September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

May 4, 2012

Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.


Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Sementara taktik pembelajaranmerupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.
Purely copied from:
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pendekatan-strategi-metode-teknik-dan-model-pembelajaran/

KONSELING DAN PERAN GURU



A. PENDIDIKAN DAN KONSELING
Pengertian tentang Pendidikan
            Pendidikan adalah suatu kegiatan atau usaha yang sudah lama dilakukan oleh umat manusia. Ada yang mengatakan, Pendidikan adalah pertolongan kepada orang dalam proses mencapai kedewasaannya, atau pertolongan kepada anak dalam proses sosialisasi, dalam arti menyiapkan anak agar menjadi anggota masyarakat yang penuh, atau juga meenolong dalam proses humanisasi, dalam arti membantu anak dalam dalam mengembangkan dan merealisasikan diri sebagai manusia yang penuh dan lain-lain.

1. Latar Belakang Sejarah Perkembangan Konseling.
            Secara historis Bimbingan dan Konseling di Indonesia masuk dan berkembang melalui dunia pendidikan, yang agak berbeda dengan asalnya Bimbingan dan Konseling (BK) di Amerika yang mulai dimasyarakat oleh F. Parson di kota Boston. Kebutuhan BK mulai dari masyarakat karena adanya kebutuhan dan masalah pekerjaan disana pada saat itu dan baru kemudian dirasakan kepentingannya untuk diberikan di dunia pendidikan atau sekolah. Sedangkan di Indonesia, BK mempunyai sejarah sendirikarena masuk melalui dunia pendidikan atau sekolah maka BK dikenal pelayanannya di dunia pendidikan atau sekolah baru melebar atau bergerak ke dunia kerja atau karier dengan gencarnya pada tahun 1984-an.

Perubahan zaman dan perkembangan ilmu berjalan dengan cepat sehingga BK tidak hanya dikenal di dunia pendidikan atau sekolah saja karena mulai dirasakan kebutuhan oleh masyarakat adanya layanan ini. Berkembangnya penyuluhan Keluarga Berencana, adanya penyuluhan di bidang pertanian menyebabkan kata penyuluhan menjadi semakin melebar, populer, dan dimengerti dengan pemahaman agak lain dari Counseling, menyebabkan IPBI dan juga DEPDIKBUD waktu itu mengubah nama Penyuluhan dengan Konseling sehingga dengan kurikulum 84, 94, dan 2004 dikenal Bimbingan dan Konseling atau BK.

            Sifat-sifat Konseling :
·         Pertolongan diarahkan ke peningkatan kemampuan dalam menghadapi hidup dengan segala persoalannya.
·         Pertolongan yang kontiniu diberikan atas dasar perencanaan dn pemikiran ilmiah.
·         Pertolongan yang proses pemecahannya dari persoalan membutuhkan aktivitas dan tanggung jawab bersama antar yang menolong dengan yang dditolong.
·         Pertolongan yang isi, bentuk dan caranya disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap masalah.
·         Pertolongan yang berusaha menolong tiap anak atau yang dibimbing agar ia dapat mencapai kehidupan yang layak dan bahagia di dalam masyarakat.

B. Dasar-dasar Filosofi, Sosiologis, dan Psikologis-Biologis dari Konseling
1. Beberapa prinsip Filosofi yang mendasar Konseling adalah :
·         Harga Diri adalah nilai yang paling tinggi yang dimiliki individu. Ditinjau dari sudut bimbingan, individu yang paling celaka ialah individu yang yang tidak mempunyai atau kehilangan harga diri.
·         Tiap individu unik. Tidak ada individu yang sama, konseling menghargai keunikan tiap individu dan perbedaan yang ada antar individu.
·         Individu dalam situasi sosialnya adalah dasar tujuan konseling. Konseling berusaha mengenal individudan menolong individu mengenal diri sendiri dan tempatnya di masyarakat.

2. Prinsip-Prrinsip Sosiiologis yang Mendasari Pekerjaan Konseling
·         Efisiensi penggunaan tenaga manusia.
·         Kondisi Kerja makin kompleks dan syarat kerja makin tinggi.
·         Spesialisasi dan Otomatisasi
·         Pentingnya penempatan yang Tepat dari tenaga kerja
·         Pemberian kesempatan sekolah kepada yang memerlukan.

3. Dasar-dasar Biologis dan psikologis manusia Serta kebutuhan Manusia
1. Sifat-sifat dasar manusia dan kebutuhan manusia
            Kegiatan konseling memperhattikan hal-hal berikut :
a. sifat-sifat dasar dari tiap individu dalam batas tertentu menentukan masa depan orang, tetapi seringkali batasan ini masih memberi batasan gerak untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam hidup.
b. Kebutuhan-kebutuhan dasar seperti kebutuhan akan makan dan minum, pernafasan / hawa dan istirahat yang cukup, kebutuhan pokok sosial dan kejiwaan seperti kebutuhan akan kasih, penerimaan, pengakuan, rasa aman dll.
2. Pengaruh faktor kejiwaan
Ketakutan, tekanan, rasa percaya diri kurang, tidak ada tujuan dan motivasi belajar, semua itu akan menentukan efisiensi belajar.
3. Mengenal dan memahami pribadi anak didik adalah dasar konseling.
4. Penyesuaian dan Kemampuan mengambil Keputusan
5. Hubungan antara kemampuan dan kcakapan dengan syarat-syarat.
Pengenalan diri sendiri mencakup pengenalan tentang kkeberadaan diri dalam lingkungan, tentang bakat dan minatnya, tentang pribadinya, tentang kelemahan dan kekuatannya.

C. KONSEP DAN PENGERTIAN KONSELING
1. Konsep Konseling
Secara umum konseling dapat diartikan sebagai bantuan. Bentuk bantuan dalam arti konseling membutuhkan syarat, bentuk, prosedur, dan pelaksanaan tertentu sesuai dengan dasar, prinsip, dan tujuannya. (M. Surya, Rahman Natawijaya: 20)

Konseling membawa siswa mengatasi kesulitan- kesulitan yang ada dalam dirinya. Siswa tidak mungkin dapat belajar dengan baik apabila banyak kesulitan yang dihadapi dalam dirinya yang menghambatnya. Konseling sejalan dengan tujuan administrasi pendidikan dan bidang pengajaran serta tujuan pendidikan pada umumnya, yaitu agar siswa berkembang dengan optimal.

Tugas konselor:
  1. Menolong anak mengenal diri sendiri
  2. Menolong anak menerima diri sendiri
  3. Menolong anak mampu membuat keputusan sendiri
  4. Menolong anak membuat rencana hidup dll.

2. Pengertian Konseling
Konseling merupakan suatu proses pertemuan langsung antar konselor dengan konseli yang bermasalah, dimana pembimbing membantu konseling dalam mengusahakan perubahan sikap dan tingkah laku.

Menurut Leona E. Taylor , “Konseling tidak sama dengan pemberian nasihat, sebab dalam pemberian nasihat, proses berpikir dan pemecahan dilakukan dan ditemukan klien sendiri.”
3. Tujuan Konseling
a.  Tujuan Umum
Secara umum, pelayanan konseling di sekolah bertujuan agar siswa mendapat pelayanan konseling secara optimal sesuai dengan bakat, kemampuan, dan nilai- nilai yang dimiliki.
b. Tujuan Khusus
- Memahami dirinya denngan baik
-. Memahami lingkungan dengan baik
- Membuat pilihan dan keputusan yang bijaksana
- Mengatasi masalah- masalah yang dihadapi

4. Fungsi Konseling
Sesuai dengan kurikulum, Pedoman Bimbingan Depdikbud, 1986, pelayanan bimbingan yang tercakup dalam suatu program bimbingan yang dikatakan bertujuan:
-          Fungsi Pemahaman
-          Fungsi Pencegahan
-          Fungsi Penyaluran
-          Fungsi Penyesuaian
-          Fungsi Perbaikan
-          Fungsi Pengembangan


May 3, 2012

Tips Laptop Awet Terawat


Laptop, walau ia benda mati ternyata ia juga butuh asupan energi yang cukup. Perlu perhatian khusus hingga ia mampu bekerja sesuai fungsinya. Tidak adil dong jika kita hanya menuntut tanpa memberikan hak- haknya (aaaah). Nah, agar hubungan kita dengan sang laptop harmonis, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan. Simple but sure
Semoga bermanfaat!

1.      Sering mengupdate anti virus
2.      Cabut flashdisk, modem, printer, dan yang lainnya jika sudah tidak digunakan
3.      Keluarkan CD atau DVD dari DVD room jika sudah tidak digunakan
4.      Atur pencahayaan layar laptop Anda  se-soft mungkin (tidak terlalu cerah dan terang)
5.      Matikan bluetooth dan wi-fi jika tidak dipakai
6.      Atur penggunaan power supply dari control panel
7.      Gunakan touch pad karena penggunaan mouse akan menguras daya baterai. Terlebih lagi mouse dengan lampu berkelap-kelip.
8.      Putar musik jika perlu dan jangan terlalu keras volumenya.
9.      Atur tampilan windows Anda sesederhana mungkin, matikan windows aero dan windows side bar
10.  Setelah selesai menggunakan laptop, usahakan tidak segera ditutup bila keyboardnya masih panas.
11.  Hindari benturan- benturan
12. Bersihkan debu- debu yang menempel secara rutin dan penuh kelembutan

May 1, 2012

Pagelaran Seni Islam 2012



A. Nama Kegiatan
Kegiatan ini bernama “Pagelaran Seni Islam” yang disingkat dengan PSI
B. Tema Kegiatan
Kegiatan ini bertema “Membangun Karakter Melalui Seni Islam”
C.  Bentuk Kegiatan
1.    Tausyiah oleh Ustadz “M.SUBKI AL-BUGHURY, S.Sos.I”
2.   Seminar Pendidikan bersama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
 “Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA” (*) dan Rektor UNIMED
3.   Tari Saman Aceh
4.   Unjuk Bakat oleh Anak Cacat
5.   Musikalisasi Puisi
6.   LKK Teater
7.   Nasyid
D. Waktu dan Tempat
   Kegiatan ini insya Allah diadakan pada:
   Waktu   : Sabtu- Ahad, 05- 06 Mei 2012
  Tempat  : Auditorium UNIMED
  Pukul     :08.00-selesai
E. Sasaran
  Pelajar tingkat TK/ SMP/ SMA, Mahasiswa, Bapak/ Ibu Pengajian se- Sumatera Utara
  Target peserta 1000 orang.



I.    SAYEMBARA CORAT CORET (SCC):
A.         Lomba Mading (SLTA)
      1. Peserta merupakan Grup Siswa-Siswi Islam dari delegasi SMA/MA/SMK terkait.
2. Jumlah peserta 3 org/grup.
3. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 20.000,-/ group
4. Tiap sekolah boleh mengirimkan pesertanya lebih dari satu grup.
5. Rubrik yang wajib ada pada mading adalah Salam redaksi, Laporan utama, Profil, Artikel, Puisi & Cerpen, Resensi, Tajuk rencana, Info sekolah dan Foto-foto, diperbolehkan menambah rubric lain.
6. Panitia hanya menyediakan tempat, Alat dan bahan disediakan oleh peserta.
7. Mading dibuat ketika lomba berlangsung.
8. Papan Mading dari Stereform ukuran 1 ½ x 1 m.
9. Peserta diperkenankan untuk membuat naskah dari sekolah masing-masing dengan tema “Berkarakter dengan Seni”.
10. Durasi lomba 180 menit.
11. Kriteria penilaian meliputi : Kesesuaian tema dengan isi, Bobot isi lomba, Artistik, Kekompakan dan kerja sama tim, Reader interest dan bahasa yang digunakan.



B.         Lomba Cipta Puisi (Mahasiswa & SLTA)
1. Tema "Wajah pendidikan di Indonesia"
2. Puisi merupakan karya sendiri bukan saduran atau terjemahan.
3. Kertas A4 dan Rangkap 4.
4. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 10.000,-

C.         Lomba Surat Cinta untuk Rektor (Mahasiswa Unimed)
1. Surat Cinta ditulis maksimal 3 halaman kertas HVS.
2. Font 12, TNR, Spasi 1,5.
3. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 10.000,-


D.         Lomba Mewarnai (TK/ RA/ PAUD) 
.   1.  Peserta merupakan Siswa-Siswi Islam TK/RA/PAUD terkait.
2. Panitia hanya menyediakan gambar untuk diwarnai.
3. Peserta membawa alat dan bahan sendiri (meja/alas dan cat).
4. Alat/cat yang digunakan untuk mewarnai adalah crayon
5. Bagi peserta datang terlambat, tidak diberikan perpanjangan waktu.
6. Durasi lomba 90 menit.
7. Kriteria penilaian meliputi : Alur pewarnaan, Komposisi warna dan Kerapian.
8. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 10.000,-


E.         Lomba Cipta Cerpen Islami (Mahasiswa & SLTA)
1. Tema bebas.
2. Cerpen merupakan karya sendiri bukan saduran atau terjemahan.
3. Kertas A4 (8000-15000 karakter) Rangkap 4.
4. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 10.000,- 

Formulir pendaftaran SCC bisa didownload di sini
Deadline pendaftaran dan pengumpulan naskah cerpen, puisi, dan surat cinta tanggal 30 April 2012
Technical meeting tanggal 03 Mei 2012
  
II   . LOMBA MASAK

   Waktu : Sabtu, 5 Mei 2012 Pukul 09.00 sampai dengan selesai
   Tempat: Pelataran Auditorium unimed
   Panitia hanya menyediakan:
·         Bahan dasar jagung 2 tongkol
·         Meja
·         Air
   Peserta:  Mahasiswi
   1 group maks 3 orang
   Biaya pendaftaran: Rp 30.000 per group
   Penilaian berdasarkan rasa, penampilan, penyajian dan kebersihan.

   Pengumuman pemenang lomba masak pada Ahad, 6 Mei 2012 di Auditorium.
 

Training and Seminar

Sabtu, 05 Mei 2012
1.   Pukul 10.00- 12.00 wib
Seminar Pendidikan bersama:
-          Wamendikbud *
-          Kapolda Sumut
-          Rektor UNIMED
HTM: Rp 15.000,-

          2.   Pukul 13.30- 15.00wib
Training Kemuslimahan : “Life Basic Skill Muslimah” bersama Ukhuwah Training Centre (UTC)
HTM: Rp 10.000,-

Ahad, 06 Mei 2012
Pukul 13.30- 15.00 wib
Training Motivasi :‘’Character Building’’ bersama SMARTC

Paket Promo:
Paket 1 : T. Kemuslimahan dan T. Motivasi only Rp. 15.000,-
Paket 2 : T. Kemuslimahan/ T. Motivasi dan S. Pendidikan only Rp. 20.000,-
Paket 3 : T. Kemuslimahan, T. Motivasi dan S. Pendidikan only Rp 30.000,-

GRATIS 25 orang pendaftar pertama Training Motivasi (tanpa sertifikat)

Dakwah Rasulullah Periode Mekah


Dakwah Rasulullah periode Mekah merupakan awal perjuangan beliau untuk mensyiarkan Risalah Islam. Dengan mengamati perjalanan dakwah di Mekah, akan dapat dipahami bahwa Rasulullah berdakwah melalui dua tahap (marhalah).
-       Tahap Pembinaan dan Pembentukan
-        Tahap penyebaran dakwah secara terang-terangan dan melakukan perjuangan untuk membentuk sebuah masyarakat yang baru (dari segi
pemikiran dan perbuatan).
Berikut perjalanan dakwah Rasulullah periode Mekah.
(silahkan klik di sini untuk dakwah Rasulullah periode Madinah)

1. Masyarakat Arab Jahiliyah Periode Mekah
Objek dakwah Rasulullah pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, atau masyarakat yang masih berada dalam kebodohan. Dalam bidang agama, umumnya masyarakat Arab waktu itu sudah menyimpang jauh dari ajaran agama tauhid, yang telah diajarkan oleh para rasul terdahulu, seperti Nabi Adam Mereka umumnya beragama watsani atau agama penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka puja itu mereka letakkan di Ka’bah (Baitullah = rumah Allah). Di antara berhala-berhala yang termahsyur bernama: Ma’abi, Hubai, Khuza’ah, Lata, Uzza dan Manar. Selain itu ada pula sebagian masyarakat Arab Jahiliyah yang menyembah malaikat dan bintang yang dilakukan kaum Sabi’in.

2. Pengangkatan Nabi Muhammad sebagai Rasul
Pengangkatan Muhammad sebagai rasul, terjadi pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahannus di Gua Hira, waktu itu beliau genap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di Jabal Nur, beberapa kilo meter sebelah utara kota Mekah.

Muhamad diangkat Allah , sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq, 96: 1-5. Turunnya ayat Al-Qur’an pertama tersebut, dalam sejarah Islam dinamakan Nuzul Al-Qur’an.

Menurut sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama (Q.S. Al-‘Alaq: 1-5) turun pula Surah Al-Mudassir: 1-7, yang berisi perintah Allah agar Nabi Muhammad berdakwah menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia.

Setelah itu, tatkala Nabi Muhammad berada di Mekah (periode Mekah) selama 13 tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau, wahyu berupa Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekah dinamakan Surah Makkiyyah.
3. Ajaran Islam Periode Mekah
Ajaran Islam periode Mekah, yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut:
a. Keesaan Allah SWT
b. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
c. Kesucian jiwa
d. Persaudaraan dan Persatuan

STRATEGI DAKWAH RASULULLAH PERIODE MEKAH
Tujuan dakwah Rasulullah pada periode Mekah adalah agar masyarakat Arab meninggalkan kejahiliyahannya di bidang agama, moral dan hokum, sehingga menjadi umat yang meyakini kebenaran kerasulan nabi Muhammad dan ajaran Islam yang disampaikannya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Strategi dakwah Rasulullah dalam berusaha mencapai tujuan yang luhur tersebut sebagai berikut:
1. Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Selama 3-4 Tahun
Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah menyeru untuk masuk Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya. Mengenai orang-orang yang telah memenuhi seruan dakwah Rasulullah tersebut adalah: Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah, wafat tahun ke-10 dari kenabian), Ali bin Abu Thalib (saudara sepupu Rasulullah yang tinggal serumah dengannya), Zaid bin Haritsah (anak angkat Rasulullah), Abu Bakar Ash-Shiddiq (sahabat dekat Rasulullah) dan Ummu Aiman (pengasuh Rasulullah pada waktu kecil).
Abu Bakar Ash-Shiddiq juga berdakwah ajaran Islam sehingga ternyata beberapa orang kawan dekatnya menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah:
-           Abdul Amar dari Bani Zuhrah
-           Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris
-           Utsman bin Affan
-           Zubair bin Awam
-           Sa’ad bin Abu Waqqas
-           Thalhah bin Ubaidillah.
Orang-orang yang masuk Islam, pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi, yang namanya sudah disebutkan d atas disebut Assabiqunal Awwalun (pemeluk Islam generasi awal).
2. Dakwah secara terang-terangan
Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur’an Surah 26: 214-216.
Tahap-tahap dakwah Rasulullah secara terang-terangan ini antara lain sebaga berikut:
  1. Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak agar masuk Islam. Walau banyak yang belum menerima agama Islam, ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk Islam, tetapi merahasiakannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah.
  2. Rasulullah mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.

Pada periode dakwah secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk Islam dari kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu: Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi) dan Umar bin Khattab. Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada tahun ke-6 dari kenabian, sedangkan Umar bin Khattab (581-644 M).

Rasulullah menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah. Sejarah mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain:
-       Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dari kaum Giffar.
-       Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus.
-       Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yastrib (Madinah). Gelombang pertama tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan Khazraj sebanyak 6 orang. Gelombang kedua tahun 621 M, sebanyak 13 orang, dan pada gelombang ketiga tahun berikutnya lebih banyak lagi. Diantaranya Abu Jabir Abdullah bin Amr, pimpinan kaum Salamah.

Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah pada gelombang ketiga ini, terjadi pada tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai’atul Aqabah. Isi Bai’atul Aqabah tersebut merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela Rasulullah. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah dan para pengikutnya agar berhijrah ke Yatsrib.

3. Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah
Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah, yakni:
-       Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah (Islam) melarangnya.
-       Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
-       Kaum kafir Quraisy menolak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidupa bermasyarakat warisan leluhur mereka.
-       Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah  karena Islam melarang menyembah berhala.

Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah bermacam-macam antara lain:
-       Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perikemanusiaan.
-       Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala.

Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi Muhammad menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M.

Suatu saat keenam belas orang tersebut kembali ke Mekah, karena menduga keadaan di Mekah sudah normal dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab. Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal labih kejam lagi.
Akhirnya, Rasulullah menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya. Saat itu, dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib.

Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah dan pelindungnya wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad juga telah wafat. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita).

 
Baca Juga:
Langganan
Get It