September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Sep 27, 2012

Kopi Hitam dan Es Krim Pelangi

Perputaran waktu menghantarkanku pada masa- masa ini. Ya, setiap mereka yang kuliah dan ingin menyelesaikan kuliahnya dengan terhormat (hoho) akan bertemu dengan ini. Tugas Akhir. Tidak ada yang salah dengannya karena toh dia hanya seperti PR yang harus kita selesaikan dengan baik untuk mendapatkan nilai yang memuaskan. Ya, hanya untuk nilai. Dan selembar ijazah, mungkin.

Kopi hitam rasanya semakin mendekat dan merapat. Bahkan ia sudah semakin familiar hari ini. Namun es krim rasanya lebih nikmat. Keduanya memiliki kekhasan tersendiri. Hingga es krim menjadi teman setia di bawah teriknya matahari dan kopi hitam dirasa punya peran penting di saat mata mulai sulit diajak kompromi. Pun demikian, dirasa kurang baik jika keduanya dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Memilih berurusan dengan orang di dunia maya namun selalu update, dirasa lebih baik daripada berurusan dengan orang yang nyata namun tidak kelihatan. Jam terbang cukup tinggi, super sibuk. Kalau kata mereka hidup adalah pilihan, gue tuh setuju banget. Memang, beberapa hal yang sudah diatur dari atasan yang tidak bisa kita pilih lagi. Nah, apa yang bisa kita pilih? Ternyata ada hal besar dan yang lebih penting yang bisa kita pilih. Ia adalah sikap.

Menurut beberapa penelitian, mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang banyak bisa menyebabkan gangguan kardiovaskular dimana jantung akan terasa berdebar-debar karena dalam kadar tertentu kafein dapat mempengaruhi susunan saraf pusat di otak. Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah sehingga tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi dan sakit jantung. Sementara eskrim, menurut sebuah penelitian yang dilakukan UT Southwestern Medical Center, Amerika Serikat menemukan bahwa lemak dari beberapa makanan seperti burger dan es krim dapat mempengaruhi otak. Jadi  keduanya harus dikonsumsi sesuai kadarnya, karena bagaimanapun sesuatu yang dikonsumsi berlebihan pastilah tidak akan baik.

Sikap yang kita ambil dalam setiap situasi adalah pilihan yang akan mempengaruhi setiap kerja kita. Sikap yang kita ambil akan mengarahkan semua anggota badan dan pikiran untuk melakukan hal itu. Bayangkan, jika kita memilih untuk mundur ketika kita ditetapkan bersama pembimbing skripsi yang jam terbangnya tinggi, atau terkesan perfeksionis. Ya kita lihat saja, semua hari- hari kita akan mendung.  Bahkan untuk membayangkan skripsi saja mungkin kita sudah tidak berselera, apalagi menyelesaikan. Ya menyelesaikan, bukan mengerjakan.

Hari ini ada banyak kemasan kopi yang menarik perhatian. Berbeda dengan zaman dahulu dimana kopi itu memang hitam pekat dan kita akan menutup mata untuk meminumnya. Campuran kopi dengan susu atau dengan berbagai minuman lainnya menjadikan kopi tidak lagi pekat dan tidak hanya ada di warung- warung kopi yang biasa ada di kampung. Dikemas dengan tampilan yang elegan dan berkesan menjadikan kopi terkenal di semua kalangan, kecuali anak berusia 10 tahun ke bawah. Dan es krim, dengan warna- warni yang cukup menarik merelakan seorang anak kecil menangis merengek hanya untuk mendapatkan es krim centong yang harga seribu dua ribu. Ternyata tidak hanya anak- anak, orang dewasa pun tentunya tertarik dengan rasa manis bercampur susu coklat, ditambah ceres, wah nikmat sekali.


Di sisi lain, seseorang yang memilih sikap untuk bersyukur dengan hadirnya pembimbing skripsi yang demikian, hari- harinya akan cerah. Ya, cerah. Karena sebenarnya kecerahan itu hadir dari hati. Hingga bisa kita simpulkan bahwa kitalah yang membuat hari itu menjadi berwarna pink, kelabu, biru, atau ungu. Dia akan bersemangat menyelesaikan skripsi dan menemui dosennya kemanapun ia pergi (hoho). Terjatuh, tejerembab, menangis, sudah menjadi teman keseharian. Tidak hanya itu, tidak ada keluhan yang keluar dari bibirnya. Bahkan ekspresi wajah datar lebih dipilih daripada harus menghadirkan wajah tegang.
 
Kopi dan es krim hanyalah dua jenis minuman yang bisa menggambarkan suasana hati kita. Tidak untuk menitikberatkan pada salah satu dari keduanya, namun ternyata keduanya punya fungsi masing- masing untuk mengekspresikan suasana hati. Mari kaitkan dengan penyelesaian tugas akhir. Satu hal yang harus kita yakini bersama adalah, bagaimanapun kita tidak bisa mendahului takdir Allah. Kerjakan saja, berdoa saja, lalu serahkan saja padaNya.

Kawan, hanya berpikir tidak akan menyelesaikan urusan, namun hadirkan aksi untuk semua yang telah kita pikirkan. Action, action, action!
(200912/san)

1 komentar:

This comment has been removed by the author.

Post a Comment

 
Baca Juga:
Langganan
Get It