September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Showing posts with label UKMI Ar Rahman. Show all posts
Showing posts with label UKMI Ar Rahman. Show all posts

Oct 6, 2012

rumah kedua (sesuatu)

pernah saya serasa dihadapkan pada sesuatu yang menurut saya tidak sanggup untuk menghadapinya lalu saya tunduk seraya mundur sambil angkat tangan menjauh dari sesuatu itu berharap besar bahwa seseorang akan menggantikan saya mengambil sesuatu itu. namun akhirnya tak seorangpun yang merelakan dirinya menerima sesuatu itu walaupun ganjaran yang diberikan sangat besar. pelan- pelan saya terima sesuatu itu sambil menghadirkan hati yang sabar, ikhlas, senyum, ceria, dan cengar- cengir. saya mendeklarasikan bahwa sesuatu itu pastilah sudah disesuaikan dengan kapasitas kita. 

lalu saya melihat apa yang selanjutnya terjadi pada diri saya dan teman- teman yang memiliki nasib yang tidak jauh berbeda dengan saya namun pastinya ada perbedaannya. saya dengan senang hati menjalankan kewajiban saya disertai dengan garuk- garuk kepala yang menandakan saya tidak ahli dan cerah menyelesaikannya. sambil sesekali saya melihat tanggal di kalender haji yang merupakan souvenir dari lembaga manasik haji bunda saya. alhamdulillah beliau dan ayah sudah menjalankan ibadah haji dengan perjuangan yang tak terkisahkan di sini. ya, karena memang tulisan ini bukan untuk mengisahkan tentang hal itu. haaaaaaah.

di paragraf sebelumnya tentang kalender yang sering saya perhatikan. mata saya tertuju pada angka 7 dan 8, atau 14 dan 15, atau tanggal berapapun itu yang tepat di hari sabtu dan ahad. jangan heran jika saya yang bisa dikatakan mahasiswa yang rajin dan gemar belajar di kampus, namun saya lebih sering memikirkan kedua hari itu dibandingkan hari- hari aktif kuliah. maka jadilah saya seperti dikejar- kejar sesuatu jika kedua hari itu sudah di depan alis mata. selalu saja ada program besar di sana, ya masih terkait sesuatu tadi yang saya jelaskan di paragraf pertama. jadilah saya orang yang paling ramah dan baik hati untuk menghubungi teman- teman, adik- adik, dan kakak- kakak menanyakan kabar mereka dan sekaligus promosi acara- acara yang bakal kami suguhkan untuk mereka di kedua hari itu. saya yang sebenarnya tidak begitu lihai berbasa- basi, karena menurut saya itu gak gue banget, namun mau tidak mau saya harus mau. menyangkut masa depan umat bung! haaaaaaaah.

menurut saya, dari kotak hati yang paling dalam, sesuatu itu bakal dipertanggungjawabkan. kalau tidak paham akan hal ini tentu saya akan lebih memilih untuk nongkrong diri di bawah pohon sawo tetangga sambil bercerita dengan sang nenek yang begitu perhatian. namun ada dorongan kuat yang membuat saya tidak ingin bersenang- senang di saat umat membutuhkan. haaaaaaaah, lagi lagi saya serasa ingin menghibur diri. maaf. 

untuk menjalankan sesuatu itu saya benar- benar harus menguasai perasaan dan memanajemen gesekan- gesakan hati yang mudah saja menjelma dalam berbagai bentuk dan saat- saat yang tak menentu. saya jujur sekali tidak bisa menghindari konflik- konflik dalam jejak langkah menyelesaikan sesuatu itu. saya terus saja melangkah karena bisa jadi puncak itu sudah semakin dekat. dan ketika saya nikmati perjalanan menjalankan sesuatu itu, ternyata indah sekali. saya semakin memahami diri sendiri, orang lain dan sekitarnya. saya semakin sadar diri akan kekurangan dan keterbatasan diri. tapi saya juga semakin menemukan potensi dan kelebihan diri yang bisa diandalkan untuk kemaslahatan umat, haaaaah lagi- lagi saya minta maaf. saya memang ingin sedikit membiasakan diri mengenal diri dan melejitkan potensi hingga manfaat itu bisa saya berikan sebesar- besarnya.

terselip harapan dalam diam bahwa saya harus mampu menjalankan sesuatu itu dengan baik hingga berakhir dan diberikan kepada orang yang lebih baik di generasi berikutnya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS Al-Anfaal 27).
saat dia berkata, berat
061012/san


Aug 7, 2012

Rumah Kedua (Edisi Robithoh)



Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati kami ini telah berkumpul karena cinta kepada-Mu, bertemu karena taat kepada-Mu, bersatu karena dakwah-Mu, dan saling mengikat janji untuk membela syariat-Mu. Karena itu, kuatkanlah ikatan kesatuannya, kekalkanlah kecintaanya, tunjukilah jalannya, penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup. Lapangkanlah dadanya dengan pancaran iman kepada-Mu dan tawakal yang baik kepada-Mu. Hidupkanlah ia dengan mengenal-Mu dan matikanlah dengan meraih syahadah di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan penolong. (Do’a Robithoh)

Kawan, jika kamu tak nyaman di sampingku, sebenarnya ada yang salah di antara kita. Siapa yang salah? Bisa aku atau kamu, tapi terlebih sering aku yang salah. Imanku compang-camping, imanku berantakan, imanku tak terawat, imanku terbengkalai. Jadi kawan, seharusnya dirikulah yang meminta maaf kepadamu, bukan sebaliknya. Aku minta maaf atas ketidaknyamanan yang kubuat. Akulah, manusia dengan iman yang compang-camping.  (Salim A Fillah, “Dalam Dekapan Ukhuwah”)

Rabb,  sungguh Engkau pembolak- balik hati. Kumohon dengan sangat, jangan biarkan kekerasan hati ini, saat iman ini melemah, aku bangga. Lalu aku dengan tenangnya tampil di depan saudaraku dirumah ini tanpa merasa bersalah sedikitpun. Do’a Robithoh yang tiap hari kami bacakan semoga tidak hanya sebatas rutinitas.

Rabb, di bulan Ramadhan ini kumohon kelembutan hati. Aku tidak ingin satupun saudaraku yang terluka karena kesalahan iman ini, karena kekosongan tilawahku, keterlambatan shalatku, kehilangan sujud- sujud tahajudku, kesalahan niatku, bahkan karena ketidakpatuhanku pada peraturan di rumah ini. Sungguh tak terhingga dosaku, ketika ternyata saudaraku banyak berkorban untukku, termasuk perasaan! Malu kepada- Mu, yang telah menitipkan saudara padaku namun aku tidak bisa menjaganya. Menjaga hatinya agar tak terluka akibat ke-ego-anku.
Rabb, ingatkan aku. Jangan biarkan aku semakin menjauh dari- Mu.

Semoga hadirku di sini memberi ketenangan.

(si 'aku' bisa siapa saja)

Aug 4, 2012

Rumah Kedua (Edisi Interaksi)




Benar, ada peraturan di rumah ini yang membuat kami lebih terjaga.

Semakin hari semakin besar rasa cintaku pada rumah ini, pun kepada semua penghuninya. Rasa cinta yang didasari oleh kenikmatan beribadah bersama, saling menasihati satu sama lain, hingga kebiasaan- kebiasaan di rumah ini terbawa dalam keseharianku baik dalam keadaan ramai ataupun sendiri. Yaaahh, walau kata mereka jangan pikirkan apa yang sudah diberi rumah ini padamu tapi apa yang sudah kau berikan untuk rumah ini. Satu hal, rasanya aku masih lebih banyak menerima daripada memberi. Maap maap.

Kalau di RumahKedua dijelaskan gimana aku bisa get trapped namun malah bersyukur karena tempat ini sangat indah, maka disini akan sedikit kujelaskan tentang interaksi kami dalam rumah ini. Culture schock? Haaah, bisa jadi semacam itu. Mmmh, setelah dipikir- pikir ini juga termasuk faktor pendukung hingga kami masih bisa terus terjaga. Bayangin aja, kalo kami syura’/ rapat itu pake hijab/ pembatas segala. Wah, belum lagi suara temen- temen akhwat yang lumayan sayup- sayup ditambah dengan desingan peluru, eh kendaraan yang silih berganti sedikit merusak konsentrasi kami. Tapi tampaknya gak ada yang peduli, pun kakak/ abang itu. Syura’ lanjut terussssssssss. Tampaknya mereka sudah sepaham. Wah, aku yang gak ngerti- ngerti ya memilih diem daripada semakin memperkeruh suasana yang sudah keruh duluan.

Gak cuma di syura’, ikhwan- akhwat ini juga sangat menjaga baik ketika di depan mading, di jurusan, atau berpapasan di tengah jalan. Yaah, aku sih dulunya risih banget sama yang begituan. Biasa aja kale.. haaah, Tapi itu mah dulu. Sekarang aku udah ngerti kenapa mereka begitu dan aku pun perlahan mengikut.. asyik rupanya.

Aku kemudian menemukan satu peraturan lagi di rumah ini. Ini yang jadi inti tulisan ini. Ya, ada aturan dalam interaksi setiap penghuni rumah. Entah darimana datangnya, gak ada tertulis di AD/ ART yang waktu Musyar kemarin sempat kebaca bentar, gak ada ditempel di base camp, dan gak ada acara khusus sosialisasi peraturan itu. Jadi darimana??? Huaaaaaaaa… Akupun dapatnya dari teman dekat yang kebetulan dia dekat sama atasan.

Dan ini sudah kami aplikasikan bersama, dan Alhamdulillah ada perbaikan dalam diri kami. Ya kami, termasuk aku. Kami yang dahulunya di atas jam 10 malam masih melanjutkan pembahasan progja dengan antara ikhwan- akhwat (maklum saking muncak2nya semangat), sekarang tak lagi. Kami yang dahulu di atas jam 9 malam masih asyik berkutat di depan laptop ditemani oleh temen- temen di facebook, lalu saling komen2an antar ikhwan- akhwat, eh Alhamdulillah sekarang gak lagi. Kami yang dahulunya jam 10 malam masih keluyuran gak jelas, Alhamdulillah sekarang sudah duduk manis dengan keluarga (yang ngekost ya sama temen kostnya). Yaah, luarbiasa kan? Ini juga yang membuatku betah tinggal di rumah ini. Banyak perubahan dalam diriku yang buat emakku juga senyum- senyum melihatku. Seneng deh.

Lantas, apa sebenarnya bunyi peraturan itu? Kurang lebih begini,
Interaksi ikhwan akhwat:
Bertemu dan komunikasi  langsung dibatasi sampai jam 6 sore, komunikasi via sms/ telp/ ym/ termasuk jejaring sosial lainnya sampai jam 9 malam.  
Yaah, gak kaku juga dong. Kalo misalnya ada keperluan mendadak ya tidak apa- apa. Asalkan dibicarakan dulu sama pihak yang berwajib.


Mmmh, kalo coba ditelisik, kenapa mesti gitu kali ya? Aku ya termasuk orang yang protes di awalnya. Secara aku kan orangnya dari pagi sampe sore sibuk, trus sampe rumah udah capek, istirahat dan tengah malam baru bangun. Makanya aku hanya punya waktu malam untuk balas komen2 temen- temen di facebook, termasuk komen penghuni rumah yang ikhwan.

Lalu dijelaskanlah sama kakak/abang itu. Bla bla bla…….. Huaaaaaaaaaa, syaitan lebih gencar dan mudah menggoda kita di malam hari. Ok, ok. Paham- paham.

Alhamdulillah, ini direspon baik sama orang- orang di rumah ini. Walau tak jarang ada yang ngasi- ngasi umpan juga di tengah malam via status fb atau share informasi. Ini nih kesukaanku. Ngasi umpan kan gak salah, yang salah tu ikan yang makan umpannya. Haaah.. Tapi untuk ngasi komentar dan sebar sesuatu di wall non- mahram insya Allah terus dijaga untuk tidak sampai terjadi.
 
Hei, gimana dengan status, komentar, serta bisnis- bisnis lain di jejaring sosial itu yang gak bermanfaat sama sekali? Bahkan sampai lebay gitu? Waah, ternyata diatur juga di rumah ini. Yaah, secara kita kan mahasiswa muslim yang cerdas dan sholeh, pastinya tiap apapun yang kita laksanakan udah dipikirkan terlebih dahulu kebaikan dan keburukannya.

Aku terus belajar dari orang- orang 'hebat' di rumah ini. Aku sangat menghindarkan kata ‘sesepuh’ karena bagiku konotasinya kurang baik. Kalau dilihat- lihat, kami jauh berbeda dari mereka. Mulai dari militansi (kata ini maknanya sangat dahsyat. Monggo nanya om Google artinya. Aku aja baru dapat kosakata ini setelah lama menjadi penghuni rumah ini), hingga ukhuwah.
Yaah, kata mereka sih ukhuwah yang sudah kuceritakan sebelumnya di Rumah Kedua belum seberapa dibandingkan dengan aplikasi pemahaman ukhuwah diantara mereka dahulu ketika tinggal di rumah ini.
Baiklah. Edisi Interaksi dirasa cukup. Bersiap menyambut edisi berikutnya.
 Semoga Allah memberi keistiqomahan pada kita dalam menjalankan apa- apa yang BAIK dengan BENAR.

(si 'aku' bisa siapa saja)



  

Jul 31, 2012

Rumah Kedua





Jika  mereka bilang ada rumah kedua, maka UKMI Ar- Rahman adalah rumah keduaku

UKMI Ar- Rahman menerimaku apa adanya. Ya, tidak berlebihan. Saat aku belum bisa membuat surat, aku tidak langsung dipecat sebagai panitia sie Adm. Kesek. Pun ketika LPJ kepanitiaan perdanaku hancur berkeping- keping Aku dibimbing hingga aku mampu dan memutuskan bahwa indahnya ukhuwah yang ada di rumah ini. Hangat dan bersahabat.

Hingga suatu saat aku diberi amanah untuk mendesain sebuah spanduk, apaan? Aku yang tidak punya track record yang baik di bidang ini malah diminta untuk mendesain. Parahnya, ini adalah desain pertamaku dan untuk acara besar. Kebayang kan gimana? Aku sibuk mencari kakak/ abang yang bisa membantuku. Satu hal yang luarbiasa dariku saat itu (hehe), aku ingin kasih karya terbaikku. Ke sana kemari hingga aku bertemu dengan kakak/ abang yang t-o-p banget di sana. Haah, indah sekali. Baru ini kudapati sosok penyabar yang mau membimbingku. Dia? Dibilang saudara sekampung, gak. Teman baik kakakku, juga tidak. Anak kenalan ortuku, ah jauh sekali. Mmmh, kenalan lama? Wah, aku baru saja dapatkan no HP nya dari murobbi ku malam lalu. Tapi sampai begini dia melayaniku aku? Dengan setia mengajariku yang tidak ikut TK hingga kurang lihai bermain dengan warna. Subhanallah, aku baru tau ini yang namanya ukhuwah. Eh, bukan nama kakak itu si ukhuwah. Tapi ikatan ini.

Dan terakhir, aku kembali diuji untuk mengumpulkan dana. Wah, lagi- lagi track record ku buruk untuk yang satu ini. Manajemen uangku yang tak seberapa juga masih kewalahan. Si kakak ini apaan sih? Kayaknya pengen acaranya defisit ini. Haaaah… tak habis- habis aku menggerutu. 25 juta rupiah, wah darimana kami mencari dana ini? Kasak- kusuk, memberanikan diri presentasi acara di depan sang dosen, anggota DPRD, sampai nyaris ke gubernur. Haah, public speaking ku hancur kali.

Eh, si Farhan kan sie Acara? Kenapa dia juga sibuk- sibuk jualin donat dan kue- kue kami dari sie Dana? Subhanallah, aku kembali terkagum- kagum dengan yang namanya ‘ukhuwah’. Memang aku pernah merasakan hal seperti ini waktu di SMA ini, namun aku tidak tahu mendefinisikannya. Ternyata ukhuwah, indah sekali. Beda! Kalau aku di SMA dulu, mereka yang membantu karena ingin mendapat perhatin guru agama trus dapat nilai bagus. Lha kalau di sini? Perhatian siapa yang mau dicari? Gak dilirik atuh sama dosen agama! Kakak/ abang kelas? Rasanya gak ada gunanya, toh mereka gak akan ngasih sedikit penghasilan mereka. Perhatian siapa? Yep, siapa lagi kalau bukan perhatian Allah. Bukankah Allah cinta sama muslim yang mencintainya saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri? Kita gak mau dong saudara kita lelah sendiri. Subhanallah, indah sekali rumah ini.

Lalu aku menjadi pengurus di rumah ini. Gak tanggung- tanggung. Aku jadi koordinator. Atau kalau bisa dibilang kepala rumah tangga. Yang pasti aku gak pernah berharap ini pernah kupegang, gak pernah bermimpi ini bakal jadi cerita untuk anak cucuku kelak. 

Ini rumahku.
Aku harus bisa menjaganya agar tetap bersih dan nyaman untuk dihuni. Aku tak ingin satupun penghuni rumah merasa tidak diperhatikan dan tidak dirasakan keberadaannya. Aku bersyukur karena mereka semua baik, ramah, dan cerdas. Satu hal, ibadah mereka lho! Gak kenal waktu dan tempat, mereka terus meningkatkan ibadahnya. Bayangin aja waktu kami naik gunung dan ada istirahat sebentar, Al Qur’an menjadi penetrasi nafas mereka yang tersengal- sengal. Subhanallah, aku mau tidak mau juga mengeluarkan Al Qur’an miniku dengan hati- hati. Ya, barang- barang dalam tas ranselku berantakan akibat ini pendakian perdanaku hingga aku harus membawa banyak sekali perlengkapan dan serasa sibuk sendiri mengurusinya. Haaah, sudahlah. 

Gak hanya itu, siap shalat kami biasakan untuk tilawah. Hingga masjid kampus itu seolah menjadi base camp  kami yang dihiasi dengan lantunan ayat suci Al Qur’an. Yah, walau pun kuakui suara kami gak sebagus si kawan yang udah ikut MTQ nasional, namun kami sedikit banyaknya benar tajwidnya. Aku pertama kali bergabung sama mereka merasa ini bukan kampus negeri seperti kebanyakan. Ini seolah pesantren kalau  waktu shalat telah tiba.

Ini rumah keduaku.
Ada banyak agenda yang harus kami selesaikan dalam satu periode kepengurusan. Hebat sekali saudara- sauadaku yang lebih sering kusebut dengan panggilan akhi/ ukhti. Mereka bisa memanajeman waktunya dengan padatnya agenda yang harus mereka selesaikan. Agenda dakwah bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk bisa berprestasi, aku juga tentunya. IP mereka  masih bisa dibilang bagus dan  keaktifan di kelas juga masih bisa dibanggakan. Ikhwan dan akhwat itu memang luarbiasa. 

Lalu, apa lagi tentang penghuni rumahku?
Mereka semaksimal mungkin untuk tidak membicarakan hal- hal yag sia- sia. Jika ada yang bermasalah diantara kami, misalnya ada kabar angin yang tak jelas sumber dan informasinya, mereka upayakan untuk tidak menyebarnya. Tabayyun kata mereka. Ya, tabayyun hingga tidak ada yang merasa terzhalimi. Jauh berbeda dengan penghuni rumahku yang lama. Mereka seneng banget tuh kalau ada saudaranya yang agak lain dikit, trus seantero dunia tau akan hal itu.

Ini rumah keduaku
Apa yang membuat kami betah dan berlama- lama di sini? Bahkan saat libur tiba, kami tidak sepenuhnya bergembira seperti teman- teman tetangga kami. Ya, kami bersedih. Berpisah dengan saudara yang menginginkan saudaranya lebih baik setiap hari hingga hari demi hari adalah proses yang terus mendewasakan kami. Kami bisa bertahan di sini, tidak lain karena kekuatan hati. Bersyukur atas keimanan yang dikaruniakan Allah pada kami hingga kami benar- benar merasakan keluarga ini adalah keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Aku bahkan belum mampu membayangkan gimana nanti ketika aku sudah selesai kuliah, akankah kutemukan keluarga yang sehangat ini? Semoga.

Semoga kita selalu berupaya menjaga Allah hingga Allah akan menjaga kita dengan penjagaan yang tak satupun zat di dunia ini mampu menandingi penjagaanNya.

*Salam ukhuwah kepada keluarga besar UKMI Ar- Rahman UNIMED. Hangat dan bersahabat.

(si aku bisa siapa saja)

Jul 16, 2012

Apa??? (Edisi Refleksi)




Apa?
Kau lebih memilih bincang- bincang di bawah pohon rindang, daripada melahap Sirah Nabawiyah?

Apa?
Kau lebih senang memutar lagu- lagu nasyid daripada murattal saat mengetik laporan dan tugas akhirmu

Apa?
Kau bahkan lebih memilih untuk jajan dan menghabiskan uangmu untuk kesenangan sesaat daripada membeli buku

Apa?
Kau bangga menceritakan kisah cinta para idolamu di televisi namun kau buta hingga malu dengan kisah heroik para sahabat/ iyah?

Apa?
Kau pun lebih senang menulis status yang kontroversial daripada berbagi ilmu yang bermanfaat.

Apa?
Kau tampak benar- benar menjaga jarak dengan non mahram ketika di dunia nyata, lha di dunia maya? Kau tampak senang dan berbangga dengan gurauan- gurauan yang tidak bermanfaat.

Apa? Katanya kau aktivis dakwah, tapi yang kau pikirkan hanya dirimu sendiri. Lha saudara yang di Palestina, Bosnia, dan bumi Islam lainnya?

Apa? Kau ngakunya kader dakwah, eh tapi jarang sekali sedekah. Lha, tiap hari mejeng di kantin kampus.

Apa?
Kau bangga dengan tilawahmu yang mencapai 1 juz/ hari? Lha mereka? Pemuda di negeri sana berkali- kali lipat dari apa yang kau lakukan.

Apa?
Kau pun merasa pantas berceloteh ria dengan tahajudmu yang rutin?

Apa?
Apa?
Tidak apa- apa
Kau hanya perlu intropeksi diri. Sebab kau, adalah diriku.

IMSS 2012-FSLDKN XVI




Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ^_<

Alhamdulillah, I’m back. Yeah…
Akhir- akhir ini sedikit disibukkan dengan  berbagai agenda yang cukup menyita perhatian hingga laman ini sedikit  terlupakan (bukan lupa sih, cuma kurang menjadi prioritas). Begitu juga dengan keuangan yang semakin sering mengingatkan untuk terus diperhatikan. Ya, semester akhir right now.
Ok, next? Apa yang mau kita bahas?

Ya ya ya. Pertama, semoga semuanya dalam keadaan baik. 
Kedua, semoga tidak bosan- bosan mengunjungi blog yang tak seberapa ini. 
Ketiga, semoga semuanya semangat dalam menulis.

Fokus bahasan kali ini adalah seputar IMSS 2012. Sudah pada tahu kan event apa ini? Yup, pertemuan ADK se- Indonesia dan beberapa delegasi luar negeri. Wow, spektakuler pastinya. 

Dan kabar dari teman- teman niih, Sabtu, 14 Juli 2012 pukul 10.20, gegap gempita Sabuga Bandung bergemuruh dalam pembukaan INTERNATIONAL MUSLIM STUDENT SUMMIT 2012-FORUM SILATURAHIM LEMBAGA DAKWAH KAMPUS ke 16 (IMSS 2012 -FSLDKN XVI) yang dihadiri hampir 2000 Aktivis Dakwah Kampus (ADK) seluruh penjuru Sabang sampai Merauke dan ada juga dari Malaysia, Philipina, Bangladesh, Turki, Mesir, dan lain-lain.

Unimagine! (kayaknya kudu liat langsung ni baru kebayang)

Nah, gak ketinggalan. Teman- teman yang dari UKMI Ar- Rahman UNIMED juga hadir diantara ribuan ADK yang ‘menyelimuti’  Bandung. Kader- kader terbaik diutus untuk berbagi informasi dengan kader se- Indonesia, menyusun rencana strategis bagi dakwah kampus, dan pastinya mempererat ukhuwah. Kehadiran mereka semoga memberi banyak manfaat untuk kita nantinya. Daftar nama delegasi UKMI Ar- Rahman bisa dilihat di sini.

Kita tak kan pernah bisa menjadi pembelajar sejati kecuali ketika kita menyadari ketidaktahuan kita, sekaligus merasakan kebutuhan yang kuat untuk mengetahui. _Anis Matta_

Yah, kita harus banyak belajar dari mana, kapan saja, dan dimana saja. Semangat kawan!

Jun 26, 2012

Es Krim dan Kita

Es krim, waahhh. 
Penting dibaca sama semua, terkhusus yang ngaku kader UKMI Ar- Rahman UNIMED.
(ini atas nama pribadi ya, gak ada embel2 di belakang atas nama lembaga/ dept/ div/ atau apa lahhh, apalagi ketum. wedewwh)
Juga khusus untuk si  brader   . Mari kita ramekan!

Siapa yang tidak suka dengan es krim. Rasanya yang lembut dan manis membuat makanan ini sangat digemari tidak hanya oleh anak-anak melainkan juga orangtua (tapi ortu gue kayaknya kagak deh).



Es krim merupakan salah satu makanan produk susu yang mengandung vitamin dan nutrisi penting untuk tubuh. Banyak orang yang masih beranggapan dan menganggap es krim sebagai biang keladi kegemukan. Padahal kontribusi energi dan lemak dalam es krim per takaran saji sangat kecil, yaitu sekitar 10 persen dari total kebutuhan energi per hari dan 15 persen dari total kebutuhan lemak per hari.

Berikut adalah tiga kandungan nutrisi penting pada es krim yang berkontribusi mendongkrak derajat kesehatan Anda:

1. Kalsium

Kalsium banyak ditemukan dalam produk susu, seperti es krim, yang bermanfaat untuk kekuatan dan kesehatan tulang. Menurut Office of Dietary Supplements (ODS), 99 persen kalsium tubuh dapat ditemukan pada tulang dan gigi, yang digunakan untuk membantu fungsi dan struktur tubuh manusia. Ketika tubuh tidak menerima jumlah kalsium yang cukup setiap hari, maka tubuh akan mengambilnya dari bagian tubuh lain. Mengonsumsi es krim dan produk susu lainnya secara teratur dapat mengurangi risiko osteoporosis, yang terkait dengan peningkatan risiko patah tulang.

Kalsium tidak hanya baik untuk tulang dan gigi, tapi juga berperan dalam penurunan berat badan. Penelitian telah menunjukkan hubungan antara penurunan berat badan dan pencegahan kenaikan berat badan dengan asupan kalsium yang memadai setiap hari.

2. Protein
Seperti makanan produk susu pada umumnya, es krim adalah sumber utama protein, makronutrien yang penting bagi bagian tubuh seperti tulang, otot, kulit, darah, dan tulang rawan. Protein juga penting untuk memperbaiki dan membangun jaringan pada bagian-bagian tertentu dari tubuh, seperti rambut dan kuku, yang seluruhnya terbuat dari protein.

Karena protein tidak dapat disimpan dalam tubuh, penting bagi Anda untuk mendapatkan asupan makanan dan suplemen yang tinggi protein. Bila dimakan dalam jumlah sedang, es krim bisa menjadi salah satu pilihan makanan terbaik untuk mengisi pasokan protein dalam tubuh. Mereka yang berolahraga secara teratur juga dapat mengonsumsi es krim sebagai makanan ringan setelah latihan untuk membantu membangun dan pemulihan otot.

3. Vitamin


Es krim biasanya mengandung vitamin A, vitamin B2 dan vitamin B12, nutrisi mikro yang hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil tidak seperti protein. Vitamin A sangat penting bagi kesehatan kulit, metabolisme tulang dan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin A juga sangat penting untuk kesehatan retina.

Vitamin B2 dan B12 penting untuk metabolisme energi, memecah lemak, protein dan karbohidrat dalam tubuh. Penting untuk secara teratur mengganti vitamin B karena vitamin ini larut dalam air dan tidak dapat disimpan dalam tubuh.

Opppzzz, Warning :) :) :)
Salah satu yang harus selalu Anda ingat ketika mengonsumsi es krim adalah jangan mengonsumsinya secara berlebihan. Jangan lupa untuk membaca label nutrisi pada kemasan es krim, untuk meminimalkan risiko kesehatan.
(hoke lahhhh)

terimakasih tuk yang meluangkan waktu dan mengikhlaskan selembar uang dua ribuannya untuk segelas eskrim.
(eh, apa nama temapt eskrim tu?. entah apa lah).
ia akan menjadi bukti persahabatan yang takkan pernah terlupakan. (ggrrrrr)

nongkrong di bawah pohon depan mesjid kampus, bisa juga itu jadi agenda rutin. wedewwh...
hmmmm, es krim gratis kayak pembubaran psi sedeppp juga itu kalo dijalankan di pembubaran panitia tiap acara kita.

perbaikan gizi ala a-d-k.

go go go, semangat es krim!
:) :) :)

Jun 7, 2012

Istiqomah- Lah Diri!


Lingkaran kecil ini adalah base dari sebuah pergerakan. Rasakan efek luarbiasa yang diberikannya ketika ia termanage dengan baik. Raga yang bergerak tanpa ruhiyah yang kuat, rentan. Bukan hal yang mustahil, ketika tidak ada rasa kebutuhan akan sebuah lingkaran itu, seseorang akan down. Saat lingkaran itu sudah tidak lagi dirindukan, besar kemungkinan keinginan untuk meningkatkan capability akan hilang. Merasa sudah hebat hingga tidak butuh sebuah siraman rutin, pupus. Saat hati tidak lagi memberikan satu prioritas untuk agenda menuntut ilmu ini, musthail seseorang akan akan tergerak hatinya untuk kajian keilmuan yang lain. Ia akan semakin jauh dari kebiasaan membaca buku, bersilaturahmi, hingga amalan sunnah. Ia akan cenderung lebih extra protective dari sekeliling (jama’ah), atau bahkan semakin menunjukkan rasa bangganya akan kesalahan yang sama berulang kali.

Ini adalah fenomea yang sangat dikhawatirkan. Menjadi satu pertanyaan besar, dimana peran departemen kaderisasi  ketika seorang top leader pun berpaling dengan rasa bangganya?
Ya, bukan saatnya menyalahkan siapapun, toh kita akan kembali pada pemahaman bahwa Allah lah penggenggam hati- hati kita. Jadi tidak ada hak sedikit pun bagi siapapun untuk menjamin saudara yang lain tetap istiqomh. Fa idza azamta fatawakkal ‘alallah


Militansi seseorang bukan dilihat dari kerja kerasnya dalam satu event besar tanpa diimbangi dengan niat yang benar. Kekuatan ruhiyah tidak cukup hanya ketika seseorang memenuhi target2 amalan yaumiyah secara personal tanpa ada distribusi kebaikan kepada yang lain. Militansi dan kekuatan seorang ikhwah akan tampak ketika dia terus berupaya keras untuk menjaga setiap pikiran, ucapan, dan perbuatan.

Pikiran selalu positif untuk setiap keadaan. Sulit menemukan dia berada diantara orang- orang yang selalu menerka- nerka. Kata- kata yang dia keluarkan adalah hikmah, tidak menyakitkan. Perbuatannya, Subhanallah, tidak pernah berpikir apa yang akan dikatakan orang lain, namun apa yang akan Allah nilai atas perbuatannya. Orientasinya adalah semata- mata karena Allah hingga apapun yang terjadi dikembalikannya kepada Allah.  Berbagai problem yang dihadapinya tidak dengan serta merta menjadikan  ia berbalik ke belakang karena sesungguhnya ia memiliki landasan yang kuat atas apa yang dia perbuat.

Ikhwah, semakin kita bangga dengan kesalahan dengan yang kita perbuat maka secara tidak langsung kita bangga dengan menjauhnya Allah dari kita. Kesungguhan untuk memperbaiki diri menunjukkan bahwa kita ingin Allah selalu menjaga dalam setiap desah nafas. Hadirkan kembali masa- masa awal ketika kita merasa nikmat dengan hijab yang rapi, tilawah yang continue, shalat malam yang terjaga, bahkan saat di awal ketika kita belajar untuk menundukkan pandangan. Dan itu semua terangkai rapi dalam sebuah lingkaran yang kita namakan ‘halaqoh’. (08/0612san)

Beberapa minggu menuju PPLT’ 12. Adinda, istiqomah- lah!
"Maka istiqamahlah (kamu) sebagaimana yang Aku perintahkan…" (Qs. Hud: 112).




Jun 3, 2012

Pemimpin (yang Hatinya Terpimpin)



Mustahil satu jama’ah bisa bergerak tanpa ada pemimpin yang mengatur seluruh gerakannya. Non sense satu jama’ah bisa mencapai visinya tanpa ada pemimpin yang mengawasi dan mengontrol keberjalanan program kerja. Lumrah, banyak hal yang memerlukan kejelasan untuk setiap amal jama’i. Kepada siapa kita akan mengungkapkan kendala atas program yang tidak terlaksana? Kepada siapa kita menyampaikan ide- ide cemerlang kita? Arahan siapa yang akan kita laksanankan? Berangkat dari background tersebut, sebuah jama’ah membutuhkan pemimpin yang mampu mengayomi semua anggotanya.

Bezzzzzzzz…...

Dalam satu jama’ah, pemimpin diibaratkan seperti kepala bagi tubuh. Artinya, pemimpinlah yang menentukan seluruh tujuan dan disini pula tempat berkumpulnya segala macam informasi. Tugas besar pemimpin adalah memikirkan dan mengkaji setiap masalah yang dihadapi dari semua penjuru. Hingga tidak dipungkiri, keberjalanan roda dakwah sangat dipengaruhi oleh keberjalanan aktivitas yang sehat dalam diri seorang pemimpin. Hingga secara tidak langsung bisa dikatakan bahwa lambatnya perputaran roda dakwah dipengaruhi besar oleh kekurangproduktifan seorang pemimpin.

Woooow….

Nah, bagaimana dengan peran anggota?

Ada pemimpin, pasti ada yang dipimpin. Kesamaan persepsi dan visi oleh pemimpin dan anggota adalah satu hal primary dalam satu jama’ah. Cita- cita besar yang dijewantahkan lewat program kerja hendaknya memiliki sinkronisasi diantara kedua belah pihak hingga ia menjadi kekuatan besar bagi jama’ah tersebut. Anggota yang diharapkan adalah mereka yang memiliki jiwa disiplin dalam setiap gerakannya. Anggota mempunyai kewajiban memberikan nasihat kepada pemimpin ketika itu memanng dibutuhkan. Pemimpin sehebat apapun tanpa disertai oleh anggota yang bertanggungjawab atas perannya, niscaya cita- cita besar nan luhur itu tidak bisa diwujudkan.

Wahai orang-orang yang beriman ta’atlah kalian kepada Allah dan ta’atlah kalian kepada Rasul dan pemimpin di antara kalian." (An-Nisa :59)

Yupp….

Dibalik itu semua, pemimpin adalah inti dari sebuah jama’ah. Hingga ada bagian khusus untuk pemimpin yang dikutip dari buku Al Qiyadah Wal Jundiyah buah pena Syaikh Mushthafa Masyhur.
Hal- hal yang Membantu Terlaksananya Tugas Pemimpin

1. Ikhlas karena Allah semata, selalu bertindak benar dan jujur kepada-Nya.

2. Peka terhadap pengawasan dan penjagaan Allah.

3. Memohon pertolongan dan perlindungan Allah dalam seluruh keadaan dan aktivitasnya.

4. Memiliki rasa tanggung jawab besar.

5. Memberikan perhatian yang cukup kepada masalah tarbiyah dan menyiapkan kader penerus.

6. Terjalinnya rasa kasih sayang dan ukhuwah yang tulus di kalangan anggota organisasi khususnya anggota dan pimpinan.

7. Pimpinan harus benar – benar merencanakan program yang tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana, persiapan – persiapan sesuai dengan kemampuan.

8. Setiap anggota organisasi harus merasakan bagaimana beratnya amanah dan tanggung jawab pimpinan.

9. Pimpinan harus memiliki cita – cita dan tekad berjuang.

Menurut Imam Hasan al-Banna faktor – faktor lain keberhasilan adalah :

1. Kekuatan da’wah kita yang merupakan da’wah Allah, da’wah yang paling tinggi dan mulia.

2. Tujuan yang murni ( ridho Allah ), terbebas dari niat kotor dan mencari keuntungan pribadi.

3. Ketergantungan kita hanya kepada pertolongan dan dukungan Allah. ( Q.S 3 : 173 – 174 ) “Kalian tidak akan terkalahkan karena sedikitnya jumlah kalian, lemahnya sarana dan kurangnya alat – alat pendukung, atau karena banyaknya musuh kalian, berkumpulnya musuh – musuh menentang kalian. Tetapi ada satu sebab yang dapat menghancurkan dan menyebabkan kalian kehilangan segala – galanya, yaitu jika hati kalian telah rusak, Allah tidak memperbaiki amal kalian, suara kalian telah terpecah belah dan saling bertentangan pendapat “.

Sifat Dan Akhlak Yang Harus Dimiliki Oleh Setiap Pemimpin

1. Senantiasa mengharapkan akhirat dengan ikhlas karena Allah semata.

2. Berdaya ingat kuat, bijak, cerdas, berpengalaman dan berwawasan luas, berpandangan jauh ke depan dan tajam, mampu menganalisa berbagai persoalan dari segala segi dengan tepat dan cepat. ( Q.S 3 : 200 )

3. Berperangai penyantun, kasih sayang, lemah lembut dan ramah.( Q.S 3 : 159 )

4. Bersahabat.( Q.S 5 : 54 )

5. Berani dan sportif, tidak pengecut dan membabi buta.( Q.S Al Fath : 29 )

6. Shidiq. ( Q.S Al Ahzab : 23 – 24 )

7. Tawadhu. ( Q.S Asyu’ara : 215 )

8. Memaafkan, menahan amarah dan berlaku ihsan.( Q. S 3 : 134 )

9. Menepati janji dan sumpah setia. ( Q.S Al Fath : 10 )



Adab pergaulan dan perbincangan

Dalam pembicaraan, orang yang pertama mengajak bicara harus menghadap kepada yang diajak bicara, mengucapkan kata-katanya dengan jelas dan wajar. Biasakan tidak berbicara dengan suara yang terlalu lemah sehingga hampir tidak terdengar dan tidak pula dengan suara keras melebihi keperluan sehingga mengganggu. Hindari kata-kata yang menyakitkan hati atau yang tidak pantas diucapkan, seperti caci-maki dan semacamnya. Tidak memotong pembicaraan dan tidak berlarut-larut sehingga menjadi pertengkaran dan perdebatan

1.      Saling mempercayai dan berbaik sangka

Suasana ini akan melahirkan iklim kerja sama yang baik dalam melaksanakan seluruh tuntutan dakwah.

2.      Saling menasihati

Tidak boleh merasa berat memberi nasihat kepada pimpinan dan pemimpin juga tidak boleh keberatan menerima nasihat baik. Tentunya dalam memberi nasihat juga ada hal-hal yang diperhatikan seperti memberi nasihat dengan cara yang paling baik, dengan diam2, dlsb. Hadist berikut cukup menjelaskan betapa pentingnya nasihat :


Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari”Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” (HR. Muslim)

3.      Saling mencintai dan bersaudara

Persaudaraan karena Allah merupakan asas Amal Jama’i. Tingkat persaudaraan terendah adalah berbaik sangka dan yang tertinggi adalah itsar (mengutamakan saudaranya ataas dirinya sendiri). Dibawah naungan cinta dan persaudaraan ini, kerjasama dan kepercayaan akan mudah diwujudkan dan dapat mencegah timbulnya perpecahan dan persengkataan

4.      Mempererat hubungan antara pemimpin dan anggota

Tali hubungan bagi pimpinan laksana urat syaraf dalam tubuh. Apabila mekanisme komunikasi ini lumpuh, maka amal usaha jamaah akan terganggu malah mungkin akan melumpuhkan seluruh gerakan.

5.      Tunduk dibawah hukum Allah dan rasulNya

Ini adalah hal yang harus dilakukan pemimpin dan anggotanya sebab ketundukan inilah yang paling kuat dorongannya dalam menyelesaikan segala macam perselisihan apabila dikembalikan kepada Allah dan rasul-Nya ditimbang menurut neraca Kitabullah dan Sunnatur-Rasul. Allah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-nisa : 95)
(04/06san dari berbagai sumber)


* Barakallah kepada akhina Peri Eka Putra sebagai ketua umum UKMI Ar- Rahman UNIMED periode 2012- 2013. Cita- cita besar hanya akan bisa diraih oleh orang besar dimana cita- cita besar itu mengakar kuat dalam dirinya. Semoga mampu bekerjasama dengan baik. Kedekatan hati kepada Rabb adalah kekuatan terbesar untuk meneruskan estafet dakwah ini.

May 31, 2012

MUSYAR XVII UNIMED: Sosok Pemimpin Berilmu dan Beramal



Sedikit mengulas metode pemilihan pemimpin di zaman Rasulullah dan para sahabat. Mari lihat teknik pemilihan pemimpin; Khulafaurrasyidin.

Khalifah Abu Bakar As- Shiddiq, dipilih dengan cara musyawarah terbuka tanpa ada calon sebelumnya di Saqibah Bani Saidah.
Khalifah Umar bin Khatab, dipilih dengan cara penunjukkan oleh Khalifah Abu Bakar berdasarkan keputusannya dengan tokoh-tokoh terpercaya, dikalangan sahabat kemudian diumumkan pada khalayak dan rakyat menyetujuinya.
Khalifah Usman bin Affan dipilih dengan pemilihan yang dilakukan oleh Majlis Syuro’ dengan pemilihan yang dilakukan oleh Majlis Syuro’ (Formatur) sebanyak 6 orang yang dibentuk oleh Khalifah Umar bin Khatab.
Khalifah Ali Bin Abi Thalib, dipilih dalam situasi kacau setelah terbunuh Khalifah Usman bin Affan. Pemilihan dilakukan secara spontan dan terkesan darurat, yang dimulai oleh kaum yang tidak puas dengan khalifah Usman.
Dari kenyataan seperti tersebut diatas, terdapat isyarat bahwa persoalan penyelenggaraan kekuasaan biarlah diselesaikan oleh umat manusia dengan cara musyawarah. Sebagaimana Firman Allah dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 159 :
Artinya :
.......bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu (politik, perang, ekonomi dan masalah-masalah kemasyarakatan lain). Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.(Q.S Ali Imran : 159)

Penting untuk mempersiapkan pemimpin.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (An-Nisa : 9)

Siapa pemimpin baru  UKMI Ar- Rahman UNIMED?
Sampai hari ini, H- 2 Musyar UNIMED nama- nama kandidat belum muncul di lapangan. Atau memang sengaja tidak dipublikasikan hingga ia bakal menjadi ‘sesuatu’?


Pemimpin. Tentu kita butuh orang ini. Walau sebenarnya kita semua adalah pemimpin, namun tentu saja ada pemimpin dari para pemimpin ini. Pemimpin yang akan mengarahkan kita untuk bisa bergerak rapi, berjalan di jalan yang benar dan dengan susunan yang teratur. Dan kemudian kita bisa mencapai tujuan akhir kita.

Yap, sebelum kita dipimpin tentu saja ada tujuan yang ingin kita wujudkan selama dalam kebersamaan ini. Tentu ada hal yang ingin kita realisasikan dari sebuah kepemimpinan ini. Merumuskan tujuan dan menyamakan gerak langkah adalah dua hal yang pertama seharusnya kita lakukan sebelum pemimpin ini mulai beraksi bersama dengan orang yang dipimpinnya. Dibutuhkan persamaan persepsi antar seluruh elemen yang ada di dalamnya. Dan di sinilah sebenarnya peran pemimpin itu sendiri. 
 Semakin paham mau kemana di bawa kemana tulisan ini.


Pemimpin di Lembaga Dakwah Kampus atau UKMI Ar- Rahman tentu berbeda dengan pemimpin di UKM lainnya. Ia diharapkan menjadi sosok teladan dalam bicara, sikap, dan perbuatan karena sesungguhnya roda dakwah akan berputar baik ketika semua personil memiliki pemimpin yang menyesuaikan antara perkataan dan perbuatannya. UKMI Ar- Rahman sebagai UKM Islam internal dalam kampus hendaknya mampu menaungi seluruh organisasi Islam kampus eksternal lainnya. Hingga kebermanfaatan UKMI dapat dirasakan oleh semuanya lewat hadirnya Kampus Islami. Nah, tentunya dibutuhkan pemimpin yang bisa mengusung cita- cita besar ini.
Sebelum terlambat, yuk kita coret- coret kriteria qiyadah yang kita harapkan. Apa modal utama seorang qiyadah?  


1. ILMU
Umar bin Khathab radiallaahu anhu pernah berkata, “Belajarlah kalian, sebelum kalian diangkat  menjadi pemimpin” (Al Bukhari, Fathu Al Bari, 1/65)
Ilmu apa saja yang perlu dimiliki oleh calon pemimpin UKMI Ar- Rahman?
-    Pengetahuan Islam dasar
Fasih membaca Al Qur’an, mengetahui dan mengamalkan fiqih sehari-hari, mampu mengumandangkan adzan dan iqomah.
-    Pengetahuan tentang teknik berdakwah dan berharakah
           Tidak bisa dipungkiri, ini ilmu yang harus dimiliki oleh pemimpin UKMI Ar- Rahman UNIMED. Bagaimana mungkin seseorang mampu memimpin sebuah jama’ah dakwah jika ia sendiri tak mengetahui  bagaimana caranya berjama’ah. Pengetahuan seperti ini bisa didapatkan dari buku-buku tentang gerakan dakwah dan gerakan mahasiswa. Misalnya, Risalah Manajemen Lembaga Dakwah Kampus, Fiqih dakwah, termasuk Inspiratia Flava, dan lain-lain.
-    Pengetahuan tentang Manajemen Organisasi
Maksudnya, ilmu tentang bagaimana mengelola sebuah lembaga dakwah secara profesional sesuai dengan fitrah organisasi. Misalnya, bagaimana menjadi pemimpin yang efektif, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Kinerja, Teknik Negosiasi, Komunikasi organisasi, dan Budaya Organisasi.
-    Pengetahuan  Psikologi
Ini juga pengetahuan yang tak bisa dipandang sebelah mata. Menjadi pemimpin kudu pintar membaca situasi. Hal ini terkadang menjadi bumerang bagi seorang pemimpin karena sesungguhnya ia tidak paham benar apa yang diinginkan saudaranya.
           


2. AMAL      
Seorang pemimpin hendaklah orang yang selalu memperhatikan amalannya hari demi hari. Ia selalu melakukan perbaikan kualitas dan kuantitas amalan. Semua yang ia lakukan memiliki landasan tersendiri hingga tidak ada hal yang sia- sia dari apa yang ia lakukan. Aplikasi dari ilmu yang ia miliki terlihat dari amalan yang ia lakukan.
Amalan seperti apa yang harus dipenuhinya?
Shalat tepat waktu di mesjid, hafalan, dhuha, tilawah, shalat malam, dll.  Karena kita yakini bersama, hati yang terpimpinlah yang bisa memimpin.

Kemudian, kita juga mengetahui seperti apa kriteria seorang pemimpin. Jika kita berbicara hal ini, tentu kita sudah memiliki sosok yang sudah jelas menjadi acuan standarisasi layaknya seorang pemimpin. Beliau adalah Rasulullah. Pemimpin sepanjang zaman.

Berikut karakter beliau yang harapannya dimiliki oleh pemimpin UKMI Ar- Rahman.
            Shiddiq = Jujur

Seorang pemimpin adalah mereka yang jujur dalam setiap tindakannya. Boleh jadi sesuatu itu adalah hal yang sulit dan bahkan sedikit pahit jika disebutkan namun bagaimanapun pemimpin harus menyebutkannya dengan cara yang baik.
 

Tabligh = Menyampaikan

Dalam hal ini, seorang pemimpin dituntut untuk menyampaikan kebenaran. Tidak hanya itu, pemimpin juga harus terbuka. Artinya, tidak menutup diri saat diperlukan oleh anggotanya. Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).

      Amanah = Dapat Dipercaya
Rasulullah bersabda,” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan    merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim). Karena seorang pemimpin d ituntut supaya ahli di bidangnya. Bukan hanya degan kekuatan sendiri tentunya, namun juga kekuatan mereka yang dapat dipercaya. (atasan- red). Dengan demikian, seorangn pemimpin hendaknya terus berupaya untuk meningkatkan pengetahuannya sehingga tidak akan ditemukan berbagai kejanggalan dalam kepemimpinannya yang membuat anggota ragu kepadanya.

      Fathonah = Cerdas
Seorang pemimpin tidak hanya perlu jujur, dapat dipercaya, dan dapat menyampaikan tetapi juga cerdas. Karena jika seorang pemimpin tidak cerdas maka ia tidak dapat menyelesaikan masalah rakyatnya dan ia tidak dapat memajukan apa yang dipimpinnya.

All in all, pemimpin UKMI Ar- Rahman (Ketum, Koord. Fak, Koord. Dept) harus menjadi sorotan kita.

3 hari menuju Musyawarah Anggota UKMI Ar- Rahman (MUSYAR) UNIMED XVII, hawa- hawa 'segarrr' nya mulai terasa.
Ingat kawan, KITA ADALAH DA'I, maka berbicara, bersikap, dan berbuatlah layaknya seorang da'i :)
Semoga hati tetap terkondisikan.

2 hari menuju Musyawarah Anggota UKMI Ar- Rahman (MUSYAR) UNIMED XVII, rangkaian kata- kata mulai terangkai dan tak sabar segera meluncur di forum spektakuler ini. Ingat kawan, tak semua kata- kata itu harus terucap nantinya.
"Berbicara yang baik atau diam" (ciri orang beriman pada hari akhir tuh)
:)
Semoga pikiran, lisan, dan perbuatan tetap berada pada track yang benar.


Baca juga:
Sosok pemimpin yang terpimpin

May 24, 2012

Why So Serious?



 “Yaaah, Why So Serious? Toh hidup ini cuman sekali, santai aja kawan!”
“Yeee, sapa pula yang tertekan. Saya sih cukup bahagia dengan gaya hidup beginian.”
“Emmmmh, Nampak tuh yang kamu lagi banyak pikiran. Kita masih muda sob, gak usah serius- serius kali lah. Ntar nyeselll.”
“Lho__ Lho, apa2an ini? Gue baik- baik aja lho. Kamu tuh perlu dipertanyakan seharusnya.“
“Lha, kok jadi gue pula yang kena?”
“Beeegh, gak pernah serius. Liat tuh PR, kesentuh Jam- 1; Solat, ngasal; Ngesms, lebay; Becakap; berantakan; Jalan; nyorot semua. Halaaaah… pasti ada yang salah.”
“Opppzzz….”(ah, masak iya sih. Kan yang begituan model anak  muda sekarang, dalam hati)

Yup, mari kita serius!
Serius dengan hidup ini, karna ia hanya sekali, maka harus hidup yang berarti. 
1.   Serius dalam Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Ibadah
Selalu ada semangat tuk sebuah perbaikan. Ini adalah jargon teman- teman yang cukup serius menjalani hidup ini.
Kita tidak tahu raka’at sholat yang mana yang diterima Allah, baris tilawah yang mana yang bernilai pahala terbesar, puasa mana yang paling berkualitas. Kita tidak tahu. Oleh karena itu, kewajiban kitalah untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.


Kita patut khawatir dengan ibadah- ibadah yang selama ini kita kerjakan. Tidak ada jaminana yang bisa kita  buat bahwa ia diterima oleh Allah. Bisa jadi masih ada sedikit riya dalam sholat kita, kecamuknya pikiran ketika sholat, atau masih ada rasa bahwa ibadah- ibadah itu hanya sekadar rutinitas.


Heiii, kita harus serius mengevaluasi ini!
Pantaskah kita berbangga dengan tilawah 2 juz perhari, rawatib 6 kali rawatib, puasa Senin Kamis rutin?
Tidak, tidak pantas kawan!
Yaaah, wajar dong jika kita cukup serius mikirin ini.
Perlu Selalu ada HARAP dan TAKUT .

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan perbuatan yang baik dan mereka (selalu) berdoa kepada Kami dengan (perasaan) harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu‘” (QS al-Anbiyaa’:90).


Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata, “Yang dimaksud dengan ar-raja’ (berharap) adalah bahwa jika seorang hamba melakukan kesalahan (dosa atau kurang dalam melaksanakan perintah Allah) maka hendaknya dia bersangka baik kepada-Nya dan berharap agar Dia menghapuskan (mengampuni) dosanya, demikian pula ketika dia melakukan ketaatan (kepada-Nya) dia berharap agar Allah menerimanya. Adapun orang yang bergelimang dalam kemaksiatan kemudian dia berharap Allah tidak menyiksanya (pada hari kiamat) tanpa ada rasa penyesalan dan (kesadaran untuk) meninggalkan perbuatan maksiat (tanpa melakukan taubat yang benar kepada Allah), maka ini adalah orang yang tertipu (oleh setan)” .


Imam Hasan al-Bashri berkata, “Orang mukmin bersangka baik kepada Rabb-nya (Allah Ta’ala) maka dia pun memperbaiki amal perbuatannya, sedangkan orang orang kafir dan munafik bersangka buruk kepada Allah maka mereka pun memperburuk amal perbuatan mereka” .


2.   Serius dalam Peningkatan Profesionalitas
Setiap muslim wajib menuntut ilmu. Rasulullah bersabda: “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”. Allah memberikan keutamaan dan kemuliaan bagi orang-orang yang berilmu dalam firman-Nya dalam Al-Qur`an surat Al-Mujaadilah ayat 11 :
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.


Satu keharusan bagi kita tuk selalu mengevaluasi diri sendiri atas keprofesionalan. Komitmen untuk mengerjakan tugas kuliah tepat waktu serta melayakkan diri sesuai dengan post- post kita, semua itu perlu keseriusan.
Kalau kita tidak serius, apa yang bakal terjadi?


3.   Serius dalam Perbaikan Karakter
Maaf jika sikap kami seperti ini. Yah, kami hanya ingin menjaga diri dan iman kami. Perlu kalian tahu, kami pun punya perasaan yang sama dengan kalian. Namun itu tidak serta merta menjadikan diri kami rela hina sendiri di hadapanNya. Siapa sih yang tidak ingin selalu diperhatikan, wow semua juga ingin. Kita- kita masih normal kok.


Inilah cara kami dalam menjaga sesuatu yang sangat berharga yang telah diberikan Rabb kami pada kami. Hidayah. Yah, ini satu barang mahal yang dititipkan pada kami. Jika demikian, berlebihan kah jika  kami sangat protektif menjaganya? Ibarat harta berharga yang kalian miliki, tentu selalu ada perasaan was- was jika ia hilang. Maka upaya apapun akan kalian lakukan tuk memastikan ia aman pada diri kalian. Pun kami.


Komunikasi kami, sikap kami, perbuatan kami, maaf jika risih. Tidak ada maksud yang lain, kecuali ingin menjaga diri dan barang termahal ini.
Keseriusan ini, semata- mata ingin memastikan diri tetap terjaga. Perubahan yang mungkin kalian rasakan dari kami pada waktu dulu dan sekarang, kami akui. Kami harus benar- benar harus menjaga ini, tapi tenang HAK kalian atas diri kami akan tetap dipenuhi.
Boleh lah kita sama- sama serius sejak sekarang. Asik lhooo ^_<


___Serious? Here We are___
Yaaah, kita akan serius beribadah, serius belajar, serius berkomunikasi.
Toh, beda- beda kan ekspresi keseriusan kita.
Satu hal yang perlu kita pahami bersama, serius tidak harus dilihat dari raut wajah. Kerutan di daki, eh dahi atau keseringan kita memejamkan mata saat berbicara (ini mah ngantuk namanya ). Namun serius lebih pada perbuatan kita.

“Sesungguhnya mereka yang berkata: “Rabb kami adalah Allah”, kemudian mereka beristiqomah, maka tak ada baginya rasa takut dan duka cita. Meraka adalah penghuni syurga kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa-apa yang mereka perbuat”. (Qs. Al Ahqaaf: 13-14).

Yap, keseriusan  adalah satu bukti upaya keistiqomahan kita. Yuk, mari…. (25/05san)

 
Baca Juga:
Langganan
Get It