September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Feb 7, 2012

Tidak Harus Mati

tidak harus mati dengan situasi ini
karena kau masih hidup
masih diminta untuk bergerak dan berkarya
tidak bisa diam dalam keterasingan 'keluarga' ini
walau masih asing, ya asing
biarkan berjalan dan terus kau ikuti
tidak boleh surut walau kau, aku takut
(menarik nafas panjang, walau sering ditegur sang ibu)

kemudian kau diminta lebih
menggeleng, tidak bisa
kepada siapa kau lempar?
yang lain tunduk
(helaan nafas semakin panjang, berat lagi)

kau sibuk dengan egomu
tidak bisa, tidak bisa
enggan
tapi kau masih normal kan?
hendak kepada siapa ini kau berikan
tinggalkan begitu saja?
kau menangis, pesimis
puas?

baik, kau pegang ini mulai sekarang
gigit dengan gigi gerahammu
jangan biar ia lepas
kau, bisa
tidak harus mati dengan rasa itu
kau, bisa
bahkan tidak harus diam dengan coretan hitam itu
(menyeka airmata, cengeng katanya)

satu hadiah berharga dariku, kau harus belajar
pintaku, bolehkah kau serius dalam setiap urusanmu??

latar:
@Sudut Damai Kampus

Lebih Dekat dengan PKM GT dan AI

Apa itu PKM?

Menurut buku Pedoman Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) 2011, “PKM itu adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat  (DITLITABMAS) Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian serta memperkaya budaya nasional.” Dalam bahasa yang lebih mudah  PKM adalah suatu lomba dalam berbagai bentuk (penelitian, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, inovasi teknologi atau karya tulis) yang diselenggarkaan oleh dikti untuk mengakomodir hasrat intelektual mahasiswa.

PKM memiliki cakupan yang luas seperti yang sudah dikatakan di atas. Sejak tahun 2011, PKM sudah terbagi menjadi 7 cabang. Lima cabang sudah dilakukan seleksinya terlebih dahulu yaitu PKM Penelitian, PKM Teknologi, PKM Karsacipta, PKM Pengabdian Masyarakat, serta PKM Kewirausahaan. Seleksinya sudah berakhir pada bulan Oktober 2011 lalu. Nah tapi buat warga teknik yang masih penasaran dengan PKM, masih ada 2 kategori PKM yang belum belum ditutup pendaftarannya (karena memang baru di buka, hehehe) yaitu PKM Gagasan Tertulis dan PKM Artikel Ilmiah (PKM-GT dan PKM-AI).

Apa itu PKM GT dan PKM AI?


PKM GT

“PKM GT merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu actual yang ada di masyarakat dan memerlukan solusi hasil karya piker yang cerdas dan realistic”

Intinya PKM GT adalah suatu bentuk karya tulis hasil pemikiran kalian tentang SOLUSI dari permasalah yang saat ini melanda Indonesia, bisa isu yang bersifat lokal atau pun yang skalanya nasional. Isu yang menjadi bahsan dalam PKM GT tidak terbatas, mancakupi isu-isu terkait poleksosbudhankam (red: enak kan jadinya :D ). Poin utama dari PKM GT ini adalah, PKM GT tidak mewajibkan solusi berdasarkan eksperimen dan riset terlebih dahulu, namun hanya membutuhkan gagasan dan ide kreatif yang tentunya memiliki landasan. Oleh karena ini ada beberapa hal nih yang menjadi PKM GT kita nanti:

1.       Kreatif dan Objektif

a.       Tulisan berisi gagasan kreatif yang menawarkan solusi suatu permasalahan yang berkembang di  masyarakat.

b.      Tulisan tidak bersifat emosional atau tidak bersifat subjektif

c.       Tulisan didukung data dan/atau informasi terpercaya

d.      Bersifat asli (bukan jiplakan) dan menjauhi duplikasi

2.       Logis dan Sistematis

a.       Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan runtut

b.      Pada dasarnya karya tulis ilmiah memuat unsur – unsur identifikasi masalah, analisis  sintesis, kesimpulan dan   sedapat mungkin memuat saran – saran.

3.       Isi tulisan berdasarkan telaah pustaka atau fiksi sains

4.       Materi Karya tulis

Materi karya tulis tidak harus sejalan dengan bidang ilmu yang sedang ditekuni oleh mahasiswa. Kesempatan ini diberikan kepada mahasiswa yang memiliki ide kreatif dan mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan, walaupun yang bersangkutan tidak sedang belajar formal dalam bidang tersebut. Materi karya tulis merupakan isu mutakhir atau aktual.

(Sumber: Pedoman Program Kreatifitas Mahasiswa 2011)


PKM AI


“PKM Artikel Ilmiah (PKM AI) merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dalam bidang pendidikan, penelitian atau pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukannya (melalui studi kasus, praktik lapangan, KKN, PKM, magang dan lain lain)”

Agak beda dari PKM GT, PKM AI adalah suatu hasil penelitian atau pengabdian langsung dari mahasiswa yang ditunangkan dalm bentuk karya tulis. Bentuk keluaran dari PKM AI nantinya akan dijadikan jurnal yang terakreditasi oleh DIKTI. Nah buat teman teman teknik yang udah pernah buat riset, ikut pengabdian masyarakat atau melakukan magang, daripada laporan dari segala kegiatan itu berakhir di meja dosen saja, lebih baik dibuat menjadi PKM AI.

Kapan Kegiatannya?
No.     Kegiatan     Waktu
1.     Sosialisasi dan Pemberitahuan Program     Januari 2012
2.     Penyusunan Karya Tulis     Januari-Februari 2012
3.     Batas Penyerahan Karya Tulis (ke DIKTI)     9 Maret 2012
4.     Tahap Seleksi Administratif     April 2012
5.     Tahap Penilaian Karya Tulis     Mei 2012
6.     Tahap Pengumuman Penilaian Karya Tulis     Juni 2012
7.     Presentasi PKM dan PKM GT-AT di PIMNAS     Juli 2012
8.     Publikasi PKM AI di Jurnal Kreatifitas Mahasiswa     Agustus 2012

Berdasarkan surat dari Kemendikbud, Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor : 0012/E5.3/KPM/2012 yang baru keluar tanggl 4 Januari 2012 kemarin, PKM GT dan PKM AI resmi dibuka.

Mari berkarya!

Penerimaan Proposal PKM-KT (PKM-AI dan PKM-GT) tahun 2012

Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT) yaitu : Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT) yang akan didanai tahun 2012.
Pedoman pengajuan usulan proposal dan tata cara pengiriman proposal ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Dit. Litabmas) dapat di download pada website :  http://dikti.kemdiknas.go.id, dengan headline : Pedoman PKM 2011.
Persyaratan:
  • Setiap usulan proposal dibuat rangkap 2 (dua);
  • Softcopy Proposal dimasukan dalam 1 (satu) CD/DVD dibuat per Perguruan Tinggi
  • Surat pengantar resmi dari perguruan tinggi dengan dilampirkan print out rekap daftar seluruh proposal dari Perguruan Tinggi Saudara sesuai form terlampir, dan dikirimkan ke alamat :
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Gedung Dikti Lt.4, Jl. Jend. Sudirman Pintu Satu Senayan, Jakarta.
Sedangkan file rekap daftar seluruh proposal (dalam format file Excel) dari Perguruan Tinggi Saudara tersebut mohon dikirim via email ke alamat : pkm.dp2m@dikti.go.id, cc: usulanpkm@gmail.com
Batas waktu pengajuan usulan selambat-lambatnya tanggal 9 Maret 2012 pukul 16.00 WIB.
Apabila pengiriman proposal dan email rekapitulasi  data proposal lewat dari batas waktu yang telah ditentukan, maka proposal dari perguruan tinggi Saudara tidak akan diproses.


FormatRekapPKM_KT2012_nama_perguruanTinggi
Srt pengajuan Usul PKM-AI dan PKM-GT 2012

Sumber:

http://dikti.kemdiknas.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2623:penerimaan-proposal-pkm-kt-pkm-ai-dan-pkm-gt-tahun-2012&catid=68:berita-pengumuman&Itemid=160

Feb 5, 2012

Putus- memutuskan

Sudah dewasa harus bisa mengambil keputusan. Begitupun untuk yang satu ini. Teringat status FB yang pernah kupublish, Saat kau belum menemukan yang lebih baik, maka setialah pada apa yang kau miliki saat ini. bersyukurlah. Hingga ada satu pertanyaan dari pembaca, jadi kalau menemukan yang lebih baik berarti yag lama ditinggalkan dong?
Ya, kataku (dalam hati).
Keputusan ini sudah lama dipikirkan dan dibicarakan dengan beberapa elemen (hatiku dan pikirku). Insya Allah dengan mantap keputusa ini dilaunchingkan tepatnya ketika dalam perjalanan pulang dari Pulau seberang. Sangat singkat.

Aku mulai mendapati bahawa ternyata keputusan itu bisa berubah secepat kecepatan cahaya. Dahsyat. Itu yang kualami akhir2 ini, diriku dan sekelilingku. Mudah sekali untuk mengambil keputusan. Dampaknya? Kadang baik, namun tidak jarang juga mebuat sakit hati banyak orang.

Keputusan akan membawa kita pada step selanjutnya tentang masa depan. Keputusan akan melanjutkan jalan cerita hidup kita. Ia akan mengarahkan kita pada satu keadaan yang mungkin sangat jauh dari apa yang kita pikirkan sebelumnya. Maka berhati hatilah membuat keputusan. Dan jika telah kau putuskan, setialah padanya!

Eiiitzzz, tapi jangan berlama2 ya.. Ditunggu keputusan bijakmu!

@Nyamuk Terputus Sayapnya

Rasa Bertukar- tukar

aku berdecak kagum
satu kebanggaan bagimu jika kau ku kagumi, benar?
jika saja hujan urung datang kala itu
aku  tidak akan menemukan kehebatanmu
aku bahkan tidak bisa melihatmu dengan dekat
tapi kau semakin lama semakin tidak semakin jauh semakin hilang semakin pudar semakin kabur semakin tidak semakin kukagumi lagi

aku menemukan sisi lemahmu
aku selalu dituntun menemukannya
ternyata kau
tidak sesempurna yang kubayangkan
yes, aku berhasil

cari mangsa lain!

kagum juga, lebih dari yang sebelumnya
kau, seolah tidak ada duanya
kuikuti, walau tak pasti
mencarimu, walau tak ingin memilikimu
dan kemabali lagi
kau tidak seperti yang kubayangkan dahulu

okeh, gud bye.
sekarang ada malam
mampukah kau menjaga perasaan ku
malam sunyi

begadang? mau kopi? niiiih


latar:
@perjalanan seleksi

Malam

kau entah 
sudah kukatakan jangan lakukan
sudah kusampaikan lewat bacaan buku ini
kuhentikan aksimu lewat mata yang malam, kelam
kenapa juga terus begitu

dan kau ambil mushaf itu, coret sana sini
entah kau, aku yang usil
yang jelas aku ingin hilang dari tatapan indah itu
kau tahu maksudku?
aku ingin pergi dari keberjagaan ini
tapi kau, terus saja berlalu di bola mata ini
dan aku terpanggil untuk mencari celah melihat sisimu
woh, manis sekali rambutmu
berantakan tapi :)

kanan, bermimpikah engkau?
depan sudut kiri, gelisah 
dan kau? 
kenapa tidak juga mengambil hakmu
ditemani pekat malam sepekat kopi yang menemaniku tiap malam
ingin bercerita denganku? 
aku tidak selera
celingak- celinguk, entah apa yang kau cari
mencari wajahku di tumpukan wajah terbaring lelah

ya, aku juga tertarik tapi aku harus menjaga ini
aku berlari di sunyi malam
syukur2 tidak ada hantu yang ngejar, haha

latar: 
@KA Semarang- Jakarta





Jan 26, 2012

Kita, Punya Lebih

Kita,
tidak hanya ini sebenarnya.
bisa lebih dari ini seyogyanya.
bukan hanya mampu melakukan ini sebenarnya.
mampu melakukan lebih baik dari ini seyogyanya.


Tapi,
kita terkadang lebih cepat puas.
kita lebih sering membatasi diri.
kita tidak jarang untuk pura2 merasa cukup.
kita bahkan hampir selalu mengatakan, "sudah, ini lah semampuku" dan pasrah (pdahal usahanya blm maksimal)


Hingga satu hari,
kita mendapati diri yang sangat lelah tiada nikmat
kita menemukan banyaknya kebutuhan yang seharusnya dipenuhi
kita harus berbohong pada diri sendiri bahwa kita tidak suka 'sesuatu' itu
kita sudah tidak menjadi diri sendiri.
Terlalu banyak kebohongan pada diri sendiri.
Tanggung sendiri.

Kitapun berpikir,
kenapa
dia bisa hebat seperti itu?
aku selalu ada di barisan terbelakang?
aku hanya bisa jadi pendengar kisah keberhasilan mereka?
aku tersenyum saja ketika mereka menghujaniku pertanyaan akan targetan ke depan?
dia begitu gigihnya memanas- manasin aku dengan ceritanya di luar negeri sana?


Ggggrrrr....
Kita bertekad,
Membangunkan serigala tertidur yang ada dalam diri kita
membuat rancangan terindah untuk hidup kita
Menghadirkan sejumlah harapan yang memacu adrenalin kita
Menentukan arah hidup kita
Memahami apa kebutuhan kita tanpa membatasinya

Jujur pada hati kita, apa yang kita inginkan sebenarnya?
Yakin pada kuasa Rabb kita, tidakkah suatu keburukan ketika kita membatasi kemampuanNya?

Kita, Punya Lebih

Jan 24, 2012

Mari Mentoring!

Tidakkah kau sedih melihat temanmu sangat jauh? Jauh dari nilai2 keislaman? Orang yang selalu bersamamu mengerjakan tugas, berdiskusi bersama, tawa canda, bahkan suka cita bersama, namun sangat jauh dari agamanya?
Kupikir kau masih sehat. Lahir batin. Tentu kau tidak ingin keadaan itu terjadi di sampingmu kan? Seolah- olah, dan kenyataannya peranmu tidak ada untuk mereka selain hanya masalah akademik. Tentang agama? Ahh, kau bahkan tidak peduli.
Kau hanya sibuk memikirkan dirimu sendiri dan bangga dengan apa yang kau jalani hari ini. Hei, seperti itukah yang engkau pelajari?

Ok ok, berhentilah merutukiku. Engkau tahu kan kegelapn bukan untuk dirutuki, namun sediakan lilin untuk menghadirkan secercah sinar. Dan dalam hal ini, ya aku masih sehat. Aku juga tidak ingin keadaan ini terjadi, tapi apa dayaku?

Ahh, coba kau pikirkan. Bagaimana kau bisa seperti ini? Sholat lima waktu, tilawah, shaum, dan banyak lagi ibadah2 yang kau lakukan dalam setahun terakhir. Engkau hari ini sangat berbeda dengan dirimu yag ada sejak SMA dulu. Aku tahu betul keadaanmu.

Itu kan semua berkat hidaya Allah. Aku dan yang tidak punya kuasa dalam hal beri- memberi hidayah.

Pertanyaanku, bisakah hidayah itu datang begitu saja? Aku resah kawan, resah. Kau lihat remaja2 putri hari ini? Aku khawatir, sangat. Ketika malu tidak lagi dimaknai sebagai pakaian, dan agama mulai diabaikan. Aku sedih. Aku hanya benda mati yang hanya jika digerakkan bisa memberi manfaat. Cobalah kau sedikit berbuat.

Kawan, aku tidak jauh beda dengan apa yang kau alami. Di sekelilingku, kucoba masuki mereka. Bersama mereka kupikir satu strategi untuk bisa menanamkan nilai2 keislaman itu, tapi ternyata tidak. Teman2 yang sebagaian besar dari sekolah yang tidak berbasis agama sangat memerlukan pemahaman agama sejak dini, sejak semester awal. Namun tak mereka dapatkan. Itu masalahnya. Mereka hanya dicecoki dengan pengetahuan teerkait program studi mereka. Aku bisa seperti ini pun karena hidayah Allah melalui engkau. Aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada diriku jika dahulu akku tidak dikenalkan padamu.

Tidak perlu banyak berkisah. Satu hal yang kuyakini, aku ternyata punya pengaruh dalam perubahan diri sosok muslim. Aku merasa bersyukur untuk itu. Namun sangat disayangkan sangat sedikit yang berminat untuk mengikutiku. Aku pun sangat terpukul ketika kegiatan ku tidak lagi dijadikan sebagai mata kuliah wajib. Padahal dahulunya aku sempat punya posisi yang strategis. Entah, kalian tidak mampu mempertahanannya. Tidak tahu apa yang kalian kejar dengan seabrek agenda kalian itu. Maaf jika aku menyinggungmu.

Tidak apa- apa. Satu hal yang ingin kusampaikan adalah hingga hari ini kami masih terus berupaya untuk melegalkanmu. Kami tahu betul seberapa besar pengaruhmu untuk memberi perubahan pada kondisi mahasiswa muslim saat ini. Mulai dari ibadah, tata cara berpakaian, pergaulan, hingga hal yang terkecil. Kami sadar betul akan peranmu. Dan kami akan terus berupaya untuk menjadikanmu menjadi mata kuliah wajib kembali. Aku dan teman2 juga resah dengan kondisi ini. Kami terus berupaya hingga semuanya bisa merasakan manisnya berIslam. Ingat, aku dan teman2 akan memperjuangkanmu.
Ok. Terimakasih atas perhatiannya. Sampai jumpa di kota transit!

.Senyum MENTORING, senyum Indonesia.

Jan 23, 2012

.Kita Masih Normal.

Hei, kau yang di sana. Sadarkah bahwa saatnya engkau menjadikanku teman hidupmu?
Sudah saatnya, bro! Masak sampai sekarang masih saja sibuk mikirkan yang lain. Kita kan udah sah. Cobalah lirik sejenak. Masa yang kau tunggu2 sudah tiba. Kehidupa yang lebih baik akan kau hadapi jika menjalani ini dengan serius. 
Lihat kawanmu yang di sana. Begitu menikmatinya. Semua pikirannya dikerahkannya untuk menyelesaikanku. Tapi kau? Aneh.

Hei, jangan sembarangan. Aku juga menikmati kehadiranmu dalam kehidupanku. Tapi cara kami berbeda. Beda, boy! Menikmati bukan berarti harus selalu bersamanya kan? Sedangkan cinta saja tidak harus memiliki apalagi yang ini. Tunggu saja aksiku nanti. Kan kuselesaikan ini dengan cara professional, seperti yag sudah kupelajari selama 7 semesteer ini.

Yeee, kau lihat di sana. Dia sudah ACC, bahkan beberapa ada yang sudah seminar, engkau?

Aku nyaris. Haha. Tolonglah jangan dibandingkan. Satu hal yang pasti dan harus kau ingat, aku akan wisuda dengan NORMAL. Itu saja.
Nah, kau tahu. Untuk mencapainya, aku punya cara tersendiri. Banyak jalan menuju Tokyo, kawan! Dan banyak cara juga untuk bisa dyving, dan tentu banyak cara juga untuk menyelesaikanmu. Bukan aku tidak serius, aku hanya tidak ingin mengikut jalan normal untuk mencapai wisuda dengan NORMAL. Kau pikir aku tidak memikirkanmu? Hah, mana mungkin. Aku bahkan kebanyakan mikir hingga kurang aksi. Haha. 

Itu dia yang sejak awal membuatku sedikit enggan berurusan denganmu. Terlalu sepele kubilang. Selalu buat kerjaan mendadak, hasilnya? Aku hanya ingin kau bisa seperti teman2mu yang menatap jauh ke depan.

Eitts, kau bilang aku pikir pendek? Jangan salah, bro. Aku malah punya planning panjang yang lebih baik dari mereka. Kalaulah aku tidak meyelesaikan urusanku denganmu hingga Oktober ini, biaya kuliah, transportasi, konsumsi, kontrakan dkk bakalan berlanjut. Aku tidak mau itu. Kuyakinkan kau, bahwa aku begitu sayangnya pada orangtuaku. Kuyakinkan kau, hubungan kita tidak akan berlanjut hingga masa itu. Tidak lebih. Kau tahu setelah itu? Aku akan berbeda dari yang lain. 

Oooppss, ada yang marah. Tenang mas, aku hanya kesal saja dengan yang lain. Bisakah kau lebih banyak bertindak daripada berpikir? Aku malu jika ditanyakan tentang perkembanganku, nyaris tak berkembang. Kerdil. Tirus. Engkau terlalu sibuk dengan urusanmu yang lain. Tak bolehkah kau hentikan itu dulu dan fokus menemani aku?
Ggggrrrr… Untuk yang satu itu memang tidak bisa bro. Akan kucoba seimbangkan tanpa menzholimi siapapun dan apapun. Trust me, tightly. Ok! J
Hmm, tidak bisa tersenyum dengan keadaanku yang masih seperti ini tanpa perhatian darimu. Kumohon jangan biarkan aku tergantung- gantung. Yang sudah dimulai, akhiri! Tanggungjawab lah, boy..
Kan sudah kubilang, kau pasti akan kuselesaikan. Tidak perlu melirik ke sana ke mari. Terlalu memikirkan perkataan orang lain hanya akan membuatmu terkungkung. Kau tahu kisah seorang anak dan bapak yang memiliki seekor kedelai tua?  Ikuti kata hatimu, bukan kata orang lain. Kau tahu aku masih baik kan? Kata hatiku kupastikan juga baik. Sekarang izinkan aku menikmati kehaddiranmu dengan cara yang berbeda dari kebanyakan. Aku tak ingin menyiakan sisa satu semester ini hanya berkelut denganmu. Aku ingin terbang, mau ikut?
.SKRIPSI, Enjoy your seat.

Jan 13, 2012

20 Tips agar Tidak Mudah Lupa

Kunci kereta diletak dimana? 
Laporan yang mau diserahkan sudah selesai?
Berkas yang saya suruh kemarin sudah diprint?
huppp, lemasss. LUPA. Maaf.

Jika Anda biasa melontarkan beberapa pertanyaan di atas kepada diri sendiri, alias seorang pelupa, berikut ini 20 langkah memperbaiki daya ingat.

1. Padatkan
Ketika mengingat-ingat deretan huruf yang panjang seperti 33987643134509, pecahkanlah menjadi: 33 98 76 43 13 45 09.

2. Jangan menjejalkan
Lebih baik memberi ruang pada proses belajar. Contohnya, ketika Anda belajar bahasa asing, jangan mengulang satu kata terus-menerus. Demikian saran dr Chris Moulin dari Leeds Memory Group. Ulangi beberapa kali, dan kemudian lanjutkan lagi, dan kembali lagi nanti.

3. Ciptakan petunjuk
Jika kamu mempunyai kegiatan teratur setiap hari pada waktu tertentu, seperti minum obat, berilah petunjuk dirimu sendiri untuk menolong niatanmu tersebut. Misalnya: “Ketika acara TV ini selesai aku akan meminum obat.”

4. Gunakan gambar
Satu cara untuk mengingat sesuatu, seperti nama orang, adalah menggambarkan wajah mereka. Jadi ketika kamu bertemu Joe Diamond, bayangkan sebuah intan (diamond). Kamu harus lebih kreatif untuk menggambarkan nama orang dengan nama yang tidak biasa.

5. Buat lebih bermakna
Gunakan arti khusus untuk mewakili sebuah fakta atau angka, jika Anda perlu mengingat angka 50110662012, pikirkan jins Levi's, Perang Hastings, atau Olimpiade London.

6. Buatlah lebih pribadi
Buatlah sesuatu yang ingin kamu ingat berhubungan dengan dirimu sendiri. Itu pertolongan mengingat yang plaing baik. Contohnya Blair mulai berkuasa pada tahun 1997, kamu lulus tahun 1997.

7. Metode Kamar Roma
Metode Kamar Roma adalah tentang mengingat rangkaian informasi dengan memvisualisasikan mereka ke dalam sebuah lokasi. Gunakan tempat yang kamu tahu dengn baik, lakukan perjalanan pikiran melewati kamar dalam tatanan yang teratur. Kemudian letakkan informasi dari daftarmu satu per satu ke dalam setiap kamar.

Jadi ketika ingin mengingat Perdana Menteri, tempatkan Harold Wilson di lorong, James Callaghan di ruang keluarga, Margareth Thatcher di dapur dan seterusnya. Pikirkan itu pelan-pelan dan itu akan terus menempel.

8. Rutinitas
Rutinitas yang membosankan adalah teman terbaik ingatan. Letakkan barang-barang tersebut di tempat yang sama di waktu yang lama. Semakin terbiasa, semakin mudah Anda mengingat.

9. Menghafal
Menghafal adalah teknik pembelajaran yang menolong daya ingat - seperti 'Mejikuhibiniu' untuk mengingat warna pelangi. Gunakan frasa untuk mengingat hal, semakin aneh semakin baik.

10. Makan ikan berlendir
Minyak Omega-3 yang ada pada ikan berlendir, dapat membantu kekuatan Anda berkonsentrasi.

11. Konsumsi choline
Choline, asam amino yang ada pada telur, hati, ayam dan kedelai, dapat menjaga otak dan meningkatkan daya ingat. Penelitian terbaru menunjukkan, orang dengan konsumsi choline yang tinggi berhasil menyelesaikan tes daya ingat dengan lebih baik — walau diet kesehatan jangka panjang adalah kunci utama untuk menjaga fungsi otak yang baik, dengan sayuran hijau, buah beri, tomat, kacang dan kecambah adalah makanan yang baik untuk daya ingat.

12. Olahraga
Sebuah penelitian Cambridge University menyebutkan, latihan aerobik teratur seperti jogging dapat meningkatkan daya ingat dengan memicu pertumbuhan neuron baru di otak.

13. Mengajar
Mengajari konsep baru pada orang lain bisa membantu ingatanmu pada hal tersebut. Jadi berikan mata kuliah kecil untuk temanmu ketika kalian berdua belajar untuk tes yang sama.

14. Berpikiran positif
Menurut ahli kesehatan Harvard, stereotipe negatif tentang penuaan membuat daya ingat menurun. Jadi orang tua menghasilkan nilai yang tes daya ingat yang buruk ketika dihadapkan pada pernyataan pesimis tentang usia dan kekuatan otak — dan lebih baik ketika mendengar pesan untuk menjaga daya ingat tetap kuat hingga pensiun.

15. Gunakan seluruh inderamu
Makin banyak indera yang kamu gunakan ketika mengalami suatu kejadian, semakin mudah Anda mengingatnya nanti. Contoh, penciuman bisa secara cepat mengembalikan kenangan masa lalu. Jadi mulailah mengendus.

16. Catat
Gambar atau tulislah informasi yang ingin diingat.

17. Pengulangan
Ketika kamu ingin mengingat hal baru, ulangi dengan keras. Contohnya jika kamu baru diberitahu nama seseorang, panggil nama mereka ketika berbicara dengan orang tersebut.

18. Tantang dirimu sendiri
Beraktivitas memerlukan konsentrasi. Bergabunglah dengan klub membaca, teka-teki silang atau mencoba resep masakan baru. Kegiatan apapun yang menggunakan otak akan menolongmu untuk menjaga bakat hingga tua nanti.

19. Tulis, jangan ketik
Jari Anda mungkin akan kikuk menggunakan alat tulis ketika sudah terbiasa mengetik, namun menulis dengan tangan dapat membuat otak memproses informasi dengan lebih baik. Jadi ketika belajar hal yang baru, tulislah.

20. Meditasi
Penelitian AS menunjukkan, pengobatan harian mempertebal bagian otak cerebral cortex, yang bertanggungjawab membuat keputusan, perhatian dan daya ingat. Cobalah melakukan teknik mengosongkan pikiran, berfokus pada sebuah gambar, suara atau napas Anda sendiri.

Semoga bermanfaat!
from: http://id.she.yahoo.com/20-cara-agar-tak-gampang-lupa.html

Katakan Tidak Tahu, Tak Membuatmu Malu

Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan, akhirnya sampailah ia ke tempat yang dituju. Tak sabar lagi baginya untuk segera menemui orang yang selama ini ia cari. Sosok yang selama ini membuat kagum orang-orang di kampungnya.

Kini ia sudah di hadapannya. Ia ajukan beberapa pertanyaan yang dititip orang-orang di kampungnya. Tapi, apa hendak di kata, dari enam puluh sekian pertanyaan yang dibawa, ia cuma bisa menjawab tiga pertanyaan. Sedangkan sisanya, hanya dijawab, “Allahu a’lam (Allahlah Yang Maha Tahu).” Ia pun kecewa. Sosok yang yang selama ini dielu-elukan orang-orang di kampungnya ternyata seperti ini keadaannya. Ia pun berkata, “Anda adalah Imam Malik, tapi Anda berkata, ‘Saya tidak tahu?!

Dalam riwayat lain: ‘’Anda adalah Malik bin Anas. Orang-orang naik unta untuk menemui Anda. Dan mereka datang dari segala penjuru ke tempat Anda. Lalu Anda mengatakan : Allahu a’lam?! Lantas apa yang harus kukatakan kepada orang-orang di negeriku jika aku kembali kepada mereka?! ‘’ Beliau menjawab, ’’Katakan kepada mereka bahwa Malik mengatakan, ‘Allahu a’lam,’’
Siapa yang tidak kenal dengan Malik bin Anas? Seorang imam besar dari darulhijrah (negeri tempat berhijrahnya Nabi kita), yaitu Madinah Nabawiyyah. Seorang yang namanya tercatat sebagai sosok besar yang mengisi lembaran sejarah umat islam. Seorang ‘alim yang disegani dan tidak diragukan lagi keilmuannya. Namun, dengan kebesaran dan ketinggian posisi yang disandangnya, beliau tak gengsi dan tak malu untuk menjawab, “ Saya tidak tahu” tatkala ditanya tentang sesuatu yang beliau tak tahu jawabannya.

Alangkah tawadhunya beliau. Di sini beliau mengajarkan kepada kita tentang sikap rendah hati dan juga adab penting yang sangat berharga. Yaitu adab berbicara tentang perkara yang tidak kita ketahui. Beliau mengajarkan bahwa hendaknya kita tidak berbicara kecuali dalam hal yang kita ketahui dan menutup mulut serta mengunci lisan kita dari perkara yang tidak kita ketahui. Bahkan, yang demikian pernah beliau ucapkan dengan jelas melalui lisannya. Beliau berkata, “Hendaklah seseorang tidak berkata kecuali dalam perkara yang ia kuasai. “ (Ma’alim Fi Thariqi Thalabil’ilmi karya DR. Abdul’Aziz As-Sadhan hal. 209)
Dan sebenarnya, adab itu pula yang Allah عز وجل tuntunkan kepada Nabi kita صلى الله عليه وسلم:
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ” (QS. Al-Isra: 36)

Sahabat Nabi yang mulia, Ibnu Mas’ud رضي الله عنه pun menegaskan yang demikian. Ia berkata, “Wahai sekalian manusia, siapa yang mengetahui tentang sesuatu, sampaikanlah. Dan jika tak tahu, ucapkanlah, ‘Allahu a’lam’. Karena, sungguh, termasuk bagian dari ilmu, jika engkau mengucapkan terhadap sesuatu yang tidak kau ketahui dengan ucapan: ‘Allahu a’lam’. Allah berfirman kepada Nabi-Nya: ‘Katakanlah (hai Rasul): ‘Aku tidak meminta upah sedikit pun pada kalian atas dakwahku dan bukanlah Aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. ” (QS. Shad: 86) (HR. Bukhari no. 4531)
Demikianlah Allah عز وجل membimbing Nabi kita صلى الله عليه وسلم. Dia عز وجل melarang Rasul-Nya untuk lancang berucap dan bertindak tanpa petunjuk wahyu. Maka beliau pun tunduk mematuhi-Nya. Imam Malik berkata, “Rasulullah sebagai imam bagi kaum muslimin dan pemimpin para Nabi, ketika ditanya tentang sesuatu tidaklah beliau menjawab sampai datang kepadanya wahyu dari langit. ” (Ma’alim Fi Thariqi Thalabil’ilmi hal. 207)
Kalau begitu, sulitkah kita menahan lisan ini untuk tidak berbicara tentang sesuatu yang tidak kita ketahui? Terasa beratkah mulut ini untuk mengatakan, “Allahu a’lam”? Terasa kelukah lidah ini untuk mengucapkan, “Saya tidak tahu”? Padahal, jika itu yang meluncur dari lisan kita, bukanlah suatu aib dan cela, kalau memang muncul dari ketidaktahuan. Yang demikian itu tak akan mengurangi kedudukan dan kehormatan kita, dan tidak pula merendahkannya, apalagi menjatuhkannya.
Ibnu Jama’ah berkata, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya ucapan seseorang yang menjawab, ‘Saya tidak tahu’, tidaklah mengurangi kemuliaannya-sebagaimana itulah anggapan orang-orang bodoh-namun justru mengangkat posisinya. Sebab, itu bukti yang menunjukkan betapa agung kedudukannya, kuat agamanya, betapa bertakwanya ia terhadap Rabbnya, bersih hatinya dan sempurna pengetahuannya serta baik tatsabut (ketelitian)nya. ”
Lalu Ibnu Jamaah juga berkata, “Dan tidaklah menyombongkan diri dari mengucapkan, ‘Saya tidak tahu’ melainkan ia orang yang lemah agamanya dan rendah pengetahuannya. Sebab, ia takut kedudukannya jatuh di pandangan manusia. Dan ini (tentu saja) suatu kebodohan dan kelemahan dalam beragama. Sebab, bisa jadi kesalahannya akan tersebar di tengah khalayak, sehingga ia pun jatuh pada masalah yang sebenarnya ia ingin lari darinya dan tercap di sisi mereka dengan cap yang sebenarnya ia ingin menjauhinya.” (Ma’alim Fi Thariqi Thalabil’ilmi hal. 205-206)
Demikianlah adab penting yang perlu kita pegang teguh dan kita gigit erat-erat dengan gigi geraham kita. Karena, berbicara tentang sesuatu tanpa ilmu, bukan hanya tak berguna, melainkan akan merusak pula kehormatan kita. Sebab, terbongkarlah kelak kebodohan dan kecerobohan kita di hadapan orang-orang.
Itu dalam masalah dunia, apalagi dalam masalah agama. Bahayanya lebih besar lagi. Karena, selain itu merupakan perkataan tanpa ilmu, teranggap pula sebagai kedustaan atas nama Allah. Sebuah kriminalitas besar!

Katakanlah: ‘Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui.” (QS. Al-A’raaf: 33)
Ibnul Qayyim dalam I’lamul Muwaqq’iin menerangkan bahwa dalam ayat ini, Allah menyebutkan lima perkara terlarang secara berurutan. Dimulai dari yang rendah tingkat keharamannya yaitu perbuatan keji dan diakhiri dengan yang paling besar keharamannya, yaitu “mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui.”
Wallahi, alangkah dahsyat bahaya ini, sampai-sampai Al-Qasim dan Ibnu Sirin berkata, “Sungguh seandainya seseorang mati dalam keadaan bodoh, lebih baik baginya daripada ia berbicara tentang sesuatu yang tidak ia ketahui. “(Ma’alim Fi Thariqi Thalabil’ilmi hal. 208)
Maka, tak ada gunanya berpura-pura ‘alim di hadapan manusia. Tak ada faidahnya memaksa diri berkata dan berkomentar tentang hal yang tidak dikuasai. Hendaknya kita tawadhu. Hendaknya mengaca, siapa kita ini? Seorang imam besar dan mujtahid kah?

Tapi, kalau melihat fenomena di akhir zaman ini, terasa sesaklah dada. Berapa banyak orang yang baru mengenal satu dua ayat dan hadits sudah diustadzkan, menjadi dai, lalu berbicara panjang lebar tentang perkara pelik dalam agama. Ketika ditanya, tidak bisa menyebutkan sandaran hukum yang jelas dari jawaban mereka, entah itu dari Al-Quran atau As-Sunnah atau atsar para sahabat. Jawaban yang terasa kering dan kurang bermakna. Dan cerdiknya, kelemahan yang ada bisa ditutup dengan berbagai trik, entah dengan kepintaran memutar kata atau dengan guyonan. Akhirnya, umat tak mereguk apapun kecuali retorika dan canda tawa.

Ada lagi yang dengan bekal membaca satu atau dua buku (itu pun terjemahan) sudah berani berbicara tentang perkara besar dalam agama. Berkomentar dengan penuh keberanian tentang syariat, “Hukum Islam itu bukan sebuah sistem hukum yang padu, itu cuma polemik berkepanjangan yang dilakukan oleh para ulama terdahulu! “ sedangkan ia tidak memakai jilbab!
Apa jadinya umat ini kalau yang seperti itu banyak terjadi? Di manakah ketawadhuan itu? Di manakah adab dan pengagungan terhadap Allah عز وجل?
Hendaknya kita takut kepada Allah عز وجل. Hendaknya kita beradab kepada-Nya. Hendaknya kita sadar bahwa bisa saja karena satu kalimat yang telah terucapkan, ternyata itu mencampakkan kita ke dalam kesengsaraan yang tak tertahankan.
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dia tidak tahu apakah itu benar atau tidak ternyata itu menjerumuskannya ke dalam neraka melebihi jarak antara timur dan barat. (HR. Bukhari no. 6477 dan Muslim no. 2988)

purely copied from:

Jan 10, 2012

Kesebut Engkau, Teman Sejatiku

Saat- saat sulit seperti ini, butuh dirimu ada di sampingku. Menenangkanku, sedikit memberiku stimulus akan rasa beratnya menapaki jalan ini.
Saat- saat sulit seperti ini, teringat engkau yang selalu tampil dengan keceriaanmu. Tak ada beban di wajahmu. Itu satu hal yang membuatku menobatkanmu sebagai teman sejatiku, ya belum ada yang lain.
Dikau berbeda dengan yang lain. Sungguh.
Saat yang lain mencela, engkau malah mencari celah sebaik mungkin untuk memuji.
Saat yang lain mulai berprasangka buruk pada sesuatu yang memang sulit untuk dilihat dari sisi positif, engkau bahkan mampu menghentikan pikiran2 itu
Saat yang lain mulai lemah, engkau dengan kepolosanmu kadang membuat kita bisa bergerak kembali
Engkau dengan pemahamanmu yang benar, cukup member arti untuk perjuangan ini
Engkau, dengan caramu yang tak jarang membuat jengkel berhasil merasuki akal sehat kita
Dikau, bersahaja. Tidak banyak yang kau harapkan.
Komitmenmu, kerja kerasmu, keikhlasanmu. Kulihat itu semua saat itu belum kutemukan pada yang lain.
Dan akupun memutuskan untuk menjadikanmu, teman sejatiku.

Saat- saat sulit seperti ini, aku butuh teman cerita. Entah, bercerita denganmu cukup nyaman bagiku. Walau aku tak tahu apa yang ada di pikiranmu.
Ceracauanku, semoga tidak menambah beban pikiranmu.
Saat- saat seperti ini, mendapati dan menyadari bahwa aku tidak ada apa2nya. Lemah.
Jika boleh aku membandingkan diriku dan engkau, aku hanya sepertiga dari apa yang kau miliki.
Ilmu, ibadah, pengorbanan, perjuangan, keikhlasan. Luarbiasa engkau.
Sikap tanpa pamrih itu hadir menemanimu.
Sikap apa adanya dan rendah hati bersamamu.
Itulah sebabnya, kusebut engkau teman sejatiku.
Maukah engkau?

Untuk yang di sana, N.M.c S.Pd.
Jazakillah khoir

Jan 1, 2012

Senyum Palestina, Impian Bersama

Senyum Palestina, Impian Bersama. Palestina adalah sebuah negara Islam yang sangat di agungkan, sejarah-sejarah Islam banyak terjadi disana begitu juga masjid Al-Aqsa yang menjadi kiblat bagi kaum muslimin. Namun, para penjajah kaum Yahudi Israel telah menebar penderitaan dan kehancuran disana, sejak tahun 1940an hingga sekarang mereka ingin merebut dan menghancurkan bangsa palestina bahkan banyak media masa mengatakan israel sedang melakukan genosida yaitu pemusnahan suatu bangsa atau ras manusia.

Kamis 8 Desember 2011 merupakan tepat 24 tahun gerakan intifadhah Al Aqsha berlangsung. Gerakan ini meletus setelah empat orang pemuda Palestina meninggal dunia seketika karena ditabrak sebuah truk militer zionis israel laknatullah. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 8 Desember 1987 tersebut memicu gelora kebangkitan rakyat Palestina untuk melawan penjajahan zionis Israel. Gerakan perlawanan menjadi gerakan total yang menggerakkan semua lapisan masyarakat.

Sejak bulan Desember 1987-Agustus 1993 bara api intifadhah yang pertama berkobar. Aksi-aksi heroik intifadhah membawa semangat yang luar biasa. Tank-tank militer dan senjata api dilawan dengan menggunakan batu oleh para pemuda di Palestina. Intifadhah juga melahirkan “anak-anak batu” yang semangatnya tersiar ke seluruh dunia. Istilah “Anak-anak batu” adalah sebutan untuk anak-anak kecil pemberani yang terlibat dalam bentrokan melawan penjajah Zionis Israel. Hanya dengan berbekal batu mereka melawan terjangan peluru-peluru tajam, mortir, rudal dan peralatan militer lainnya.

Sampai hari ini, para kader gerakan Hamas dan rakyat Palestina sadar betul, pembebasan Gaza dapat dilakukan meski tanpa senjata. Para pengamat berpendapat, bahwa rakyat Palestina telah banyak mendapatkan manfaat dari pengalaman intifadah al Aqsha di semua tingkatan. Mereka sepakat bahwa pengalaman terlibat dalam spekulasi perundingan adalah sia-sia dan tidak akan memberikan manfaat apa-apa.

Di sisi lain, Palestina adalah bangsa yang sangat peduli dengan penderitaan bangsa orang lain, termasuk terhadap bangsa Indonesia. Pada masa-masa perjuangan kemerdekaan di Indonesia, M. Ali Taher, Perdana Menteri Palestina, menyumbangkan seluruh uangnya dari Bank Internasional untuk dana perjuangan muslim Indonesia. Di saat Agresi Militer I dan II terjadi, Palestina bersama dengan Mesir, Irak, dan negara-negara muslim yang lain, melakukan boikot dan demonstrasi anti-Belanda. Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, setelah sebelumnya juga melakukan upaya diplomasi untuk Indonesia. Ditengah derita mereka, hidup bertahun-tahun di tenda-tenda dan rumah-rumah darurat, rakyat Palestina masih sempat mengirimkan sumbangan untuk korban Tsunami di Aceh dan Erupsi Merapi di Yogyakarta.

Berangkat dari kondisi tersebut, PUSKOMDA FSLDK Sumatera Utara bertekad untuk memberikan sesuatu yang bisa membantu saudara kita di Palestin. Untuk itu, seminar serta aksi penggalangan dana menjadi satu moment penting dalam Simposium LDK Se- Sumut pada tanggal 30 Desember - 01 Januari. Seminar yang menghadirkan ketua BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) cabang Medan, Drg. Armia serta Ustadz Sarwedi Hasibuan dari KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina)  ini cukup berhasil untuk menghadirkan kembali rasa kepedulian dari para aktivis dakwah kampus se- Sumut. Menyadari betapa kecilnya diri dibandingkan mereka yang ada di sana. Menyadari belum ada sesuatu yang berharga yang sudah diberikan kepada mereka.

Terakhir, masalah Palestina adalah masalah kita bersama. Semoga agenda- agenda dakwah yang kita lakukan tidak sampai melupakan kita untuk turut memikirkan kondisi saudara kita di sana. Menyebarkan informasi Palestina, Memboikot produk Yahudi, Mendoakan adalah tiga hal dasar yang HARUS kita lakukan sebagai wujud rasa peduli kita pada saudara kita di Palestina.
Tidak lebih. Palestina tersenyum, impian kita bersama. (02/01san)

Saatnya Tiba, Alhamdulillah

Sekali lagi kerinduan hanya pantas singgah di jiwa-jiwa yang tegar hingga kerinduan itu menjadi indah sampai waktu yang tepat itu tiba. Jika bukan pada sebuah jiwa yang tegar, maka ia bukanlah kerinduan tetapi kecengengan...

mari pulang kampung!
Let's go back, sorry for all. gak akan lama.
i'll miss you then, sure...
:)

Nurhasanah San Sidabalok

Dec 27, 2011

Beberapa Do'a dalam Al Qur'an

Berikut beberapa do’a yang terdapat dalam Al Qur’an
1.      Doa Keselamatan 
     Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engka siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kamj, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286).
2.      Doa Sapu Jagad 
     Artinya: "Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).
3.      Doa Tabah Menghadapi Lawan 
Artinya: "Ya Tuhan, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah pendirian kami, serta tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 250).
4.      Doa Menghindari Kesesatan 
Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi karunia." (QS. Âli 'Imrân: 8).
5.      Doa Kekuatan Iman 
Artinya: "Ya Tuhan, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami, dan selamatkanlah kami dan siksa neraka:" (QS. Âli 'Imrân: 16).
6.      Doa Penyesalan
Artinya: "Ya Tuhan, kami telah menganiaya dm kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'râf 23).
7.      Doa Mohon Keadilan 
Artinya: "Ya Tuhan, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan haq (adil). Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya." (QS. Al-A'râf 89).
8.      Doa Mohon Ampun
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami lantaran kami lupa atau tersalah. Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, rahmatilah kami, Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al Baqarah 2 : 286)

Dec 26, 2011

No Laptop Area

Laptop bukan lagi menjadi sesuatu yang terkesan mewah. Bagi sebagian mahasiswa ia sudah seperti kebutuhan primer di tengah berbagai tugas perkuliahan yang tidak zaman lagi menggunakan handwriting. Nah, bagaimana menjadi laptop Anda supaya tetap terpelihara? Kebayang gak gimana kondisinya jika di saat tugas sudah menemui deadline tiba- tiba laptop Anda mati seketika dan tidak bisa digunakan? Big problem, right? Nah, oleh karena itu sejak awal Anda harus menjaga kondisi laptop agar bisa kompromi kapanpun Anda inginkan. Anda tidak boleh meletakkan laptop di sembarang tempat. Berikut ini beberapa tempat terlarang untuk laptop Anda.
No Laptop Area

1. Tempat tidur
Menyimpan laptop di tempat yang lembut seperti tempat tidur, dapat menyumbat lubang ventilasi di bagian bawah laptop dan menghambat masuknya udara yang berguna untuk menyejukkan suhu laptop. Sebagai gantinya, gunakan alas khusus laptop, meja, atau setidaknya, buku dengan hardcover untuk melapisi bagian bawah laptop Anda. Intinya, laptop memerlukan permukaan datar untuk menjaga asupan udara dan kestabilan suhu di dalamnya.

2. Di dekat hewan
Menyimpan laptop di dekat hewan saja sudah berbahaya, apalagi membiarkan hewan peliharaan Anda tidur di atasnya. Bulu-bulu hewan yang rontok dapat beterbangan masuk dan menyumbat lubang ventilasi di bagian bawah laptop. Hasilnya, sistem pendinginan pun terganggu dan dapat menyebabkan overheating.

3. Lantai
Tak peduli sebersih apapun ruangan Anda, menaruh laptop di lantai is a big no-no. Anda tak pernah tahu betapa banyak partikel-partikel mungil serupa debu di lantai yang dapat tersumbat masuk ke dalam lubang ventilasi laptop. Taruh laptop di tempat yang cukup tinggi dari permukaan lantai, seperti meja atau kursi dengan alas laptop mat atau cooling fan.

4. Tempat basah
Jangan coba-coba menggunakan laptop sambil minum, apalagi kemudian menyimpan minuman di samping laptop. Tetesan air dari minuman dapat menimbulkan kerusakan fatal dan konsleting dalam laptop Anda, terlebih jika minumannya tumpah.

5. Toilet
Anda terlalu sibuk hingga harus mengerjakan pekerjaan Anda hingga ke toilet? Atau Anda maniak internet dan online game, atau hanya sekedar tak ingin mati bosan saat buang air? Buang air sambil baca majalah memang sudah basi, tapi bukan berarti Anda merelakan laptop kesayangan Anda kecipratan air dan mati gosong, kan?

6. Di dekat asbak
Well, lebih tepatnya, hindari menggunakan laptop sambil merokok. Asap dan abu rokok dapat menyumbat kipas dalam lubang ventilasi laptop. Asap rokok yang dihembuskan ke arah laptop dapat menyebabkan keyboard menguning. Menaruh asbak di samping laptop juga berbahaya, karena abu rokok yang terbawa angin dapat menyumbat ventilasi dan membuat kinerja laptop Anda menjadi menurun.

Berpikirlah terlebih dahulu untuk meletakkan laptop Anda di tempat- tempat yang telah disebutkan di atas. Yang pasti, efek dari pelanggaran ini bisa saja tidak terjadi pada masa sekarang tapi di kemudian hari. Let's keep it well! (27/12san)

What is Contextual Teaching Learning (CTL)?

Contextual Teaching and Learning (CTL) helps us relate subject matter content to real world situations and motivate students to make connections between knowledge and its applications to their lives as family members, citizens, and workers and engage in the hard work that learning requires. Contextual teaching and learning strategies 


Problem-based. CTL can begin with a simulated or real problem. Students use critical thinking skills and a systemic approach to inquiry to address the problem or issue. Students may also draw upon multiple content areas to solve these problems. Worthwhile problems that are relevant to students’ families, school experiences, workplaces, and communities hold greater personal meaning for students.
Using multiple contexts. Theories of situated cognition suggest that knowledge can not be separated from the physical and social context in which it develops. How and where a person acquires and creates knowledge is therefore very important. CTL experiences are enriched when students learn skills in multiple contexts (i.e. school, community, workplace, family).

Drawing upon student diversity. On the whole, our student population is becoming more diverse, and with increased diversity comes differences in values, social mores, and perspectives. These differences can be the impetus for learning and can add complexity to the CTL experience. Team collaboration and group learning activities respect students’ diverse histories, broaden perspectives, and build inter-personal skills.
Supporting self-regulated learning. Ultimately, students must become lifelong learners. Lifelong learners are able to seek out, analyze, and use information with little to no supervision. To do so, students must become more aware how they process information, employ problem-solving strategies, and use background knowledge. CTL experiences should allow for trial and error; provide time and structure for reflection; and provide adequate support to assist students to move from dependent to independent learning.
Using interdependent learning groups. Students will be influenced by and will contribute to the knowledge and beliefs of others. Learning groups, or learning communities, are established in workplaces and schools in an effort to share knowledge, focus on goals, and allow all to teach and learn from each other. When learning communities are established in schools, educators act as coaches, facilitators, and mentors.
Employing authentic assessment. CTL is intended to build knowledge and skills in meaningful ways by engaging students in real life, or "authentic" contexts. Assessment of learning should align with the methods and purposes of instruction. Authentic assessments show (among other things) that learning has occurred; are blended into the teaching/learning process; and provide students with opportunities and direction for improvement. Authentic assessment is used to monitor student progress and inform teaching practices.

Many of these strategies are used in classrooms today. Activities such as team teaching, cooperative learning, integrated learning, work-based learning, service learning, problem-based learning, and others support CTL and are already occurring in many classrooms and schools. Many educators routinely use these activities to encourage inquiry, creative problem solving, and use of higher order thinking skills. These educators see these teaching/learning processes as methods to help all students meet state and local standards.
For CTL to be effective, all strategies must be present in the teaching/learning experience. Implementation of CTL may not require drastic changes in practice for all educators. It may require enhancement of practice in one characteristic and not another. Continual use and reflection on CTL processes broadens and deepens educators’ knowledge and ability to facilitate learning.
Similarly, implementation of CTL has ramifications for the school organization. According to some CTL advocates: "This approach differs from other ways to think about teaching and learning. Here, we are not attempting to raise achievement scores by teaching basic skills. Furthermore, a quiet, orderly classroom is not to be expected. Principals, school boards, parents, and other members of the community must support this approach… to increase its probability of success" (Carr, M., et al., 1999, p.2). For CTL to be successful for all students, a school must value and support the approach. Newmann and Wehlage (1997) describe a system of support for authentic learning that has been adapted to describe supports for CTL.

In Newmann and Wehlage’s circles of support, the ultimate goal is to support high quality student learning. To do so, everyone in the school must agree on a definition of what students should learn and what strategies support learning. Next, teaching and learning strategies, (whether in the classroom, school, or community) require considerable support from the school organization. Finally, external supports provide encouragement and resources to help students and educators create high quality teaching and learning environments.
TeachNET has been designed to engage educators with a range of expertise in the use of CTL practices. TeachNET activities generate discussions and actions that help educators improve their abilities to facilitate CTL in their classrooms. Each educator will draw upon his/her expertise when considering means of enhancing CTL practices and making them work in their classrooms, schools, and communities. Because TeachNET participants, their schools, and communities are diverse, we have outlined an action planning process in which educators will identify, implement, reflect upon, and improve supports for CTL in their classrooms, schools, and communities.

 
Baca Juga:
Langganan
Get It