Make an Omelet
Ingredients:
  • 2 eggs
  • 2 Tbsp. whole milk
  • 2 Tbsp clarified butter or whole butter
  • Salt and ground white pepper, to taste
a.     b. c.          
d.                              e    e.   f.  f.                            
  1. Crack the eggs into a glass mixing bowl and beat them until they turn a pale yellow color.
  2. Heat a heavy-bottomed nonstick sauté pan over medium-low heat. Add the butter and let it melt.
  3. Add the milk to the eggs and season to taste with salt and white pepper. Then, grab your whisk and whisk like crazy. You're going to want to work up a sweat here. If you're not up for that, you can use an electric beater or stand mixer with the whisk attachment. Whatever device you use, you're trying to beat as much air as possible into the eggs.
  4. Your eggs should now resemble a bright yellow pancake, which should easily slide around on the nonstick surface. If it sticks at all, loosen it with your spatula.
  5. Now gently flip the egg pancake over, using your spatula to ease it over if necessary. Cook for another few seconds, or until there is no uncooked egg left.
  6. With your spatula, lift one edge of the egg and fold it across and over, so that the edges line up. Cook for another minute or so, but don't overcook or allow the egg to turn brown. If necessary, you can flip the entire omelet over to cook the top for 30 seconds or so. Just don't let it get brown.
  7. Gently transfer the finished omelet to a plate. Garnish with chopped fresh herbs if desired.

  1. Finding Mistakes in Narrative Text
Find the mistake words of this text and find the right one by listening to the teacher!
Once upon time, a man had a wonderful parrot. There is no other parrot like it. The parrot could say every word, expect one word. The parrot would not say the name of the place where it was born. The name of the place was Catano.
The man feelt excited having the smartest parrot but he could not understand why the parrot would not say Catano. The man tried to teach the bird to say Catano however the bird kept not saying the word.
At the first, the man was very nice to the bird but than he got very angry. “You stupid bird!” pointed the man to the carrot. “Why can’t you say the word? Say Catano! Or I will kill you” the man said angrily. Although he tried heard to teach, the parrot would not say it. Then the man got so angry and show to the bird over and over; “Say Catano or I’ll kill you”. The bird kept not to say the word of Catano.
One day, after he had been trying so many times to make the bird say Catano, the man really got very angry. He could not beat it. He picked the parrot and threw it into the kitchen house. There were four old chickens for next dinner “You are as stupid as the chickens. Just stay with them” Said the man angrily. Then he continued to humble; “You know, I will cut the chicken for my milk. Next it will be your turn, I will eat you two, stupid parrot”. After that he left the chicken house.
The next day, the man came back to the chicken house. He opened the door and was very surprised. He could not believe what he saw at the chicken house. There were three death chickens on the flour. At the moment, the parrot was standing praudly and screaming at the last old chicken; “Say Catano or I’ll kill you”.
The correct text
Once upon time, a man had a wonderful parrot. There was no other parrot like it. The parrot could say every word, except one word. The parrot would not say the name of the place where it was born. The name of the place was Catano.
The man felt excited having the smartest parrot but he could not understand why the parrot would not say Catano. The man tried to teach the bird to say Catano however the bird kept not saying the word.
At the first, the man was very nice to the bird but then he got very angry. “You stupid bird!” pointed the man to the parrot. “Why can’t you say the word? Say Catano! Or I will kill you” the man said angrily. Although he tried hard to teach, the parrot would not say it. Then the man got so angry and shouted to the bird over and over; “Say Catano or I’ll kill you”. The bird kept not to say the word of Catano.
One day, after he had been trying so many times to make the bird say Catano, the man really got very angry. He could not bear it. He picked the parrot and threw it into the chicken house. There were four old chickens for next dinner “You are as stupid as the chickens. Just stay with them” Said the man angrily. Then he continued to humble; “You know, I will cut the chicken for my meal. Next it will be your turn, I will eat you too, stupid parrot”. After that he left the chicken house.
The next day, the man came back to the chicken house. He opened the door and was very surprised. He could not believe what he saw at the chicken house. There were three death chickens on the floor. At the moment, the parrot was standing proudly and screaming at the last old chicken; “Say Catano or I’ll kill you”.

 
Baca Juga:
Langganan
Get It