September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Jan 26, 2012

Kita, Punya Lebih

Kita,
tidak hanya ini sebenarnya.
bisa lebih dari ini seyogyanya.
bukan hanya mampu melakukan ini sebenarnya.
mampu melakukan lebih baik dari ini seyogyanya.


Tapi,
kita terkadang lebih cepat puas.
kita lebih sering membatasi diri.
kita tidak jarang untuk pura2 merasa cukup.
kita bahkan hampir selalu mengatakan, "sudah, ini lah semampuku" dan pasrah (pdahal usahanya blm maksimal)


Hingga satu hari,
kita mendapati diri yang sangat lelah tiada nikmat
kita menemukan banyaknya kebutuhan yang seharusnya dipenuhi
kita harus berbohong pada diri sendiri bahwa kita tidak suka 'sesuatu' itu
kita sudah tidak menjadi diri sendiri.
Terlalu banyak kebohongan pada diri sendiri.
Tanggung sendiri.

Kitapun berpikir,
kenapa
dia bisa hebat seperti itu?
aku selalu ada di barisan terbelakang?
aku hanya bisa jadi pendengar kisah keberhasilan mereka?
aku tersenyum saja ketika mereka menghujaniku pertanyaan akan targetan ke depan?
dia begitu gigihnya memanas- manasin aku dengan ceritanya di luar negeri sana?


Ggggrrrr....
Kita bertekad,
Membangunkan serigala tertidur yang ada dalam diri kita
membuat rancangan terindah untuk hidup kita
Menghadirkan sejumlah harapan yang memacu adrenalin kita
Menentukan arah hidup kita
Memahami apa kebutuhan kita tanpa membatasinya

Jujur pada hati kita, apa yang kita inginkan sebenarnya?
Yakin pada kuasa Rabb kita, tidakkah suatu keburukan ketika kita membatasi kemampuanNya?

Kita, Punya Lebih

Jan 24, 2012

Mari Mentoring!

Tidakkah kau sedih melihat temanmu sangat jauh? Jauh dari nilai2 keislaman? Orang yang selalu bersamamu mengerjakan tugas, berdiskusi bersama, tawa canda, bahkan suka cita bersama, namun sangat jauh dari agamanya?
Kupikir kau masih sehat. Lahir batin. Tentu kau tidak ingin keadaan itu terjadi di sampingmu kan? Seolah- olah, dan kenyataannya peranmu tidak ada untuk mereka selain hanya masalah akademik. Tentang agama? Ahh, kau bahkan tidak peduli.
Kau hanya sibuk memikirkan dirimu sendiri dan bangga dengan apa yang kau jalani hari ini. Hei, seperti itukah yang engkau pelajari?

Ok ok, berhentilah merutukiku. Engkau tahu kan kegelapn bukan untuk dirutuki, namun sediakan lilin untuk menghadirkan secercah sinar. Dan dalam hal ini, ya aku masih sehat. Aku juga tidak ingin keadaan ini terjadi, tapi apa dayaku?

Ahh, coba kau pikirkan. Bagaimana kau bisa seperti ini? Sholat lima waktu, tilawah, shaum, dan banyak lagi ibadah2 yang kau lakukan dalam setahun terakhir. Engkau hari ini sangat berbeda dengan dirimu yag ada sejak SMA dulu. Aku tahu betul keadaanmu.

Itu kan semua berkat hidaya Allah. Aku dan yang tidak punya kuasa dalam hal beri- memberi hidayah.

Pertanyaanku, bisakah hidayah itu datang begitu saja? Aku resah kawan, resah. Kau lihat remaja2 putri hari ini? Aku khawatir, sangat. Ketika malu tidak lagi dimaknai sebagai pakaian, dan agama mulai diabaikan. Aku sedih. Aku hanya benda mati yang hanya jika digerakkan bisa memberi manfaat. Cobalah kau sedikit berbuat.

Kawan, aku tidak jauh beda dengan apa yang kau alami. Di sekelilingku, kucoba masuki mereka. Bersama mereka kupikir satu strategi untuk bisa menanamkan nilai2 keislaman itu, tapi ternyata tidak. Teman2 yang sebagaian besar dari sekolah yang tidak berbasis agama sangat memerlukan pemahaman agama sejak dini, sejak semester awal. Namun tak mereka dapatkan. Itu masalahnya. Mereka hanya dicecoki dengan pengetahuan teerkait program studi mereka. Aku bisa seperti ini pun karena hidayah Allah melalui engkau. Aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada diriku jika dahulu akku tidak dikenalkan padamu.

Tidak perlu banyak berkisah. Satu hal yang kuyakini, aku ternyata punya pengaruh dalam perubahan diri sosok muslim. Aku merasa bersyukur untuk itu. Namun sangat disayangkan sangat sedikit yang berminat untuk mengikutiku. Aku pun sangat terpukul ketika kegiatan ku tidak lagi dijadikan sebagai mata kuliah wajib. Padahal dahulunya aku sempat punya posisi yang strategis. Entah, kalian tidak mampu mempertahanannya. Tidak tahu apa yang kalian kejar dengan seabrek agenda kalian itu. Maaf jika aku menyinggungmu.

Tidak apa- apa. Satu hal yang ingin kusampaikan adalah hingga hari ini kami masih terus berupaya untuk melegalkanmu. Kami tahu betul seberapa besar pengaruhmu untuk memberi perubahan pada kondisi mahasiswa muslim saat ini. Mulai dari ibadah, tata cara berpakaian, pergaulan, hingga hal yang terkecil. Kami sadar betul akan peranmu. Dan kami akan terus berupaya untuk menjadikanmu menjadi mata kuliah wajib kembali. Aku dan teman2 juga resah dengan kondisi ini. Kami terus berupaya hingga semuanya bisa merasakan manisnya berIslam. Ingat, aku dan teman2 akan memperjuangkanmu.
Ok. Terimakasih atas perhatiannya. Sampai jumpa di kota transit!

.Senyum MENTORING, senyum Indonesia.

Jan 23, 2012

.Kita Masih Normal.

Hei, kau yang di sana. Sadarkah bahwa saatnya engkau menjadikanku teman hidupmu?
Sudah saatnya, bro! Masak sampai sekarang masih saja sibuk mikirkan yang lain. Kita kan udah sah. Cobalah lirik sejenak. Masa yang kau tunggu2 sudah tiba. Kehidupa yang lebih baik akan kau hadapi jika menjalani ini dengan serius. 
Lihat kawanmu yang di sana. Begitu menikmatinya. Semua pikirannya dikerahkannya untuk menyelesaikanku. Tapi kau? Aneh.

Hei, jangan sembarangan. Aku juga menikmati kehadiranmu dalam kehidupanku. Tapi cara kami berbeda. Beda, boy! Menikmati bukan berarti harus selalu bersamanya kan? Sedangkan cinta saja tidak harus memiliki apalagi yang ini. Tunggu saja aksiku nanti. Kan kuselesaikan ini dengan cara professional, seperti yag sudah kupelajari selama 7 semesteer ini.

Yeee, kau lihat di sana. Dia sudah ACC, bahkan beberapa ada yang sudah seminar, engkau?

Aku nyaris. Haha. Tolonglah jangan dibandingkan. Satu hal yang pasti dan harus kau ingat, aku akan wisuda dengan NORMAL. Itu saja.
Nah, kau tahu. Untuk mencapainya, aku punya cara tersendiri. Banyak jalan menuju Tokyo, kawan! Dan banyak cara juga untuk bisa dyving, dan tentu banyak cara juga untuk menyelesaikanmu. Bukan aku tidak serius, aku hanya tidak ingin mengikut jalan normal untuk mencapai wisuda dengan NORMAL. Kau pikir aku tidak memikirkanmu? Hah, mana mungkin. Aku bahkan kebanyakan mikir hingga kurang aksi. Haha. 

Itu dia yang sejak awal membuatku sedikit enggan berurusan denganmu. Terlalu sepele kubilang. Selalu buat kerjaan mendadak, hasilnya? Aku hanya ingin kau bisa seperti teman2mu yang menatap jauh ke depan.

Eitts, kau bilang aku pikir pendek? Jangan salah, bro. Aku malah punya planning panjang yang lebih baik dari mereka. Kalaulah aku tidak meyelesaikan urusanku denganmu hingga Oktober ini, biaya kuliah, transportasi, konsumsi, kontrakan dkk bakalan berlanjut. Aku tidak mau itu. Kuyakinkan kau, bahwa aku begitu sayangnya pada orangtuaku. Kuyakinkan kau, hubungan kita tidak akan berlanjut hingga masa itu. Tidak lebih. Kau tahu setelah itu? Aku akan berbeda dari yang lain. 

Oooppss, ada yang marah. Tenang mas, aku hanya kesal saja dengan yang lain. Bisakah kau lebih banyak bertindak daripada berpikir? Aku malu jika ditanyakan tentang perkembanganku, nyaris tak berkembang. Kerdil. Tirus. Engkau terlalu sibuk dengan urusanmu yang lain. Tak bolehkah kau hentikan itu dulu dan fokus menemani aku?
Ggggrrrr… Untuk yang satu itu memang tidak bisa bro. Akan kucoba seimbangkan tanpa menzholimi siapapun dan apapun. Trust me, tightly. Ok! J
Hmm, tidak bisa tersenyum dengan keadaanku yang masih seperti ini tanpa perhatian darimu. Kumohon jangan biarkan aku tergantung- gantung. Yang sudah dimulai, akhiri! Tanggungjawab lah, boy..
Kan sudah kubilang, kau pasti akan kuselesaikan. Tidak perlu melirik ke sana ke mari. Terlalu memikirkan perkataan orang lain hanya akan membuatmu terkungkung. Kau tahu kisah seorang anak dan bapak yang memiliki seekor kedelai tua?  Ikuti kata hatimu, bukan kata orang lain. Kau tahu aku masih baik kan? Kata hatiku kupastikan juga baik. Sekarang izinkan aku menikmati kehaddiranmu dengan cara yang berbeda dari kebanyakan. Aku tak ingin menyiakan sisa satu semester ini hanya berkelut denganmu. Aku ingin terbang, mau ikut?
.SKRIPSI, Enjoy your seat.

Jan 13, 2012

20 Tips agar Tidak Mudah Lupa

Kunci kereta diletak dimana? 
Laporan yang mau diserahkan sudah selesai?
Berkas yang saya suruh kemarin sudah diprint?
huppp, lemasss. LUPA. Maaf.

Jika Anda biasa melontarkan beberapa pertanyaan di atas kepada diri sendiri, alias seorang pelupa, berikut ini 20 langkah memperbaiki daya ingat.

1. Padatkan
Ketika mengingat-ingat deretan huruf yang panjang seperti 33987643134509, pecahkanlah menjadi: 33 98 76 43 13 45 09.

2. Jangan menjejalkan
Lebih baik memberi ruang pada proses belajar. Contohnya, ketika Anda belajar bahasa asing, jangan mengulang satu kata terus-menerus. Demikian saran dr Chris Moulin dari Leeds Memory Group. Ulangi beberapa kali, dan kemudian lanjutkan lagi, dan kembali lagi nanti.

3. Ciptakan petunjuk
Jika kamu mempunyai kegiatan teratur setiap hari pada waktu tertentu, seperti minum obat, berilah petunjuk dirimu sendiri untuk menolong niatanmu tersebut. Misalnya: “Ketika acara TV ini selesai aku akan meminum obat.”

4. Gunakan gambar
Satu cara untuk mengingat sesuatu, seperti nama orang, adalah menggambarkan wajah mereka. Jadi ketika kamu bertemu Joe Diamond, bayangkan sebuah intan (diamond). Kamu harus lebih kreatif untuk menggambarkan nama orang dengan nama yang tidak biasa.

5. Buat lebih bermakna
Gunakan arti khusus untuk mewakili sebuah fakta atau angka, jika Anda perlu mengingat angka 50110662012, pikirkan jins Levi's, Perang Hastings, atau Olimpiade London.

6. Buatlah lebih pribadi
Buatlah sesuatu yang ingin kamu ingat berhubungan dengan dirimu sendiri. Itu pertolongan mengingat yang plaing baik. Contohnya Blair mulai berkuasa pada tahun 1997, kamu lulus tahun 1997.

7. Metode Kamar Roma
Metode Kamar Roma adalah tentang mengingat rangkaian informasi dengan memvisualisasikan mereka ke dalam sebuah lokasi. Gunakan tempat yang kamu tahu dengn baik, lakukan perjalanan pikiran melewati kamar dalam tatanan yang teratur. Kemudian letakkan informasi dari daftarmu satu per satu ke dalam setiap kamar.

Jadi ketika ingin mengingat Perdana Menteri, tempatkan Harold Wilson di lorong, James Callaghan di ruang keluarga, Margareth Thatcher di dapur dan seterusnya. Pikirkan itu pelan-pelan dan itu akan terus menempel.

8. Rutinitas
Rutinitas yang membosankan adalah teman terbaik ingatan. Letakkan barang-barang tersebut di tempat yang sama di waktu yang lama. Semakin terbiasa, semakin mudah Anda mengingat.

9. Menghafal
Menghafal adalah teknik pembelajaran yang menolong daya ingat - seperti 'Mejikuhibiniu' untuk mengingat warna pelangi. Gunakan frasa untuk mengingat hal, semakin aneh semakin baik.

10. Makan ikan berlendir
Minyak Omega-3 yang ada pada ikan berlendir, dapat membantu kekuatan Anda berkonsentrasi.

11. Konsumsi choline
Choline, asam amino yang ada pada telur, hati, ayam dan kedelai, dapat menjaga otak dan meningkatkan daya ingat. Penelitian terbaru menunjukkan, orang dengan konsumsi choline yang tinggi berhasil menyelesaikan tes daya ingat dengan lebih baik — walau diet kesehatan jangka panjang adalah kunci utama untuk menjaga fungsi otak yang baik, dengan sayuran hijau, buah beri, tomat, kacang dan kecambah adalah makanan yang baik untuk daya ingat.

12. Olahraga
Sebuah penelitian Cambridge University menyebutkan, latihan aerobik teratur seperti jogging dapat meningkatkan daya ingat dengan memicu pertumbuhan neuron baru di otak.

13. Mengajar
Mengajari konsep baru pada orang lain bisa membantu ingatanmu pada hal tersebut. Jadi berikan mata kuliah kecil untuk temanmu ketika kalian berdua belajar untuk tes yang sama.

14. Berpikiran positif
Menurut ahli kesehatan Harvard, stereotipe negatif tentang penuaan membuat daya ingat menurun. Jadi orang tua menghasilkan nilai yang tes daya ingat yang buruk ketika dihadapkan pada pernyataan pesimis tentang usia dan kekuatan otak — dan lebih baik ketika mendengar pesan untuk menjaga daya ingat tetap kuat hingga pensiun.

15. Gunakan seluruh inderamu
Makin banyak indera yang kamu gunakan ketika mengalami suatu kejadian, semakin mudah Anda mengingatnya nanti. Contoh, penciuman bisa secara cepat mengembalikan kenangan masa lalu. Jadi mulailah mengendus.

16. Catat
Gambar atau tulislah informasi yang ingin diingat.

17. Pengulangan
Ketika kamu ingin mengingat hal baru, ulangi dengan keras. Contohnya jika kamu baru diberitahu nama seseorang, panggil nama mereka ketika berbicara dengan orang tersebut.

18. Tantang dirimu sendiri
Beraktivitas memerlukan konsentrasi. Bergabunglah dengan klub membaca, teka-teki silang atau mencoba resep masakan baru. Kegiatan apapun yang menggunakan otak akan menolongmu untuk menjaga bakat hingga tua nanti.

19. Tulis, jangan ketik
Jari Anda mungkin akan kikuk menggunakan alat tulis ketika sudah terbiasa mengetik, namun menulis dengan tangan dapat membuat otak memproses informasi dengan lebih baik. Jadi ketika belajar hal yang baru, tulislah.

20. Meditasi
Penelitian AS menunjukkan, pengobatan harian mempertebal bagian otak cerebral cortex, yang bertanggungjawab membuat keputusan, perhatian dan daya ingat. Cobalah melakukan teknik mengosongkan pikiran, berfokus pada sebuah gambar, suara atau napas Anda sendiri.

Semoga bermanfaat!
from: http://id.she.yahoo.com/20-cara-agar-tak-gampang-lupa.html

Katakan Tidak Tahu, Tak Membuatmu Malu

Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan, akhirnya sampailah ia ke tempat yang dituju. Tak sabar lagi baginya untuk segera menemui orang yang selama ini ia cari. Sosok yang selama ini membuat kagum orang-orang di kampungnya.

Kini ia sudah di hadapannya. Ia ajukan beberapa pertanyaan yang dititip orang-orang di kampungnya. Tapi, apa hendak di kata, dari enam puluh sekian pertanyaan yang dibawa, ia cuma bisa menjawab tiga pertanyaan. Sedangkan sisanya, hanya dijawab, “Allahu a’lam (Allahlah Yang Maha Tahu).” Ia pun kecewa. Sosok yang yang selama ini dielu-elukan orang-orang di kampungnya ternyata seperti ini keadaannya. Ia pun berkata, “Anda adalah Imam Malik, tapi Anda berkata, ‘Saya tidak tahu?!

Dalam riwayat lain: ‘’Anda adalah Malik bin Anas. Orang-orang naik unta untuk menemui Anda. Dan mereka datang dari segala penjuru ke tempat Anda. Lalu Anda mengatakan : Allahu a’lam?! Lantas apa yang harus kukatakan kepada orang-orang di negeriku jika aku kembali kepada mereka?! ‘’ Beliau menjawab, ’’Katakan kepada mereka bahwa Malik mengatakan, ‘Allahu a’lam,’’
Siapa yang tidak kenal dengan Malik bin Anas? Seorang imam besar dari darulhijrah (negeri tempat berhijrahnya Nabi kita), yaitu Madinah Nabawiyyah. Seorang yang namanya tercatat sebagai sosok besar yang mengisi lembaran sejarah umat islam. Seorang ‘alim yang disegani dan tidak diragukan lagi keilmuannya. Namun, dengan kebesaran dan ketinggian posisi yang disandangnya, beliau tak gengsi dan tak malu untuk menjawab, “ Saya tidak tahu” tatkala ditanya tentang sesuatu yang beliau tak tahu jawabannya.

Alangkah tawadhunya beliau. Di sini beliau mengajarkan kepada kita tentang sikap rendah hati dan juga adab penting yang sangat berharga. Yaitu adab berbicara tentang perkara yang tidak kita ketahui. Beliau mengajarkan bahwa hendaknya kita tidak berbicara kecuali dalam hal yang kita ketahui dan menutup mulut serta mengunci lisan kita dari perkara yang tidak kita ketahui. Bahkan, yang demikian pernah beliau ucapkan dengan jelas melalui lisannya. Beliau berkata, “Hendaklah seseorang tidak berkata kecuali dalam perkara yang ia kuasai. “ (Ma’alim Fi Thariqi Thalabil’ilmi karya DR. Abdul’Aziz As-Sadhan hal. 209)
Dan sebenarnya, adab itu pula yang Allah عز وجل tuntunkan kepada Nabi kita صلى الله عليه وسلم:
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ” (QS. Al-Isra: 36)

Sahabat Nabi yang mulia, Ibnu Mas’ud رضي الله عنه pun menegaskan yang demikian. Ia berkata, “Wahai sekalian manusia, siapa yang mengetahui tentang sesuatu, sampaikanlah. Dan jika tak tahu, ucapkanlah, ‘Allahu a’lam’. Karena, sungguh, termasuk bagian dari ilmu, jika engkau mengucapkan terhadap sesuatu yang tidak kau ketahui dengan ucapan: ‘Allahu a’lam’. Allah berfirman kepada Nabi-Nya: ‘Katakanlah (hai Rasul): ‘Aku tidak meminta upah sedikit pun pada kalian atas dakwahku dan bukanlah Aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. ” (QS. Shad: 86) (HR. Bukhari no. 4531)
Demikianlah Allah عز وجل membimbing Nabi kita صلى الله عليه وسلم. Dia عز وجل melarang Rasul-Nya untuk lancang berucap dan bertindak tanpa petunjuk wahyu. Maka beliau pun tunduk mematuhi-Nya. Imam Malik berkata, “Rasulullah sebagai imam bagi kaum muslimin dan pemimpin para Nabi, ketika ditanya tentang sesuatu tidaklah beliau menjawab sampai datang kepadanya wahyu dari langit. ” (Ma’alim Fi Thariqi Thalabil’ilmi hal. 207)
Kalau begitu, sulitkah kita menahan lisan ini untuk tidak berbicara tentang sesuatu yang tidak kita ketahui? Terasa beratkah mulut ini untuk mengatakan, “Allahu a’lam”? Terasa kelukah lidah ini untuk mengucapkan, “Saya tidak tahu”? Padahal, jika itu yang meluncur dari lisan kita, bukanlah suatu aib dan cela, kalau memang muncul dari ketidaktahuan. Yang demikian itu tak akan mengurangi kedudukan dan kehormatan kita, dan tidak pula merendahkannya, apalagi menjatuhkannya.
Ibnu Jama’ah berkata, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya ucapan seseorang yang menjawab, ‘Saya tidak tahu’, tidaklah mengurangi kemuliaannya-sebagaimana itulah anggapan orang-orang bodoh-namun justru mengangkat posisinya. Sebab, itu bukti yang menunjukkan betapa agung kedudukannya, kuat agamanya, betapa bertakwanya ia terhadap Rabbnya, bersih hatinya dan sempurna pengetahuannya serta baik tatsabut (ketelitian)nya. ”
Lalu Ibnu Jamaah juga berkata, “Dan tidaklah menyombongkan diri dari mengucapkan, ‘Saya tidak tahu’ melainkan ia orang yang lemah agamanya dan rendah pengetahuannya. Sebab, ia takut kedudukannya jatuh di pandangan manusia. Dan ini (tentu saja) suatu kebodohan dan kelemahan dalam beragama. Sebab, bisa jadi kesalahannya akan tersebar di tengah khalayak, sehingga ia pun jatuh pada masalah yang sebenarnya ia ingin lari darinya dan tercap di sisi mereka dengan cap yang sebenarnya ia ingin menjauhinya.” (Ma’alim Fi Thariqi Thalabil’ilmi hal. 205-206)
Demikianlah adab penting yang perlu kita pegang teguh dan kita gigit erat-erat dengan gigi geraham kita. Karena, berbicara tentang sesuatu tanpa ilmu, bukan hanya tak berguna, melainkan akan merusak pula kehormatan kita. Sebab, terbongkarlah kelak kebodohan dan kecerobohan kita di hadapan orang-orang.
Itu dalam masalah dunia, apalagi dalam masalah agama. Bahayanya lebih besar lagi. Karena, selain itu merupakan perkataan tanpa ilmu, teranggap pula sebagai kedustaan atas nama Allah. Sebuah kriminalitas besar!

Katakanlah: ‘Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui.” (QS. Al-A’raaf: 33)
Ibnul Qayyim dalam I’lamul Muwaqq’iin menerangkan bahwa dalam ayat ini, Allah menyebutkan lima perkara terlarang secara berurutan. Dimulai dari yang rendah tingkat keharamannya yaitu perbuatan keji dan diakhiri dengan yang paling besar keharamannya, yaitu “mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui.”
Wallahi, alangkah dahsyat bahaya ini, sampai-sampai Al-Qasim dan Ibnu Sirin berkata, “Sungguh seandainya seseorang mati dalam keadaan bodoh, lebih baik baginya daripada ia berbicara tentang sesuatu yang tidak ia ketahui. “(Ma’alim Fi Thariqi Thalabil’ilmi hal. 208)
Maka, tak ada gunanya berpura-pura ‘alim di hadapan manusia. Tak ada faidahnya memaksa diri berkata dan berkomentar tentang hal yang tidak dikuasai. Hendaknya kita tawadhu. Hendaknya mengaca, siapa kita ini? Seorang imam besar dan mujtahid kah?

Tapi, kalau melihat fenomena di akhir zaman ini, terasa sesaklah dada. Berapa banyak orang yang baru mengenal satu dua ayat dan hadits sudah diustadzkan, menjadi dai, lalu berbicara panjang lebar tentang perkara pelik dalam agama. Ketika ditanya, tidak bisa menyebutkan sandaran hukum yang jelas dari jawaban mereka, entah itu dari Al-Quran atau As-Sunnah atau atsar para sahabat. Jawaban yang terasa kering dan kurang bermakna. Dan cerdiknya, kelemahan yang ada bisa ditutup dengan berbagai trik, entah dengan kepintaran memutar kata atau dengan guyonan. Akhirnya, umat tak mereguk apapun kecuali retorika dan canda tawa.

Ada lagi yang dengan bekal membaca satu atau dua buku (itu pun terjemahan) sudah berani berbicara tentang perkara besar dalam agama. Berkomentar dengan penuh keberanian tentang syariat, “Hukum Islam itu bukan sebuah sistem hukum yang padu, itu cuma polemik berkepanjangan yang dilakukan oleh para ulama terdahulu! “ sedangkan ia tidak memakai jilbab!
Apa jadinya umat ini kalau yang seperti itu banyak terjadi? Di manakah ketawadhuan itu? Di manakah adab dan pengagungan terhadap Allah عز وجل?
Hendaknya kita takut kepada Allah عز وجل. Hendaknya kita beradab kepada-Nya. Hendaknya kita sadar bahwa bisa saja karena satu kalimat yang telah terucapkan, ternyata itu mencampakkan kita ke dalam kesengsaraan yang tak tertahankan.
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dia tidak tahu apakah itu benar atau tidak ternyata itu menjerumuskannya ke dalam neraka melebihi jarak antara timur dan barat. (HR. Bukhari no. 6477 dan Muslim no. 2988)

purely copied from:

Jan 10, 2012

Kesebut Engkau, Teman Sejatiku

Saat- saat sulit seperti ini, butuh dirimu ada di sampingku. Menenangkanku, sedikit memberiku stimulus akan rasa beratnya menapaki jalan ini.
Saat- saat sulit seperti ini, teringat engkau yang selalu tampil dengan keceriaanmu. Tak ada beban di wajahmu. Itu satu hal yang membuatku menobatkanmu sebagai teman sejatiku, ya belum ada yang lain.
Dikau berbeda dengan yang lain. Sungguh.
Saat yang lain mencela, engkau malah mencari celah sebaik mungkin untuk memuji.
Saat yang lain mulai berprasangka buruk pada sesuatu yang memang sulit untuk dilihat dari sisi positif, engkau bahkan mampu menghentikan pikiran2 itu
Saat yang lain mulai lemah, engkau dengan kepolosanmu kadang membuat kita bisa bergerak kembali
Engkau dengan pemahamanmu yang benar, cukup member arti untuk perjuangan ini
Engkau, dengan caramu yang tak jarang membuat jengkel berhasil merasuki akal sehat kita
Dikau, bersahaja. Tidak banyak yang kau harapkan.
Komitmenmu, kerja kerasmu, keikhlasanmu. Kulihat itu semua saat itu belum kutemukan pada yang lain.
Dan akupun memutuskan untuk menjadikanmu, teman sejatiku.

Saat- saat sulit seperti ini, aku butuh teman cerita. Entah, bercerita denganmu cukup nyaman bagiku. Walau aku tak tahu apa yang ada di pikiranmu.
Ceracauanku, semoga tidak menambah beban pikiranmu.
Saat- saat seperti ini, mendapati dan menyadari bahwa aku tidak ada apa2nya. Lemah.
Jika boleh aku membandingkan diriku dan engkau, aku hanya sepertiga dari apa yang kau miliki.
Ilmu, ibadah, pengorbanan, perjuangan, keikhlasan. Luarbiasa engkau.
Sikap tanpa pamrih itu hadir menemanimu.
Sikap apa adanya dan rendah hati bersamamu.
Itulah sebabnya, kusebut engkau teman sejatiku.
Maukah engkau?

Untuk yang di sana, N.M.c S.Pd.
Jazakillah khoir

Jan 1, 2012

Senyum Palestina, Impian Bersama

Senyum Palestina, Impian Bersama. Palestina adalah sebuah negara Islam yang sangat di agungkan, sejarah-sejarah Islam banyak terjadi disana begitu juga masjid Al-Aqsa yang menjadi kiblat bagi kaum muslimin. Namun, para penjajah kaum Yahudi Israel telah menebar penderitaan dan kehancuran disana, sejak tahun 1940an hingga sekarang mereka ingin merebut dan menghancurkan bangsa palestina bahkan banyak media masa mengatakan israel sedang melakukan genosida yaitu pemusnahan suatu bangsa atau ras manusia.

Kamis 8 Desember 2011 merupakan tepat 24 tahun gerakan intifadhah Al Aqsha berlangsung. Gerakan ini meletus setelah empat orang pemuda Palestina meninggal dunia seketika karena ditabrak sebuah truk militer zionis israel laknatullah. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 8 Desember 1987 tersebut memicu gelora kebangkitan rakyat Palestina untuk melawan penjajahan zionis Israel. Gerakan perlawanan menjadi gerakan total yang menggerakkan semua lapisan masyarakat.

Sejak bulan Desember 1987-Agustus 1993 bara api intifadhah yang pertama berkobar. Aksi-aksi heroik intifadhah membawa semangat yang luar biasa. Tank-tank militer dan senjata api dilawan dengan menggunakan batu oleh para pemuda di Palestina. Intifadhah juga melahirkan “anak-anak batu” yang semangatnya tersiar ke seluruh dunia. Istilah “Anak-anak batu” adalah sebutan untuk anak-anak kecil pemberani yang terlibat dalam bentrokan melawan penjajah Zionis Israel. Hanya dengan berbekal batu mereka melawan terjangan peluru-peluru tajam, mortir, rudal dan peralatan militer lainnya.

Sampai hari ini, para kader gerakan Hamas dan rakyat Palestina sadar betul, pembebasan Gaza dapat dilakukan meski tanpa senjata. Para pengamat berpendapat, bahwa rakyat Palestina telah banyak mendapatkan manfaat dari pengalaman intifadah al Aqsha di semua tingkatan. Mereka sepakat bahwa pengalaman terlibat dalam spekulasi perundingan adalah sia-sia dan tidak akan memberikan manfaat apa-apa.

Di sisi lain, Palestina adalah bangsa yang sangat peduli dengan penderitaan bangsa orang lain, termasuk terhadap bangsa Indonesia. Pada masa-masa perjuangan kemerdekaan di Indonesia, M. Ali Taher, Perdana Menteri Palestina, menyumbangkan seluruh uangnya dari Bank Internasional untuk dana perjuangan muslim Indonesia. Di saat Agresi Militer I dan II terjadi, Palestina bersama dengan Mesir, Irak, dan negara-negara muslim yang lain, melakukan boikot dan demonstrasi anti-Belanda. Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, setelah sebelumnya juga melakukan upaya diplomasi untuk Indonesia. Ditengah derita mereka, hidup bertahun-tahun di tenda-tenda dan rumah-rumah darurat, rakyat Palestina masih sempat mengirimkan sumbangan untuk korban Tsunami di Aceh dan Erupsi Merapi di Yogyakarta.

Berangkat dari kondisi tersebut, PUSKOMDA FSLDK Sumatera Utara bertekad untuk memberikan sesuatu yang bisa membantu saudara kita di Palestin. Untuk itu, seminar serta aksi penggalangan dana menjadi satu moment penting dalam Simposium LDK Se- Sumut pada tanggal 30 Desember - 01 Januari. Seminar yang menghadirkan ketua BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) cabang Medan, Drg. Armia serta Ustadz Sarwedi Hasibuan dari KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina)  ini cukup berhasil untuk menghadirkan kembali rasa kepedulian dari para aktivis dakwah kampus se- Sumut. Menyadari betapa kecilnya diri dibandingkan mereka yang ada di sana. Menyadari belum ada sesuatu yang berharga yang sudah diberikan kepada mereka.

Terakhir, masalah Palestina adalah masalah kita bersama. Semoga agenda- agenda dakwah yang kita lakukan tidak sampai melupakan kita untuk turut memikirkan kondisi saudara kita di sana. Menyebarkan informasi Palestina, Memboikot produk Yahudi, Mendoakan adalah tiga hal dasar yang HARUS kita lakukan sebagai wujud rasa peduli kita pada saudara kita di Palestina.
Tidak lebih. Palestina tersenyum, impian kita bersama. (02/01san)

Saatnya Tiba, Alhamdulillah

Sekali lagi kerinduan hanya pantas singgah di jiwa-jiwa yang tegar hingga kerinduan itu menjadi indah sampai waktu yang tepat itu tiba. Jika bukan pada sebuah jiwa yang tegar, maka ia bukanlah kerinduan tetapi kecengengan...

mari pulang kampung!
Let's go back, sorry for all. gak akan lama.
i'll miss you then, sure...
:)

Nurhasanah San Sidabalok

 
Baca Juga:
Langganan
Get It