September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Showing posts with label PPLT 2011. Show all posts
Showing posts with label PPLT 2011. Show all posts

Nov 21, 2011

Tips Memilih Judul Skripsi

Program PPLT usai sudah. Dengan nilai yang cukup dapat dbanggakan, tampaknya tidak salah jika dikatakan bahwa semester ini adalah milik mahasiswa stambuk 2008 (tanpa sedikitpun mengurangi rasa hormat kepada kakak/ abang 2007). Hingga rasa bangga itu harus diimbangi dengan semangat untuk menyelesaikan studi yang ditunjukkan lewat semangat mengerjakan skripsi. Ya, SKRIPSI. 

Sebuah tulisan yang dirasa sebagai momok menakutkan bagi mahasiswa, satu tugas akhir yang selalu menyisakan berbagai pengalaman pahit demi meraih sebuah gelar yang telah diperjuangakn selama kurang lebih 4 tahun. Sepertinya cerita pahit penyusunan skripsi sudah terpatri kuat daam frame para mahasiswa, hingga tak ayal lagi menyebutkan kata SKRIPSI saja seolah sangat berat. Helaan nafas berat selalu mengiringi kata ini. 

Mungkin hal ini tidak begitu berlebihan melihat fakta yang ada di lapangan. Bagaimana tidak, para mahasiswa yang sedang menyusun skripsi memang menemukan berbagai rintangan dalam merampungkan tulisan ini. Bahkan tidak jarang mereka sampai berkutat lama sekali dalam urusan yang satu ini: Penentuan Judul.
Nah, melihat realita tersebut perlu adanya sebuah perhatian khusus akan bagaimana caranya para mahasiswa mampu menemukan judul yang baik serta mendapat persetujuan dosen pembimbing. Berikut ini adalah beberapa tips memilih judul skripsi secara umum untuk semua jurusan.
1. Pilh judul yang menarik menurut Anda serta dosen pembmbing. Hal ini akan mempermudah konsultasi Anda dengan dosen pembimbing.
2. Pilih judul sesuai dengan minat, kemampuan serta prospek masa depan sesuai jurusan Anda.
3. Pilih judul yang memiliki banyak referensi atau mudah dicari di internet atau sumber lainnya. Hal ini akan mempermudah Anda dalam pengumpulan data.
4. Carilah beberapa contoh judul skripsi sesuai dengan yang tertera pada tips 1-3 memalui internet. Misalnya: judul skripsi bahasa Inggris tentang writing skill. (Tulisan merah bisa diganti sesuai dengan minat, bakat, serta jurusan Anda).
5. Lakukanlah survei berkaitan dengan judul tersebut. Hal ini akan membantu Anda menentukan tingkat kesulitan judul yang dibuat.
6. Tentukanlah jenis skripsi yang akan Anda buat. Dalam hal ini terkait dengan media yang akan digunakan. Alangkah lebih baik jika Anda menambahkan beberapa kata kunci berbahasa Inggris walaupun Anda bukan jurusan bahasa Inggris.
7. Susunlah kata- kata yang membentuk judul yang menarik melalui langkah- langkah di atas. Hal ini akan meyakinkan dosen pembimbing bahwa tulisan ini memang layak untuk diteliti.

Saatnya mencintai skripsi dan prosesnya. Semoga bermanfaat! (22/11san)

*dedicated to: me, myself 

Nov 17, 2011

Dakwah Kampus, We're Coming

Waaahh, Assalamu'alaikum..apa kabar kakanda??? Iiiih, rindu laaa.  Dah siap kakak PPL kan, boleh la ntar ikut syuro X,  besok ba'da zuhur training Y, dan ba'da asar nya syuro Z... Hmmm, kakak di Medan aja kan? Ahad ni kita ada kegiatan W diikuti oleh bla..  bla ... bla...
Hihihi, yang ditanya hanya bisa cengar cengir tanpa ada kejelasan. Kehadiran ke Medan tidak lain tidak bukan hanya untuk menyelesaikan laporan, eh malah ditodong banyak pertanyaan. Mantappp :)

Dakwah Kampus, We're Coming. Alhamdulillah program PPLT Unimed 2011 sudah berakhir menyisakan berjuta pengalaman menarik. Bagaimana tidak, program yang hanya selama 3 bulan ini cukup menuntun kita utuk menjadi guru profesional. Apalagi jika kawan- kawan ditempatkan di sekolah yang benar- benar bermutu  (seperti sekolah kami, luarbiasa disiplin). Bagi mereka yang mau belajar tentu saja ini menjadi lahan percobaan sebelum memasuki dunia mengajar sesungguhnya. Program ini tidak selesai bersamaan di semua daerah dikarenakan berbagai hal. Salah satu penyebabnya adalah perbedaan masa libur ketika bulan Ramadhan. Sebagian sekolah hanya libur pada saat penyembutan saja, sehingga mreka sudah selesai di bulan November (Siantar, red). Namun sebagian lagi memiliki hari libur hampir sebulan penuh, jadi wajar jika PPL mereka berakhir sedikit lambat. Yaa, hanya sekilas info.

Berakhirnya masa PPLT bukan berarti semua urusan sudah selesai. Berakhirnya masa bakti di sekolah PPL akan dilanjutkan dengan penyelesaian laporan- laporan yang haus diserahkan ke UPPL Unimed. Dan kamu tahu, berapa lama harus menyelesaikan itu?? Huppp, tak perlu dibahas. Intinya good teamwork harus bsa dibangun sejak awal hingga akhir.(big thanks for all my PPL friends in SMK Swasta Teladan PS, unity is ours. hingga larut malam menyelesaikan laporan akhir demi mendapatkan hak kita, A. ckckck)

Hingga kita kembali ke kampus, melanjutkan urusan kita yang sudah lama ditinggalkan (sengaja ditinggalkan). Hari pertama melangkahkan kaki di kampus hijau kembali, tepatnya Mesjid Kampus. Huupp, masih seperti yang dulu. Damai. Satu hal yang sangat dirindukan : senyum, sapa, salam, cipika-ki. Weeewh, dah lama sangat tak sehangat ini. Senang bisa kembali bergabung dengan kawan2, para aktivis dakwah kampus. Luarbiasa memang kalian, mampu menghadirkan semangat dahsyat yang lama terhambat. Menemukan kalian yang begitu semangat ingin berdakwah, seolah mengejek kami yang sedikit terheran- heran dengan perkembangan kalian. Ya, kami kembali. Ingin kembali bersama meniti jalan ini, walau kami tak pasti apakah kami bakal mampu mengejar ketertinggalan itu. Hanya butuh arahan kalian saja, dan temukan gerbakan kami. (hihi)

Bahagia melihat kalian yang begitu antusias menjalankan amanah ini di tengah problema yang pasti selalu menghampiri. Ditengah kesibukan perkuliahan, masih saja kalian sempatkan untuk berkunjung ke mesjid tercinta, bahkan sampai sore. Hal ini juga yang menjadikan kami merasa tak pantas untuk meninggalkan urusan ini dan fokus di penyelesaian tugas akhir. Karena kami juga ingin menabur banyak benih kebaikan hingga kami kan menuainya seperti janji Nya yang tertuang dalam Al Quran Kareem.

Dakwah kampus, we are coming. Akan kami torehkan kembali berbagai perjuangan hingga kami layak disebut menjadi hamba- Nya  yang selalu menebar kebaikan. (18/11san)


*dedicated to all my friends in cHampion cycLe..
kembalilah dalam keadaan selamat karena banyak hal yang harus kita selamatkan di sini. Keep Istiqomah, ukhti fillah :)

Nov 2, 2011

Dilema Sang Guru

“Minggu depan kita ujian”, kata sang guru.
“Wiiih, cepat kali Bu. Ujian ujian aja pun, gerutu seorang siswa.
“Wokkeh, Bu! Mulai dari mana?”, timpal yang lain dengan penuh semangat.
“Bab 3-5 dan dipelajari juga tentang bla bla bla…..”, sambung sang guru.
Dan berikut kisi- kisi soal untuk ujian minggu depan.
********************************************************************************

Dan ujian pun dimulai. Murni harapannya, tidak ada yang curang. Berbagai strategi dilakukan oleh sang guru demi hasil yang memuaskan. Materi sudah diajarkan berulang kali, latihan sudah diberikan, dan saat ini menentukan apakah senyum2 , joke ringan, marah2an, jengkel2an, yang selama ini hadir ketika KBM, berakhir baik atau tidak. Saat ini akan menentukan apakah janji yang terucap ketika pemberian hukuman benar2 terlaksana: belajar dengan rajin.

Pengawasan yang ketat, pemberian kartu merah, hingga pengadaan razia buku dilakukan. So far so good. Hingga di sepuluh menit terakhir, siswa mulai terlihat kasak kusuk. Tidak jauh beda dengan apa  yang terjadi beberapa tahun lalu saat masih sekolah.
“Well, 5 minutes left,” ingat sang guru sambil berjalan mengitari kelas.
“Iiiiiih, cepat kali Bu,” tukas beberapa siswa seraya mengambil kesempatan untuk meminta bantuan kepada temannya.
“Sssstttt, will I give you a red card??”, Tanya sang guru.
Senyap…
Sang guru bingung. Apakah memang siswa tidak mampu menjawab pertanyaan atau hanya merasa kurang percaya diri dengan apa yang sudah dijawabnya.
Time’s up!

Beberapa bernafas lega, tidak sedikit yang mengepalkan tangannya, dan ramai yang menundukkan kepadanya ke meja.
Kasian mereka. Tidak bermaksud untuk menghukum kalian dengan ujian seperti ini, dear. Hanya ingin membentuk kalian menjadi sosok yang cerdas dan soleh :)

Satu persatu kertas ujian diperiksa. Hampir setengah, namun belum menemukan hasil yang memuaskan. Goresan angka 100 bahkan nyaris tidak mungkin hadir. 90? Mungkin.
Lagi- lagi, belum juga menemukan. Bahkan 90 pun tidak. Nyaris tumbang. Semangat!! Akhirnya ditemukan yang dicari. Angka2 indah itu ternyata mampu digoreskan walau berat. Yaaah, berat. Tidak nyangka.
Dan yang lain, apa yang akan dilakukan ?? Ujian2 ulangan yang dibuat juga tidak mampu membantu. Dimana yang harus diperbaiki?

Apakah siswa memang tidak mengerti, atau suasana ujian yang terlalu tegang?? Haruskah sang guru mengangkat nilai siswa hingga mencapai standart?
Beginilah dilemma sang guru. Ketika dihadapkan pada dua situasi yang sulit baginya untuk memutuskan. Apakah nilai siswa akan dibiarkan begitu saja, atau haruskah ada penambahan nilai untuk siswa???
What do you think???
Satu hal yang perlu dipahami bersama, nilai tidak hanya dilihat dari hasil ujian ataupun tugas, namun nilai seorang siswa lebih pada kualitas diri mereka. Sikap dan perilaku. Ingat, ada kognitif, afektif, dan psikomotorik yang selama ini mungkin sedikit terabaikan.
Semoga bermanfaat. (03/11san)


*Dedicated to all my friends in cHampion cycLe

Oct 26, 2011

Guru: Intropeksi Diri, Itu Lebih Baik

Guru:Intropeksi Diri, Itu Lebih Baik. Seorang guru adalah cermin. Apa yang kita tampilkan, itu yang akan kita lihat. Dari diskusi via SMS bersama sohib saya di seberang sana, ada satu nasihat kecil yang menjadi kesimpulan. Guru perlu intropeksi diri.
Seorang guru berharap suatu hal yang baik akan dilakukan oleh siswanya. Tentu saja semua guru ingin seperti itu. Kehadiran siswa yang menunjukkan sikap baik dan prestasi yang baik akan menjadi harapan besar setiap guru. Harapan itu tentunya tidak akan dapat terwujud dengan instan, butuh proses.

Namun pada kenyataannya, ia tidak terjadi seperti yang kita harapkan. bahkan kadang ia jauh bertolak belakang dengan semua yang kita impikan. Siswa yang bersikap buruk dan prestasi yang tidak pernah mereka tunjukkan adalah kondisi yang sering kita temukan. Lantas, apa tindakan kita? Akankah kondisi ini kita biarkan yang hingga akhirnya harapan kita itu tidak bisa terwujud? Saya pikir kita dalah para guru/ calon guru yang mulia. Guru yang mulia akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengubah situasi ini dan mewujudkan harapannya. But how??

Satu fenomena buruk yang sering ditemukan di lapangan adalah seorang guru yang berharap terlalu besar terhadap siswanya walaupun dia belum memberikan apa2 untuk mereka. Siswa yang mencontek ketika ujian, membuat kebisingan di dalam kelas, tidak mengerjakan PR, dan hal2 buruk lainnya yang sering dilakukan oleh siswa seolah sudah menjadi santapan segar para guru. Dalam hal ini, tentu saja seorang guru berharap agar keadaan itu berbalik 180 derajat. Yang ia inginkan adalah siswa yang taat pada peraturan sekolah dan menjalankan kewajibannya dengan baik. Namun apa yang telah dilakukannya untuk mencapai hal tersebut? Nothing.

Dia hanya menjalankan kewajibannya sebagai seorang guru setengah utuh yang hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan. Tidak lebih. Padahal yang kita harapkan adalah sosok guru yang memang benar2 paham akan peran mereka sesungguhnya. Tentang hakikat guru, bisa dibaca di sini

Kesalahan- kesalahan yang dilakkukan oleh siswa ternyata tidak terpisahkan dengan kesalahan kita, baik dalam mengajar ataupun dalam kehgiatan sehari- hari. Dalam hal ini, kta tidak boleh menyalahkan siswa sepenuhnya karena pada dasarnya guru dan siswa adalah satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan. Cobalah untuk intropeksi diri. Are you ready?? 

Siswa yang terlambat mungkin saja akibat ulah kita juga yang mungkin tidak sengaja mengulur- ulur waktu untuk masuk kelas, siswa yang tidak melaksanakan piket mungkin saja akibat kelalaian kita yang tidak menghargai kerja mereka, siswa yang membuat keributan di kelas mungkin saja akibat kurangnya perhatian kita, siswa yang tidak mengerjakan PR mungkin saja akibat ketidaksengajaan kita yang tidak membeerikan hukuman apapun bagi siswa yang sebelumnya sudah membuat kesalahan yang sama sehingga kesalahan itu terulang kembali, dan banyak lagi intropeksi2 yang perlu kita lakukan dalam menjalankan profesi yag mulia ini.

Berbagai permasalahan yang kita temui di lapangan semoga bisa semakin mendewasakan kita dalam memikul amanah yang cukup penting ini. Untuk itu, diperlukan kelapangan hati kita serta kesediaan untuk mengakui kelemahan diri kita demi terwujudnya harapan kita. Intropeksi diri tidak akan membuat kita semakin kecil, malah ia akan membuat kita semakin luarbisa dengan berbaia perbaikan2 yang kita temukan dari kelapangan hati kita. Semoga bermanfaat. (26/10san)


*dedicated to all teachers and cHampion cycLe'er

Oct 3, 2011

Amanah dan Tanggungjawab: Masa Mandiri PPLT UNIMED 2011

Amanah dan Tanggungjawab: Masa Mandiri PPLT UNIMED 2011. Mulai minggu ini, mahasiswa PPLT Unimed 2011 memasuki Masa Mandiri. Ya, setelah kurang lebih satu bulan masa terbimbing akhirnya para calon guru diberikan hak untuk mengajar di depan kelas tanpa pengawasan guru pamong dari belakang. Gembira?? Pasti. Akhirnya kita bebas berekspresi. Hmmm, tidak hanya itu. Kita juga punya kesempatan untuk melakukan sesuatu ‘sekehendak’ kita. Masa terbimbing yang telah berjalan  diharapkan mampu menghasilkan calon guru yang kompeten dan layak untuk mengajar di depan kelas.

Seperti apa kita menganggapi ini??
Sebetulnya ada hal penting yag harus kita perhatikan di sini. Mengajar di depan kelas tanpa ada bimbingan dari guru pamong merupakan satu tantangan besar bagi kita. Artinya da tanggung jawab besar yang kita emban yang lebih besar dari yang sebelumnya.

Bayangkan, selama ini ketika kita mengajar dan ada kesalahan dalam materi atau cara penyampaian kita, tentu saja ada bimbinngan dan arahan langsung dari guru pamong. Namun saat ini? Tidak. Kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan itu semua. Kesalahan materi yang kita sampaikan akan menjadi kesalahan besar kita. Ia akan menjadi pertanggungjawaban yang besar di hadapan siswa, guru, dan Allah tentunya.

What’ next???
Keadaan ini patut menjadi suatu keyukuran bagi kita. Artinya kita sudah diberi kepercayaan untuk membimbing siswa dari awal pelajran hingga akhir. Menjadi sosok yang amanah dan bertanggungjawab tentu saja sangat diperlukan di masa ini. Materi ajar, teknik mengajar, serta sikap kita adalah hal yang harus menjadi perhatian khusus. Tentu erlu ada perbedaan antara antara ketika kita masih terbimbing dengan masa ini. Kerja keras yang kita tunjukkan dalam masa ini akan membentuk kita menjadi guru yang professional nantinya. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman baik akan pentingnya masa ini.
Mari pergunakan masa ini dengan maksimal! Sukses… (03/10san)

Sep 28, 2011

Bermanfaat dan Belajar: PPLT UNIMED 2011

Sudah hampir 2 bulan pelaksanaan PPLT UNIMED 2011. Setidaknya, para calon guru sudah mampu beradaptasi di lingkungan baru serta memiliki bekal untuk bisa bekerja dengan baik di tempat masing- masing.
Sedikit menoleh ke belakang, hal apa sebenarnya yang paling penting dari pelaksanaan kegiatan ini? Apakah hanya ingin menuntaskan mata kuliah PPL ? tentu ada hal lain yang perlu dipahami oleh kita selain memenuhi tersebut. Setidaknya ada 2 hal penting  yang haris kita ketahui.


1.       Aspek Kebermanfaatan
“Sebaik- baik kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

Hadist itu tampaknya semakin memotivasi kita untuk lebih banyak berbuat kebaikan bagi orang lain. Betapa tidak, di lingkungan yang baru ini kita diminta untuk bisa berbuat sesuatu yang pastinya ia dapat membuat orang lain senang bekerjasama dengan kita. Menjadi seorang guru adalah tugas yang mulia, demikian yang kudengarkan dari guru SD ku dulu yang tidak alain adalah ibuku. Dan hari ini, kita yang sedang menjalankan amanah ini diharapkan mampu memberi yang terbaik walaupun kita tidak mendapat imbalan apapun.

Ada sebuah petikan bijak yang mengatakan, jika kita menanam rumput maka kita ahanya akan memanen rumput. Namun jika kita menanam padi maka kita juga akan memanen rumput. Demikian juga kita. Ketika mampu memberikan yang terbaik untuk siswa- siswi kita, maka mereka akan memberi respon positif. Bahkan pastinya akan ada banyak kebaikan lainnya yang akan kita peroleh. Dalam hal ini kita layaknya menanam padi yang tidak hanya memanen padi tapi juga hal lain yang bermanfaat. Hal yang lebih penting lagi, ketika keikhlasan menemani tentu akan ada ganjaran yang lebih besar lagi dari Yang Maha Kaya, Allah azza wa jalla.
So, what’s you are waiting for?? Let’s contribute guys…


2.       Aspek pembelajaran
Akan banyak pelajaran yang akan kita peroleh dari setiap kegiatan yang kita lakukan. Pelajaran itu tidak hanya sesuatu yang tersurat, namun juga tersirat. Seringkali setiap orang mendapat pelajaran yang berbeda dari satu kegiatan yang dilaksanakan bersama- sama. Dalam hal ini kita berbicara tentang kegiatan yang kita lakukan di lokasi PPLT.
Misalnya di sekolah. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini pastinya menyisakan berbagai kenangan dan pelajaran. Mulai dari kegiatan pagi hari sampai pada les terakhir. Dari kegiatan yang berhubungan dengan belajar mengajar, juga dengan kegiatan lainnya.

Bagi mereka yang  cerdas dalam memaknai sesuatu, pastilah akan banyak pelajran yang diperolehnya. Sebaliknya jika seseorang kurang mampu memaknainya, akan sangat sedikit ilmu yang akan diperolehnya. Seyogyanya kita cerdas dalam memaknai segala sesuatu, termasuk dalam hal ini. Kemampuan kita menemukan sesuatau yang belum pernah kita miliki tentu saja menjadi hal yang sangat berguna nantinya untuk masa depan kita.

Over all, setiap kegiatan yang kita lakukan hendaknya mencakup kedua hal tersebut. Manfaat yang besar dirasakan oleh orang lain atas keberadaan kita, juga pembelajaran yang kita rasakan. Kedua hal ini bisa menjadi tolak ukur berhasil tidaknya kita dalam kegiatan yang kita lakukan. Semoga bermanfaat. Selamat ber- PPLT ria… (28/09san)

Jul 18, 2011

PPLT UNIMED 2011: Let's Start This Game

Harga cabe turun menjadi Rp 6000/ kg, sementara kacang hijau naik menjadi Rp 18.000/ kg, dan sayur2an? Alhamdulillah normal.. Ya, itu seputar harga bahan pokok hari ini. Hmm, lupakan saja itu. Toh tidak dapat diganggu- gugat, hanya bisa menerima dengan senang hati hingga masakan terasa lezaaaat. (Harga bahan2 makanan jangan disebutkan ketika makan, bakalan gak selera jadinya, he)

PPLT UNIMED 2011: Let's Start This Game. Well, again and again this is about you and I, whoever think about PPLT Unimed 2011. Alhamdulillah, setelah beberapa kali kesabaran kita diuji kini saatnya kita memetik hasilnya. Hmm.. Ya, pengumuman lokasi PPLT sudah dipublish. Pengumuman yang awalnya dikatakan via online, akhirnya dibuka juga via offline tepatnya di halaman lokasi UPPL Unimed.

Ratusan mahasiswa memadati lokasi pengumuman yang ditempel di papan pengumuman. Terik matahari seolah tidak digubris demi sebuah kepaastian masa depan (ahhh, lebay yang ini). Teringat ketika membayangkan Fikri, Said, dkk di novel "Negeri 5 Menara" saat melihat pengumuman kelulusan imtihan akhir. Wajar, yang pendek selalu sedikit tersingkirkan. Syukur lah tidak ada keributan yang terjadi mengingat kita adalah mahasiswa yang profesional. (Calon guru, gak lah mungkin berbuat keributan, betul???)

Beberapa mahasiswa tampak gembira ketika mengetahui dia 'lulus' di pilihan pertama. Dan yang saya perhatikan memang kebanyakan ditempatkan pada pilihan pertama. Hmm, dan ada juga beberapa yang kebingungan lokasi tempatnya.
"SMA **** dimana?"
"Waaah, temen saya yang mana ini? Gak ada yang kenal."
"Whats?? Masa' gue sendiri jurusan  ****?"
" Aw aw aw, sama pula sama si ****."
"Woi, woi ada yang mau tukar gak?" (sambil sibuk menelponn)
"Hahay, kembali lagi ke skul gue. Aman deh nilainya." (are you sure?)
"Huuuh, namaku mana ini?" (kasian kasian)
"Alhamadulillah ya Rabb, ketemu juga nama gue****." (Hmmm, ini ni. pande bersyukur)
"Eheiii, ente dimana ****?"  (teriak teriak aja ya)

Ya ya ya, itu beberapa komentar dan celotehan  teman2 yang sempat saya dengarkan ditengah kerumunan para mahasiswa di bawah sinar matahari.
Let's Start This Game.  Hmmm, game?? Maaf jika diksinya salah. Tapi yang pasti, kalo menurut saya pilihan kata ini cukup sesuai. Kita kan cukup serius nih kalo main games, konsentrasi penuuuuh. Nah gitu juga di PPLT ini. Kita kerahkan seluruh tenaga kita untuk melakukan yang terbaik di sini. ya, untuk hasil yang terbaik. Game lebih tepat daripada kata war.  (he, tentu saja).

Game ini akan kita awali dengan  sebuah niat yang baik dan persiapan yang matang. Persiapannya bisa dilihat di sini. Ada satu kekuatan yang akan kita dapatkan ketika di awal kita sudah dalam keadaan baik dan siap. Untuk selanjutnya, yuk jalin komunikasi yang baik dengan teman2 satu tim kita. Hmm, 3 bulan gan! Tentunya kita berharap bisa menjalani haari2 itu dengan baik.

Attention, please:
Pembekalan Pra PPLT
*Wednesday, July 21, 2011
*white- blak uniform + almamater.
*at 8 o'clock, in Serbaguna
*having a sit with your friend in the same group location

Pemberangkatan PPLT
*Thursday, July 22, 2011
*at 8 o'clock in Serbaguna

NB: Be on time

That'a all, let's start this game. Hopefully we can win. Go go go! (18/07san)

*mulai sibuk nyari2 silabus, kumpulkan RPP yang pernah dibuat. yuk mari

Jul 12, 2011

PPLT UNIMED 2011: Menurut Kamu?

Bismillahirrohmanirrohiim..
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah dikasi kesempatan ngepost lagi. Beberapa hari ini sibuk persiapan PPLT. Mulai dari minta izin ortu, sampe persiapan sekecil- kecilnya. Hmm, kalaupun katanya biasanya 'gubrak' tapi tuk yang satu ini kita usahakan se-rapi mungkin. (ehmmm). Bersyukur d kasi kesadaran, kalo gak sadar2 cmana pula itu?

Yups, let's talk about our topic. Masih seputar PPLT UNIMED 2011. For u who are not comfort for this info, i'm sorry to say that I have to publish this. (Masa depan kami euy). Just enjoy it, Ok.

Hmm, hari ini semakin banyak yang terlihat kesal, setelah sebelumya juga sudah terpancing kesal. 12 Juli 2011 merupakan hari pengumuman lokasi PPLT seperti yang sudah diberitakan sebelumnya. Lagi dan lagi, manusia hanya berencana kawan, dan keputusan tetaplah ada pada Sang Khalik. (Ahh, pasti sudah pada tau semua ttg yang ini).Pengumuman belum dapat dipublish. Belum siap kali dari Tim UPPL, atawa malah kita sendiri yang ternyata belum siap untuk menerima kenyataan (ohh, dramatis). So, tetap positive thnking aja atau dalam bahasa kerennya husnudzon. Baik untuk terapi hati kita, dan membuat petugas nyaman untuk bekerja. Yah, semua berawal dari permulaan yang baik. Minimal inisebagai ajang latihan kesabaran kita sebelum dihadapkan pada berbagai persoalan di PPLT nantinya. No sigh at all :) .
So, buat kita yang mau PPLT 2011, pengumuman penempatan itu bisa dilihat di internet pada tanggal 18 Juli 2011 di alamat www.uppl.unimed.ac.id (maaf g bisa diaktifkan tuk mengarah ke link tsb). Siap- siap aja ya kawan!

Next,sebenarnya ane bukan mau cerita tentang itu. Seperti judul tulisan ini, ya isinya juga harus nyambung dong. Ya ya ya, PPLT UNIMED 2011: Menurut Kamu?

Program Pengalaman Lapangan Terpadu (PPLT) merupakan satu dari sekian banyak bentuk perhatian pemerintah untuk kemajuan pendidikan di tanah air. Program ini sudah berjalan sekian lama dan tentunya selalu ada beberapa perubahan yang harapannya menjadikan kegiatan ini lebih bermutu dan sesuai dengan esensinya. Keberadaan PPLT tentunya menjadi satu hal sedikit banyaknya mamapu menjadi tolak ukur kualifikasi seorang mahasiswa untuk menjadi guru.
PPLT merupakan bagian dari perkuliahan yang dilakukan dalam bentuk pmebelajran teoritik selama 6 semester dan kemudian dilanjutkan dengan praktek di lapangan (sekolah). Berbicara tentang PPLT UNIMED, pelaksanaannya didasarkan pada Surat Rektor Unimed No: 00145/J39/ PP/ 2002 tanggal 30 Januari 2002. (wewh, pas ultah ane tu. catet yaa:). Dengan adanya Surat Rektor tersebut, maka PPLT merupakan perpaduan dua jenis kegiatan, yaitu PPL Keguruan dan Kuliah Kerja Nyata. Artinya, teman2 yang mengikuti PPLT akan dinila dari kedua kegiatan tersebut: kinerja di sekolah serta kontribusi di masyarakat. Tuk lebih lengkapnya, teman2 baca deh di buku Petunjuk PPLT 2011. Mulai sekarang kudu dipelajarin tuh :).
Kemudian, gimana sih tanggapan teman2 yang akan berangkat? Pengen tau dong, Yuk kita simak.
"Kalo aku pribadi sih seneng banget, cz stelah ini aku udaha bisa langsung skripsi-an trus cepet2 wisuda deh" (ngebet pake kebaya si kawan:))
"Terus terang aku tuh hobi banget ngajar. Jadi tuk PPLT ini, pasti siap lah. Cuma satu yang aku sedikit berat, kenapa mesti di daerah2 ya? Kalo di Medan kan aku bisa tetep ngajar n penghasilan lancar terusss:)" (ekonomis banget. cocok jadi IRT, he)
"Alhamdulillah gue senang sangat.Artinya gue dikasi kesempatan untuk aplikasiin ilmu yang udah gue dapet. Trus gue juga bakalan berhubugan dengan dunia yang baru, bner2 menyenangkan." (keren, ini nih yang selalu bersyukur)
"Saatnya berdakwah di ranah baru!" (hmm, anak LDK keknya ni. Ya ya ya, go ekspansi :))
"Hmm, PPLT= ngajar. Antara senang dan tidak. Senang karena gak ada makul di kampus, gak senang karna aku tuh paling ga suka ngajar. apalagi ntar harus pake rok segala, ribet ahhh"(sedikit feminim lah kawan)
"Semangat! banyak yang bisa dijahilin" (aahh, gak bener lagi ni niatnya)
"PPLT? Sumpah, aku mending disuruh hadir tiap ari ke kampus daripada harus dibebankan dengan setumpuk RPP, Tugas dari Pamong, belum lagi ngadapin anak2nya nanti. Oh, no" (kasian kali yang ini ya, andai aku bisa menggantikan posisimu, hahay)

Itu hanya sedikit dari pendapat teman2 ttg PPLT. Apapun, seperti yang saya sebutkan di sini, kita baiknya tetap berpikir positif mencintai profesi kita. Kalau ini bisa kita jalankan, Insya Allah everythng's gonna be OK.
Tidak banyak2, karena sudah larut malam :)
PPLT UNIMED 2011 kita sambut dengan senyum terndah kita.(itu pun kalo ada, he)
Semoga bermanfaat.(12/07san)

 
Baca Juga:
Langganan
Get It