September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

May 1, 2012

V For Vendetta: Do Not Talk Too Much, Action!

Jelas, sampai hari ini belum pernah menonton film ini. Sedikit tertarik untuk mencari informasi tentang film yang kontroversi ini sejak mendapatkan pesan singkat yang juga kontroversi, peace :) dimana ia berisi kutipan cerdas dari film yang sempat menjadi box office di 2006. Satu hal yang ingin saya sampaikan di terkait tujuan penulisan tulisan ini adalah, mari kita buat orang lain jelas dengan semua ucapan, tulisan, maupun perbuatan. Karena banyaknya penafsiran yang tidak jarang menimbulkan prasangka yang kurang baik, mari kita coba luruskan!
 (tapi maaf jika tidak selurus yang diharapkan, tolong diluruskan kembali)

Yup, tokoh utamanya film ini bernama V. Kostum dan perwajahan tokoh V didapat dari tokoh Guy Fawkes, seorang tokoh nyata yang berencana melakukan aksi peledakan gedung parlemen Inggris di Abad ke-17, usahanya gagal namun aksinya tetap dikenang. Aksi peledakan itu dilakukan pada tanggal 5 November.

Kisahnya berlatar tempat di Inggris pada masa depan, di mana usai perang dunia, negara-negara mengalami kehancuran yang teramat parah. Kondisi Inggris sendiri sangat karut marut dengan kualitas hidup yang sangat rendah yang ditandai dengan tingkat kematian yang tinggi, pengangguran yang tinggi, bahkan kelaparan yang meraja lela.

Kondisi ini menggoda seorang politikus untuk menjalankan pemerintahan Inggris dengan cara fasis dan totaliter. Semua masyarakat Inggris tunduk dan tak ada yang berani melawan kecuali V, seorang pemberani yang menggunakan kostum dan topeng lelaki yang selalu nyengir (Guy Fawkes). V menyebarkan propaganda melawan pemerintah dengan cara dan isi yang sangat cerdas dan provokatif yang membuat ia langsung menjadi incaran pemerintah nomor satu.


Selain menjalankan propagandanya, V juga menjalankan aksi “vendetta” (kurang lebih bermakna “balas dendam”) dengan membunuhi tokoh-tokoh politik yang terkait politik fasis. Aksi-aksi V tampil dalam keindahan rangkaian kata-kata propaganda penuh makna yang cerdas, selera tinggi atas karya-karya seni era renaissance, kecintaannya kepada sastra-sastra modern, dan juga lantunan melodi karya Beethoven yang mengiringi kegirangannya ketika menghancurkan bangunan-bangunan penting di dalam kota London yang menjadi simbol fasisme.

Dalam film, segalanya berlangsung lancar. Plot demi plot berjalan dengan mulus, bahkan hingga titik terakhirnya di mana publik dengan tenang berjalan menuju Trafalgar Square dan berkumpul menyaksikan bagaimana gedung parlemen meledak dan runtuh. Tentara yang berjaga bahkan tak melepaskan satu tembakan. Semua orang penting partai yang dianggap berdosa pada masa lampau telah menemui ajalnya di bawah keadilan yang dibawa oleh V. Sang pemimpin negara, Kanselir Adam Sutler, tewas ditembak Creedy, komandan pertahanan. Creedy sendiri kemudian dibunuh V. Semua mulus walau V sendiri akhirnya menemui ajalnya di tangan para Fingerman, polisi khusus pemerintah.

Nah, jadi ini nih ceritanya. Walau jujur saya gak cukup mengerti perjalanannya. Yang saya paham, Vendetta itu cuman nama dari aktornya aja yang kebetulan artinya lumayan dahsyat. Yaaa, semoga tidak ada maksud lain selain ingin mengutip kata- kata cerdas dari film tersebut. 
Husnudzon never ending.

Anarkisme. Itukah jalan satu- satunya?
Opzzz, tapi jangan langsung aplikatif yow! Walau dengan cara yang sedikit ‘├žantik’, namun perlu dipertimbangkan lagi untuk tindakan ini. Mari pahami sama- sama lapangan kita.
Kalau menurut saya sih lebih seru lagi kalau ditonton. Silahkan mulai melirik- lirik teman yang punya kasetnya walau saya pribadi kurang yakin bisa menonton ini.
You wear your mask too long, you forget who you are beneath it. V For Vendetta.
Semoga bermanfaat. (02/05san dariberbagaisumber)

4 komentar:

hahahaha...
mau nonton nih film..?

my favorite...

Film yang Gak cukup jika di tonton 1 kali dan butuh alat pencernaan yang bagus untuk bs memahaminya.

22:
spertinya blm saatnya nonton nih film.
blm lulus kualifikasi.

saya udah nntn film ini nih disuruh dosen buat tugas kuliah. Emang mesti mikir nih filmnya. Tp emang kontroversi jg sih ni film. Ada bagian2 yg menurut sy salah menjadi dibenarkan

Post a Comment

 
Baca Juga:
Langganan
Get It