September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Showing posts with label entrepreneur. Show all posts
Showing posts with label entrepreneur. Show all posts

Mar 21, 2011

Budidaya Ternak Jangkrik



1. SEJARAH SINGKAT

Dewasa ini pada masa krisis ekonomi di Indonesia, budidaya jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) sangat gencar, begitu juga dengan seminar-seminar yang diadakan dibanyak kota. Kegiatan ini banyak dilakukan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2-3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidupnya jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.

Penyebaran jangkrik di Indonesia adalah merata, namun untuk kota-kota besar yang banyak penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung untuk mengkonsumsi jangkrik yang berasal dari alam, lama kelamaan dengan berkurangnya jangkrik yang ditangkap dari alam maka mulailah dicoba untuk membudidayakan jangkrik alam dengan diternakkan secara intensif dan usaha ini banyak dilakukan dikota-kota dipulau jawa.

2. SENTRA PERIKANAN

Telah diutarakan didepan bahwa untuk sementara ini, sentra peternakan jangkrik adalah dikota-kota besar dipulau jawa karena kebutuhan dari jangkrik sangat banyak. Sedangkan diluar pulau jawa sementara ini masih banyak didapatkan dari alam, sehingga belum banyak peternakan-peternakan jangkrik.

3. JENIS

Ada lebih dari 100 jenis jangkrik yang terdapat di Indonesia. Jenis yang banyak dibudidayakan pada saat ini adalah Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus, untuk pakan ikan dan burung. Kedua jenis ini dapat dibedakan dari bentuk tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek disamping itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yang tenang.

4. MANFAAT

Jangkrik segar yang sudah diketahui baik untuk pakan burung berkicau seperti poksay, kacer dan hwambie serta untuk pakan ikan, baik juga untuk pertumbuhan udang dan lele dalam bentuk tepung.

5. PERSY AR AT AN LO K ASI

1) Lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.

2) Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.

3) Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Menurut Farry, 1999, ternak jangkrik merupakan jenis usaha yang jika tidak direncanakan dengan matang, akan sangat merugikan usaha. Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan dalam merencanakan usaha ternak jangkrik, yaitu penyusunan jadwal kegiatan, menentukan struktur organisasi, menentukan spesifikasi pekerjaan, menetapkan fasilitas fisik, merencanakan metoda pendekatan pasar, menyiapkan anggaran, mencari sumber dana dan melaksanakan usaha ternak jangkrik.

6.1. PenyiapanSarana danPeralatan

Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Sebaiknya dihindarkan dari lalu lalang orang lewat terlebih lagi untuk kandang peneluran.

Untuk menjaga kondisi kandang yang mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian disamping untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas kandang bagian dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkrik tidak merayap naik sampai keluar kandang.

Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang. Menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman peternak, bentuk kandang biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm.

Kotak (kandang) dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.

6.2. Pembibitan

1) Pemilihan Bibit dan Calon Induk

Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.

Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:

a. Indukan:

- sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.

- kedua kaki belakangnya masih lengkap.

- bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.

- badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.

- pilihlah induk yang besar.

- dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.

b. Induk jantan:

- selalu mengeluarkan suara mengerik.

- permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.

- tidak mempunyai ovipositor di ekor.

- Induk betina:

- tidak mengerik.

- permukaan punggung atau sayap halus.

- ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.

2) Perawatan Bibit dan Calon Induk

Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur

10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain

itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.

3) Sistem Pemuliabiakan

Sampai saat ini pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.

4) Reproduksi dan Perkawinan

Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan- ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin.

Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan kayu.

Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagian dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi kekurangannya ialah telur tidak merata matangnya (daya tetas).

5) Proses kelahiran

Sebelum penetasan telur sebaiknya terlebih dahulu disiapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.

6.3. Pemeliharaan

1) Sanitasi dan Tindakan Preventif

Seperti telah dijelaskan diatas bahwa dalam pengelolaan peternakan jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yang sangat penting. Untuk menghindari adanya zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu dan diolesi lumpur sawah. Untuk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki dan setiap kaki masing-masing dimasukkan kedalam kaleng yang berisi air.

2) Pengontrolan Penyakit

Untuk pembesaran jangkrikn dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.

3) Perawatan Ternak

Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, yaitu lembab dan gelap, maka yang tidak kalah pentingnya adalah gizi yang cukup agar tidak saling makan (kanibal).

4) Pemberian Pakan

Anakan umur 1-10 hari diberikan Voor (makanan ayam) yang dibuat darikacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda dan gambas.

Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi. Bahkan ada juga yang menambah pakan untuk ternak yang dijodohkan anatar lain : bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk dan beberapa vitamin yang dihaluskan dan dicampur menjadi satu.

5) Pemeliharaan Kandang

Air dalam kaleng yang terdapat dikaki kandang, diganti setiap 2 hari sekali dan kelembapan kandang harus diperhatikan serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam kandang.

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1.Penyakit, Hama dan Penyebabnya

Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel di daun. Sedangkan hama yang sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak dan ular.

7.2. Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit

Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan dan daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dapat diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yang berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.

7.3. Pemberian Vaksinasi dan Obat

Untuk saat ini karena hama dan penyakit dapat diatasi secara prefentif, maka penyakit jangkrik dapat ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat dan vaksinasi tidak diperlukan.

8. PANEN

8.1. Hasil Utama

Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama yang nilai ekonomisnya sama besar, yaitu: telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.

8.2. Penangkapan

Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan. Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

Penggunaan pestisida yang selama ini didapati pada lahan-lahan pertanian merupakan salah satu penyebab berkurangnya populasi jangkrik, demikian juga penangkapan jangkrik dialam yang dilakukan selama ini membuat penurunan drastis jumlah populasinya.

Dengan alasan-alasan tersebut dan naiknya permintaan jangkrik, maka peternak tidak membiarkan begitu saja kesempatan untuk memperoleh keuntungan dengan membudidayakan jangkrik dengan intensif karena dengan waktu yang relatif singkat untuk memelihara jangkrik sudah mendapat keuntungan yang berlipat ganda.

Dengan semakin banyaknya peternak-peternak jangkrik ini, permintaan untuk telur jangkrik semakin besar juga, jadi banyak peternak yang hanya memproduksi telur jangkrik karena resikonya lebih kecil dan lebih cepat lagi mendapatkan laba untuk sekitar 25-30 hari, dibandingkan proses pembesaran sampai dengan 3 bulan.

11. DAFTAR PUSTAKA

1) Anonim, Bisnis Telur Jangkrik, Info Peluang No. 33, Edisi 1 Juli 1999

2) ----------, Beternak Jangkrik Ala Samin, Info Agribisnis Trubus No.354, Edisi

Mei 1999

3) ----------, Jangkrik Peliha Untuk Tangkar, Info Agribisnis Trubus No. 355, Edisi

Juni - 1999.

4) ----------, Langkah Demi Langkah Beternak Jangkrik Produktif, Info Agribisnis

Trubus-No. 356, Edisi Juli 1999.

5) Adihendro, Rahasia Beternak Jangkrik, Ardy Agency, Jakarta, 1999.

6) Arnett, Russ H., Jr. and Richard L. Jacques., Jr, Guide To Insects ( New York

: Simon - and Schuster Inc., 1981)

7) Borror, Donald J., Charles A. Triplehorn, Norman F. Johnson, Pengenalan

Pelajaran -

8) Serangga, Edisi 6, terjemahan Soetiyono Partosoedjono ( Yagyakarta; Universitas-Gajah Mada Press, 1992 ).

9) Paimin B. Farry dan Pudjastuti L.E, Sukses Beternak Jangkrik, Penebar

Swadaya, Jakarta, 1999.

Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

http://software-komputer.blogspot.com/2008/05/cara-teknik-budidaya-ternak-jangkrik.html

Feb 26, 2011

10 Characteristics of successful Entrepreneurs



Running a one-person business is a creative, flexible and challenging way to become your own boss and chart your own future. It is about creating a life, as it is about making a living. It takes courage, determination and foresight to decide to become an entrepreneur. From the relatively safe cocoon of the corporate world, where paychecks arrive regularly, you will be venturing into the unchartered territories of business.
Is there a way to determine whether you can be a successful entrepreneur, or you are better off to work for somebody else? Alas, there is no formula for success. However, most successful entrepreneurs share these ten characteristics. Check if you possess any one of them:

1. Think success. To attain the kind of success that you want, you need to dream big. Every success story starts with big dreams. You need to have big dreams for yourself - which you want to be somebody rich, famous or fulfilled. You need to have a clear vision of what you want to achieve. But it doesn't stop in dreaming alone. You should actively visualize success in your mind that you can almost feel it, touch it or it is within your reach. Play this image back at every opportunity. What does it feel to triple your current income? How will your life change? What will your business look like if you achieved the million-dollar mark?
Successful entrepreneurs possess an attitude of openness and faith that you can have what you want if you can simply envision it as the first step on the path of action to acquiring it. Management gurus have taught us the power of visualization - seeing yourself in your mind as having accomplished your dreams. If you want to be a successful writer, envision yourself signing books for a throng of people who have lined up to have your autograph. If you want to be rich, picture yourself in luxurious surroundings holding a fat bank account. And the process of envisioning success for you should be a constant activity! You need to think that you are successful (or will be one) every single waking hour. A personal development coach shared me her secret to help her continuously visualize her goals for the moment: when climbing stairs, recite your goal with every step you take. So if you want more money, say "I will have money" in every step of the stairs. This technique will reinforce your goal and keep it fresh in your consciousness.

2. Be passionate with what you do. You start a business to change any or all part of your life. To attain this change, you need to develop or uncover an intense, personal passion to change the way things are and to live life to the fullest. Success comes easily if you love what you do. Why? Because we are more relentless in our pursuit of goals about things that we love. If you hate your job right now, do you think you will ever be successful at it? Not in a million years! You may plod along, even become competent at the tasks, but you will never be a great success at it. You will achieve peak performance and do what you have to do to succeed only if you are doing something that interests you or something that you care about. Entrepreneurs who succeed do not mind the fact that they are putting in 15 or 18 hours a day to their business because they absolutely love what they do. Success in business is all about patience and hard work, which can only be attained if you are passionate and crazy with your tasks and activities.

3. Focus on your strengths. Let's face it; you cannot be everything to everybody. Each of us has our own strengths and weaknesses. To be effective, you need to identify your strengths and concentrate on it. You will become more successful if you are able to channel your efforts to areas that you do best. In business, for example, if you know you have good marketing instincts, then harness this strength and make full use of it. Seek help or assistance in areas that you may be poor at, such as accounting or bookkeeping. To transform your weakness to strength, consider taking hands-on learning or formal training.

4. Never consider the possibility of failure. Ayn Rand, in her novel The Fountainhead, wrote, "It is not in the nature of man - nor of any living entity, to start out by giving up." As an entrepreneur, you need to fully believe in your goals, and that you can do it. Think that what you are doing will contribute to the betterment of your environment and your personal self. You should have a strong faith in your idea, your capabilities and yourself. You must believe beyond a shadow of a doubt that you have the ability to recognize and fulfill them. The more you can develop faith in your ability to achieve your goals, the more rapidly you can attain it. However, your confidence should be balanced with calculated risks that you need to take to achieve greater rewards. Successful entrepreneurs are those who analyze and minimize risk in the pursuit of profit. As they always say, "no guts, no glory."

5. Plan accordingly. You have a vision, and you have enough faith in yourself to believe that you can achieve your vision. But do you know how to get to your vision? To achieve your vision, you need to have concrete goals that will provide the stepping-stone towards your ultimate vision. Put your goals in writing; not doing so just makes them as intangible fantasies. You need to plan each day in such a way that your every action contributes to the attainment of your vision. Do you foresee yourself as the next Martha Stewart of hand-made home furnishings? Perhaps today, you need to see an artist to help you conceptualize the new line of hand-made linens that you hope to launch. Intense goal orientation is the characteristic of every successful entrepreneur. They have a vision, and they know how to get there. Your ability to set goals and make plans for your accomplishment is the skill required to succeed. Plan, plan and plan - because without which failure is guaranteed.

6. Work hard! Every successful entrepreneur works hard, hard and hard. No one achieves success just by sitting and staring at the wall every single day. Brian Tracy puts it out this way, "You work eight hours per day for survival; everything over eight hours per day is for success." Ask any successful businessperson and they will tell you immediately that they had to work more than 60 hours per week at the start of their businesses. Be prepared to say goodbye to after-office drinks every day, or a regular weekend get-away trip. If you are in a start-up phase, you will have to breathe, eat and drink your business until it can stand on its own. Working hard will be easy if you have a vision, clear goals, and are passionate with what you do.

7. Constantly Look for Ways to Network. In business, you are judged by the company you keep - from your management team, board of directors, and strategic partners. Businesses always need assistance, more so small businesses. Maybe the lady you met in a trade association meeting can help you secure funding, or the gentleman at a conference can provide you with management advise. It is important to form alliances with people who can help you, and whom you can help in return. To succeed in business, you need to possess good networking skills and always be alert to opportunities to expand your contacts.

8. Willingness to Learn. You do not need to be a MBA degree holder or PhD graduate to succeed in your own business. In fact, there are a lot of entrepreneurs who did not even finish secondary education. Studies show that most self-made millionaires have average intelligence. Nonetheless, these people reached their full potentials achieved their financial and personal goals in business because they are willing to learn. To succeed, you must be willing to ask questions, remain curious, interested and open to new knowledge. This willingness to learn becomes more crucial given the rapid changes in technologies and ways of doing business.

9. Persevere and have faith. No one said that the road to success is easy. Despite your good intentions and hard work, sometimes you will fail. Some successful entrepreneurs suffered setbacks and resounding defeats, even bankruptcy, yet managed to quickly stand up to make it big in their fields. Your courage to persist in the face of adversity and ability to bounce back after a temporary disappointment will assure your success. You must learn to pick yourself up and start all over again. Your persistence is the measure of the belief in yourself. Remember, if you persevere, nothing can stop you.

10. Discipline yourself. Thomas Huxley once said, "Do what you should do, when you should do it, whether you like it or not." Self-discipline is the key to success. The strength of will to force yourself to pay the price of success - doing what others don't like to do, going the extra mile, fighting and winning the lonely battle with yourself.

 
Baca Juga:
Langganan
Get It