September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Jun 20, 2011

Infinitive, Gerund, and Participle Phrase


Infinitive, Gerund, and Participle Phrase
a.    Infinitive phrase
An infinitive is a verb form--often preceded by the particle to--that can function as a noun, an adjective, or an adverb.
Examples:
 - I don't like to help unless I'm getting paid for it.
   - Let me show you the smart way to reach your dream. 
           - I don't want to achieve immortality through my work.

b.      Gerund phrase
A gerund is the -ing or -ed or -d form of the verb used as a noun in a sentence.  Therefore, a gerund would be used in these positions in a sentence:  as a subject, predicate noun, direct object, object of preposition.
A gerund phrase is a group of words consisting of a gerund and the modifier(s) and/or (pro)noun(s) or noun phrase(s) that function as the direct object(s), indirect object(s), or complement(s) of the action or state expressed in the gerund.
Examples:
1.      - Finding a needle in a haystack would be easier than what we're trying to do.
2.      - I hope that you appreciate my offering you this opportunity.
3.      - You might get in trouble for faking an illness to avoid work.

c.       Participial phrase
A participle is the - ing, -ed, -d form of the verb used as an adjective.  Therefore it would always be modifying a noun/pronoun.
A participial phrase is made up of a participle and its modifiers. A participle may be followed by an object, an adverb, a prepositional phrase, an adverb clause, or any combination of these.
Examples:
1.      - Running swiftly down the street, the boy won the race.
Running swiftly down the street is a participial phrase modifying the subject, boy.  It tells which boy you are talking about.  He is the one running swiftly down the street.
2.      - Rejected by all his friends, he decided to become a monk.
The participle phrase ‘rejected by all his friends’ describes the pronoun he.
- Most of the people invited to the party didn’t turn up.
The participle phrase ‘invited to the party’ describes the noun people.

ADK UNIMED: Pra PPLT 2011


ADK UNIMED: Pra PPLT 2011. Hanya menunggu hitungan jari, tidak lama lagi para mahasiswa pendidikan akan mengikuti PPLT yang setiap tahunnya berlaku bagi mahasiswa tingkat 3. Kemudian, bagaimana para Aktivis Dakwah Kampus (ADK) melihat hal ini? Sudah seberapa besar usaha yang dilakukan untuk menyambut moment ini? Moment dimana sebagian besar mereka yang berada di tingkat 3 akan berangkat dan secara tidak tertulis mendapat cuti dari amanah dakwah dalam kampus. Mulai dari pembekalan yang akan diberikan kepada mereka yang akan berangkat hingga penguatan kepada mereka yang ditinggal. 

Sebelum berangkat PPLT, ada sedikit kata- kata yang tersusun dalam barisan kalimat dan ingin segera keluar dari habitatnya hingga tercipta sebuah tulisan yang tidak lebih hanya sebuah doa bagi kita yang berangkat dan mereka yang ditinggal tuk sementara waktu.

Proses tarbiyah merupakan dasar dari semua keberjalanan sistem yang ada saat ini dalam hidup kita. Kekuatan tarbiyah serasa begitu dahsyatnya hingga kan kita nyaris tidak mengenal diri kita saat ini dibandingkan dengan sebelumnya. Dan pada akhirnya, kita telah mengazamkan diri dan membuat keputusan untuk terus berada di sini, hingga kelak banyak dari saudara kita yang bisa mrasakan hal yang sama seperti yang kita rasakan.
 
Berawal dari sebuah lingkaran kecil rutin tiap minggunya. Penurut kadang- kadang, walau lebih sering membangkang. Ogah- ogahan awalnya, dan bahkan nyaris tertinggal jauh. Hingga akhirnya pemahaman trbentuk, pola pikir disamakan, visi divisualisasikan, dan terbentuklah sosok kader yang sudah terbina dalam kurun waktu yang tidak singkat. 
Terbentuk, dan semakin hari semakin bertambah pengetahuannya. Terjadi banyak perubahan dalam dirinya. Akankah ia bisa tetap berjalan dalam sistem yang telah disusun? Ataukah keberadaan dan keluasan pengetahuannya mengahntarkannya pada sesuatu yang akhirnya melanggar sistem yang ada dan ingin membentuk sistem baru?

Bergabungnya seseorang dalam jama’ah ini sesungguhnya memiliki makna lain selain dari peningkatan jumlah kader. Lebih dari itu, hadirnya satu orang dalam jama’ah ini memberi indikasi bahwa bakal ada satu persoalan yang muncul dan berawal dari sosok yang satu ini. Apakah itu nanti dia memberi citra negative terhadap dakwah, apakah nanti dia akan bergelut dengan  masalahnya pribadi hingga amanah tidak terjalankan, apakah itu nanti dia akan merusak dakwah ini secara perlahan- lahan, dan berbagai kemungkinan lainnya. Dan memang itu adalah lumrah, seperti halnya seorang yang terlahir ke dunia. Bukankah indikasi- indikasi seperti itu juga bisa saja muncul??

Tarbiyah adalah solusinya. Pemahaman ilmu pengetahuan yang tidak diimbangi dengan pemahaman sistem dan aturan yang tepat akan berdampak negatif. Tidak bisa dipungkiri setiap orang ingin dipandang baik di mata orang lain dan ingin membuat sesuatu yang luarbiasa di mata yang lain. Terkadang keinginan seperti inilah yang akhirnya membuat seseorang yang berilmu menjadi seolah tidak merasa butuh dengan aturan. Menjadi seolah sudah paling paham dan tidak perlu diarahkan. Padahal sebenarnya, mereka inilah yang paling perlu untuk mendapat pembinaan. 
Lamanya proses tarbiyah belum bisa menjamin seseorang paham akan dakwah ini. Boleh jadi mereka yang masih baru dibina memiliki pemahaman yang lebih baik dibandingkan mereka yang telah bertahun- tahun dibina. Hal ini mungkin saja dissebabkan oleh ketidakseriusan kader dalam menjalani proses tarbiyah ini. Proses yang hanya dianggap sebagai rutinitas belaka, atau hanya merasakan terpenuhinya hak dalam proses tarbiyah dan menghiraukan berbagai kewajiban yang harus dijalankan selaku seorang aktivis. Hingga akhirnya, ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan hatinya, maka tidak menjadi masalah bagi dia untuk kemudian segera mencari tempat lain yang dirasa lebih nyaman untuk ditempati. Atau yang paling parahnya, merubah aturan yang telah dibuat sesuai dengan yang diinginkan serta mengajak banyak orang untuk mengikutinya.

Hari ini, hampir genap 3 tahun proses tarbiyah telah dirasakan oleh mereka yang sedang berada di tingkat 3. Waktu yang sebenarnya belum cukup untuk menghasilkan sosok yang pemberani seperti Umar bin Khattab, sedermawan Usman bin Affan, secerdas Ali bin Abi Thalib, selembut Aisyah, sebijaksana Khadijah, setanngguh Asma binti Abu BAkar, dan sahabat/ sahabiyah yang lainnya. Bukan waktu yang singkat untuk bisa menempa mereka bisa seperti itu. Lantas, apakah hal ini menjadi alasan untuk kemudian seolah- olah menutup mata dengan keadaan yang ada di depan. Tentu saja tidak. 

Tidak lama lagi, kegiatan PPL akan segera dilaksanakan. Ada beberapa yang berangkat, dan sedikit yang kelak bisa memantau dakwah kampus. Tidak masalah dengan kepergian mereka, masih ada yang lain stambuk bawah. Mungkin sedikit menghibur hati mereka yang tinggal. Dan mereka yang berangkat sedikit khawatir dengan yang ditinggalkan dan lebih khawair lagi dengan diri mereka sendiri. Bagaiamanakah kondisi mereka nanti sepeulang dari ssana. Masihkah semangat dakwah itu menemani???

Untuk itu, dibutuhkan orang- orang yang benar- benar paham akan hakikat dakwah ini sebenarnya seperti apa. Jika hal ini sudah dimiliki oleh setiap kader, maka kemungkinan- kemungkinan yang dikhawatirkan itu tidak akan terjadi. Kader yang ditinggalkan akan benar- benar paham ingin diapakan dakwah ini. Mereka tidak akan berjalan seperti apa yang mereka sukai tanpa berpijak pada ketentuan yang telah berlaku. Mereka akan membangun alur komunikasi yang baik dengan mereka yang dapat dipercaya dalam memutuskan beberapa hal, bukan berjalan sesuai kehendak sendiri. Mereka akan benar- benar mempertimbangkan setiap keputusan yang dibuat, mereka akan menjaga kemurnian dakwah ini tanpa mencampuradukkannya dengan kepentingan pribadi atau golongan.


Kemudian mereka yang berangkat PPL akan memberikan kepercayaan kepada mereka yang ditinggalkan. Kepercayaan yang akan melahirkan rasa semangat dan apresiasi penuh hingga akan berdampak positif terhadap kinerja mereka yang ditinggalkan. Kepercayaan itu akan membuahkan rasa peduli, perhatian, dan bertanggungjawab hingga mereka yang memiliki amanah tugas negara tetap memberi kontribusi terhadap dakwah melalui  cara yang berbeda dengan mereka yang terjun di lapangan langsung. Kemudian mereka akan kembali dalam keadaan terbaik, keadaan yang diharapkan oleh orang- orang di sekitarnya. Mereka akan kembali dengan membawa kemenangan dan memberi manfaat kepada dakwah ini. Mereka akan memberi kontribusi kembali lebih dari apa yang telah mereka pernah lakukan sebelumnya. Mereka akan siap dengan amanah yang selama hampir satu semester cuti dari itu semua. Mereka akan hadir dengan penuh keyakinan bahwa dakwah tidak akan memperlambat proses keberhasilan mereka. Mereka akan lebih memilih untuk berkunjung ke mesjid daripada bercerita tidak pasti dengan teman yang lain. Mereka akan lebih memilih untuk berpikir apa yang dapat dilakukannya untuk dakwah ini, bukan sibuk berpikir apa yang dapat diberikan dakwah ini untuk kelancaran skripsinya, misalnya. Mereka tidak akan menutup mata dengan apa yang ada di depan mereka, dakwah yang meminta kontribusi pikiran, waktu, maupun materi mereka. Mereka tidak akan menutup mata dengan itu semua.

Kedua keadaan ini yang sangat  kita harapkan hingga nantinya, permasalahan- permasalahan yang telah terjadi sebelumnya tidak akan terulang dalam periode ini. Kesalahan- kesalahan yang dilakukan oleh mereka sebelumnya semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita dan menghadirkan upaya yang maksimal untuk tidak menghadirkannya kembali. Sebuah komitmen yang nyata dari setiap ader akan menjadikan kisah- kisah pahit yang terjadi setelah PPL hanya menjadi kenangan yang tidak perlu diulang kembali. Hingga akhirnya, everything’s gonna be oK.

*Buat sohib- sohib ku yang akan PPL, yuk daftar bareng !
Insya Allah rencana- rencana kita kan dimudahkan oleh Allah untuk kemudian bisa  terwujud. Sungguh, tak seorang pun diantara kita yang berniat dan berharap untuk bebas dari amanah dakwah. Namun tak seorang pun jua yang bisa menjamin bahwa kita akan tetap bisa sama- sama bergerak nantinya. Hati kita, Allah yang pegang. Mari, seraya mehon kepada Allah agar kemudian nantinya tetap diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menjalankan amanah dakwah ini. Lebih dari apa yang hari ini sedang kita jalankan. Menghadirkan wajah saudara kita dalam setiap doa Rabithah adalah salah satu bukti nyata bahwa kita ingin kembali bersama- sama berjuang dalam dakwah ini pasca PPL. Tidak ada yang menjamin, karena itu mari semuanya kembalikan pada Allah. Satu hal lagi, upgrading iman tiap minggu beserta amalaan- amalan yaumiyah terus ditingkatkan demi hadirnya sosok yang kan lebih baik dari sebelumnya.
Semoga kita kembali dalam keadaan TERBAIK. Amin.
Salam Ukhuwah ^_^


sebiru hari ini
birunya bagai langit terang benderang
sebiru hari kita bersama disini

seindah hari ini
indahnya bak permadani taman surga
seindah hati kita walau kita kan berpisah

bukankah hati kita telah lama menyatu
dalam tali kisah persahabatan ilahi
pegang erat tangan kita terakhir kalinya
hapus air mata meski kita kan berpisah

selamat jalan teman
tetaplah berjuang
semoga kita bertemu kembali
kenang masa indah kita sebiru hari ini

Edcoustic in 'Sebiru Hari Ini'


Cara menurunkan Kolesterol


Kolesterol sering disandingkan dengan kata- kata negatif lainnya. Tidak jarang ketika mendengar kata ini seseorang berpikir tentang sesuatu yang sangat berbahaya dan mengerikan. Sebelum berbicara jauh tentang satu kata misterius ini, lebih baik kita mengerti terlebih dahulu makna dari kata ini. 

Kolesterol adalah  zat lemak yang terdapat dalam setiap sel tubuh, terutama dalam darah yang berfungsi  untuk membantu dalam produktivitas membran sel, hormon, vitamin D dan asam empedu. Selain itu, kolesterol juga membantu dalam sistem kerja memori dan optimalisasi fungsi saraf. 75 persen kolesterol dalam tubuh dibuat oleh hati.

Menurut ilmu kedokteran, ada 2 tipe kolesterol yaitu:
  1. High-density lipoprotein, atau HDL: ini adalah kolesterol “baik” yang membantu untuk menjaga kolesterol dari arteri Anda dan menghapus setiap kelebihan plak pada arteri (arterial plaque), yang dapat membantu mencegah penyakit jantung.
  2. Low-density lipoprotein, atau LDL: ini adalah kolesterol “buruk” dalam darah Anda, berkumpul di arteri, membentuk plak yang membuat arteri sempit dan kurang fleksibel (suatu kondisi yang disebut aterosklerosis). Jika bentuk gumpalan di salah satu arteri menyempit dan mengarah ke jantung atau otak, serangan jantung atau stroke mungkin terjadi.  

Bagaimana cara menurunkan kadar kolesterol secara alamiah?
Kadar kolesterol yang dikatakan berbahaya jika sudah mencapai 330 mg/dL. Bila hal ini sudah terjadi, perlu adanya upaya dari si penderita untuk menutrunkannya. berikut beberapa cara -cara alamiah  yang dapat dilakukan untuk menurunkan dan menjaga kadar kolesterol dalam keadaan normall.
1. Pola makan sehat yang terdiri dari 85% nabati dan 15% hewani, terutama daging ikan yang kaya akan asam lemak Omega3.
2. Mengkonsumsi 5-9 porsi sayuran dan buah segar (organik lebih baik) tiap hari 
 3. Tidak mengkonsumsi makanan gorengan berlebihan.
4. Hindari makanan yg diolah dengan Hydrogenated vegetable oil (biasanya terdapat dalam margarin), dan hindari trans fat yang berbahaya bagi tubuh
5.  Mengkonsumsi “Healthy Fat” seperti minyak ikan /Omega 3, minyak zaitun (olive oil), dan minyak kelapa.
6. Mengkonsumsi telur ayam dengan kuningnya (membantu meningkatkan kadar kolesterol baik “HDL”).
7. Mengkonsumsi biji2an utuh dan kacang2an seperti kenari, almond mentah (raw).
8.  Olahraga teratur & istiharat cukup (7-8 jam per hari).
9. Jaga tingkat stress minimum. 

   10. Jangan merokok dan minum minuman beralkohol.
(http://blog.vitanatures.com/cara-menurunkan-dan-menjaga-kolesterol-secara-alami)


Jun 17, 2011

Pasar Sambu Medan



Pasar Sambu. Mungkin warga sekitar Medan sudah tidak asing lagi dengan nama pasar ini. Pasar yang tmenjadi kebanggaan warga kota  Medan ini memang terkenal dengan keramaiannya dibandingkan pasar lainnya. Sering juga disebut dengan pasar sentral, atau pusat pasar.
Hari itu, Selasa 17 Juni kami berkunjung ke pasar ini. Pasar yang direkomendasikan oleh teman- teman untuk mencari beberapa keperluan kami terkait persiapan PPL dan keperluan lainnya. Dan memang tepat sekali.
Walaupun sempat kesasar karena memang belum paham benar lokasi ini, namun Alhamdulillah berkat tekad yang kuat untuk menemukan semua keperluan itu dan termotivasi dengan apa yang telah dijelaskan oleh teman- teman terkait pasar ini, kami menjalani beberapa tantangan it dengan senang hati. Berjalan di tengah terik panas, menunggu teman di bawah setengah tenda dengan harapan tidak disuruh pergi oleh sang pemilik, hingga akhirnya teman datang untuk menjemput kami yang bingung sedang berada di mana posisinya kala itu.
Nah, berada dalam pasar seramai ini tentu saja bukan hal yang baru bagiku. Keseharian  berbelanja pasar Bengkok Pancing untuk kebutuhan sehari- hari sudah menjadi hal yang biasa. Dua kali dalam seminggu bahkan terkadang. Walau tidak seramai ini, namun lumayan membuatku terasa nyaman.
Ada banyak hal yang ingin kubagikan di sini. Jika kubandingkan dengan pasar lainnya yang sudah pernah kukunjungi, pasar di kampung sekalipun, ternyata ada banyak kelebihan yang kutemukan di sini.
1.   Barang dagangan
Lengkap. Hampir semua yang dibutuhkan tersedia di pasar ini. Mulai dari selera muda hingga selera tua, dari harga rendah hingga harga tinggi, dan dengan berbagai pilihan warna dan corak. Pengunjung (karena tidak membeli, hanya berkunjung saja) merasa puas dengan pilihan- pilihan yang tersedia di sana. Bukan hanya dengan pilihan barang itu, namun juga ketersediaan barang- barang dari luar yang tidak ditemukan dari di pasar lain. Kemudian, berbicara harga, jauh lebih murah dibandingkan dengan pasar lain. Terlebih lagi jika kita membeli dalam jumlah besar, tentu akan diberikan potongan harga. Puas dan menguntungkan, mungkin demikian kata yang mewakili.
2.   Penjual dan Pembeli
Nah, kedua elemen ini tentu tidak terpisahkan. 2 komponen yang saling berkaitan dalam pencapaian suatu harapan dan keinginan. Penjual ingin agar barangnya laku dengan jumlah besar, dan pembeli ingin agar penjual memberikan yang terbaik kepada mereka.
Jika berbicara tentang penjual yang ada di pasar Sambu, kebanyakan mereka adalah pedagang yang menjajakan dagangannya dalam jumlah besar. Dengan ruko yang tidak begitu luas, para penjual menyusun barang dagangannya dengan sangat rapi dan pemanfaatan tempat seefisien mungkin.
Kegesitan dan keramahan penjual menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli. Bahkan sepanjang perjalanan dalam pasar, setiap penjual menawarkan barang dagangannya kepada siapa saja yang lewat. Communication Skill nya bagus sekali. Jauh sekali dengan kita, para mahasiswa yang sbgian besar masih malu untuk hanya berjualan gorengan di kampus, pernak- pernik, atau dagangan lainnya. Atau dengan kita yang lebih memilih untuk membiarkan  dosen meninggalkan kelas  dalam  keadaan marah atau membiarkan situasi tegang dalam proses belajar mengajar. Para penjual dalam pasar kemungkinan besar belum pernah mengikuti training Communication Skill . namun kita perhatikan teknik yang mereka gunakan untuk kemudian bisa mempengaruhi orang lain dan menjalin komunikasi yang baik. Kita? Ssering atau bahkan hampir di setiap perkuliahan selalu dibimbing untuk bisa menjadi pribadi yang mampu menciptakan suasana damai dan tenaanng melalui pendidikan yang kita sebut dengan Soft Skill, namun di lapangan? Kita jauh ketinggalan dari mereka yang tidak pernah belajar ini semua.
Satu lagi, para penjual juga menjalani semua aktivitasnya dengan senang hati walau ada banyak hal yang mungin kurang berkenan di hati. Seperti mislnya, pembeli yang hanya merepotkan penjual dengan membuka barang- barang dagangan, serta meminta untuk melihat model lain, tawar- menawar dengan harga yang kurang pas, dan telah menghabiskan banyak waktu, namun akhirnya tidak jadi membeli. Si penjual dengan sabar akan merapikan semuanya kembali, dan si pembeli pergi tanpa ada perasaan bersalah sedikit pun. (Hmmm, kurang asam ni pembeli)
Kemudian, untuk pembeli yang datang dari berbagai penjuru kota Medan dan sekitarnya. Ternyata banyak dari mereka yang membeli dalam jumlah besar yang kemudian akan didagangkan kembali di toko atau rumah mereka. Bahkan, ada informasi yang mengatakan bahwa  para pedagang yang ada di pasar lain juga berbelanja di sana. Murah meriah, kata mereka.
Namun ada satu catatan hitam terkait dengan penjual. Ada beberapa penjual yang terlalu memaksakan pembeli untuk membeli barang dagangannya hingga tidak segan menarik tangan atau menghambat langkah kaki pembeli yang ingin lewat dari sana. Oleh karena itu, kita yang selaku pembeli harus bisa bersikap tegas. Dan kalau bisa, sebisa mungkin untuk menunjukkan kesabaran kita dalam keadaan bagaimanapun. Kehidupan di sini terasa keras.
Kemudian, satu catatan lagi. Berhati- hati. Barang- barang berharga milik pembeli harap dijaga dengan baik. Jika tidak, silap- silap tas yang tadinya dibawa masih cantik, eh ternyata pas pulang udah pada bolong. Ya, tidak jarang terjadi pencurian lewat metode bongkar tas tanpa disadari oleh pemiliknya terjadi di sini.
3.   Fasilitas
Berbicara tentang fasilitas, seperti halnya barang dagangan yang lengkap, fasilitas juga bisa dikatakan terbilang lengkap. Mulai dari toilet yang ada hampir di setiap lantai, kemudian mushola, dan satu lagi yang sangat megah adalah Mesjid Raya pasar Sambu yang terletak di lantai 4. Seperti biasa, aka nada biaya kebersihan yang dibayar para engguna kamar mandi dengan harga yang berbeda di tempat bebeda (kami mengunjungi 2 kamar mandi, yang pertama dikenakan biaya Rp 500/ orang dan satu lagi Rp 1000/ orang). Bukan menjadi masalah, karena memang kebersihan dan kelancaran air di setiap kamar mandi ini benar- benar terjamin.



Dengan adanya fasilitas seperti mushola atau mesjid ini, tentu para penjual dan pembeli, atau bahkan orang lain yang kebetulan lewat dari sana tidak punya alasan untuk kemudian meninggalkan shalat karena mempermasalahkan tempatnya. Hanya tinggal menghadirkan niat yang kuat untuk kemudian bisa meninggalkan urusan jual beli sejenak dan mendirikan shalat.
Hal ini tidak kutemukan di pasar lain yang pernah kukunjungi. Kalaupun ada mushola, itu hanya ada satu atau dua saja dengan kondisi kamar mandi dan ruangan shalat yang sangat jauh dari kriteria yang diharapkan. Kemudian, keberadaan mesjid Raya di pasar seperti ini merupakan hal yang patut dibanggakan. Artinya memang pemerintah setempat bersama dengan elemen masyarakat atau siapapun mereka yang turut berkontribusi terhadap pembangunan mesjid ini, menimbulkan rasa simpati kepada para pengguna barang ini saat ini. Kepedulian terhadap keimanan dan kedekatan hati kepada Rabb adalah sebuah amalan yang pastinya akan mendapat nilai lebih di sisiNya.
Berbicara tentang shalat, karena kebetulan kami berbelanja pada hari Jum’at maka para laki- laki muslim akan mendirikan shalat Jum’at di mesjid Raya lantai 4 seperti yang telah diperintahkan oleh Allah dalam QS Al Jumu’ah: 9 yang berbunyi “Hai orang- orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual- beli. Yang demikian lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Ketika kami melakukan transaksi dengan penjual yang Muslim, kami disuruh menunggu hingga shalat Jum’at dan embali lagi ke sana. Ya, walaupun kami ingin membeli banyak dan pastinya sebuah keuntungan besar bagi mereka, namun mereka ternyata lebih mendahulukan jual beli yang dibuat oleh Allah. Kami pun dengan senang hati untuk kemudian mengatakan bahwa kami akan datang kembali.
Yah, ternyata pemahaman akan  rezeki yag sudah diatur oleh Allah telah melekat dalam hati mereka. Hal ini juga bisa kita kaitkan dengan kondisi yang dialami oleh mahasiswa ketika jadwal shalat bersamaan dengan jadwal perkuliahan. Sangat jarang ada mahasiswa yang kemudian berani permisi meninggalkan kelas untuk mendirikan shalat.

            Ketiga kelebihan yang saya paparkan tadi mungkin masih belum menggambarkan kondisi real dari pasar ini sendiri. Oleh karena itu, silahkan kunjungi dan rasakan bedanya dari pasar- pasar lain. Apalagi mall, karena ini pakai AC alami, bebas dari bahaya walau terkadang AC di pasar ini tidak terkontrol karena mengan hanya Allah lah yang punya kehendak atas itu semua.
            Beberapa angkutan kota (angkot) yang bisa digunakan untuk mencapai lokasi ini antara lain:

  
Sudako 04 , angkot 03 kuning, 42 kuning, 63 kuning, 30 merah, dan beberapa angkot lainnya.
Wallahu’alam. Demikian. Selamat Berbelanja. 
Semoga bermakna.
(17/06san)

Jun 16, 2011

Take it Easy


Tidak ada masalah kawan.
Hanya ingin sedikit serius.
Terlalu sering kita bercanda.
Sungguh begitu banyak sudah tawa yang tidak pada tempatnya.
Berkali- kali kudapati keluar kata- kata yang tidak sepatutnya keluar.
Kalimat yang sebenarnya tidak begitu penting untuk disebutkan.
Hanya sekedar menghibur, demikian kataku kala itu.
Mencoba mencairkan suasana, itu niatku di awal
Namun ku sadari ada banyak kesalahan di sana.

Kata- kata yang kurangkai menjadi susunan kata yang mungkin indah dan menyenangkan di hadapan kalian ternyata tidak seperti yang diharapkan.
Ada, bahkan sebagian besar hanya melemahkan pikiranku.
Ya, otak kanan memang (bercanda).
Namun tidak begitu yang kuharapkan.
Semakin banyak waktu terbuang untuk itu.
Padahal masih banyak yang perlu kita bicarakan.
Ada beberapa hal yang harus kita hafalkan.
Tersimpan banyak tulisan yang perlu kita bacakan.

Ya, hanya ingin sedikit serius kawan
Bukan marah, atau ada dendam di hati, atau berprasangka buruk , atau apalah itu
Hanya ingin sedikit mengintropeksi diri.
Mencoba ingin berbuat sesuatu yang lebih bermakna.
Itu sebenarnya.

Maaf jika terkesan datar, no ekspresi tuk beberapa hari ini.
Masih sulit mengkondisikan diri.
Sulit ternyata keluar dari zona nyaman itu.
Hadeeeeh,
Tapi bukan berarti itu kutinggalkan.
Canda tawa itu sungguh kubutuhkan.
Tidak bisa 100 %.
Kan kita atur.
Terimakasih tuk pengertiannya.


Kan kutemui kalian dengan wajah terbaikku.
Gurauan dan tawa lepas lainnya.

(17/06san)

Sosok Pemimpin?



Telah ditakhrijkan oleh At-Tirmidzi dan di hasankannya, Ibmu Majah, Ibnu Hibban dan lafadznya oleh Bukhari dari Abu Hurairah ra. katanya, Rasulullah shallallaahu 'alayhi wa sallam telah mengutus satu jema'ah yang terdiri dari beberapa orang. Sebelum mengutus mereka keluar, Rasulullah SAW telah mendengarkan bacaan Al-Qur'an dari setiap orang dari mereka. Baginda SAW telah mendatangi seorang lelaki yang paling muda di antara mereka lalu bertanya, "Adakah kamu menghafal Al-Qur'an?". Lelaki itu menjawab, "Ya, aku hafal beberapa surah dan surah Al-Baqarah". Rasulullah SAW bertanya lagi, "Apakah kamu hafal surah Al-Baqarah?". Pemuda itu menjawab, "Ya". Rasulullah SAW pun bersabda, "Pergilah, kamu adalah amir mereka". 

Seorang lelaki dari kalangan mereka berkata, "Demi Allah! Kami takut untuk menghafalnya sekiranya kami terpaksa mengamalkannya". Rasulullah SAW telah bersabda, "Belajarlah Al-Qur'an dan bacalah ia, karena sesungguhnya perumpamaan Al-Qur'an itu bagi sesiapa yang mempelajarinya dan membacanya adalah seperti kasturi yang tersebar baunya di setiap tempat. Barang siapa yang mempelajarinya dan menyimpannya adalah seumpama tempat penyimpanan yang mengandung kasturi yang tertutup".

Sebagaimana dalam kitab At-Targhib.

Ditakhrijkan oleh Al-Hakim dalam kitab Al-Kunya dari Asy-Sya'shy seumpamanya katanya, Umar bin Khathab telah berkata, "Tunjukkanlah kepadaku seorang lelaki yang patut aku lantik sebagai amir untuk menguruskan hal ihwal kaum Muslimin?". Mereka menjawab, "Abdul Rahman bin Auf (ra)". Umar ra. berkata, "Dia seorang tua yang lemah". Mereka bertanya, "Siapakah yang kamu kehendaki?". Umar ra. menjawab,

Seorang lelaki, jika ia menjadi Amir mereka, ia menjadi seolah-olah orang biasa di antara mereka, dan apabila  ia tidak menjadi Amir mereka, ia seolah-olah adalah amir mereka.

Merekapun berkata, "Tidaklah kami ketahui seorangpun kecuali Ar-Rabi' bin Ziyad Al-Haris". Umar ra. pun berkata, "Kamu benar."

Sebagaimana dalam kitab Al-Kanz.

Source: http://azharjaafar.blogspot.com/2008/08/yang-layak-menjadi-amir.html 

* Barakallah kepada akhina Ikbal Abdillah sebagai ketua umum UKMI Ar Rahman UNIMED periode 2011- 2012. Bersama, kan kita wujudkan impian itu. Semoga mampu bekerjasama dengan baik. Kedekatan hati kepada Rabb kita adalah modal utama untuk meneruskan estafet dakwah ini. Tetaplah seperti gelas kosong yang selalu siap untuk diisi, bukan layaknya seperti gelas penuh yang tidak mampu lagi untuk menerima muatan lainnya. Go professional!



Pemimpin yang Terpimpin



Pemimpin yang Terpimpin
Pemimpin. Tentu kita butuh orang ini. Walau sebenarnya kita semua adalah pemimpin, namun tentu saja ada pemimpin dari para pemimpin ini. Pemimpin yang akan mengarahkan kita untuk bisa bergerak rapi, berjalan di jalan yang benar dan dengan susunan yang teratur. Dan kemudian kita bisa mencapai tujuan akhir kita.

Yap, sebelum kita dipimpin tentu saja ada tujuan yang ingin kita wujudkan selama dalam kebersamaan ini. Tentu ada hal yang ingin kita realisasikan dari sebuah kepemimpinan ini. Merumuskan tujuan dan menyamakan gerak langkah adalah hal yang pertama seharusnya kita lakukan sebelum pemimpin ini mulai beraksi bersama dengan orang yang dippimpinnya. Dibutuhkan persamaan persepsi antar seluruh elemen yang ada di dalamnya. Dan di sinilah sebenarnya peran pemimpin itu sendiri. 

Ya, bertele- tele mungkin. Semoga saja paham dengan apa yang tertuis di sini. Lanjutkan saja membacanya, insya Allah semakin paham mau kemana di bawa kemana tulisan ini.
Pemimpin.
Di awal sudah dijelaskan tentang urgensi seorang pemimpin, yaitu untuk mengarahkan dan membimbing anggota untuk bisa mewujudkan apa yang dicita- citakan.
Kemudian, kita juga mengetahui seperti apa criteria seorang pemimpin. Jika kita berbicara hal ini, tentu kita sudah memiliki sosok yang sudah jelas menjadi acuan standarisasi layaknya seorang pemimpin. Beliau adalah Rasulullah. Pemimpin sepanjang zaman.
Namun tidak bisa dipungkiri, untuk menemukan sosok sekaliber beliau sungguh sangat mustahil. Dan selanjutnya, apakah kita tidak bisa memilih seorang pemimpin karena hal itu? Tentu saja tidak. Bagaimanapun seorang pemimpin sangat dibutuhkan dalam setiap perjalanan hidup. Bahkan dalam suatu ruang kelas kecil pun dibutuhkan seorang etua kelas.
Untuk itu, sosok yang mendekati akhlak Rasulullah merupakan sosok yang akan kita usung menjadi pemimpin kita. Beberapa ahlak Rasulullah yang mungkin kita semua sudah pernah mendengarnya antara lain: 
1. Siddiq = jujur
Seorang pemimpin adalah mereka yang jujur dalam setiap tindakannya. Boleh jadi sesuatu itu adalah hal yang sulit dan bahkan sedikit pahit jika disebutkan namun bagaimanapun pemimpin harus menyebutkannya dengan cara yang baik. 

2. Tabligh = menyampaikan
Dalam hal ini, seorang pemimpin dituntut untuk menyampaikan kebenaran. Tidak hanya itu, pemimpin juga harus terbuka. Artinya, tidak menutup diri saat diperlukan oleh anggotanya. Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi). 

3. Amanah = dapat dipercaya
Rasulullah bersabda,” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim). Karena seorang pemimpin dituntut supaya ahli di bidangnya. Bukan hanya degan kekuatan sendiri tentunya, namun juga kekuatan mereka yang dapat dipercaya. (atasan- red). Dengan demikian, seorangn pemimpin hendaknya terus berupaya untuk meningkatkan pengetahuannya sehingga tidak akan ditemukan berbagai kejanggalan dalam kepemimpinannya yang membuat anggota ragu kepadanya. 

4. Fatonah = cerdas
Seorang pemimpin tidak hanya perlu jujur, dapat dipercaya, dan dapat menyampaikan tetapi juga cerdas. Karena jika seorang pemimpin tidak cerdas maka ia tidak dapat menyelesaikan masalah rakyatnya dan ia tidak dapat memajukan apa yang dipimpinnya.

          Beberapa Nasihat tuk para pemimpin
          1. Wasiat Abu Bakar kepada Umar
          Ibnu Asakir mengeluarkan dari Salim bin Abdullah bin Umar, dia berkata, "Ketika Abu Bakar menghadapi ajalnya, maka dia menulis wasiat, yang isinya:
          'Bismillahir-rahmanir-rahim. Ini adalah surat wasiat dari Abu Bakar pada akhir hayatnya di dunia, yang bersiap-siap hendak keluar dari dunia, yang merupakan awal masanya menuju ke akhirat dan yang bersiap-siap untuk memasuki akhirat, yang pada saat-saat seperti inilah orang kafir mau beriman, orang durhaka mau bertakwa dan pendusta mau menjadi jujur, aku telah memilih pengganti sesudahku, yaitu Umar bin Al-Khaththab. Kalau dia berbuat adil, maka memang itulah yang kuharapkan darinya. Namun jika dia semena-mena dan berubah, maka kebaikanlah yang kuinginkan dan aku tidak mengetahui yang gaib. Adapun orang-orang yang berbuat aniaya akan mengetahui di mana mereka akan dibalikkan.'

          Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 3:146. Ibnul-Mubarak, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Jarir dan Abu Nu'aim meneluarkan dari Abdurrahman bin Sabith, dia berkata, Sebelum ajal tiba, Abu Bakar memanggil Umar, lalu dia berkata kepadanya,

          "Wahai Umar, bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa Allah telah menetapkan amalan yang harus dikerjakan pada siang hari, dan Dia tidak menerimanya jika dikerjakan malam hari, dan Allah telah menetapkan amalan yang harus dikeriakan pada malam hari, dan Dia tidak menerimanya jika dikerjakan pada siang hari. Sesungguhnya Allah juga tidak nienerima yang sunat sebelum yang wajib dikerjakan."

          Begitulah yang disebutkan di dalarn Al-Kanzu, 4:363. Ibnu Sa'd mentakhrij dari AI-Muththalib bin As-Sa'ib bin Abu Wada'ah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Abu Bakar menulis surat kepada Arw bin Al-Ash, yang isinya: 'Aku sudah menulis surat kepada Khalid bin AI-Walid agar dia bergabung ke pasukanmu dan mernbantumu. Jika dia sudah datang, maka bergaullah yang baik, jangan merasa lebih tinggi darinya, jangan memutuskan perkara sendirian karena engkau merasa lebih tinggi darinya dan dari yang lain, berrnusyawarahlah dan janganlah berselisih dengan mereka. Begitulah yang disebutkan di dalam AI-Kanzu, 31133. 





          2. Wasiat Umar kepada khalifah sesudahnya 
          Ibnu Abi Syaibah, Abu Ubaidah, An-Nasa'y, Abu Ya'la, Al-Baihaqy dan Ibnu Hibban mentakhrij dari Umar bin Al-Khaththab ra., dia berkata,

          "Aku berwasiat kepada khalifah sesudahku agar mengetahui hak orang-orang Muhajirin golongan yang pertama dan agar menjaga kehormatan mereka. Aku juga berwasiat kepadanya untuk memperhatikan orang-orang Anshar yang telah menyediakan tempat tinggal dan beriman sejak sebelum kedatangan orang-orang Muhajirin, hendaklah dia menerima kebaikan mereka dan memaafkan kesalahan-kesalahan mereka.
          Aku juga berwasiat kepadanya untuk berbuat baik kepada penduduk berbagai kota, karena mereka merupakan penolong bagi Islam, penyokong dana dan penghadang musuh. Janganlah dia mengambil harta pun dari mereka kecuali harta yang berlebih dan menurut kerelaan mereka. Aku juga berwasiat agar dia berbuat baik kepada orang-orang badui, karena mereka meruipakan asal mula bangsa Arab dan sumber Islam. Dia harus mengambil shadaqah dari orang-orang yang kaya dan membagikannya kepada orang-orang yang miskin.

          Aku juga berwasiat kepadanya agar memenuhi hak Ahli Dzhimmi seperti yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, sesuai dengan perjanjian dengan mereka. Dia boleh memerangi orang-orang selain mereka, dan tidak membebankan kepada mereka kecuali menurut kesanggupan mereka."

          Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Muntakhab, 4:439.

          3. Wasiat kepada Umar
          Abu Nu'am mengeluarkan dari Muhammad bin Suqah, dia berkata, "Aku menemui Nu'aim bin Abu Hindun, yang kemudian dia mengeluarkan selembar kertas, yang di atasnya tertulis:

          "Dari Abu Ubaidah bin Al-Jarrah dan Mu'adz bin Jabal, kepada Umar bin Al-Khaththab. Kesejahteraan semoga dilirnpahkan kepadamu. Amma ba'd.

          Kami nasihatkan kepadamu, sehubungan dengan tugasmu yang amat penting ini. Kini engkau sudah menjadi pemimpin ummat ini, apa pun warna kulitnya. Di hadapanmu akan duduk orang yang mulia dan yang hina, musuh dan teman. Masing-masing harus engkau perlakukan secara adil. Maka pikirkan kedudukanmu dalam hal ini wahai Umar. Kami ingin mengingatkan kepadamu tentang suatu hari yang pada saat itu wajah-wahaj manusia akan mengisut, wajah mengering dan hujjah-hujjah akan terputus karena ada hujjah Sang Penguasa yang memaksa mereka dengan kekuasaan-Nya. Semua makhluk akan dihimpun di hadapan-Nya, mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan siksa-Nya.

          Kami juga ingin memberitahukan bahwa keadaan umat ini akan muncul kembali pada akhir zaman, yang boleh jadi mereka akan menjadi saudara di luarnya saja, padahal mereka adalah musuh dalam selimut. Kami berlindung kepada Allah agar surat kami ini tiba di tanganmu bukan di suatu tempat seperti yang turun pada hati kami. Kami perlu menulis surat ini sekedar untuk memberikan nasihat kepadamu. wassalamu alaika."

          (Al-Hilyah, 1:238, Ibnu Abi Syaibah juga mengeluarkannya, seperti yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 8:209, Ath-Thabrany seperti di dalam Al-Majma', 5:214, dan menurutnya, rijalnya tsiqat). 


          (17/06san dari berbagai sumber) 

              * Barakallah kepada akhina Ikbal Abdillah sebagai ketua umum UKMI Ar Rahman UNIMED periode 2011- 2012. Bersama, kan kita wujudkan impian itu. Semoga mampu bekerjasama dengan baik. Kedekatan hati kepada Rabb kita adalah modal utama untuk meneruskan estafet dakwah ini. Tetaplah seperti gelas kosong yang selalu siap untuk diisi, bukan layaknya seperti gelas penuh yang tidak mampu lagi untuk menerima muatan lainnya. Go professional!
               

               
              Baca Juga:
              Langganan
              Get It