September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Oct 22, 2012

cengeng

sedikit sesal, kenapa dahulu ibu tidak mengajarkan tentang cengeng pada saya. dan saya terheran- heran mendapati sekeliling yang tidak ingin makan kalau tidak disuapin, mengurung diri dalam kamar akibat permintaannya tidak dipenuhi, dan bahkan mogok sekolah karena uang jajan kurang. saya kembali hanya bisa menelan ludah pahit setelah habis- habisan memberi ceramah dan membandingkan mereka pada diri saya. tidak mempan, ya karena saya bukan mereka yang demikian dan baru mendengar ada aksi yang seperti itu. saya simpulkan, pengalaman pribadi  menjadikan saya mudah memberikan solusi.

berlama- lama, saya semakin familiar dengan kata sifat ini dan orang- orangnya. hebat sekali mereka, untuk napping pun punya waktu khusus. lalu tibalah puncak dari sifat yang bagi saya harus dimusnahkan ini. menemukan sosok yang selalu ingin diperhatikan, jika tidak bakal menunjukkan adegan yang tidak bertanggung- jawab seperti mogok makan, mogok bicara, dan mogok kuliah. luar biasa ini. seumur- umur, sepemahaman saya, yang makan, bicara, dan kuliah itu adalah kebutuhan. kok sampai beraninya meninggalkan? haaaaaaaaaaahhh. tapi tenang, jurus kali ini bukan seperti jurus di paragraf satu.

dengan mengumpulkan segenap keberanian dan ketegasan, saya menghampiri sang pelaku cengeng tadi. berjanji untuk tidak memojokkan, mengucilkan, mematahkan, dan menyudutkannya. gusar perlahan hilang, tenang menyapa. ingin membuktikan bahwa kalimat yang digaris bawahi pada paragraf pertama tidak selamanya benar. zzzzzzzzzzzzzt, blaaaaaaaaaaaaaazt, huuuuuuuuuuuuuuuuuuft.. mundur. saya tidak juga sanggup menumpasnya. akhirnya, senjata paling ampuh yang saya miliki pun memainkan perannya. saya diamkan si pelaku.  dan dia berbalik ke pangkuan saya.

saya kembali menerapkan ini kepada pelaku lainnya, ya karena sekeliling saya adalah orang- orang yang demikian. tapi sayang, tidak berhasil. didiamkan malah saya yang disalahkan. cari- cari jalan lain, eh tidak kunjung ketemu. maka saya simpulkan, saya bukan tipenya. mari serahkan pada yang berwajib. aman dan damai.

dengan ini, jujur saya katakan kepada diri saya bahwa saya perlu untuk melakukan aksi itu sekali- sekali sehingga suatu saat saya bisa memainkan peran sebagai orang yang membujuk mereka yang dilanda sifat demikian. namun alangkah baiknya tidak dipelihara baik- baik, karena ia bisa jadi akan menjalar dan menimpa seluruh anggota tubuh. kembali sebenarnya, tempatkan kecengengan pada tempatnya.


pagimendung, 231012/san

2 komentar:

Post a Comment

 
Baca Juga:
Langganan
Get It