September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Jun 26, 2012

Menuju Seminar Proposal


Keberkahan dalam setiap fase kehidupan adalah sebuah harga mati

Sungguh ya Rabb, kami hanya membutuhkan keridhoan Mu dalam setiap proses ini. Hingga apapun yang Engkau rencanakan untuk kami, semua bisa kami jalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran penuh. Kami yakin, semua ini adalah ketentuanMu yang pastinya tidak sedetikpun dari prosesi ini yang tidak bermanfaat. Tidak satupun dari fase- fase ini yang sia- sia. Kami yang terlalu kerdil dan lugu hingga terkadang menyalahkan satu demi satu proses ini beserta orang- orang yang ada di dalamnya. Kami yang terlalu sering mengharap lebih sementara masih sangat sedikit yang kami berikan. Kami yang terlalu picik hingga tidak mampu melihat apa yang ada di balik semua ini. Dan kesabaran kamilah yang terlalu kecil hingga belum melihat cahaya itu namun sudah uring- uringan. Ampuni kami ya Rabb. Hingga keberkahanlah yang kami temukan dalam setiap perjalanan ini.

Mahasiswa tingkat akhir adalah satu fase dari sebuah perjalanan menuju gelar S1. Fase ini pula yang dirasa sebagai fase yang menentukan diantara sekian banyak fase sejak masuk di bangku perkuliahan.
Aku dengan urusanku, dan kamu dengan urusanmu.

Konsultasi judul dengan dosen PS, proposal, revisi berulangali. Alhamdulillah maju seminar.
Kebahagiaan persetujuan seminar tidak selanjutnya menjadikan urusan ini ringan. Benar, semakin naik tingkatan maka semakin tinggi pula kualitas ujian kita. Syukur di awal sudah digembleng oleh dosen PS tercinta, hingga menghadapi masa- masa seminar sudah sedikit terbantu.



Mari kuceritakn kepadamu tentang prosesi seminarku. Sudah di ujung tanduk. Yah, ketika teman- teman yang lain dah bicarain tuk daftar sidang, eh aku malah masih mau maju seminar. Wedeeewh.

Sebelumnya, perlu diketahui bersama bahwa saat itu masa- masa ini adalah masa PLPG, dan dosen pada sibuk untuk urusan tersebut. Satu kesyukuran, seminar proposal masih di buka. Jadi, ini adalah resiko bagi kami untuk setia menanti waktu luang dari para dosen penguji.  1- 1.

Ada 4 dosen penguji dan salah satunya adalah dosen PS kita sendiri. Dalam satu kelompok seminar ada 4 orang juga. Jadi kita kudu bangun kommunikasi yang baik sama teman satu team. Karena yang jadi dosen penguji kita adalah dosen PS mereka. Saling mutualisme kalau bisa.

Mengharapkan seminar proposal dalam satu hari bak pungguk merindukan bulan. Bahkan di hari pertama, belum satupun dosen penguji yang sudah menguji kami.
Lanjut hari kedua, hmm. Alhamdulillah satu sudah selesai dan menyusul yang lain 2 lagi besok dan lusa.
Denger- denger tanggal 27 Juni 2012 adalah deadline penyerahan surat izin penelitian sementara kami belum mendapatkan tanda tangan dari dosen penguji saat itu. Kebayang kan gimana? Jadwal wisuda semakin dekat. Wedewwh.

Satu pelajaran berharga, salut deh  buat dosen yang super tadi. Bener- bener nunjukin kalau orang berilmu itu makin berilmu makin rendah hati. Kita yang udah mikirin macam- macam, eh beliau cuman bilang ‘iya- iya’. Waah, bak es di terik matahari. Plong rasanya. Tambah lagi dosen yang ramah banget ngerespon kita. Subhanallah. Dan tambah lagi dosen yang cepet ngoreksi proposal. Kita doakan deh, semoga Allah memberkahi Bapak/ Ibu. Hingga setiap perjalanan kita adalah keberkahan, bukan sumpah serapah.
Love you all :) :) :)


"Hari liburan begini, kita- kita aja yang jumpa di kampus", celutuk teman2 2008. 

Sahabat, semua ini adalah proses yang akan mengangkat kita pada tingkatan  yang lebih tinggi lagi. Jangan lemah, jangan khawatir, jangan bersedih. Bukankah kita adalah umat yang terbaik?
Itukan yang kita gaung2kn selama ini di dakwah kampus. 
Nah, saatnya kita menghibur diri sendiri.
Tidak ada yang sia- sia dari apa yang telah Allah gariskan untuk kita. Selamat berkarya wahai diri. Semoga Allah memberkahi setiap perjalananmu. Mari perbanyak dzikir dan senyum :) :) :) (27/06san)

3 komentar:

Post a Comment

 
Baca Juga:
Langganan
Get It