September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Jun 29, 2012

Shalat Malam Para Wanita Ahli Ibadah



♥ Ummu Shahba Mu’adzah binti Abdullah Al Adawiyah

Saat tiba waktu siang, dia berkata, “Inilah hari dimana aku akan mati.” Karena itu dia tidak tidur hingga sore hari. Saat malam datang ia berucap, “Inilah malam dimana aku akan mati.” Karena iitu dia mengisinya dengan shalat semalam suntuk. Jika tertidur, dia bangun dan berputar mengelilingi rumahnya sambil berucap: “Wahai jiwa! Sesungguhnya tidur panjang ada di hadapanmu. Jika kau mendahulukannya, tentu akan bertambah panjang tidurmu di kubur dalam suka maupun duka.” Dia juga mengatakan “Aku heran dengan mata yang tidur, padahal ia tahu kelak akan tidur panjang dalam gelapnya kubur.”


♥ Hafsah binti Sirin

Di kala malam hari, dia selalu menyalakan lampu kemudian shalat di mushallanya. Ketika lampunya mati, dia terangi lampu rumahnya hingga pagi. Dia menetap di mushallanya selama 30 tahun, tidak pernah keluar selain untuk memenuhi hajatnya atau untuk sedikit tidur siang.

♥ Ummu Darda binti Huyai

Yunus bin Maisarah menuturkan, “Sebuah rombongan para wanita ahli ibadah mendatangi Ummu Darda, mereka shalat semalaman hingga telapak kaki mereka bengkak karena lamanya.”

♥ Rabi’ah al Adawiyyah

Pembantunya menceritakan, sepanjang malam dia mengerjakan shalat, kemudian pada saat terbit fajar dia tertidur sesaat di mushallanya hingga fajar hilang. Saat bangun dari tidurnya, dengan nada terkejut dia melompat sembari berucap, “Wahai jiwa, berapa lama engkau terlelap tidur dan berapa lama kau sanggup terjaga untuk beribadah, padahal sebentar lagi kau akan tidur dan tidak terbangun kecuali oleh dasyatnya teriakan hari kiamat.”


♥ Muniqah binti Abi Thariq

Dia tinggal di Bahrain. Setiap kali datang waktu malam, dia selalu mengatakan, “Bagus… bagus diriku. Telah datang kebahagiaan orang mukmin.” Dia lalu beranjak ke mihrabnya, dan berdiri shalat seperti batang pohon hingga subuh.

Dari Ummu Ammar binti Mulaik Al-Bahrani, dia berkata: “Suatu malam aku menginap di rumah Muniqah binti Abi Thariq. Tiada henti-hentinya dai sambil menangis mengulang-ulangi ayat “Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS Ali Imran [3] :101)”


Disalin dari kitab “Syarah Kumpulan Hadist Shahih tentang Wanita”
oleh Isham bin Muhammad as-Syarif

Do'a Berbuka Puasa yang Shahih


    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
    "Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah."

    "Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)"
    (HR. Abu Dawud, 2/306 no. 2357, an-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra, 2/255, ad-Daruquthni, 2/185, al-Baihaqi, 4/239, dari hadits Ibnu ‘Umar dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani.)

Mari Hafal Sama- sama!
:) :) :)

Jun 26, 2012

Es Krim dan Kita

Es krim, waahhh. 
Penting dibaca sama semua, terkhusus yang ngaku kader UKMI Ar- Rahman UNIMED.
(ini atas nama pribadi ya, gak ada embel2 di belakang atas nama lembaga/ dept/ div/ atau apa lahhh, apalagi ketum. wedewwh)
Juga khusus untuk si  brader   . Mari kita ramekan!

Siapa yang tidak suka dengan es krim. Rasanya yang lembut dan manis membuat makanan ini sangat digemari tidak hanya oleh anak-anak melainkan juga orangtua (tapi ortu gue kayaknya kagak deh).



Es krim merupakan salah satu makanan produk susu yang mengandung vitamin dan nutrisi penting untuk tubuh. Banyak orang yang masih beranggapan dan menganggap es krim sebagai biang keladi kegemukan. Padahal kontribusi energi dan lemak dalam es krim per takaran saji sangat kecil, yaitu sekitar 10 persen dari total kebutuhan energi per hari dan 15 persen dari total kebutuhan lemak per hari.

Berikut adalah tiga kandungan nutrisi penting pada es krim yang berkontribusi mendongkrak derajat kesehatan Anda:

1. Kalsium

Kalsium banyak ditemukan dalam produk susu, seperti es krim, yang bermanfaat untuk kekuatan dan kesehatan tulang. Menurut Office of Dietary Supplements (ODS), 99 persen kalsium tubuh dapat ditemukan pada tulang dan gigi, yang digunakan untuk membantu fungsi dan struktur tubuh manusia. Ketika tubuh tidak menerima jumlah kalsium yang cukup setiap hari, maka tubuh akan mengambilnya dari bagian tubuh lain. Mengonsumsi es krim dan produk susu lainnya secara teratur dapat mengurangi risiko osteoporosis, yang terkait dengan peningkatan risiko patah tulang.

Kalsium tidak hanya baik untuk tulang dan gigi, tapi juga berperan dalam penurunan berat badan. Penelitian telah menunjukkan hubungan antara penurunan berat badan dan pencegahan kenaikan berat badan dengan asupan kalsium yang memadai setiap hari.

2. Protein
Seperti makanan produk susu pada umumnya, es krim adalah sumber utama protein, makronutrien yang penting bagi bagian tubuh seperti tulang, otot, kulit, darah, dan tulang rawan. Protein juga penting untuk memperbaiki dan membangun jaringan pada bagian-bagian tertentu dari tubuh, seperti rambut dan kuku, yang seluruhnya terbuat dari protein.

Karena protein tidak dapat disimpan dalam tubuh, penting bagi Anda untuk mendapatkan asupan makanan dan suplemen yang tinggi protein. Bila dimakan dalam jumlah sedang, es krim bisa menjadi salah satu pilihan makanan terbaik untuk mengisi pasokan protein dalam tubuh. Mereka yang berolahraga secara teratur juga dapat mengonsumsi es krim sebagai makanan ringan setelah latihan untuk membantu membangun dan pemulihan otot.

3. Vitamin


Es krim biasanya mengandung vitamin A, vitamin B2 dan vitamin B12, nutrisi mikro yang hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil tidak seperti protein. Vitamin A sangat penting bagi kesehatan kulit, metabolisme tulang dan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin A juga sangat penting untuk kesehatan retina.

Vitamin B2 dan B12 penting untuk metabolisme energi, memecah lemak, protein dan karbohidrat dalam tubuh. Penting untuk secara teratur mengganti vitamin B karena vitamin ini larut dalam air dan tidak dapat disimpan dalam tubuh.

Opppzzz, Warning :) :) :)
Salah satu yang harus selalu Anda ingat ketika mengonsumsi es krim adalah jangan mengonsumsinya secara berlebihan. Jangan lupa untuk membaca label nutrisi pada kemasan es krim, untuk meminimalkan risiko kesehatan.
(hoke lahhhh)

terimakasih tuk yang meluangkan waktu dan mengikhlaskan selembar uang dua ribuannya untuk segelas eskrim.
(eh, apa nama temapt eskrim tu?. entah apa lah).
ia akan menjadi bukti persahabatan yang takkan pernah terlupakan. (ggrrrrr)

nongkrong di bawah pohon depan mesjid kampus, bisa juga itu jadi agenda rutin. wedewwh...
hmmmm, es krim gratis kayak pembubaran psi sedeppp juga itu kalo dijalankan di pembubaran panitia tiap acara kita.

perbaikan gizi ala a-d-k.

go go go, semangat es krim!
:) :) :)

Menuju Seminar Proposal


Keberkahan dalam setiap fase kehidupan adalah sebuah harga mati

Sungguh ya Rabb, kami hanya membutuhkan keridhoan Mu dalam setiap proses ini. Hingga apapun yang Engkau rencanakan untuk kami, semua bisa kami jalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran penuh. Kami yakin, semua ini adalah ketentuanMu yang pastinya tidak sedetikpun dari prosesi ini yang tidak bermanfaat. Tidak satupun dari fase- fase ini yang sia- sia. Kami yang terlalu kerdil dan lugu hingga terkadang menyalahkan satu demi satu proses ini beserta orang- orang yang ada di dalamnya. Kami yang terlalu sering mengharap lebih sementara masih sangat sedikit yang kami berikan. Kami yang terlalu picik hingga tidak mampu melihat apa yang ada di balik semua ini. Dan kesabaran kamilah yang terlalu kecil hingga belum melihat cahaya itu namun sudah uring- uringan. Ampuni kami ya Rabb. Hingga keberkahanlah yang kami temukan dalam setiap perjalanan ini.

Mahasiswa tingkat akhir adalah satu fase dari sebuah perjalanan menuju gelar S1. Fase ini pula yang dirasa sebagai fase yang menentukan diantara sekian banyak fase sejak masuk di bangku perkuliahan.
Aku dengan urusanku, dan kamu dengan urusanmu.

Konsultasi judul dengan dosen PS, proposal, revisi berulangali. Alhamdulillah maju seminar.
Kebahagiaan persetujuan seminar tidak selanjutnya menjadikan urusan ini ringan. Benar, semakin naik tingkatan maka semakin tinggi pula kualitas ujian kita. Syukur di awal sudah digembleng oleh dosen PS tercinta, hingga menghadapi masa- masa seminar sudah sedikit terbantu.



Mari kuceritakn kepadamu tentang prosesi seminarku. Sudah di ujung tanduk. Yah, ketika teman- teman yang lain dah bicarain tuk daftar sidang, eh aku malah masih mau maju seminar. Wedeeewh.

Sebelumnya, perlu diketahui bersama bahwa saat itu masa- masa ini adalah masa PLPG, dan dosen pada sibuk untuk urusan tersebut. Satu kesyukuran, seminar proposal masih di buka. Jadi, ini adalah resiko bagi kami untuk setia menanti waktu luang dari para dosen penguji.  1- 1.

Ada 4 dosen penguji dan salah satunya adalah dosen PS kita sendiri. Dalam satu kelompok seminar ada 4 orang juga. Jadi kita kudu bangun kommunikasi yang baik sama teman satu team. Karena yang jadi dosen penguji kita adalah dosen PS mereka. Saling mutualisme kalau bisa.

Mengharapkan seminar proposal dalam satu hari bak pungguk merindukan bulan. Bahkan di hari pertama, belum satupun dosen penguji yang sudah menguji kami.
Lanjut hari kedua, hmm. Alhamdulillah satu sudah selesai dan menyusul yang lain 2 lagi besok dan lusa.
Denger- denger tanggal 27 Juni 2012 adalah deadline penyerahan surat izin penelitian sementara kami belum mendapatkan tanda tangan dari dosen penguji saat itu. Kebayang kan gimana? Jadwal wisuda semakin dekat. Wedewwh.

Satu pelajaran berharga, salut deh  buat dosen yang super tadi. Bener- bener nunjukin kalau orang berilmu itu makin berilmu makin rendah hati. Kita yang udah mikirin macam- macam, eh beliau cuman bilang ‘iya- iya’. Waah, bak es di terik matahari. Plong rasanya. Tambah lagi dosen yang ramah banget ngerespon kita. Subhanallah. Dan tambah lagi dosen yang cepet ngoreksi proposal. Kita doakan deh, semoga Allah memberkahi Bapak/ Ibu. Hingga setiap perjalanan kita adalah keberkahan, bukan sumpah serapah.
Love you all :) :) :)


"Hari liburan begini, kita- kita aja yang jumpa di kampus", celutuk teman2 2008. 

Sahabat, semua ini adalah proses yang akan mengangkat kita pada tingkatan  yang lebih tinggi lagi. Jangan lemah, jangan khawatir, jangan bersedih. Bukankah kita adalah umat yang terbaik?
Itukan yang kita gaung2kn selama ini di dakwah kampus. 
Nah, saatnya kita menghibur diri sendiri.
Tidak ada yang sia- sia dari apa yang telah Allah gariskan untuk kita. Selamat berkarya wahai diri. Semoga Allah memberkahi setiap perjalananmu. Mari perbanyak dzikir dan senyum :) :) :) (27/06san)

Jun 25, 2012

4 Persiapan Menyambut Ramadhan

Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Semua kita tentu mengharapkan Ramadhan kali ini jauh lebih baik dari Ramadhan tahun lalu. Untuk itu, ada beberapa persiapan yang harus kita matangkan sejak dari sekarang. Berikut beberapa persiapannya:

1. I’dad Ruhi Imani = Persiapan ruh keimanan


Orang–orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Biasanya mereka berdoa : “Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan.”
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa pemanasan (warming up), sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa.

2. I’dad Jasadi = Persiapan fisik

Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur’an, biasa bangun malam (qiyamul-lail), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.

3. I’dad Maliyah = Persiapan harta

Opppzz,  persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.

4. I’dad Fikri wa ‘Ilmi = Persiapan intelektual dan keilmuan

Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah , selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan perbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.






Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui.
Mohon maaf atas segala khilaf.
Selamat menyambut Ramadhan 1433 H.


Al Barra' bin Malik radhiallahu 'anhu: Pahlawan Perang Tustar

Dia adalah saudara Anas bin Malik, namanya Al-Barra' bin Malik. Dia adalah salah seorang sahabat Rasulullah yang juga pahlawan perang. Walau bertubuh kerempeng dan berkulit legam, namun ia mampu menewaskan ratusan orang musyrik dalam perang tanding satu lawan satu.

Dalam Perang Yamamah, perang melawan pasukan Musailamah Al-Kadzdzab pada masa pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Al-Barra' bin Malik menunjukkan kepahlawanannya. Ketika panglima perang Khalid bin Walid melihat pertempuran kian berkobar, ia berpaling kepada Al-Barra' seraya berseru, "Wahai Al-Barra', kerahkan kaum Anshar!"

Saat itu juga Al-Barra' berteriak memanggil kaumnya. "Wahai kaum Anshar, kalian jangan berpikir kembali ke Madinah! Tidak ada lagi Madinah setelah hari ini. Ingatlah Allah, ingatlah surga!"

Setelah berkata demikian, dia maju mendesak kaum musyrikin, diikuti prajurit Anshar. Pedangnya berkelebat, menebas musuh-musuh musuh Allah yang datang mendekat.

Melihat prajuritnya berguguran, Musailamah dan kawan-kawannya kecut dan gentar. Mereka lari tunggang-langgang dan berlindung di sebuah benteng yang terkenal dalam sejarah dengan nama Kebun Maut.

Kebun Maut adalah benteng terakhir bagi Musailamah dan pasukannya. Pagarnya tinggi dan kokoh. Sang pendusta dan pengikutnya mengunci gerbang benteng rapat-rapat dari dalam. Dari puncak benteng, mereka menghujani kaum Muslimin yang mencoba masuk dengan panah.

Menghadapi keadaan yang demikian, kaum Muslimin sempat kebingungan. Dalam benak Al-Barra' muncul ide. Ia pun berteriak, "Angkat tubuhku dengan galah dan lindungi dengan perisai dari panah-panah musuh. Lalu lemparkan aku ke dalam benteng musuh. Biarkah aku syahid untuk membukakan pintu, agar kalian bisa menerobos masuk."

Dalam sekejap, tubuh kerempeng Al-Barra' telah dilemparkan ke dalam benteng. Begitu mendarat di benteng bagian dalam, ia langsung membuka pintu gerbang. Dan kaum Muslimin pun membanjir menerobos masuk. Pedang mereka berkelebat menyambar tubuh dan kepala musuh. Lebih dari 20.000 orang murtad tewas, termasuk pimpinan mereka; Musailamah Al-Kadzdzab.

Jasa Al-Barra' begitu besar. Lebih dari sebulan lamanya ia terpaksa dirawat akibat luka-luka yang dideritanya. Akhirnya ia sembuh kembali.

Sebenarnya Al-Barra' bin Malik sangat merindukan mati syahid. Dia kecewa karena gagal memperolehnya di Kebun Maut. Sejak itu ia selalu menceburkan diri ke kancah peperangan. Ia sangat rindu bertemu Rasulullah SAW.

Tatkala Perang Tustar melawan Persia berlangsung, Al-Barra' bin Malik tidak mau ketinggalan. Kala itu, pasukan musuh terdesak dan berlindung di sebuah benteng kokoh dan kuat. Temboknya tinggi besar. Kaum Muslimin mengepung benteng tersebut dengan ketat.

Dalam keadaan demikian, pasukan Persia menggunakan berbagai cara untuk menaklukkan kaum Muslimin. Mereka menggunakan pengait-pengait yang diikatkan ke ujung rantai besi yang dipanaskan. Rantai tersebut mereka lemparkan kepada pasukan Muslimin sehingga sebagian dari mereka tersambar pengait panas itu.

Banyak pasukan Islam yang tersambar pengait, di antaranya adalah Anas bin Malik, saudara Al-Barra' bin Malik. Selama beberapa saat, Anas tidak mampu melepaskan diri dari besi panas yang mengaitnya. Melihat hal itu, Al-Barra' bin Malik segera melompat ke dinding benteng dan melepaskan pengait dari tubuh saudaranya.

Tangan Al-Barra' bin Malik melepuh dan terbakar karena memegang pengait yang panas membara. Namun ia tak mempedulikannya, yang penting baginya adalah keselamatan saudaranya. Akhirnya ia berhasil menyelamatkan Anas walaupun kedua telapak tangannya lepas. Daging kedua lengannya meleleh dan hanya tinggal kerangka. Sungguh sebuah pengorbanan yang luar biasa.

Dalam Perang Tustar ini juga, Al-Barra' bin Malik memohon kepada Allah agar gugur sebagai syahid. Doanya dikabulkan, ia pun gugur sebagai syahid dengan wajah tersenyum bahagia.

Jun 24, 2012

Orang Hebat Luluh. (Wedeeewh)

Alhamdulillah, syukur tak terhingga.

Akhirnya sesuai dengan permintaan orang hebat. Hoho.





Jun 21, 2012

Pulanglah, Nak...

Pulanglah, Nak...
Walau sekejap.

Ini bukan tentang seberapa rindunya dirimu, tapi tentang hadirnya dirimu di samping keduanya.

Ini juga bukan tentang menipisnya dompetmu, tapi tentang butuhnya dirimu akan sebuah nasihat terupdate.

Dan ini juga bukan tentang pikiran yang berkecamuk lalu kau ingin menenangkan diri, tapi ini tentang kebutuhan untuk sedikit memeluk hal- hal baru.

Pulanglah, Nak...


:) :) :)

Deadline? Tanya Procrastinator



”Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam mengerjakan berbagai macam kebaikan, dan mereka senantiasa berdoa kepada Kami dengan disertai rasa harap dan cemas. Dan mereka pun senantiasa khusyu’ dalam beribadah kepada Kami.”
(QS. Al Anbiyaa’ [21] : 90)

Dan bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu 
(QS. Ali Imran : 133)

"Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain." 
(QS. Al Insyirah: 7)



Deadline yang jika diartikan sebagai garis mati, hingga diperhalus menjadi batas akhir adalah saat2 yang dinanti.
Kurang pas rasanya jika menyelesaikan satu urusan sebelum dua huruf ini, DL. (bagi sebagian besar sih begitu)
Hingga tak jarang hal ini yang membuat satu urusan tidak selesai dengan rapi. Ada kesilapan di sana sini dan banyak puzzle yang belum tersusun. Finally? Sebagian hanya bisa merutuki diri sendiri, sebagian merutuki diri orang lain (parah ni), sebagian malah tertidur pulas, dan bahkan ada juga yang meninggalkan arena itu dengan tangan tak bersalah sama sekali (weeww).

Ini patut menjadi bahan kajian bersama, secara kita yang katanya kelompok akademisi, educated people :).
Satu pertanyaan besar, mengapa manusia lebih senang menyelesaikan urusan di akhir?
Berhentilah menjadi procrastinator (Penunda)!

1. Jadilah yang Sedikit namun Rutin
 Seorang procrastinator sangat akrab dengan yang namanya SKS (Sistem Kebut Semalam) yang notabene adalah solusi terakhir atas ketidakteraturan urusan. Mulai sekarang kita harus cerdas tuk memilah tugas- tugas itu dan mengerjakan satu persatu sesuai dengan prioritasnya. Upayakan setiap hari menyentuh tugas itu hingga tak terasa ia sudah selesai. Contohnya skripsi :).
Sehari saja kita meninggalkannya, itu punya pengaruh kuat untuk mengajak kita berpaling darinya selama dua, tiga hari, bahkan seminggu dua minggu. Artinya setiap hari ia butuh sentuhan walau hanya sekadar mengganti 'but' menjadi 'in other side'.


2. Urutkan, yang Berat- yang Ringan
Sebenarnya ada 2 gendang dari strategi ini. Kita merasa berat lalu mundur, atau kita makin merasa terpacu. Harapannya kita bisa menangkap sinyal yang kedua.
Misalnya, jika ada 2 kegiatan yang jarak waktu pengumpulannya hampir bersamaan ya silahkan diperhatikan yag mana yang kira- kira lebih sedikit rumit.


3. Mulailah Walau Motivasi Tak Kunjung Muncul
Menanti sang motivasi muncul sepertinya bukan tindakan yang tepat untuk diambil ketika berbagai tugas sudah ada di depan mata. Motivasi akan muncul ketika ia sudah dimulai. Semakin kita menunda, maka ia akan semakin berat. Berbagai ketimpangan akan terjadi di sana sini. Manajemen yang baik akan menghasilkan output yang baik pula.


Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku dan mengatakan, ”Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau orang yang singgah di perjalanan.” Ibnu ‘Umar berkata, “Kalau engkau berada di waktu pagi jangan sekedar menunggu datangnya waktu sore. Kalau engkau berada di waktu sore jangan sekedar menunggu datangnya waktu pagi. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan gunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Bukhari. 6053, Kitab ar-Raqaa’iq)

Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”

Kemantapan akan pemahaman ini serta aplikasi yang tepat semoga akan menjadikan urusan- urusan kita menjadi lebih rapi dan terarah.

Semoga Allah memudahkan kita untuk memanfaatkan waktu kita dengan hal yang bermanfaat dan menjauhkan kita dari sikap menunda-nunda. (22/06san)

Jun 19, 2012

Kapan?? (Bukan Kapan2)

kapan lagi, udah ini? itu? 

itu? ini? 
gokil2 kali ahh.
(Tenang- tenang, aku dan kamu akan lulus tepat waktu)
 
ini bukan tentang aku wisuda bulan sepuluh, lalu kamu bulan empat (atau sebaliknya)

ini juga bukan tentang kita sama2 wisuda bulan sepuluh atau bulan empat (harapannya begitu)

tapi ini tentang seberapa matang planning kita jika kita lulus bulan sepuluh, bulan empat, atau sama2 bulan sepuluh atau bulan empat.

*demam "ini bukan tentang" (will be published on the end of July insya Allah)

Buat orang hebat yang berhati lembut, done!

:)

Jun 18, 2012

Orang Hebat Bicara, Hoho

Mari kuceritakan padamu.
Tentang orang- orang hebat yang ingin agar kau juga hebat.
Hingga sampai hari ini proses itu tak kunjung selesai.

Yakin, semua ini agar kau lebih baik.
Untuk sebuah karya terbaik, kenapa tidak???
Orang- orang hebat itu ingin yang lebih darimu, menuntut sempurna.
Wajar. (Karna kau dirasa mampu untuk itu)
Orang- orang hebat itu ingin kau fokus untuk satu hal ini.
Hmm, boleh lah sesekali. (Karna kau terkesan sedikit menomorduakannya)

Orang- orang hebat itu mengajarkanmu tentang perjuangan.  

Engkau rela memberikan sesuatu yang lebih untuk mendapatkan yang lebih.
Ya ya ya.

Terimakasih orang hebat!

Tak Cukup Hanya Kata

Di jalan cinta para pejuang memang diperlukan kata.

Tapi tak cukup hanya kata

Inilah cinta Nu'man ibn Qauqal.

Jalan dimana kata belum bermakna.

Manusialah yang memberinya makna.

Dengan amal, dengan tindakan.

(JCPP, Salim A Fillah)

*Tapi maaf, jika kata pun seringkali tak berasa. Atau bahkan membuatmu kelimpangan. Bukan salahmu.
Tapi bukan salahku juga yaaaa :)

Entah salah siapa.
Tapi mending gak usah cari orangnya. Jalani saja. Lama- kelamaan kata2 itu akan berasa.

Jun 16, 2012

Ukhuwah, Kataku


Mereka bertanya padaku tentang UKHUWAH...
Lalu aku bingung. Apa???

Ia tak terdefinisikan. 
Tebal tipisnya ukhuwah pun tak bisa diukur hanya dengan lewat satu perkara.

Tahapan ukhuwah itu pun ada.
Semakin kita mencapai tahapan yang lebih tinggi, maka ukhuwah kita dinilai lebih baik.

Ukhuwah, engkau memberi bukan menerima, Apalagi Meminta!
Wallahua'lam bishawab.


Bersamamu, Ceria

Spesial tuk adindaku: Qoriyanti


Don't cry, don't be shy
Kamu cantik apa adanya
Sadari syukuri dirimu sempurna
Jangan dengarkan kata mereka
Dirimu indah pancarkan sinarmu

You are beautiful, beautiful, beautiful
Kamu cantik cantik dari hatimu
You are beautiful, beautiful, beautiful
Kamu cantik cantik dari hatimu

Don't cry, don't be shy
Kamu cantik apa adanya
Sadari syukuri dirimu sempurna
Jangan dengarkan kata mereka
Dirimu indah pancarkan sinarmu wo oww

You are beautiful, beautiful, beautiful
Kamu cantik cantik dari hatimu
You are beautiful, beautiful, beautiful
Kamu cantik cantik dari hatimu

Tahukah dirimu berbeda istimewa
Kau bisa membuat mereka jatuh cinta

You are beautiful, beautiful, beautiful
Kamu cantik cantik dari hatimu
You are beautiful, beautiful, beautiful
Kamu cantik cantik dari hatimu

You are beautiful, beautiful, beautiful
Kamu cantik cantik dari hatimu
You are beautiful, beautiful, beautiful
Kamu cantik cantik dari hatimu 


PSI memang menyisakan berbagai kisah. Lirik ini beserta atmosfer ruangan kala itu menjadi saat- saat yang paling berkesan. Bersamamu. Keceriaanmu. Menanti saat- saat seperti itu terulang kembali.
Ya, you are beautiful.
I do love you because of Allah ^_<

Get Yours, Be Calm!

We do not talk about slow or fast at all.
But it is about order disorder, like dislike, tidy mess, comfortable uncomfortable, array disarray.
And the significant one is: will you be better then?
You, get yours!


Ya, kita gak bicarain tentang cepat lambatnya urusan ini selesai.
Tapi ini tentang teratur dan ketidakteraturan, senang atau tidak, nyaman atau tidak.
Terlebih lagi, akankah kamu lebih baik dengan keadaan ini?

Tenang, kamu akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikmu.
:)

Kasi Penghargaan Yow- yow!

An APPRECIATION in unexpected situation happened is just like a box of chocolate served in a busy hand and mind, a cup of coffee in uncontrolled eyes at night.
See, this life is really beautiful with your spacious heart.

Blame someone, never!
:)


Sebuah penghargaan yang diberikan saat satu situasi yang tak diharapkan terjadi.....,

itu ibarat sekotak coklat yang kita  diberikan pada seseorang saat kedua tangan dan pikirannya sibuk, 

ibarat secangkir kopi terhidang di saat mata tidak terkontrol di malam hari.

sungguh, hidup ini terasa indah ketika hati lapang.

intinya, jangan pernah nyalahin orang lain yaaaaa:)

Jun 9, 2012

Agar Hati Bercahaya


Mengibaratkan sebuah benda atau perhiasan yang telah kita beli dengan harga mahal di sebuah pertokoan elit. Dan kita menjadikan benda tersebut menjadi pajangan di rumah kita dan menjadikannya sebagai sebuah benda kesayangan yang selalu di rawat, di cuci setiap hari dan membuatnya lebih bercahaya serta tidak setitik debu pun di ijinkan untuk menempel. Begitu pula dengan Hati. Hati kita adalah sebuah perhiasan yang amat berharga dan teramat mahal yang tidak dapat terukur oleh materi semata. Hati membutuhkan sebuah perawatan agar selau bersih dan bercahaya. Karena Hati adalah sebuah perhiasan dari diri kita yang paling suci dan harus di jaga betul.

Seperti yang di jelaskan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah : “Barang siapa yang menginginkan hati yang bersih, hendaklah ia lebih mendahulukan Tuhannya ketimbang syahwatnya. Karena hati yang ‘terpaut ‘ oleh syahwat tertutup dari Allah sesuai dengan kadar ‘Keterpautannya’ dengan syahwat itu. Hati adalah ‘wadah’ Allah di atas bumi-Nya. Maka hati yang paling di cintainya adalah yang lebih ‘tinggi’ (kadar kesuciannya) lebih keras (kuat) dan lebih bersih. Jika hati itu di beri makan dengan ‘ dzikir’, di siram dengan tafakkur dan di bersihkan dari cela, ia akan (mampu) melihat berbagai keajaiban dan akan di ilhami oleh hikmah“

Tiga Kunci dalam membersihkan hati , adalah :
1. Dzikir
Hal yang perlu kita pelihara adalah dengan berdzikir dan beribadah dengan ikhlas. Tidak ada selalu yang kita harapkan kecuali Keridhaan dari Allah sendiri.
Inilah Objek daripada Berdzikir yaitu segala sesuatu adalah Kehendak-Nya yang datang daripada-Nya. Sedangkan pelaksanaan Dzikrullah sendiri terdapat syarat serta rukun yang wajib hukumnya sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an :
“Dan berdzikirlah dalam hatimu degnan merendah diri dan takut dan tidak bersuara pada waktu pagi dan petang … “ (QS 7 Al-A’raf 205)
Dzikrullah yang di laksanakan degnan syarat darn rukkunnya akan berfungsi sebagai penjolok karunia . Pertolongan Tuhan sebagai pembersihan hati. Bahkan syaikh Abdul Qadir Al-Jaelany mengatakan bahwa perbakan hati hanya dapat terjadi karena taqwa.

Menurut Syaikh Junayd Al-Baghdadi :
“Mensucikan hati dari penyesuaian dengan makhluk, Memisahkan hati dari akhlak alami, menekan sifat-sifat insani, Menjauhkan diri dari pengaruh nafsu, Masuk pada sifat-sifat rohani. Berpedoman pada ilmu-ilmu hakikat. Menggunakan yang terbaik untuk kekekalan. Memberi petunjuk ( nasehat ) pada semua umat. Percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan mengikuti seluruh syari’at yang di ajarkan Rasullullah.”

Dalam pernyataan tersebut tampak jelas bahwa ketakwaan adalah sebuah karunia dari Allah yang menjadi syarat agar di peroleh pembersihan Hati. Dalah Hal tersebut Rasullullah memohon dalam do’anya : Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu bimbingan, taqwa, perlindungan dari perbuatan haram dan kecukupan”.

2. Tafakkur
Arti kata dari Tafakkur adalah sebuah renungan atau Merenung. Artinya di sini kita di wajibkan merenung dan berfikir. Memahami diri sendiri. Nabi Muhammad pernah berkata “Pahamilah dirimu sendiri, hanya dengan berfikirlah kita dapat memahami diri kita sendiri“ dan Rasulullah pun Berucap “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya”.
Tafakkur merupakan kunci untuk membuka segala keutamaan, pengetahuan dan membuka hati kita untuk mencari jati diri sesungguhnya dan akan membuat kita selalu mengingat kepada sang Pencipta.

Ada Sebuah Riwayat dari Rasullulah sebelum beliau menjadi Rasul, beliau adalah ahli tafakkur, Rasul sering ber-tahannuts di Gua Hira. Dan Aisyah ra bercerita . “ Beliau suka menyendiri kemudian bertahannuts di dalam gua hira beberapa malam lamanya”. (HR. Bukhari Muslim).
Kemudian beliau menyuruh umatnya agar ber-tafakkur, memikirkan ciptaan Allah .
“Tafakkuaru fi kalqillah .. “ (Bertafakkurlah tentang ciptaan Allah) – di dapat dari Dailamiy di dalam kitab Al-Firdaus

Tafakkur adalah sebuah perbuatan yang di tujukan untuk mengantarkan kesempurnaan Iman manusia kepada Allah. Sedangkan Untuk mencapai tafakkur yang sempurnya, Yaitu dengan cara selalu berfikir dan mengingat Nama Allah dengan selalu berzikir.
Islam mengangkat derajat orang yang berilmu atas orang yang beribadah. Dan untuk itulah Tafakkur ini di tujukan. Karena Tafakkur adalah jalan ayng menghasilkan Ilmu Pengetahuan.
3. Membersihkan Hati dari Cela
Seperti yang di katakan di atas, hati ibarat sebuah perhiasan yang amat sangat mahal,yang perlu perawatan ektra agar kesucian serta kebersihannya selalu terjaga. Hati harus selalu terjaga kebersihannya dengan selalu bertafakkur dalam Dzikir agar dapat mengalahkan hawa nafsu.Hal yang merupakan cela yang dapat mengotori hati adalah segala sesuatu yang berada di dunia termasuk harta benda , kesombongan, congkak, kikir.
Oleh karena itu Rasul selau mengingatkan kepada kaumnya agar ahti selalau di arahkan untuk mengingat mati “Aktsiru min dikr hadzim al-ladzat“ yang artinya perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan.
Dengan mengingat akan kematian, manusia akan selalu terjaga.Lahirnya kesadaran tersebut dapa t menghilangkan ‘cela ‘ yang ada di hati.
Ketiga hal tersebut tidak dapat di pisahkan sebagai kunci untuk membersihkan hati dan menjadikannya lebih bercahaya. Selalu mengingat Allah dengan caranya , yaitu Berzikir dalam tafakkur untuk membersihkan hati dari cela.
copied from:
http://suarajakarta.com/2011/10/07/membersihkan-hati-dan-menjadikannya-lebih-bercahaya/

Speechless, let me move on please :)

Life's Never Flat


Something wrong?

No. All is alright.

Are you sure?

Yeah, see me. Ok, right?

Your business, conducted well?

Yeah, all is alright.

Would you share me something?

Sure.

Hey, are you good?

Yes.

Tell me more, please.

Nothing should be shared. I am well.
They want me better. Just it.
5th revision. (05/06san)


Speechless, let me move on please :)

Jun 7, 2012

Istiqomah- Lah Diri!


Lingkaran kecil ini adalah base dari sebuah pergerakan. Rasakan efek luarbiasa yang diberikannya ketika ia termanage dengan baik. Raga yang bergerak tanpa ruhiyah yang kuat, rentan. Bukan hal yang mustahil, ketika tidak ada rasa kebutuhan akan sebuah lingkaran itu, seseorang akan down. Saat lingkaran itu sudah tidak lagi dirindukan, besar kemungkinan keinginan untuk meningkatkan capability akan hilang. Merasa sudah hebat hingga tidak butuh sebuah siraman rutin, pupus. Saat hati tidak lagi memberikan satu prioritas untuk agenda menuntut ilmu ini, musthail seseorang akan akan tergerak hatinya untuk kajian keilmuan yang lain. Ia akan semakin jauh dari kebiasaan membaca buku, bersilaturahmi, hingga amalan sunnah. Ia akan cenderung lebih extra protective dari sekeliling (jama’ah), atau bahkan semakin menunjukkan rasa bangganya akan kesalahan yang sama berulang kali.

Ini adalah fenomea yang sangat dikhawatirkan. Menjadi satu pertanyaan besar, dimana peran departemen kaderisasi  ketika seorang top leader pun berpaling dengan rasa bangganya?
Ya, bukan saatnya menyalahkan siapapun, toh kita akan kembali pada pemahaman bahwa Allah lah penggenggam hati- hati kita. Jadi tidak ada hak sedikit pun bagi siapapun untuk menjamin saudara yang lain tetap istiqomh. Fa idza azamta fatawakkal ‘alallah


Militansi seseorang bukan dilihat dari kerja kerasnya dalam satu event besar tanpa diimbangi dengan niat yang benar. Kekuatan ruhiyah tidak cukup hanya ketika seseorang memenuhi target2 amalan yaumiyah secara personal tanpa ada distribusi kebaikan kepada yang lain. Militansi dan kekuatan seorang ikhwah akan tampak ketika dia terus berupaya keras untuk menjaga setiap pikiran, ucapan, dan perbuatan.

Pikiran selalu positif untuk setiap keadaan. Sulit menemukan dia berada diantara orang- orang yang selalu menerka- nerka. Kata- kata yang dia keluarkan adalah hikmah, tidak menyakitkan. Perbuatannya, Subhanallah, tidak pernah berpikir apa yang akan dikatakan orang lain, namun apa yang akan Allah nilai atas perbuatannya. Orientasinya adalah semata- mata karena Allah hingga apapun yang terjadi dikembalikannya kepada Allah.  Berbagai problem yang dihadapinya tidak dengan serta merta menjadikan  ia berbalik ke belakang karena sesungguhnya ia memiliki landasan yang kuat atas apa yang dia perbuat.

Ikhwah, semakin kita bangga dengan kesalahan dengan yang kita perbuat maka secara tidak langsung kita bangga dengan menjauhnya Allah dari kita. Kesungguhan untuk memperbaiki diri menunjukkan bahwa kita ingin Allah selalu menjaga dalam setiap desah nafas. Hadirkan kembali masa- masa awal ketika kita merasa nikmat dengan hijab yang rapi, tilawah yang continue, shalat malam yang terjaga, bahkan saat di awal ketika kita belajar untuk menundukkan pandangan. Dan itu semua terangkai rapi dalam sebuah lingkaran yang kita namakan ‘halaqoh’. (08/0612san)

Beberapa minggu menuju PPLT’ 12. Adinda, istiqomah- lah!
"Maka istiqamahlah (kamu) sebagaimana yang Aku perintahkan…" (Qs. Hud: 112).




Jun 5, 2012

Syukur, Selalu


Sepatutnya engkau bangga dengan orang- orang hebat di sekitarmu. Seharusnya itu menjadi kekuatan bagimu yang akan mengubur hidup- hidup rasa malas. Ia seharusnya menjadi bara api yang dengan serta merta membakar kejenuhan- kejenuhan. Ia layaknya es yang membuat jus terasa segerrrr. Seyogyanya ia menjadi air di tengah padang pasir. Perhatikan, itu adalah cara Allah membantumu, apakah kau sadari? Sudahkah engkau manfaatkan itu?

Orang- orang hebat itu akan membantumu menuju pencapaian- pencapaian yang kau inginkan. Orang- orang hebat itu satu dari sekian banyak pertolongan Allah. Syukur seharusnya yang selalu hadir dalam tiap gerakmu, bukan keluhan atau malah mengutuk diri.  Orang- orang hebat itu akan meyakinkanmu bahwa engkau pun bisa. Orang- orang hebat itu menunjukkan kekuasaan Allah. Kau harus paham itu.

Mereka pun sama. Keberhasilan yang mereka rasakan hari ini adalah buah dari kerja keras dan pengorbanan yang tidak sedikit. Mereka setia dengan proses dan mengikutinya sepenuh hati. Wajar, jika hari ini belum kau rasakan. Yah, karena memang usahamu belum sekuat mereka, ibadahmu belum sebaik mereka, akhlakmu belum seindah mereka, bahkan pikiranmu belum sepositif mereka.
Orang- orang hebat yang hadir di sekitarmu adalah bukti rasa cintaAllah kepadamu. Tidak patutkah engkau bersyukur? (05/06san)

Jun 3, 2012

Pemimpin (yang Hatinya Terpimpin)



Mustahil satu jama’ah bisa bergerak tanpa ada pemimpin yang mengatur seluruh gerakannya. Non sense satu jama’ah bisa mencapai visinya tanpa ada pemimpin yang mengawasi dan mengontrol keberjalanan program kerja. Lumrah, banyak hal yang memerlukan kejelasan untuk setiap amal jama’i. Kepada siapa kita akan mengungkapkan kendala atas program yang tidak terlaksana? Kepada siapa kita menyampaikan ide- ide cemerlang kita? Arahan siapa yang akan kita laksanankan? Berangkat dari background tersebut, sebuah jama’ah membutuhkan pemimpin yang mampu mengayomi semua anggotanya.

Bezzzzzzzz…...

Dalam satu jama’ah, pemimpin diibaratkan seperti kepala bagi tubuh. Artinya, pemimpinlah yang menentukan seluruh tujuan dan disini pula tempat berkumpulnya segala macam informasi. Tugas besar pemimpin adalah memikirkan dan mengkaji setiap masalah yang dihadapi dari semua penjuru. Hingga tidak dipungkiri, keberjalanan roda dakwah sangat dipengaruhi oleh keberjalanan aktivitas yang sehat dalam diri seorang pemimpin. Hingga secara tidak langsung bisa dikatakan bahwa lambatnya perputaran roda dakwah dipengaruhi besar oleh kekurangproduktifan seorang pemimpin.

Woooow….

Nah, bagaimana dengan peran anggota?

Ada pemimpin, pasti ada yang dipimpin. Kesamaan persepsi dan visi oleh pemimpin dan anggota adalah satu hal primary dalam satu jama’ah. Cita- cita besar yang dijewantahkan lewat program kerja hendaknya memiliki sinkronisasi diantara kedua belah pihak hingga ia menjadi kekuatan besar bagi jama’ah tersebut. Anggota yang diharapkan adalah mereka yang memiliki jiwa disiplin dalam setiap gerakannya. Anggota mempunyai kewajiban memberikan nasihat kepada pemimpin ketika itu memanng dibutuhkan. Pemimpin sehebat apapun tanpa disertai oleh anggota yang bertanggungjawab atas perannya, niscaya cita- cita besar nan luhur itu tidak bisa diwujudkan.

Wahai orang-orang yang beriman ta’atlah kalian kepada Allah dan ta’atlah kalian kepada Rasul dan pemimpin di antara kalian." (An-Nisa :59)

Yupp….

Dibalik itu semua, pemimpin adalah inti dari sebuah jama’ah. Hingga ada bagian khusus untuk pemimpin yang dikutip dari buku Al Qiyadah Wal Jundiyah buah pena Syaikh Mushthafa Masyhur.
Hal- hal yang Membantu Terlaksananya Tugas Pemimpin

1. Ikhlas karena Allah semata, selalu bertindak benar dan jujur kepada-Nya.

2. Peka terhadap pengawasan dan penjagaan Allah.

3. Memohon pertolongan dan perlindungan Allah dalam seluruh keadaan dan aktivitasnya.

4. Memiliki rasa tanggung jawab besar.

5. Memberikan perhatian yang cukup kepada masalah tarbiyah dan menyiapkan kader penerus.

6. Terjalinnya rasa kasih sayang dan ukhuwah yang tulus di kalangan anggota organisasi khususnya anggota dan pimpinan.

7. Pimpinan harus benar – benar merencanakan program yang tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana, persiapan – persiapan sesuai dengan kemampuan.

8. Setiap anggota organisasi harus merasakan bagaimana beratnya amanah dan tanggung jawab pimpinan.

9. Pimpinan harus memiliki cita – cita dan tekad berjuang.

Menurut Imam Hasan al-Banna faktor – faktor lain keberhasilan adalah :

1. Kekuatan da’wah kita yang merupakan da’wah Allah, da’wah yang paling tinggi dan mulia.

2. Tujuan yang murni ( ridho Allah ), terbebas dari niat kotor dan mencari keuntungan pribadi.

3. Ketergantungan kita hanya kepada pertolongan dan dukungan Allah. ( Q.S 3 : 173 – 174 ) “Kalian tidak akan terkalahkan karena sedikitnya jumlah kalian, lemahnya sarana dan kurangnya alat – alat pendukung, atau karena banyaknya musuh kalian, berkumpulnya musuh – musuh menentang kalian. Tetapi ada satu sebab yang dapat menghancurkan dan menyebabkan kalian kehilangan segala – galanya, yaitu jika hati kalian telah rusak, Allah tidak memperbaiki amal kalian, suara kalian telah terpecah belah dan saling bertentangan pendapat “.

Sifat Dan Akhlak Yang Harus Dimiliki Oleh Setiap Pemimpin

1. Senantiasa mengharapkan akhirat dengan ikhlas karena Allah semata.

2. Berdaya ingat kuat, bijak, cerdas, berpengalaman dan berwawasan luas, berpandangan jauh ke depan dan tajam, mampu menganalisa berbagai persoalan dari segala segi dengan tepat dan cepat. ( Q.S 3 : 200 )

3. Berperangai penyantun, kasih sayang, lemah lembut dan ramah.( Q.S 3 : 159 )

4. Bersahabat.( Q.S 5 : 54 )

5. Berani dan sportif, tidak pengecut dan membabi buta.( Q.S Al Fath : 29 )

6. Shidiq. ( Q.S Al Ahzab : 23 – 24 )

7. Tawadhu. ( Q.S Asyu’ara : 215 )

8. Memaafkan, menahan amarah dan berlaku ihsan.( Q. S 3 : 134 )

9. Menepati janji dan sumpah setia. ( Q.S Al Fath : 10 )



Adab pergaulan dan perbincangan

Dalam pembicaraan, orang yang pertama mengajak bicara harus menghadap kepada yang diajak bicara, mengucapkan kata-katanya dengan jelas dan wajar. Biasakan tidak berbicara dengan suara yang terlalu lemah sehingga hampir tidak terdengar dan tidak pula dengan suara keras melebihi keperluan sehingga mengganggu. Hindari kata-kata yang menyakitkan hati atau yang tidak pantas diucapkan, seperti caci-maki dan semacamnya. Tidak memotong pembicaraan dan tidak berlarut-larut sehingga menjadi pertengkaran dan perdebatan

1.      Saling mempercayai dan berbaik sangka

Suasana ini akan melahirkan iklim kerja sama yang baik dalam melaksanakan seluruh tuntutan dakwah.

2.      Saling menasihati

Tidak boleh merasa berat memberi nasihat kepada pimpinan dan pemimpin juga tidak boleh keberatan menerima nasihat baik. Tentunya dalam memberi nasihat juga ada hal-hal yang diperhatikan seperti memberi nasihat dengan cara yang paling baik, dengan diam2, dlsb. Hadist berikut cukup menjelaskan betapa pentingnya nasihat :


Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari”Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” (HR. Muslim)

3.      Saling mencintai dan bersaudara

Persaudaraan karena Allah merupakan asas Amal Jama’i. Tingkat persaudaraan terendah adalah berbaik sangka dan yang tertinggi adalah itsar (mengutamakan saudaranya ataas dirinya sendiri). Dibawah naungan cinta dan persaudaraan ini, kerjasama dan kepercayaan akan mudah diwujudkan dan dapat mencegah timbulnya perpecahan dan persengkataan

4.      Mempererat hubungan antara pemimpin dan anggota

Tali hubungan bagi pimpinan laksana urat syaraf dalam tubuh. Apabila mekanisme komunikasi ini lumpuh, maka amal usaha jamaah akan terganggu malah mungkin akan melumpuhkan seluruh gerakan.

5.      Tunduk dibawah hukum Allah dan rasulNya

Ini adalah hal yang harus dilakukan pemimpin dan anggotanya sebab ketundukan inilah yang paling kuat dorongannya dalam menyelesaikan segala macam perselisihan apabila dikembalikan kepada Allah dan rasul-Nya ditimbang menurut neraca Kitabullah dan Sunnatur-Rasul. Allah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-nisa : 95)
(04/06san dari berbagai sumber)


* Barakallah kepada akhina Peri Eka Putra sebagai ketua umum UKMI Ar- Rahman UNIMED periode 2012- 2013. Cita- cita besar hanya akan bisa diraih oleh orang besar dimana cita- cita besar itu mengakar kuat dalam dirinya. Semoga mampu bekerjasama dengan baik. Kedekatan hati kepada Rabb adalah kekuatan terbesar untuk meneruskan estafet dakwah ini.

 
Baca Juga:
Langganan
Get It