September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Jan 23, 2013

kena

jadi teringatnya kemarin saya sudah mempostkan kicauan hari selasa, eh ternyata hilang. efek dari tidak adanya tower yang dekat untuk kartu yang satu ini, maka jadilah saya harus mengutip banyak kesabaran di sana- sini. pasalnya ia sedang berserakan dari jasad si pemiliknya.

flashback. kemarin saya juga melakukan perjalanan jauh. memang hobi jalan- jalan sendiri ini memberikan keuntungan yang besar dan banyak. tapi kayaknya tidak perlu disebutkan disini. 
nah, yang saya ceritakan di kicauan kemarin yang ini:

saya sepertinya semakin meerasakan hebatnya perjuangan hidup ini. hoho... yup, setelah dengan sengaja melepas status sebagai mahasiswa S1.
mulai dari penatnya mencari nafkah (wewh), dilanjutkan dengan kekebalan tubuh (ini berkaitan dengan mempertahankan senyum dalam keadaan terjepit. huaaaa), serta tidak habis pikir tentang masa depan ini mau dibawa kemana (ya ke syurga dong. aamiin).

bla bla bla..... intinya di kicauan kemarin, tetaplah baik! apapun profesi dan bagaimanapun kondisi.


okai. 
dan hari ini saya banyak mengoceh dan mengunyah. padahal hari- hari sebelumnya juga demikian.
eeehh, stop- stop. hentikan yang beginian. karena sepertinya pengunjung dan pembaca tidak ingin menginginkan yang beeginian. mungkin ya.


jadi apa ya?
halaahh, entah apa. dan saya mendadak terdiam. tapi jari ini tidak mau diam. terus menekan tombol demi tombol, tidak tau mau kemana dibawa kicauan kali ini.

baiklah, 
 
puluhan abad yang lalu kita sudah diajarkan untuk berhati- hati dalam menjalankan segala sesuatu. baik itu dalam memilih makanan maupun melakukan sesuatu. kalau ragu, ya monggo ditinggalkan.

terjebak dalam sebuah perangkap rutinitas tidak lagi menjadi hal yang aneh. bahkan sejak lahir ia telah ada dan berhasil membuat syaitan tersenyum bangga. dan ia berlanjut hingga hari ini. menjalankan sesuatu tanpa dasar yang jelas sampai bahkan menjadikannya seperti ibadah yang senantiasa dikerjakan.


maka di closing, saya inginn menulis, berilmulah!
dan mata saya mendadak perih, kena semprot satu kata di atas. berilmulah!


230113/san





Jan 22, 2013

look in

jadi teringatnya hari ini adalah hari senin, hari yang mengawali minggu ini. dan  sekeliling mendadak hiruk- pikuk, "kamu dengan urusanmu dan aku juga demikian". kira- kira begitulah yang tertulis di nomor punggung setiap orang. maka saya dengan susah payah membuka tulisan itu dari punggung, entah siapa yang menempelkannya.  dengan tergopoh- gopoh saya mengambil double tip tanpa gunting, lalu mengganti tulisan itu dengan penuh percaya diri nekad tingkat langit, "mari kuurusi urusanmu juga"!
(hueekkk, ada pahlawan di siang bolong).


eehh, tapi bukan ini yang mau diceritakan. 
kemarin saya sudah nulis, jangan ikut- ikutan. karena belum tentu semua kebiasaan itu baik dan benar. tapi lakukan saja sesuatu yang benar, maka jadilah pemecah rekor (muri), dan bahkan bisa mendapat award, sebagai pencipta kebiasaan baik.


kala itu ada yang ngomong sama saya. ngomong ya, bukan curhat. karena saya bukan teman curhat yang baik, dan sepertinya tidak menerima layanan curhat. (maap- maap). :D

nah, dia bilang gini, "kak, kak, (kebetulan saya memang lebih tua dari dia, jadi gak ada alasan untuk marah dipanggil itu. apalagi saya sudah bukan mahasiswa s1 lagi, makin deh. eh, tapi kayaknya ini gak penting kali ya. ya sudah lah), bisa gak ya aku ikut kompetisi 'itu'?"

 "lho, emang siapa yang ngelarang, dek?". begitulah tanyaku dengan mata yang masih menerawang laptop dan jari menari di keyboardnya. iiihh,  gak berbobot kali kan pertanyaannya? untung si adek gak langsung kabur. seharusnya saya bilang, "kakak yakin kamu pasti bisa dek. yakin, yakin, semangattt!!!"


tapi syukur si adek ngerti sama saya, jadi dia manut- manut aja di samping saya sambil sesekali menyeka air matanya (eh, bukan menyeka, tapi meminta air matanya segera mengalir). 

"nah, jadi gini aja. bla bla bla......... yakin aja, sukses itu bukan karena kepintaran. tapi bejo. (wew, yang ini asli ngopi om bob sadino)."

"mmmh, ia ya kak. ok deh kak. makasi kak."

dia beranjak pergi dengan terburu- buru. entah karena memang sudah dapat jawabannya, entah karena malas dengar ocehan saya yang bawa- bawa om bob, atau karena nyesal nanya sama saya, atau entah karena dosen sudah masuk. entah lah. semoga tidak menzholiminya dengan egoisitas (bukan lagi egoisme karena udah egois stadium sekian).
ahh, entah apa lagi ini.


lalu kemudian, saya look in.  pasti tau ya artinya.  yup , melihat ke dalam diri sendiri. bukan look up atau look out apalagi look look. 
haaaaaaah.

melihat bahwa ada sesuatu yang besar dalam diri saya, eh kalian juga mau diikutkan? oke deh. melihat sesuatu yang ada dalam diri kita, bukan sibuk mencari dan melihat apa yang ada dalam diri orang lain. dalam hal ini, saya ingin mengajak kita agar lebih bersyukur. ada lho dalam diri kita yang gak orang lain punya, makanya kita harus pandang diri kkita dengan baik. tapi bukan sok ya, apalagi sombong.


memandang diri besar, maka kita akan besar. menganggap remeh pada diri sendiri maka orang lain akan remeh pada kita. bukankah pencipta kita sudah membuat kita dalam keadaan sempurna? rasanya tidak ada alasan bagi kita untuk menarik kesempurnaan itu satu persatu lewat ucapan yang hina, tatapan yang pasrah, sikap yang merendahkan diri, serta tindakan yang bertentangan dengan apa yang diinginkan oleh Rabb kita. inginkah kita kenikmatan ini hilang sebelum kita maksimal memanfaatkannya?
(eeehh, ini bukan training motivasi ya. gak usah pake acara nangis2an. ahh, entah siapa lagi yang mau nangis ini).


mmmh, jadi saya ingin sedikit menghibur versi saya sendiri. jadi sukses itu bukan cerita tentang deretan trophy, atau piagam penghargaan, atau hadiah- hadiah ketika kita memenangkan berbagai pertandingan. sukses juga bukan ketika kita berhasil mengumpulkan lebih banyak uang daripada orang lain. namun sukses adalah saat kita dan orang- orang di sekeliling melihat kita hari ini lebih baik daripada kemarin. ketika peranan kita hari ini lebih banyak daripada kemarin. ketika kedekatan kita kepada Rabb kita lebih baik daripada kemarin.

jadi, berhentilah membandingkan diri kita dengan orang lain. namun bandingkanlah diri kita hari ini dengan yang kemarin.

wewwh, agak2 super ya.
:D

210113/san






Jan 20, 2013

yang benar yang tenar; seharusnya

jadi teringatnya hari ini panas terik sejak memasuki siang hingga memasuki sore hari. dan akhirnya langit muntah, bumi menampung dengan penuh rasa syukur di sore hari sampai menjelang malam. tanpa gerutu, tiada keluh. dan kini, malam telah tiba. semua baik- baik saja, alhamdulillah. guyuran hujan menjadi rahmat bagi semua sejak ia disambut dengan  penuh rasa syukur. berbeda jika ia sejak awal mendapan umpatan dan ancaman.
yaaah, begitulah hari ini.


lalu saya tiba- tiba teringat dengan saya serta orang- orang di sekeliling. tidak jarang kami melakukan sesuatu yang sebenarnya itu tidak pernah diajarkan oleh agama. namun karena ia sudah sering dilakukan, maka jadilah ia seperti 'ritual'. namun alhamdulillah seiring waktu dan bertambahnya sedikit pengetahuan (sedikiit, ya sedikit), kami mulai menyadari hal itu. 
setelah ditelusuri, ternyata lucu bin aneh juga. banyak hal- hal yang tidak pernah diajarkan agama, eh kami malah kekeh tuk ngerjakannya. pas agama nyuruh sesuatu tapi di sekeliling belum marak dilakukan, eh kami malah menutup mata. dasarrrr!

nah, kami simpulkan bahwa kebiasaan itu belum tentu benar, dan kebenaran itu bukanlah segala sesuatu yang biasa dilakukan. karenanya perlu banyak belajar lagi. jangan salah- salah, udah tua. glek ?<)%^&#$%%%


lanjut ke contoh. banyak tuh di sekeliling yang pacaran, padahal agama gak pernah nyuruh itu. sebaliknya melarang. namun karena ia sudah tampak seperti kebutuhan, katanya, maka jadilah kami, eh saya tidak ikut, mereka melakukan ini. na'udzubillah. lalu saat agama menganjurkan untuk menikah? wah, panjangnya alasan minta ampun. disuruh puasa, eh nyengar- nyengir.

contoh lain, peringatan hari 7, ke 40, atau ke sekian hari bagi yang sudah meninggal kan gak ada tuh dalam agama. tapi entah darimana, katanya budaya jawa hindu, malah kami yang jalankan di sini, penuh semangat dan kekhusyukan. tiba giliran disuruh solat, yang jelas- jelas udah diperintahkan, malah berbalik. rukun Islam kan ada 5 tuh, salah satunya solat. berarti kalau gak solat???? (ahh, takut lidah ini keseleo melanjutkannya)


untuk sementara, kedua kebiasaan itu yang terlihat 'mempesona'. 
ya sudah lah. mouse ini pun sudah kedip- kedip sejak laptop dihidupkan. nampaknya dia perlu beristirahat. jangan terlalu sibuk memikirkan dan menciptakan yang belum ada, tuntaskan yang sudah diajarkan. semoga hidup kami, dan kita semua berkah.

200113/san

Jan 19, 2013

>__>


bersyukur, masih banyak yang menyayangi kita.
alhamdulillah...

jadi ceritanya saya sangat ingin sekali menulis akhir- akhir ini. tapi baru ini kesamapain. pasalnya keseharia saya cukup sibuk dengan semua aktivitas sebagai seorang anak yang sangat berbakti pada kedua orangtua (hueeekkk). hingga tidak heran jika saya betah mendengarkan semua cerita dan duduk bersantai ria di depan mereka sambil sesekali tertawa dan tidak ketinggalan ada kerupuk di depan (mantap sekali itu).


sementara itu, hari mulai petang. mulai tampak sinar yang tidak cukup bersinar. hanya ada warna kekuninngan yang menandakan bahwa hari ini akan segera ditutup. namun kekuningan itu tidak sampai seperti kuning telur mata sapi, karena kekuningan yang ada di langit itu adalah alami murni buatan sang Ilahi. dan telur mata sapi? buatan manusia yang tidak semua orang profesional dalam membuatnya. bisa jadi ia terlalu matang, atau bisa jadi masih mencair, dan bahkan ada juga telur mata sapi yang matanya tidak bulat.

ahhhhhhhhhhh, entah apa ini. telur dan petang sepertinya tidak punya korelasi. ya sudah lah.


lalu tatkala kucing sedang berbisik bahwa ia lapar, bubur kacang ijo menjadi santapan yang istimewa. ada segurat (atau semburat, atau seikat, entah) senyum di sana. di kumisnya. seolah mengucapkan terimakasih pada sang tuan yang baik hati. namun sungguh tak disangka, ia berlalu saja tanpa ada basa basi, atau apa kek saat mereka berpapasan di depan kamar mandi. kebetulan si kucing ingin minum. sombong sekali si kucing ya. dan si tuan merasa terhina.

huuuaaaa, apa lagi ini? kucing dan si tuan. hmm, boleh la. walau bakal ada yang tersinggung dan tersungging. tersipu dan tersapu. ohh....


jadi tidak berapa lama hujan turun. deras sekali. mengguyur siapa saja yang langsung berhubungan dengan sang langit. apakah itu atap, pohon, tanah, manusia, dan berbagai jenis makhluk yang ada di bumi. semua diguyur. yang jelas, guyuran ini tidak sama dengan guyuran seperti ktika kita mandi. kita bisa menghentikan guyuran air jika dirasa sudah cukup. lalu kita memakai sabun, de es be. nah ini? guyuran hujan tidak bisa kita hentikan semau kita. saat ia sudah membasahi lantai, kita tidak bisa menghentikannya untuk meminta waktu sejenak untuk menyapu atau membuang airnya. tidak bisa. maka banyaklah kita berdoa agar hujan yang mengguyur itu menjadi rahmat bagi kita. pun jika ia sudah masuk ke ruang kamar.

yang ini sepertinya serius ya? ahh, biasa aja.


kemudian ada si kapal, bantuan untuk korban  banjir. di televisi pastinya, karena aku tidak sedang berada di daerah banjir.


nanti lah disambung kalau ada semua baik- baik saja. mood, waktu, ide, sinyal. semualah perlu diamankan.

Jan 8, 2013

Hujan

Musim hujan. Hari- hari ditemani hujan. Berbagai kisah tentang hujan. Topik pembicaraan tentang hujan. Ya, hujan. Alhamdulillah masih hujan air.

Dedaunan harus kuat menopang diri pada sang ranting, agar tidak tewas dihempas sang hujan. Terlebih lagi daun- daun muda yang masih belia, merintih kesakitan. Namun tentu saja ia tidaklemah. Hujan baginya adalah ujian yang akan membuat dia lebih kuat lagi. BAgaimana kalau hujan disertai angin topan? Hiiiiiiiii..... Dan dedaunan yang sudah menguning? Rasanya mereka pasrah. Tidak ada keluhan juga dari ruas- ruasnya. Toh bagi mereka ini adalah proses yang harus dilalui di perjalanan hidup. Ada yang jatuh ke tanah lewat terpaan angin, ada yang disenggol manusia, ada yang ditebang, dan ada yang ditampar hujan. Begitulah. Mereka sangat cerdas memahami setiap skenario Sang Penciptanya.

Di luar, tanah juga tidak banyak protes dengan tergenangnya tubuhnya. Hari- hari dinikmatinya senikmat- nikmatnya. Basah setiap hari tanpa ada payug yang melindungi, tidak masalah. Ia senang dengan semua adegan yang harus diperankannya. Ketika musim hujan, ia akan menjadi subur dan petani akan mudah mengolahnya. Benar- benar bijaksana.

Lalu, mari kita lihat manusia. Kasak- kusuk. Ribut. Kalau sudah hujan, bersiaplah mendengar keluhan di sana- sini. Terus saja bertanya mengapa dan kenapa. Protes di sana sini. "Huh, tiap hari basah. Mati gue nih", "Ya ampun, kapan keringnya ni baju?" , "Gara- gara hujan ni, gak jadi kemana- mana., haaaaah".
Mungkin kalimat2 seperti itu yang sering bermunculan.
Hellow, sadar , sadar. Itu artinya kita menyalahkan hujan, dan secara tidak lagsung menyalahkan Sang Pembuat hujan. Tentu hujan tidak turun dengan sendirinya tanpa ada yang menurunkan dan maksud diturunkannya hujan.

Jika kita bisa sedikit lebih dewasa, tentu hujan tidak akan menjadikan kening kita semakin hari semakin berkerut. Hujan tidak akan menjadikan bibir kita melontarkan kata- kata yang sia- sia. Hujan tidak akan membuat orang lain tidak nyaman dengan kita akibat keluhan- keluhan yang terus berseliweran. nah, hujan akan membuat hidup kita lebih berwarna saat hati kita lapang menerima semua jalan cerita yang diberikan pada kita.

Mari sejenak merenung. Bisakah hujan melunakkan hati kita? Saya rasa bisa.

Nov 24, 2012

Tunjukkan Kekanakannya, Israel Langgar Kesepakatan

Kesepakatan gencatan senjata ternyata tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. Israel dengan berbagai alasan pembelaan melanggar kesepakatan yang dibuat hari Kamis (22/11) dini hari itu.

Tepat hari Jum'at (23/11), tembakan ditujukan tentara Israel ke arah perbatasan Israel- Gaza dimana terdapat puluhan warga Gaza di sana. Tembakan itu menewaskan Anwar Qadeh, pemuda berusia 23 tahun setelah timah panas menembus bagian kepalanya.

Menurut Dr. Asyraf, juru bicara departemen kesehatan Palestina, hingg hari ini Sabtu (24/11), pelanggaran yang dibuat Israel telah menewaskan satu orang warga Palestina dan 25 orang lainnya luka- luka.

"Insiden itu adalah pelanggaran yang nyata atas kesepakatan. Tindakan seperti itu tidak boleh terulang lagi", kata Menteri Luar Negeri Palestina Riyad seperti dilansir Todays Zaman, Sabtu (24/11)
 Dalam hal ini, Israel kembali menunjukkan sikap kekanak- kanakannya lewat permainan atas kesepakatan/ perjanjian. Semakin jelas karakter pengecut dari bangsa zionis ini. Dengan alasan berjaga- jaga, pesawat tanpa awak milik Israel masih saja terus berputar di langit Gaza.

Nov 22, 2012

Gencatan Senjata Israel- Palestina dan Kekalahan Israel


Tewasnya korban 161 orang dan ratusan lainnya luka- luka dari pihak Palestina, serta tewasnya 3 orang dari pihak Israel tentu bukan jumlah yang sedikit akibat perang yang terjadi selama 8 hari. Jika diteruskan lagi, tentu akan lebih banyak lagi korban yang tewas dan berbagai kerugian di sana- sini. Berbagai kecaman terhadap negara Israel dan solidaritas kepada Palestina khususnya para pejuang Hamas akhirnya membuahkan hasil. Tepat tanggal 21 November 2012 pukul 9 waktu setempat, Israel- Palestina menyepakati gencatan senjata di jalur Gaza.
Seperti yang dikutip dari Repubika.com, 22/11/12, kesepakatan ini dinyatakan oleh Menlu Mesir, Muhammad Kamel dan Menlu AS Hillary Clinton, setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Mesir, Muhammad Mursi. Dalam kesepakatan itu, kedua belah pihak harus menghentikan segala serangan ke jalur Gaza terhitung mulai tanggal 22 November 2012 dini hari.
Bagi warga Palestina, gencatan senjata ini merupakan jawaban kemenangan atas perjuangan mereka yang tiada henti sejak awal perang terjadi pada tanggal 14 November 2012. Untuk merayakan kemenangan ini, mereka mengadakan konvoi ke jalan dengan kendaraan seraya meneriakkan takbir sebagai wujud rasa syukur mereka atas pertolongan Allah. Menurut mereka, ini adalah langkah awal dari perdamaian antara kedua belah pihak hingga jika pihak Israel melanggar kesepakatan itu, maka akan ada serangan balik.
Jika berbicara kalah dan menang, maka pihak Israel bisa dikatakan kalah. Walaupun korban jiwa yang jatuh lebih banyak dari pihak Palestina, namun Israel dinilai mengalami kekalahan lebih banyak dari berbagai sisi.
Pertama, krisis kepercayaan warga Israel kepada pemerintah semakin memuncak. Pemerintah dinilai gagal dalam melindungi rakyatnya setelah roket dari pihak Palestina, al Fajr 5 buatan Iran berhasil menembus pertahanan anti roket Israel, Iron Done. Hal ini tentu saja berdampak pada psikologis warga Israel.
Kedua, kecaman dari dunia internasional. Serangan yang dimulai oleh pihak Israel 8 hari lalu yang menurut mereka merupakan bentuk pertahanan diri, ternyata mendapat kecaman dari dunia internasional. Bukan malah mendapat dukungan namun semakin memperburuk citra Israel di wajah dunia yang memang sebelumnya sudah tidak baik. Dan berbagai bentuk dukungan serta solidaritas menghampiri warga Palestina lewat berbagai bantuan materi, desakan terhadap Israel, maupun doa.
Ketiga, kerugian di bidang ekonomi. Dikutip dari Republika.com, 21/11/12, Israel juga dinilai mengalami kerugian dari sisi ekonomi. 1,2 miliar dolar AS dihabiskan untuk membiayai perang dalam membalas serangan tentara Hamas selama kurang lebih satu pekan. Selain itu, pembiayaan untuk anti roket Iron Done juga cukup menyedot keuangan Israel. Dinyatakan bahwa untuk memproduksi sebuah Iron Done mengahabiskan dana sebesar USD40 ribu dan hingga hari ini tercatat sebanyak 360 buah Iron Done sudah dihabiskan untuk menyerang tentara Hamas. Tentu ini bukan jumlah yang sedikit. Hingga jika perang terus dilancarkan, disinyalir akan terjadi pembengkakan biaya di pihak Israel yang tak terbendung.

            Ketiga point kekalahan Israel itu tampaknya penyebab disetujuinya gencatan senjata di samping berbagai pertimbangan lainnya. Besar harapan kita agar kedua belah pihak menjalankan kesepakatan ini dengan baik, hingga kita nantikan bagaimana selanjutnya nasib bangsa Palestina. Semoga mereka bisa hidup tenang tanpa ada kekhawatiran serangan dari Israel seperti hari- hari sebelumnya. Kemerdekaan Palestina adalah sebuah keniscayaan. Kita semua yakin akan hal itu, tinggal masing- masing kita memperbanyak kontribusi lewat apapun yang kita mampu.
Kami 'cemburu' pada semangatmu, wahai pemuda Palestina!

Nov 18, 2012

Gaza Inside


Dari dulu dan sampai saat ini bahkan mungkin kemudian hari juga saya sangat geram kepada yang namanya Israel. Dan dari dulu pula saya sangat  tenang ketika mendengar kata Palestina. Rasa tenang itu tidak lain lahir dari semangat dan perjuangan para orangtua, pemuda, bahkan anak- anak di negeri Gaza itu. Dan rasa geram hadir dari sikat pengecut dan pecundangnya warna zionis laknatullah itu. Haaaaaahh, ingin rasanya menjitak kepala serdadu itu satu persatu. Namun saya percaya bukan hal yang mudah karena mereka punya roket pengintai yang bakal mendeteksi keberadaan saya. 

Di negeri ini, saya dan teman- teman mengutuki kekejaman bangsa Israel. Tidak hanya mengutuki dalam hati dan lewat lisan, namun juga lewat tindakan. Di negeri ini pula, kami banyak belajar dari pemuda Palestina. Keberanian, ketegasan, keimanan, semuanya patut dicontoh. Hingga hari ini, saya masih belum berani disandingkan dengan anak berusia 10 tahun lalu keberanian kami diadu. Tentu saya sangat jauh dari kebeeranian yang dia miliki.

Sejak menonton dan membaca berita tentang kondisi mereka di sana, saya menceritakan kepda Ibu dengan penuh semangat. Lalu dengan penuh belas kasihan seorang Ibu, lembaran rupiah pun terkucur. Dalam do'a, kami selipkan nama Gaza. 

Saya sering terpikir, kenapa mereka mampu bertahan dalam kondisi demikian? Mengapa mereka rela berlama- lama di daerah itu padahal banyak resiko yang harus dihadapi? Apa yang membuat mereka mau berkorban? 

Lalu saya tertohok dan malu sendiri.
Haniyah menegaskan bahwa pembebasan tanah Palestina tidak akan terjadi kecuali di tangan para generasi yang menghafal kita suci Allah dan mengamalkannya. Dia menambahkan, “Kemenangan Gaza dalam “perang pembeda” terakhir tidak lain karena keutamaan al Quran dan para ahli al Quran. Seluruh dunia harus begadang dan menghabiskan berjuta-juta untuk mendidik anak-anak mereka berdansa dan bernyanyi. Mereka menyelenggarakan program-program dan pelatihan-pelatihan serta yang lainnya. Namun warga Gaza begadang untuk mendidik anak-anak mereka al Quran dan ilmunya.”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2009/07/2971/mahkota-ketegaran-untuk-penghafal-al-quran/#ixzz2CkEMLxZX
Haniyah menegaskan bahwa pembebasan tanah Palestina tidak akan terjadi kecuali di tangan para generasi yang menghafal kita suci Allah dan mengamalkannya. Dia menambahkan, “Kemenangan Gaza dalam “perang pembeda” terakhir tidak lain karena keutamaan al Quran dan para ahli al Quran. Seluruh dunia harus begadang dan menghabiskan berjuta-juta untuk mendidik anak-anak mereka berdansa dan bernyanyi. Mereka menyelenggarakan program-program dan pelatihan-pelatihan serta yang lainnya. Namun warga Gaza begadang untuk mendidik anak-anak mereka al Quran dan ilmunya.”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2009/07/2971/mahkota-ketegaran-untuk-penghafal-al-quran/#ixzz2CkEMLxZX
Haniyah menegaskan bahwa pembebasan tanah Palestina tidak akan terjadi kecuali di tangan para generasi yang menghafal kita suci Allah dan mengamalkannya. Dia menambahkan, “Kemenangan Gaza dalam “perang pembeda” terakhir tidak lain karena keutamaan al Quran dan para ahli al Quran. Seluruh dunia harus begadang dan menghabiskan berjuta-juta untuk mendidik anak-anak mereka berdansa dan bernyanyi. Mereka menyelenggarakan program-program dan pelatihan-pelatihan serta yang lainnya. Namun warga Gaza begadang untuk mendidik anak-anak mereka al Quran dan ilmunya.”

Kami begitu lemah, hanya doa dan sedikit materi yang bisa kami berikan. Semoga dapat meneguhkan hati dan kekuatan saudara kami di sana.

Nov 16, 2012

Hati and Iman

Lalu pada suatu saat saya ingin menulis banyak, namun entah ia tak kunjung tertuliskan. Maka saya putuskan untuk mengcopy tulisan ini sebagai umpan untuk merangsang munculnya tulisan saya sendiri.. Selamat menikmati.

Hati kita memiliki satu karakter unik. 
Ia sangat mudah berubah dan berbolak- balik. 
Ia sungguh- sungguh bergantung pada kekuatan iman setiap kita.
Hati akan berpendar cahaya hanya bila iman pun menebarkan cahaya di setiap relung- relungnya.
Itulah sebabnya, sumber kekuatan hati kita berkitar di pusaran iman yang kita punya.


Dan adakalanya iman itu menjadi lemah.
Di situlah dibutuhkan sebuah masa jeda. Yah, masa jeda yang harus tetap kita isi dengan ritual imaniyah yang ringan  namun mencerahkan kembali.
Dan di saat- saat jeda itulah yang kita sebut dengan jenak- jenak hati ; sebab pada titiknya hati kita berhenti sejenak.
(Kerinduan Seorang Mujahid, Abul Miqdad al- Madany)


MasihMalam, TengahMalam
November 16, 2012

Professional Actor

Jadi saya sudah tidak lagi berstatus mahasiswa S1 ketika mencoretkan ini. Melepas profesi itu rasanya antara senang dan bahagia padahal saya tidak tahu apa beda antara kedua kata ini: senang dan bahagia. Namun biarkanlah tulisan ini selesai ditulis dan dibaca karena saya memang sedang tidak berencana menceritakan mereka berdua di sini. Saya ingin membiasakan untuk tidak terlalu mempermasalahkan sesuatu yang tidak penting karena masih banyak hal penting yang perlu diberi perhatian. Termasuk menuliskan ini, jalankan skenario yang telah Allah susun.


Pasalnya, dalam diam saya sering terpikir. Ini penting, P-E-N-T-I-N-G. Aktivitas pasca kampus yang saya jalankan hari ini tidak pernah sekalipun terlukis dalam daftar 100 impian itu. Haaaaaah. Liat lagi, benar ternyata tidak ada. Apa iya saya sudah salah jalan? Apa iya saya bukan orang yang konsisten? (mungkin juga ya). Apa iya saya tidak brhasil menjalankan apa yang ada di kertas lusuh itu? (eh, gak juga ya). Dan banyak 'apa iya', 'apa iya' lainnya. Namun berhentilah menanyakan itu semua, karena itu termasuk hal yang tidak penting. Maka, saya sambil sedikit meneguk air putih mulai membaca perjalanan hidup. Membaca apa yang telah terjadi dan mencoba merencanakan apa yang bakal dilakukan ke depan.


Diskusi sana sini, perhatikan lika- liku hidup orang- orang di sekitar, waaahhhh ternyata tidak jauh berbeda dari apa yang sekarang saya jalani. Bahkan nyaris mirip. Mari saya kisahkan!

Menukil apa yang saya tuliskan di paragraf ke dua, aktivitas yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang dilukiskan. Agak lambat menuliskan ini karena memang butuh analisa yang tajam dan asupan gizi yang tinggi. Ya, perlu ada teman yang menemani di samping. Di kala malam, maka boleh lah kopi hitam ditambah kerupuk, dan di kala siang alangkah lebih nikmat jika es krim pelangi menyegarkan pikiran. Asalkan kesemua teman itu tidak membuat alat mengetik ini menjadi korban kekerasan semut dan hewan lainnya. Haaaaaaaaahh, maaf ini juga nampaknya tidak begitu penting. Next!



Saya sebenarnya hanya ingin menjelaskan bahwa kita tidak patut menyalahkan apapun aktivitas yang kita jalani hari ini (asalkan aktivitas yang benar yaa?///). Yah, walaupun ia sangat jauh dari apa yang kita rencanakan sebelumnya. Kenapa? Karena kita tidak tahu apa kesudahan dari ini semua. Saya mulai sering menarik nafas dalam- dalam dan menghembuskannya lagi. Segar ternyata. Saya mulai sering membaca sesuatu melalui berbagai sisi. Bisa jadi apa yang saya laksanakan hari ini adalah jalan menuju apa yang telah saya tuliskan di kertas lusuh 100 impian itu. Bisa saja dan saya memiliki keyakinan itu sama seperti ketika saya yakin akan mengenakan jubah wisuda di bulan Oktober 2012. 


Nah, berawal dari ketersadaran saya ini maka saya merasa ini penting dan patut untuk dituliskan dan dibagi. Apalagi sekarang ini banyak manusia yang sepertinya protes dengan kondisinya hari ini. Kalau saya bilang, nikmati saja perjalanan hidupmu. Ini semua adalah proses. Kamu akan mendapatkan sesuatu itu ketika kamu dianggap telah layak. Maka tugas kamu lah sekarang untuk melayakkan diri. Bisa saja caranya melalui apa yang hari ini kamu lakukan. Kamu, ya kamu. Saya juga sebenarnya. Semoga mencerahkan!


MalamSelaluHeningDisini,
November 16, 2012



Nov 13, 2012


Judisium merupakan moment paling istimewa dari sekian banyak  fase menuju S1. Mendapatkan anugerah istimewa ini patutnya diikuti oleh rasa syukur yang tak terhingga. Dan rasa syukur itu sangat tidak  layak dicemari dengan berbagai pelanggaran atas syari’atNya selama prosesi judisium. Yes, Alhamdulillah gue berhasil!J

1.    Pembayaran uang judisium
Pembayaran dilakukan di BNI UNIMED sebanyak Rp 350.000,- . Biasanya dibayar setelah kita di acc untuk maju sidang. Ntar ada informasinya deh.

2.    Pembayaran uang foto
Dengan membawa fotocopy pembayaran uang judisium, selanjutnya kita membayar uang foto (foto judisium) kepada pegawai di kantor Pembantu Dekan II sebesar Rp 30.000,-. Setelah itu menuju kantor tata usaha untuk mengambil surat undangan judisium berikut dengan pita serta nomor bangku. Nomor bangku diurutkan berdasarkan urutan IPK. Bagaimana jika IPK nya sama? Pangkuan? Haaah.. Jika kondisi ini terjadi maka diurutkan kembali berdasarkan abjad.

3.    Gladi bersih
H-1 judisium diadakan gladi bersih sebagai bentuk persiapan menuju prosesi judisium.  Dihadiri oleh dekan, pembantu dekan , ketua jurusan, ketua program studi, dan beberapa dosen lainnya. Hmm, kita diajarin cara berjalan, salaman, foto-an, senyum menghadap kamera.. haha. Penting untuk hadir di acara ini agar tidak ada kesalahan ketika judisium.

4.    Judisium
Yang dinantikan pun tiba. Wah, pangling liat teman- teman. Beda banget. Gue? Ya beda juga dong. Terlebih dahulu kita kumpul di fakultas jam 7 pagi dan selanjutnya menuju gedung auditorium bersama. Alhamdulillah sepatu bisa diajak kerjasama hingga ke tempat duduk. Huuufffffh. Untuk tamu undangan (pendamping), mereka masuk terlebih dahulu menempati bangku yang telah ditentukan.
Upacara judisium pun dimulai setelah rombongan petinggi- petinggi di fakultas memasuki gedung auditorium. Selanjutnya pengumuman mahasiswa yang meraih IPK tertinggi masing- masing jurusan diikuti denngan penyerahan bingkisan. Subhanallah…. Orangtua mereka menempati tempat duduk VIP selama prosesi judisium berlangsung. Tarian yang dibawakan oleh mahasiswa seni tari cukup menyegarkan bagi sebagian orang (haaaah) menanti agenda selanjutnya. Setelah itu, tibalah masanya  pengukuhan mahasiswa lulusan strata satu pendidikan atau non kependidikan dengan melibatkan dekan dan ketua jurusan maupun ketua program studi. Satu persatu naik ke atas pentas untuk dikukuhkan lalu diberikan surat tanda lulus.

Kata sambutan mewakili ketua jurusan kemudian mewakili orangtua cukup membuat hadirin terpana, terutama para lulusan. Berbagai harapan disampaikan hingga tidak ayal lagi tongkat estafet perjuanga itu ada di tangan para lulusan. Semakin haru lagi ketika kata sambutan mewakili mahasiswa yang memiliki IPK terbaik dengan kata- kata yang dikemas sedemikian rupa. Setelah itu selesai, kemudian ucapan selamat kepada semua lulusan. Salam- salaman, cium pipi kanan- kiri, cium tangan. Dan menelungkupkan tangan (haaaaaaah). Alhamdulillah, berhasil. Ternyata gak serumit yang dipikirkan sebelumnya. Tanpa mengurangi rasa hormat, syari’at tak boleh lewat. Prinsip yang kita pegang tidak patut luntur hanya karena prosesi ini (melirik para ADK).  Done! Penutupan.

Jepret- jepretan pun terjadi. Eh, lagi asyik- asyiknya malah lampu dimatikan. Para peserta tampak kecewa dan segera keluar mengambil posisi yang strategis. Moment sekali seumur hidup ini memang layak untuk diabadikan. Silahkan silahkan…….

Ya, gitu deh judisium hari ini. Terimakasih tuk waktu, bunga, dan perhatiannya ya, adinda2 ku sayang. Semoga Allah membalas kebaikanmu.
Fotonya mana??? Huaaaaaaaaaaaaaa/???#@%^&

25 Oktober 2012, Wisuda

Nah, ini dia ni yang lebih special lagi. Finally…
1.    Pengambilan toga
Menuju H. Anif dengan penuh keceriaan dan sedikit tersenyum- seyum sendiri (sedikit ya, sedikiiit). Sambil menunggu kedua teman seperjuangan terbaik, Yovi Tri Asni Alam dan Dian Heriani, saya memastikan uang jaminan sebanyak Rp.150.000,- ada di tempatnya. Untuk urusan yang satu ini, upayakan menjadi orang pertama atau minimal orang ke sepuluh deh. Kalau sampai orang terbelakang kita kudu pasrah tuk dapatkan jubah dan toga yang ukurannya unexpected banget. Apalagi buat kamu yang bertubuh kecil dan mungil (haaaaaaaaaah). Entah, ukuran S aja udah besar apalagi M, dan selanjutnya ukuran yang lebih besar. Kalau saya kemarin dapat yang M. Huaaaaa, jadilah saya macam professor yang belum cukup umur. Bagi sebagian yang merasa kebesaran, jubah dikecilin sama mereka. Tapi saya kala itu merasa gak penting amat, toh gak sampe nyeret- nyeret tanah. Yaaaaah, gitu deh.
Oh ya, surat jaminan yang dikasih tu dijaga baik- baik. Ntar pas pengembalian toga ditagih lagi lho. ?/(&^*???

2.    Gladi bersih
Huaaaaa, padat benerrrr. Semua fakultas ditambah pasca sarjana berkumpul di gedung Serbaguna. Panas di mana- mana, dan sesak. Tapi tenang, bagi yang hatinya tenang akan merasa sejuk… Cekacekaceka..  Mulai dari prosesi pertama, kedua, dan seterusnya. Sedikit kacau dibandingkan dengan gladi bersih ketika judisium dulu. Mungkin karena bawaan suasana dan jumlah yang sangat besar.
Bla bla bla, gak sampai satu jam udah selesai. Bubarrrrrr.

3.    Wisuda
Selamat datang para wisudawan/ wisudawati beserta undangan di  Universitas Negeri Medan. Tuk prosesi ini pun jangan sampai telat, karena bakalan gak dikasi masuk lho. Udah kejadian di hari pertama wisuda kemarin katanya. Nah, apalagi ntar jalan bakal macet. Kita yang naik mobil maupun becak ataupun kereta ya kudu wanti- wanti. Upayakan dari rumah sarapan dulu.
Eh, waktu wisuda saya kemarin bertepatan dengan 9 Arafah lho. Subhanallah bukan? Masa- masa yang sangat berharga di hari yang utama.
Pertama kita baris dulu berdasarkan fakultas di lapangan voli. Pada waktu itu, ada 4 fakultas yang wisuda bersamaan. FBS (fakultas saya), FIP, FE, dan FT. Saran saya nih, kalau mau foto- foto sama teman- teman, keluarga atau siapapun itu, manfaatkan momentum di pagi hari ini. Selain wajah, pikiran, dan hati yang masih segeeerrrr, waktu kita juga tidak terlalu buru- buru. Alhamdulillah ini sudah saya buktikan. Bersama rombongan adik- adik Rumah Qur’an menikmati kebahagiaan ini bersama. (Wiiih, makasi banyak ya udah rela antri kamar mandi dini hari. Yaaah, demi mengantarkan kakak yang tidak cakap berterimakasih ini, wuuuzzzzzzzzz).

Heii, orangtua gue mana????
Bapak masih di bidan, demam tinggi plus tensi meningkat. Dan mamak duluan datang. Salam dengan takzim, kepada kedua  sosok yang mengantarku bisa ke gerbang ini. Alhamdulillah, saya sudah menepati janji untuk yang satu ini. 4 tahun. Saya melihat wajah keriput bapak dari bangku para wisudawan/wati. Baju putih dan lobe hitam membuat saya mudah memantau beliau dan mamak. Hhheeeeyy, apa ini? Apa ini? Dilarang curhat….!! Stop… Stop! Gubrakkkk…..?>%(???///

Tibalah saatnya, weeeww. Kita disorot lho! Waktu pemindahan ekor toga dari kiri ke kanan, lalu pemberian ijazah. Liat- liat cara dan teknik yang lain memberi salam gimana. Dan memikirkan teknik  salaman yang terbaik untuk tetap menepati janji. Yap, sedikit GR maju ke depan. Huaaaaaaaa, Alhamdulillah. I did! Senyum terindah pun muncul, cheeeeeeeerss… haahh, langsung melambaikan tangan kepada kedua orangtua dan senyum merekah. Hihi…….

Menunggu begitu lama seribuan wisudawan/wati bukan waktu yang singkat. Mari kita isi dengan kegiatan bermanfaat!
Foto2?  Boleh juga asal gak ketahuan, yaaah dzikir- dzikir lah kalo bisa. Keringat bercucuran di kening dan dahi teman- teman. Saya? Hehe, Alhamdulillah aman. Bawaan dari dalam hati cuyWekawekaweka.

Sekitar jam 12 selesai sudah prosesi wisuda. Ditemani iringan lagu yang sedari tadi menghibur (apa iya???), masing- masing menemui orangtua dan sanak keluarganya. Yess,begitu gampangnya saya menemui keduanya berbeda dengan teman- teman yang lain yang serasa kebingungan dimana yang mau ditemui.
Segera meluncur ke papan bunga KAMMI KOMED (hehe, kakak duluan yaaa, Nurhasanah Sidabalok, S.Pd). Padat. Maaf ya Pak, membuatmu semakin merasa panas. Insya Allah sembuh deh pulang dari sini. Bisikku, dalam hati tapi.

Huaaaa, adik- adik Rumah Kedua (UKMI AR- RAHMAN) udah pada ngumpul. Beberapa bunga menyambut disertai ucapan selamat. Sabar ya Mak, Pak… fans setia ini. Haha…. Eh, ada kakak saya juga Supriani Sidabalok, S.Pd yang rela berlelah- lelah tuk memberi ucapan pada saya dan memberikan pelayanan terbaik pada kedua orangtua. Weeeww, ada kue. Untukku kah??? (besar lho, blackforst ternyata).

Lalu jepret 2 kali di papan bunga, dan langsung menemui adik- adik yang ingin berfoto ria. Nah, ini dia yang saya katakan di awal tadi. Kalau bisa di pagi aja fotonya, kalau siang keburu banget. Pas saya jalan menuju pulang kerumah bersama teman setia, eh banyak sms masuk. Kakak dimana??? Kak, foto lahh…. Eh, kakak dah pulang dek. Apalagi udah zuhur tuh. Afwan afwan jiddan.

Terharu lho sama sambutan mereka. Terasa banget kekeluargaannya. Denger2 mereka udah nunggu beberapa jam sebelumnya untuk memberi ucapan selamat, bunga, dan menyalami saya. Yaah, jazakumullah khairan katsiran. Semoga cepat nyusul ya, itu yang saya sampaikan ke mereka. Ntar deh dirasakan sendiri gimana senengnya, Alhamdulillah.. :DDD

Ya, gitu deh acara wisuda saya. Semoga Allah memberkahi ilmu dan perjalanan hidup saya. Aamiin.

4.    Pengembalian toga
Kertas saya manaa???
Wah, ternyata sudah terbuang sepertinya. Tanya sana- sini, eh gak papa. Ntar pake KTP aja. Sementara KTP saya sudah expired. Tapi dengan penuh ketenangan yang pantas diacungin jempol, berjalan menuju H.Anif membawa bungkusan jubah dan toga. Terakhir disuruh buat pernytaan dan langsung antri di bagian penerimaan uang jaminan. Alhamdulillah, dipotong 5 rb karena menghilangkan surat jaminan tadi. Hhmmmmmmmm.
Let’s go back!!! Raih mimpimu, kawan!







 
Baca Juga:
Langganan
Get It