September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Mar 5, 2012

Dari Kami, Untukmu

kami pun pernah seperti itu. hari- hari kami dibayangi oleh berbagai agenda; kampus, dakwah, keluarga. bahkan hari- hari kami juga sering ditemani oleh airmata, keluh kesah, dan peluh.
airmata yang mengalir atas perasaan yang tidak menentu akan semua agenda ini. perasaan akan ketidakmampuan menyelesaikan amanah ini. perasaan yang merasa tidak bisa adil untuk semuanya. airmata yang mengalir akibat ketidakefektifannya waktu yang kami habiskan. airmata penyesalan akan berbagai kezholiman yang kami perbuat dan rasa ketakutan yang amat sangat akan ketidak amanahan dalam urusan ini semua.

keluh kesah yang sampai ke telinga kami dari saudara kami. ini membuat kami seolah tak mampu lagi untuk mengeluh. keluhan mereka menyadarkan kami bahwa kami punya kewajiban untuk membantu mereka, bukan malah membebani mereka dengan keluh kesah kami. tidak ada yang salah dengan keluhan yang kalian berikan. kami pun pernah mengalami itu. tapi alhamdulillah, Allah masih memebri kami kekuatan untuk tetap berjalan dan berjuang di dakwah ini. tapi kami masih normal. semua itu bisa saja terjadi pada kami suatu saat nanti. sungguh kami butuh nasihat dan peringatan dari kalian.

peluh yang membasahai tubuh dan pakaian ini sudah menjadi teman keseharian kami. lelah memang. namun ada satu kekuatan yang membuat kami tetap bisa teguh di sini. kuat untuk menjalani semua aktivitas ini. kami sangat senang untuk melakukan semua ini. kekuatan yang kami peroleh tentu saja bukan kekuatan yang sembarangan. ia berasal dari Rabb kami yang yang tentu saja tidak akan dapat disaingi oleh kekuatan manapun.

yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kami pun pernah mengalami ini semua. bahkan kekecewaan pun hampir muncul di setiap agenda yang kami lakukan. hingga teman2 di diskusi kelomppok juga mulai kecewa. tapi perlahan- lahan kami bisa memahamkan mereka. sungguh semuanya butuh proses. kami pun sama seperti kalian. semoga tetaap istiqomah. semoga senyum menjadi pilihan kita dalam menghadapi ini semua.  kalau bukan kita siapa lagi???  (05/03san)

.saat mereka bertanya.

0 komentar:

Post a Comment

 
Baca Juga:
Langganan
Get It