September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Showing posts with label Tips Menulis. Show all posts
Showing posts with label Tips Menulis. Show all posts

Jan 12, 2011

Konsisten dalam Menulis


Menulis merupakan suatu aktifitas yang gampang-gampang susah, baik dalam media offline atau online. Kalimat ‘tidak ada waktu buat nulis‘ merupakan alasan klise yang sering terlontar dari kita.
Nah jika senang menulis, anda harus menyediakan waktu khusus yang digunakan untuk aktifitas kreatif tersebut. Jika anda masih merasa tidak mampu untuk menyisihkan waktu paling tidak 30 menit sehari untuk menulis, tak perlu berfikir panjang, anda memang tidak suka dengan menulis. Sebab, setiap orang pasti meluangkan waktu untuk hal-hal yang disukainya, termasuk menulis.
Kemudian, bagaimana agar konsistensi dalam menulis bisa terjaga? Berikut 6 cara supaya kita bisa menulis secara konsisten :
1. Buatlah Kalender Editor. Membuat kalender editor bertujuan untuk menetapkan waktu wajib yang harus kita patauhi hanya untuk aktifitas menulis. Meluangkan waktu minimal 30 menit untuk menulis tidaklah sulit.
Bagaimana cara menentukan kalender editor yang baik? Pertama, tandai waktu-waktu kreatif anda, waktu dimana anda merasa kreatif dan ide-ide mengalir tanpa batas. Sebagai contoh, saya mengalokasikan waktu di pagi hari antara jam 5:00 sampai dengan jam 6:00 pagi untuk menuliskan ide-ide di sebuah draft.
Kedua, buatlah waktu untuk mencari referensi untuk ide tersebut, minimal tiga hari dalam seminggu. Misalkan hari Senin, Rabu dan Jum’at selama 30 menit digunakan untuk mencari-cari referensi artikel. Nah jika sudah terkumpul referensinya, anda bisa mulai menulis dan menciptakan artikel baru.
2. Bawa selalu media pencatat dalam saku anda
Tidak harus kertas dan pensil. Media tersebut bisa diganti dengan gadget seperti iPhone, blackberry atau gadget lainnya. Karena ide dan semangat menulis bisa muncul secara tiba-tiba, maka selalu membawa media pencatatan kemanapun kita pergi merupakan hal yang baik.
3. Gunakan metode penghargaan dan hukuman
Metode yang lebih dikenal dengan reward and punishment banyak digunakan oleh Psikolog Behavior untuk membentuk sebuah perilaku positif manusia. Hal tersebut bisa diterapkan dalam hal ini. Contoh: saya ‘mengizinkan’ diri saya bersenang-senang jika berhasil menyelesaikan satu artikel sesuai deadline yang ditetapkan. Dan begitu pula sebaliknya, jika tidak menyelesaikan tulisan tersebut sesuai deadline yang ditentukan, maka selama sebulan saya tidak akan bersenang-senang.
4. Jadikan menulis sebagai sumber penghasilan
Nah yang ini biasanya menjadi faktor penyemangat paling besar. Siapa yang tidak suka jika hobinya dihargai dan menguntungkan secara finansial. Menjadikan aktifitas ini sebagai sumber penghasilan bisa membuat kita rajin untuk terus berkarya

Jan 3, 2011

5 Tips Menulis Artikel Online


Menulis sebuah artikel online memiliki sedikit perbedaan dengan menulis artikel yang dicetak dalam sehelai kertas. Atikel online biasanya disertai dengan adanya satu atau dua link di dalam konten nya yang langsung dapat menghubungkan artikel tersebut ke halaman pelengkap lainnya. Artikel online juga dibaca dengan lebih lambat dibanding dengan artikel cetak. Tidak hanya itu, menulis artikel online juga dihadapkan pada kemampuan artikel kita untuk lebih cepat terbaca oleh mesin pencari (SE) semacam Google dan Yahoo.
Dari beberapa perbedaan tersebut, saya ingin berbagi tips kepada anda tentang bagaimana menulis sebuah artikel online. Tips ini terdiri atas 5 bagian yang saya anggap sangat penting. Terlepas dari apa tujuan anda untuk menulis artikel, mudah-mudahan tips ini bisa berguna ya.. :)
1. Topik
Temukan topik artikel anda. Sebaiknya anda memilih topik yang memang anda kuasai. Bila artikel yang anda tulis bertujuan untuk memperkenalkan produk yang sedang anda jual, yakinkan diri anda memang sepenuhnya menguasai produk tersebut agar pembaca yang akan menikmati tulisan anda nantinya mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Selain itu, topik yang memang benar-benar anda kuasai akan memberikan keleluasan bagi anda untuk “menulis dengan hati” dan penuh semangat, biasanya faktor ini menyebabkan artikel anda lebih enak untuk dibaca. Artikel yang anda tulis juga akan menerima komentar atau pertanyaan nantinya, bila anda memang menguasai topiknya maka anda akan dengan cepat dan mudah memberikan respon kepada pembaca.
2. Optimasi Mesin Pencari (SE)
Temukan kata kunci (keyword) untuk artikel anda. Kata kunci inilah yang akan mendatangkan pengunjung ke artikel anda nanti. Kata kunci ini harus saling berhubungan dengan artikel yang anda tulis. Misalnya anda ingin menulis artikel tentang Bisnis Pulsa. Keyword yang bisa anda gunakan adalah bisnis pulsa, bisnis pulsa elektrik, bisnis pulsa online. Untuk optimasi di mesin pencari, hindari menggunakan keyword dengan kata atau phrase yang berulang lebih dari tiga kali. Pastikan juga keyword anda ada pada judul artikel. Untuk isi artikel, optimasi bisa anda lakukan dengan menyertakan keyword dalam isi artikel, namun jangan sampai “membanjiri” artikel.
3. Judul Artikel
Judul artikel harus selaras dengan isi artikel anda. Dan pastikan keyword anda sudah terdapat disana. Misalnya isi artikel anda tentang perawatan mesin motor dengan keyword perawatan mesin, anda bisa gunakan judul artikel “Tips Perawatan Mesin Motor” atau “Cara Perawatan Mesin Motor Yang Baik”.
4. Isi Artikel
Hal paling penting adalah isi artikel anda. Harus informatif dan spesifik agar pembaca merasa beruntung telah menemukan artikel anda. Berikan informasi yang bernuansa solusi dan tips sesuai pengalaman yang anda miliki. Perhatikan juga alur cerita artikel yang anda tulis, harus menjadi satu kesatuan yang terfokus pada topik dan judul artikel. Hindari menggunakan link yang terlalu banyak, dua link saja sudah cukup. Periksa kembali apakah ada kesalahan dalam penulisan kata, karena kesalahan dalam penulisan kata yang terlalu banyak akan membuat pembaca malas untuk melanjutkan membaca artikel. Pada bagian akhir, cobalah membuat satu kesimpulan dari isi artikel dan perkenalkan sedikit tentang profil anda.
5. Respon terhadap pembaca.
Artikel yang anda tulis merupakan gerbang bagi anda untuk berkenalan dengan orang lain. Bila artikel tersebut tentang produk yang anda jual maka pembaca artikel adalah calon rekan bisnis anda nantinya. Setiap ada komentar dan pertanyaan yang memang layak untuk anda respon, segeralah untuk memberikan respon, karena komunikasi yang lancar juga memegang peranan penting bagi keberhasilan bisnis anda. Tidak tertutup juga kemungkinan, anda dan si pembaca artikel akan saling bertukar informasi dan kerjasama yang saling menguntungkan di hari ke depan nya.
http://menulisonline.com/tips-menulis-artikel.html


Tips Menulis Cerpen


Struktur
Para penulis pemula seringkali disarankan untuk menggunakan pengandaian berikut ini ketika mulai menyusun cerpen mereka:
1. Taruh seseorang di atas pohon.
2. Lempari dia dengan batu.
3. Buat dia turun
Kelihatannya aneh, tapi coba Anda pikirkan baik-baik, karena saran ini bisa diterapkan oleh penulis mana saja. Nah, ikuti langkah- langkah perencanaan seperti yang disarankan di bawah kalau Anda ingin menulis cerpen-cerpen yang hebat.
Perencanaan Cerpen
Taruh seseorang di atas pohon: munculkan sebuah keadaan yang harus dihadapi tokoh utama cerita.
Lempari dia dengan batu: Dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harus diselesaikan si tokoh utama tadi. Contoh: Kesalahpahaman, kesalahan identitas, kesempatan yang hilang, dan sebagainya.
Buat dia turun: Tunjukkan bagaimana tokoh Anda akhirnya mengatasi masalah itu. Pada beberapa cerita, hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempat memunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis. Contoh: Kekuatan cinta, kebaikan mengalahkan kejahatan, kejujuran adalah kebijakan terbaik, persatuan membawa kekuatan, dsb.
Ketika Anda selesai menulis, selalu (dan selalu) periksa kembali pekerjaan Anda dan perhatikan ejaan, tanda baca dan tata bahasa. Jangan menyia-nyiakan kerja keras Anda dengan menampilkan kesan tidak profesional pada pembaca Anda.
Praktekkan perencanaan sederhana ini pada tulisan Anda selanjutnya.
Tema
Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkan alur, karakter, setting cerita dan lainnya. Ketika Anda menulis, yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini.
Ketika menulis cerpen, bisa jadi kita akan terlalu menaruh perhatian pada satu bagian saja seperti menciptakan penokohan, penggambaran hal-hal yang ada, dialog atau apapun juga, untuk itu, kita harus ingat bahwa kata-kata yang berlebihan dapat mengaburkan inti cerita itu sendiri.
Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas. Tentukan apa inti cerita Anda dan walaupun tema itu sangat menggoda untuk diperlebar, Anda tetap harus berfokus pada inti yang telah Anda buat jika tidak ingin tulisan Anda berakhir seperti pembukaan sebuah novel atau sebuah kumpulan ide-ide yang campur aduk tanpa satu kejelasan.
Tempo Waktu
Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupa cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Dan dengan waktu yang singkat itu, usahakan agar kejadian yang Anda ceritakan dapat memunculkan tema Anda.
Setting
Karena Anda hanya memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan Anda, maka Anda harus dapat memilih setting cerita dengan hati-hati. Disini berarti bahwa setting atau tempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita. Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak. Sebagai contoh, beberapa setting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua, tapi tempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi.
Penokohan
Untuk menjaga efektivitas cerita, sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja, karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. Jika Anda memang jatuh cinta pada tokoh-tokoh Anda, pakailah mereka sebagai dasar dalam novel Anda kelak.
Dialog
Jangan menganggap enteng kekuatan dialog dalam mendukung penokohan karakter Anda, sebaliknya dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. Tiap kata yang ditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita. Jika ternyata dialog tersebut tidak mampu mendukung tema, ambil langkah tegas dengan menghapusnya.
Alur
Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Pastikan bahwa alur Anda lengkap, artinya harus ada pembukaan, pertengahan cerita dan penutup. Akan tetapi, Anda juga tidak perlu terlalu berlama-lama dalam membangun cerita, sehingga klimaks atau penyelesaian cerita hanya muncul dalam satu kalimat, dan membuat pembaca merasa terganggu dan bingung dalam artian negatif, bukannya terpesona. Jangan pula membuat "twist ending" (penutup yang tak terduga) yang dapat terbaca terlalu dini, usahakan supaya pembaca tetap menebak-nebak sampai saat-saat terakhir. Jika Anda membuat cerita yang bergerak cepat, misalnya cerita tentang kriminalitas, jagalah supaya paragraf dan kalimat-kalimat Anda tetap singkat. Ini adalah trik untuk mengatur kecepatan dan memperkental nuansa yang ingin Anda sajikan pada pembaca.
Baca ulang
Pembaca dapat dengan mudah terpengaruh oleh format yang tidak rapi, penggunanaan tanda baca dan tata bahasa yang salah. Jangan biarkan semua itu mengganggu cerita Anda, selalu periksa dan periksa kembali.

http://selepas-lautan.blogspot.com/2007/07/how-to-write-poem.html


Tips Penting Menulis Essay


Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus. Berikut ini panduan dasar dalam menulis sebuah esai. Dahsyat!
Struktur Sebuah Esai
Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:
1. Paragraf pertama
Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.
2. Paragraf kedua sampai kelima
Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik.
3. Paragraf kelima (terakhir)
Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca
Langkah-langkah membuat Esai
 o    Mulailah dengan poin-poin penting
       Kemudian buatlah beberapa sub topik
o     Kembangkan sub topik yang telah anda buat
Memilih Topik
Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya.
Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.
  • Tentukan Tujuan
Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.
  • Tuliskan Minat Anda
Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala.
  • Evaluasi Potensial Topik
Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.
Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan kasus dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.
Membuat Outline
Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang terorganisir.
  1. Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas
  2. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya
  3. Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:
    • Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik
    • Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca
    • Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut
  4. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama
Menuliskan Tesis
Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:
  • Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
  • Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.
Menuliskan Tubuh Esai
Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.
Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:
  1. Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”
  2. Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.
  3. Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi
  4. Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.
Setelah menuliskan tubuh tesis, anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan.
Menulis Paragraf Pertama
  1. Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.
    • Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca anda, namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda buat.
    • Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati.
    • Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin anda.
  2. Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis anda.
  3. Tutup paragraf anda dengan pernyataan tesis anda.
Menuliskan Kesimpulan
Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas) yang menggambarkan pendapat dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk menutup esai anda.
Memberikah Sentuhan Akhir
  1. Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan pada urutan yang anda buat.
  2. Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya
  3. Teliti tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang lemah. Baca dan baca kembali naskah anda.
  4. Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?
  5. Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya
........http://politea.wordpress.com/2007/03/16/tips-menulis-esai/

 
Baca Juga:
Langganan
Get It