September, 2014

Fokus pada Impian, Setia pada Proses, Bayar harga di Awal_ __Untukmu; Ayah, Ibu__ 090111/san

Man Jadda wa Jadda. Zhelayu Uspekha!

"Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. Al Qashash: 60)

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan. (QS. Yusuf: 55)

“Maka Bersabarlah Dengan Sabar Yang Baik, sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi. (Al-Maarij : 5-7)

“Hadapilah dengan senyuman. Selamat bahagia!

“Masalah Palestina bukan hanya masalah bangsa Palestina dan bangsa Arab saja. Tetapi masalah seluruh umat Islam, bahkan masalah kemanusiaan secara keseluruhan. Atas dasar pandangan aqidah inilah seluruh umat Islam wajib memahami kondisi dan permasalahan Palestina.

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.”

(Q.S At Taubah: 44)

“Berkata Musa, ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu."

Q.S Al Maidah; 25

““ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim "

(al anbiya;87)

““ Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. "

Wanita adalah perhiasan. Dan sebaik- baik perhiasan adalah WANITA SHOLEHAH

HR. Muslim

"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."

HR. Tirmidzi

"Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari."

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

QS. Ar Rahman: 13

May 12, 2011

PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN





PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI     (TIK) SEBAGAI UPAYA
PENANGGULANGAN KEMISKINAN


 D
I
S
U
S
U
N

Oleh:

  NURHASANAH SIDABALOK
              208121072


FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2011

KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah mencurahkan rahmat, membuka pikiran penulis, dan menjernihkan hati penulis sehingga dapat menyelesaikan karya tulis sederhana yang penulis beri judul:”Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai Upaya Penanggulangan Kemiskinan”. Karya tulis ini dibuat untuk memenuhi prasyarat pemilihan mahasiswa berprestasi. Banyak kendala yang penulis hadapi dalam mengerjakan karya tulis ini, namun Alhamdulillah semuanya dapat diatasi dengan bantuan berbagai pihak.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada berbagai pihak yang telah ikut memberikan sumbangsih kritik dan saran dalam perampungan karya tulis ini. Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada semuanya.
            Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih pada pihak yang telah membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memberikan gagasannya demi perkembangan dunia kependidikan melalui program pemilihan mahasiswa berprestasi ini. Semoga gagasan yang penulis tawarkan, menjadi solusi alternatif bagi permasalahan kemiskinan nasional yang sudah lama berlarut- larut di tengah maksimalnya sumber daya alam di Indonesia.

                                                                                  Medan, 03 Mei 2011
                                                                                                                       

                                                                                             Penulis



BAB I. PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
            Usaha Kecil Menengah yang sering dikenal dengan UKM merupakan pangsa pasar yang perlu diperhitungkan sekarang ini. Usaha yang dirintis mulai dari level paling rendah ini ternyata berperan penting dalam upaya pengembangan perekonomian Indonesia dan kemudian memberikan sumbangsih yang luarbiasa dalam penganggulangan kemiskinan. Di Indonesia sendiri, keberadaan UKM memberikan warna tersendiri bagai masyarakat dalam memberikan peluang bagi para pengangguran dan tentunya juga bagi pemerintah dalam upaya menjalankan tanggungjawab mengentaskan kemiskinan.
            Jumlah UKM di Indonesia sangat banyak. Menurut berbagai data, jumlah UKM sekitar 99 persen dari total jumlah usaha yang ada di Indonesia. Dan menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2007 jumlah UKM (termasuk usaha mikro) mencapai 49,82 juta unit. Angka ini naik signifikan pada tahun 2008 menjadi 51,26 juta unit. Tentu saja hal ini memberi angin segar bagi dunia perekonomian bangsa yang selanjutnya dapat menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam upaya penanggulan  kemiskinan yang sudah menjadi permasalahan sejak dahulu.
            Perhatian pemerintah kepada masyaraka miskin tentu saja menjadi hal yang sangat penting, karena selain merupakan amanah bangsa sebagaimana tertuang di dalam Pasal 34 UUD 1945, juga merupakan suatu bukti bahwa bangsa ini masih memiliki keinginan yang kuat untuk lebih maju.
                        Jumlah penduduk miskin (dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 31,02 juta (13,33 persen), turun 1,51 juta  dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang sebesar 32,53 juta (14, 15 persen). Selama periode Maret 2009- 2010, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,81 juta (dari 11,91 juta pada Maret 2009 menjadi 11,10 juta pada Maret 2010), sementara di daerah perdesaan berkurang 0,69 juta orang (dari 20,62 juta pada Maret 2009 menjadi 19,93 juta pada Maret 2010) (http://www.bps.go.id). Oleh karena itu, kehadiran UKM di tengah problematika kemiskinan ini merupakan sebuah pencerahan bagi pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan.
Namun dalam perjalanannya, berbagai persoalan masih menyelimuti UKM- UKM di tanah air. Menurut survei yang dilakukan oleh BPS menemukan sejumlah kendala yang dihadapi usaha kecil dalam mengembangkan usahanya secara ringkas, selain program adalah pemasaran, pengadaan bahan baku, teknis produksi, dan persaingan pasar. Demikian juga potensi ekspor kelompok UKM masih sangat jauh tertinggal dibandingkan usaha kelompok besar, yaitu hanya sebesar 14,76 persen berbanding 83,24 persen (Media Indonesia, 2006).
            Keadaan ini menjadi problem yang sangat menyiksa dalam tubuh UKM. Jika dibandingkan dengan perusahaan besar lainnya yang menggunakan teknologi canggih, tentunya UKM akan sulit untuk bersaing di zaman teknologi seperti sekarang ini. Tidak dapat disangkal, suatu produksi yang bagus jika tidak diimbangi dengan sistem informasi serta promosi yang gencar tentu akan memperkecil peluang untuk menghasilkan keuntungan yang besar. Sebaliknya, suatu produk yang walaupun kualitasnya tidak terlalu tinggi namun sistem informasinya dan promosi yang digalakkan melalui berbagai media tentu akan lebih memberi peluang yang lebih besar untuk menghasilkan keuntungan.
            Untuk itu, gagasan mengembangkan UKM berbasis TIK adalah sebagai sarana untuk memasarkan produk UKM secara luas. Kita bisa melihat produk dari perusahaan besar dimana informasi produk perusahaan tersebut sudah tersebar di mana- mana, termasuk di dunia maya. Dan tentu saja setiap orang dapat mengaksesnya dari penjuru mana saja. Namun, dibandingkan dengan produk UKM yang kualitasnya tidak kalah saing dengan produk perusahaan besar ternyata hanya dapat dinikmati oleh orang- orang di sekitar dalam lingkup yang sangat kecil. Promosi yang dilakukan oleh kedua usaha ini sangat berbeda kontras dan hasilnya, perusahaan yang memasarkan produknya dalam lingkup luas tentu akan menghasilkan keuntungan yang lebih luas pula.
            Kondisi UKM yang demikian tentu saja perlu diperhatikan, bukan hanya oleh pengelola UKM itu sendiri tetapi juga pemerintah yang notabene merupakan pemegang kendali suatu usaha dalam negara baik formal maupun non formal. Melihat peranan UKM yang sangat besar mendongkrak perekonomian masyarakat, tentu saja kendala ini harus dipandang serius. Untuk itu, penulis mencoba untuk memberikan gagasan dalam upaya pengembangan UKM ini yaitu, pengembangan UKM berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan serta diharapkan dapat meningkatkan perekonomian bangsa.
1.1.Perumusan Masalah
            Adapun beberapa perumusan masalah dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut:
            1.                  Bagaimana kondisi UKM di Indonesia saat ini?
2.                  Apakah UKM akan berkembang melalui teknologi informasi dan komunikasi?
            3.                  Bagaimana peran UKM dalam menanggulangi kemiskinan?
1.2.            Tujuan
            Tujuan diadakannya penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1.                  Untuk mengetahui seberapa besar peran UKM dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
2.                  Untuk memberikan inovasi atas lambatnya perkembangan keberhasilan UKM sehingga mampu bersaing dengan perusahaan lainnya seiring dengan adanya sistem perdagangan bebas.
3.                  Untuk mengetahui efektifitas penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam upaya peningkatan promosi produk UKM.

1.3.   Manfaat
            Berdasarkan tujuan karya tulis, manfaat diadakannya penulisan ini adalah sebagai berikut:
1.         Diharapkan dapat menjadi informasi dalam penerapan teknologi informasi, khususnya penerapan IT terhadap pengembangan UKM  di tanah air.
2.         Sebagai bahan masukan bagi pemerintah, instansi terkait dan seluruh pelaku UKM dalam mengembangkan bisnis UKMN di era ekonomi digital sekarang ini.
3.         Sebagai bahan informasi untuk penelitian maupun penulisan sejenis di masa yang akan datang.


BAB II. TELAAH PUSTAKA


2.1.       Pengertian UKM
     Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah sebuah istilah yang mengacu pada jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Menurut Keputusan Presiden RI No. 99 tahun 1998, pengertian UKM adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan prlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan yang tidak sehat.”
      Adapun kriteria UKM menurut UU No. 9 tahun 995 adalah sebagai berikut:
1.      Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
2.      Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah).
3.      Milik warga Negara Indonesia
4.      Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi langsung maupun tidak langsung dengan usaha besar atau menengah.
5.      Berbentuk usaha orang perorang, badan usaha yangn tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi (http://id.wikipedia.org).
Dengan demikian, kita dapat mendefinisikan UKM sebagai suatu usaha yang dikerjakan oleh beberapa orang di suatu daerah tertentu dimana usaha itu merupakan usaha individu dan bukan lembaga formal. Dalam mengawali perjalanannya dalam dunia usaha, pengelola UKM biasanya fokus dalam satu bidang usaha dengan modal dan pekerja dengan jumlah sedikit. Sebagai usaha kecil yang masih baru di dunia usaha, tentu saja sebuah UKM memerlukan perlindungan dari pemerintah di tengah kerasnya persaingan pasar dalam dunia usaha.
Keberlangsungan suatu UKM tentu saja memberikan nuansa yang berbeda diantara berbagai badan usaha lainnya, baik formal maupun non formal. Pemerintah semakin menyadari akan manfaat yang diberikan UKM dalam upaya memperbaiki perekonomian bangsa. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh UKM itu sendiri. Satu hal yang mungkin membuat UKM berbeda dengan bentuk usaha lainnya adalah tenaga kerja yang dibutuhkan. Jika kita berbicara tentang sebuah perusahaan besar, maka yang banyak bekerja adalah mesin- mesin teknologi yang memudahkan kerja mereka. Sebaliknya, ketika melihat dunia UKM maka pemanfaatan tenaga kerja manusia lebih dominan dibandingkan dengan tenaga mesin. Hal ini tentu saja akan mengurangi angka pengangguran yang hari ini merupakan permasalahan rumit yang tidak kunjung berakhir.
Selain itu, UKM juga merupakan pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis.Top of FormBottom of Form
2.2.      Perkembangan UKM di Indonesia
            Jumlah UKM di Indonesia sangat banyak. Menurut berbagai data, jumlah UKM sekitar 99 persen dari total jumlah usaha yang ada di Indonesia. Dan menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2007 jumlah UKM (termasuk usaha mikro) mencapai 49,82 juta unit. Angka ini naik signifikan pada tahun 2008 menjadi 51,26 juta unit. Tentu saja hal ini memberi angin segar bagi dunia perekonomian bangsa yang selanjutnya dapat menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam upaya penanggulan  kemiskinan yang sudah menjadi permasalahan sejak dahulu.
Berdasarkan hasil survei dan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UKM terhadap PDB (tanpa migas) pada tahun 1997 tercatat sebesar 62,71 persen. Kontribusi tersebut bertumbuh setiap tahun sekitar 0,21 persen sehingga pada tahun 2002 naik menjadi 63,89 persen. Kontribusi usaha besar pada tahun 1997 hanya 37,29 persen dan tahun 2002 turun lagi menjadi 36,11 persen.
Untuk kuantitas unit usaha kecil pada tahun 1997 tercatat sebanyak 39.704.661 unit atau 99,84 persen dari total jumlah unit usaha yang ada di Indonesia. Pada tahun 1998, jumlah tersebut sempat turun menjadi 36.761.689 unit. Masuk pada tahun 1999, kelompok di unit usaha tersebut terus meningkat dan pada tahun 2002 menjadi 41.301.263 unit. Angka tersebut mewakili 99,85 persen dari jumlah unit usaha yang ada di Indonesia.
Jumlah usaha menengah pada tahun 1997 sebesar 60.449 (0,15%). Pada tahun 1998 sampai 2001, jumlah ini terus menurun. Namun, pada tahun 2002 jumlah pengusaha yang masuk klasifikasi sebagai pengusaha menengah meningkat menjadi 61.052 unit. Jumlah usaha besar pada tahun 1997 tercatat hanya 2.097 unit (0,01%) dan pada tahun 2002 naik menjadi 2.198 unit. Sementara itu, daya serap tenaga kerja UKM dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan. Pada tahun 1997, UKM menyerap sebesar 99,4 persen tenaga kerja dari total lapangan kerja di Indonesia. Pada tahun 2002, angka tersebut meningkat lagi menjadi 99,74 persen (http://els.bappenas.go.id).
2.3.      Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Ada beberapa pengertian TIK oleh beberapa ahli, diantaranya sebagai berikut:
1.         Menurut Eric Deeson, Harper Collins Publishers, Dictionary of Information Technology, Glasgow,UK,1991
 “Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic (and microelectronic) means.”Here handling includes transfer. Processing, storage and access, IT special concern being the use of hardware and software for these tasks for the benefit of individual people and society as a whole.”
            Dari penjelasan di atas dapat diartikan bahwa teknologi informasi adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan, mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan.
2.  Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)    mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
a. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,  penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
b. Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

            Menurut Susanto ( 2002 ), informasi merupakan hasil dari pengolahan data namun tidak semua hasil dari pengolahan tersebut dapat menjadi informasi.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang  segala kegiatan  yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Jadi pengertian TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang dapat digunakan untuk mentransfer data, baik menerima informasi maupun dalam memberikan informasi kepada orang lain yang dalam prakteknya sangat berperan dalam kelancaran komunikasi, satu maupun dua arah.   Beranjak dari pengertian TIK tersebut tentu saja sebuah UKM memerlukan alat ini dalam hal pencarian informasi seputar perkembangan produk yang sedang dikerjakan serta memberikan informasi kepada khalayak ramai terkait produk UKM yang akhirnya pemasaran akan berjalan lancar. Bukan hanya itu, ketika sebuah UKM berbasis TIK maka kinerja dan pelaksanaannya akan semakin mudah melalui komunikasi dengan pelanggan melalui media tanpa harus memakan waktu lama untuk bertemu langsung.
2.4.      Konsep Kemiskinan
            Secara umum kemiskinan lazim didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dalam rangka menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan antara lain tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi geografis, gender, dan kondisi lingkungan.
            Definisi beranjak dari pendekatan berbasis hak yang menyatakan bahwa masyarakat miskin mempunyai hak-hak dasar yang sama dengan anggota masyarakat lainnya. Kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau kelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Hak-hak dasar yang diakui secara umum adalah terpenuhinya kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan dan lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan dan hal-hal untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial politik baik perempuan maupun laki- laki.
        
Parameter yang lazim digunakan para analis dalam menetapkan jumlah kemiskinan adalah lebih cenderung pada pendekatan pemenuhan kebutuhan pokok. Dari hal ini, seseorang dikatakan miskin manakala dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya yakni makanan, asupan kalorinya minimal 2.100 kkal/hari per kapita. Selain dengan pendekatan asupan kalori, kemiskinan juga diukur dengan menambahkan parameter pemenuhan kebutuhan pokok/dasar non makanan yang meliputi pendidikan, sandang, dan hal- hal yangtelah dikemukakan sebelumnya. Dari sini, dapat kita katakan bahwa dalam menentukan kemiskinan terdapat variabel pokok yang tidak bisa dilupakan yakni yang terkenal dengan istilah gari kemiskinan (GK). Garis kemiskinan ini terbagi menjadi dua yakni Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Adapun komponen dari masing-masing indikator adalah GKM lebir berbasis pada pendekatan pemenuhan asupan kalori sebesar 2.100 kkal/hari per kapita. Sedangkan komponen GKBM seperti pendidikan, kesehatan, pangan.

Sebagian orang beranggapan bahwa kemiskinan hanya berkaitan dengan persoalan materi atau harta benda saja. Selanjutnya kemiskinan dilihat sebagai antonim dari keberlimpahan atau kegemerlapan harta benda. Sebagai konsekuensi dari anggapan ini, di tengah-tengah masyarakat dapat ditemukan sebuah persepsi yang keliru, yakni melihat keberadaan orang miskin atau kemiskinan sebagai suatu yang niscaya, yakni memenuhi tuntutan keseimbangan hidup dimana si kaya harus senantiasa disertai si miskin. Lebih jauh kita juga dapat mendengar ungkapan bahwa kemiskinan akan lebih mendekatkan manusia kepada kesejatian hidup (hal ini tentu tidak bermaksud menyinggung kepercayaan suatu agama yang memposisikan kemiskinan sebagai jalan menuju ke surga).
            Meski sebagian pemikir telah mengingatkan agar kita tidak terlalu lama berkutat hanya dalam mendefinisikan sesuatu, tampaknya dibutuhkan sebuah definisi kemiskinan yang lebih jelas agar kita tidak terjebak pada keyakinan seperti di atas. Dalam pembicaraan stratifikasi sosial kita mengenal tiga kelompok manusia ditinjau dari tingkat kesejahteraan hidupnya, yakni miskin (pra-sejahtera), sederhana (pra-sejahtera-1), dan kaya (sejahtera). Namun, hampir tidak ada seorang manusia pun yang dengan berani mengatakan ia adalah orang kaya atau bukan orang miskin.
            Ini terjadi karena setiap orang memiliki cara pandang tersendiri terhadap kemiskinan, dimana mayoritas masih melihat kemiskinan hanya sebatas persoalan kekurangan harta benda. Padahal, selama kemiskinan belum dapat dipahami secara benar, maka upaya penaggulangannya pun tidak dapat dirumuskan secara baik, sebab kejelasan masalah akan sangat menentukan upaya penyelesaiannya. 
2.5.      Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia

2.5.1.   Tahun 2008- 2009 
            Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2008 sebesar 34,96 juta orang (15,42 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang berjumlah 32,53 juta (14,15 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 2,43 juta.
            Jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan turun lebih tajam dari pada daerah perkotaan. Selama periode Maret 2008-Maret 2009, penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang 1,57 juta orang, sementara di daerah perkotaan berkurang 0,86 juta orang (Tabel 2). 
            Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah. Pada periode Maret 2008 – Maret 2009, perubahan persentase penduduk miskin di perkotaan sebesar 0,93 persen, dan di perdesaan mencapai 0,58 persen.
            Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode Maret 2008-Maret 2009 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut:
1.                  Selama periode Maret 2008-Maret 2009 inflasi umum relatif stabil (Maret 2008 terhadap Maret 2009 sebesar 7,92 persen)
2.                  Rata-rata harga beras nasional (yang merupakan komoditi paling penting bagi penduduk miskin) selama periode Maret 2008-Maret 2009 pertumbuhannya lebih rendah (7,80 persen) dari laju inflasi.
3.                  Rata-rata upah riil harian buruh tani (70 persen penduduk miskin perdesaan bekerja di sektor pertanian) naik 13,22 persen dan rata-rata upah riil buruh bangunan harian naik sebesar 10,61 persen selama periode Maret 2008-Maret 2009.
4.                  Selama Subround I (Januari-April) 2009 terjadi panen raya. Produksi padi Subround I 2009 mencapai 29,49 juta ton GKG (hasil Angka Ramalan II 2009), naik sekitar 4,87 persen dari produksi padi Subround I 2008 yang sebesar 28,12 juta ton GKG.
5.                  Pada umumnya penduduk miskin bekerja di subsektor pertanian tanaman pangan dan perikanan (nelayan). NTP di kedua subsektor tersebut selama periode April 2008-Maret 2009 mengalami kenaikan yaitu naik sebesar 0,88 persen untuk subsektor tanaman pangan dan naik sebesar 5,27 persen untuk subsektor perikanan (nelayan). Di subsektor tanaman pangan indeks harga jual petani (It) naik sebesar 10,95 persen, sementara indeks harga beli petani (Ib) naik 9,98 persen. Di subsektor perikanan indeks jual petani (It) naik sebesar 15,47 persen sementara indeks beli petani (Ib) hanya naik sebesar 9,70 persen.
6.                  Pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga triwulan I tahun 2009 (angka sangat­sangat sementara) meningkat sebesar 5,84 persen terhadap triwulan I tahun 2008 (angkasangat sementara).


III. METODE PENULISAN
            Dalam karya tulis ini metode yang digunakan adalah metode perspektif atau pendekatan, yaitu dengan melihat bagaimana perkembangan UKM yang ada di Indonesia dan perannya dalam upaya penanggulagan kemiskinan nasional. Objek kajian dalam penulisan ini adalah UKM yang telah tersebar di berbagai penjuru tanah air, khususnya daerah Jawa barat dimana maraknya UKM yang berdiri dengan kondisi yang berbeda- beda.
            Sedangkan dalam pengumpulan data-data yang mendukung dalam karya tulis ini adalah dengan studi pustaka, hasil investigasi dan dokumen-dokumen elektronik yang relevan peran UKM dalam penanggulangan kemiskinan nasional, masalah yang dihadapi oleh UKM, minimnya pengetahuan pengusaha UKM tentang teknologi informasi, dan cara pengembangan UKM melalui teknologi informasi dan komunikasi. Selanjutnya, akan diperoleh peningkatan peran UKM dalam menyongsong kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.
             Untuk pengolahan data tentang angka kemiskinan di Indonesia didasarkan pada pengolahan data Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, penulis juga menggunakan analisis sintesis untuk dapat menghasilkan kesimpulan yang tepat disesuaikan dengan masalah yang dihadapi dan gagasan yang diberikan. Dengan demikian, gagasan ini diharapkan mampu menjadi solusi yang tepat atas permasalahan lambatnya perkembangan UKM di tanah air.



IV. ANALISIS DAN SINTESIS
4.1.            Analisis
4.1.1.      Kondisi UKM di Indonesia
            Perkembangan UKM semakin menjamur di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran usaha ini tentu saja membawa angin segar bagi perkembangan perekonomian bangsa di tengah krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak tahun 2000. Secara umum, rata- rata pertumbuhan UKM tahun 1990- 2001 adalah 3%, rata- rata pertumbuhan pekerja 18,8 %, dan rata- rata pertumbuhan PDB sebanyak 2,5 %. (Aloysius: 2003). Tidak bisa dipungkiri, keberadaan UKM mampu memberikan banyak kesempatan kepada para pengangguran untuk dapat berkarya dan menghasilkan sesuatu yang akhirnya dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dan satu hal lagi, UKM yang ada saat ini merupakan sektor ekonomi terbesar di negara Indonesia. Hal ini terbukti dengan jumlah tenaga kerja yang bekerja dalam sektor UKM mencapai 99,448 % dari total pekerja nasional dan mampu memberikan sunmbangan hingga 55,1 % kepada PDB nasional.
            Tingginya motivasi masyarakat Indonesia untuk memiliki usaha sendiri merupakan hal yang patut dibanggakan. Masyarakat semakin menyadari bahwa betapa minimnya lapangan pekerjaan formal yang disediakan bagi mereka sehingga menuntut adanya kemauan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan akhirnya mampu membuka lapangan pekerjaan kepada para pengangguran. Hadirnya UKM dalam kancah perekonomian hendaknya mendapat perhatian penuh dari pemerintah mengingat besarnya manfaat usaha ini dalam perkembangan perekonomian bangsa.
            Dalam perjalanannya, didapati bahwa perkembangan UKM di tanah air terkesan lambat. Hal ini disebabkan ketertinggalan dalam mengadopsi teknologi informasi di dalam bisnisnya. Jika dibandingkan dengan perusahaan- perusahaan besar, mereka senantiasa memiliki kepedulian terhadap penggunaan teknologi baru dalam menunjang bisnisnya. Tidak bisa dipungkiri, keterbatasan modal dan pengetahuan teknologi yang minim merupakan penghambat utama dalam perkembangan UKM di tanah air. Dengan kata lain, sistem yang digunakan oleh UKM di Indonesia masih sistem yang tradisional sementara saat ini zaman sudah semakin canggih disertai dengan keberadaan teknologi yang modern. Maka tentu sangat minim peluang untuk mampu bersaing di dunia usaha jika sistem ini tetap dipertahankan. Oleh karena itu, penulis memberikan sebuah gagasan berupa pelatihan teknologi informasi kepada para pengusaha UKM yang diharapkan kelak mampu memperbaiki sistem yang ada dan selanjutnya mampu menjadikan UKM unggul di tengah perusahaan- perusahaan besar lainnya.
                        Sementara itu, komitmen bangsa Indonesia dalam menyepakati era globalisasi AFTA maupun WTO menuntut penyikapan sedini mungkin oleh semua pihak, termasuk pelaku UKM yang memiliki potensi-potensi yang belum tergali secara optimal. Potensi UKM yang belum berkembang secara optimal ini tidak dapat menjamin apakah akan mampu bertahan (survive) di era pasar bebas. UKM harus senantiasa didorong dan mengatasi berbagai kelemahannya agar mampu bersaing dan tidak jatuh tertindas oleh kompetitor dari negara luar.
Menyikapi hal di atas, salah satu kesepakatan deklarasi G-15 di Indonesia, adalah bahwa UKM perlu difasilitasi dalam liberalisasi perdagangan dan investasi untuk segera beradaptasi terhadap kecenderungan globalisasi serta perlu difasilitasi dengan optimalisasi sistem informasi dan aplikasi e-business sehingga akan mempunyai daya saing global (http://portalukm.com).
Era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi yang berkembang sangat cepat telah memaksa kita mempersiapkan diri mau tidak mau untuk masuk dan menjadi bagian aktif dari masyarakat ekonomi-informasi. Internet economy’ mendorong globalisasi dan “networking” dunia usaha. Kondisi di atas menjadikan pasar dan perdagangan makin terbuka tanpa batas, serta peluang yang setara bagi pelaku-pelaku bisnis tidak mengenal apakah berasal dari pengusaha besar, menengah, atau pun kecil, siapa yang cepat akan menang atau dikenal dengan “time-to-market” atau “economic of time”. (Muhammad Nadzif, 2001).
4.2.            Sintesis
4.2.1.      Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia UKM
Tidak bisa dielakkan lagi perkembangan teknologi dan informasi berimbas pula pada keberlangsungan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pola produksi, promosi, pengembangan usaha dan segala hal yang berkaitan dengan siklus bisnis UKM langsung maupun tidak langsung akan semakin memerlukan dukungan teknologi dan informasi. Hal ini semakin menguatkan perlunya pemahaman dan penguasan TI bagi pelaku UKM. Karena itulah penting bagi pemerintah dan lembaga-lembaga lain untuk mengupayakan pelaku UMKM melek teknologi dengan memberikan pelatihan bidang teknologi informasi sehingga mereka bisa memanfaatkannya dalam produksi, pemasaran, dan pengembangan usaha mereka.
Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah melalui BPPT bekerja sama dengan Kantor Menko Perekonomian, memberikan berbagai pelatihan kepada pengusaha tersebut di Pusat Inovasi (PI) UMKM.
Menurut Kepala BPPT ,Marzan Aziz Iskandar, melalui berbagai pelatihan tersebut, BPPT menargetkan pelaku UKM yang berbasis teknologi dan menjadi inovator. “Jadi mereka bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam usaha merekam seperti bagaimana cara menjual produk lewat online, bagaimana merancang strategi pemasaran, memproduksi, dan lainnya,” ujarnya (http://galeriukm.web.id).
4.2.2.      Implementasi Cyberpreneur (Bisnis Online)
Saat ini  dengan  adanya jaringan internet dan aplikasi-aplikasi yang mendukung  kita untuk  berinteraksi atau berbisnis itu tidak harus bertatatap muka langsung dengan  rekanan, dan juga sangat mungkin meninggalkan pemikiran lama bagaimana cara membuat  suatu usaha  itu harus menggunakan modal yang besar, sehingga dengan memaksimalkan jaringan internet yang ada kita dapat menjadi seorang enterpreneur yang tanpa mengenal tempat, jarak dan  waktu dalam menjalankan usaha atau bisnis.
Seorang cyberpeneur atau infopreneur adalah mereka yang kreatif menggunakan data dan informasi yang tersedia untuk menghasilkan informasi baru, mengelola dan menyebarluaskan informasi yang dapat memberikan manfaat bagi pemakainya. Ia juga mempunyai visi, dapat mengembangkan kandungan informasi secara inventif dengan menggunakan media teknologi informasi.
                        Untuk mengaplikasikan konsep cyberpreneur maka dibutuhkan adalah website dan blog. Memiliki website atau blog sebagai sarana pemasaran secara online adalah suatu keharusan. Karena dengan memiliki website, membuat usaha atau bisnis UKM dapat diketahui selama 24 jam sehari. Salah satu strategi pemasaran yang penting dari web adalah anda dapat menjelaskan secara rinci produk dan jasa yang dijual. Selain itu kita dapat membujuk pengunjung untuk membeli produk atau jasa anda. Oleh karena itu website UKM hendaknya menyajikan informasi yang berguna, memiliki traffic yang tinggi, aplikasi memasarkan produk  dan adanya search enginge yang bersahabat.
Meski toko online hanya menyumbang sedikit saja dari sisi transaksi namun toko online memberi andil yang cukup besar dalam pencitraan. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik pembeli di Indonesia yang suka menawar. Selain itu harga yang dipajang pada toko online bhinneka dengan harga yang lebih tinggi dari toko. Dengan mekanisme tawar menawar ini diharapkan mampu menaikkan transaksi pada toko online. Bisnis Grosir Baju Murah yang merupakan sebuah usaha penjualan pakaian yang dipromosikan lewat internet. Keberadaan toko online ini memudahkan pembeli untuk memilih dan melakukan penawaran terhadap barang yang dipasarkan. Selain promosi yang yang sangat menarik, berbagai pilihan produk juga dapat dinikmati dari toko ini.
                        Kehadiran toko online sangat penting bagi UKM yang ingin memanfaatkan online untuk memasarkan produknya. Melalui toko online sendiri, UKM dapat meningkatkan kredibilitas sekaligus memudahkan konsumen ketika ingin membeli produk. Saat ini sudah tersedia perangkat untuk menghubungkan produk yang diupload di toko online dengan sosial media seperti facebook dan twitter. Pastikan perangkat tersebut telah dipasang di toko online anda. Dengan demikian, informasi produk akan lebih mudah disebarkan dan dapat diakses oleh seluruh pengunjung internet dari penjuru dunia.

 

PENUTUP
1.      Kesimpulan
      Keberadaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di tanah air merupakan suatu hal yang patut disyukuri. Semakin maraknya usaha ini secara tidak langsung telah membantu pemerintah untuk menanggulanngi massalah kemiskinan yang tidak kunjung selesai. Bahkan, UKM merupakan sumber perekonomian yang cukup besar dibandingkan dengan lembaga- lembaga formal lainnya.
      Tidak bisa dipungkiri, berbagai permasalahan selalu menimpa UKM- UKM yang telah berdiri mulai dari level yang paling rendah. Jatuh bangun adalah hal yang biasa dalam suatu usaha, namun yang paling penting adalah kesungguhan untuk terus berupaya menjadi lebih baik. Seperti halnya juga dengan UKM yang saat ini memiliki banyak masalah. Persaingan yang harus diikuti dengan berbagai perusahaan besar lainnya tentu menjadi hal yang perlu diperhatikan, apalagi dalam era persaingan bebas. Permasalahan yang sampai saat ini membuat UKM sulit untuk berkembang adalah lemahnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dimiliki oleh suatu UKM. Hal tersebut menyebabkan sempitnya pasar yang mampu dijangkau oleh usaha ini.
      Oleh karena itu, pengetahuanTIK hadir sebagai sebuah solusi untuk menanggulangi permasalahan yang dihadapi UKM di tanah air. Dalam kegiatannya, pengelola UKM akan diberikan pemahaman akan pentingnya TIK dalam menunjangn keberhasilan usaha mereka. Dengan pemahaman yang baik, pengelola UKM akan diberikan pengetahuan terkait dengan TIK khususnya dalam hal pemasaran dan promosi produk di dunia maya, yaitu dengan membuat toko online.

2.      Saran
a.       Sebaiknya para pengelola UKM memahami perkembangan teknologi saat ini sehingga konsep pemasaran dan promosi produk yang dilaksanakan tersebar luas dan menarik di kalangan pembeli.
b.      Sebaiknya pemerintah membantu para pengelola UKM dalam hal pendanaan serta berbagai pelatihan TIK agar dapat bertahan dalam persaingan pasar yang cukup sengit.
c.       Diharapkan kepada seluruh komponen masyarakat untuk saling bahu- membahu dalam pengembangan UKM berbasis TIK sehingga angka pengangguran dapat diminimalisr dan akhirnya permasalahan kemiskinan dapat teratasi.











DAFTAR PUSTAKA
Fahmlarto, Anjang. “Ramai- ramai Kembangkan Software UKM.”  http://www.mediacenterkopukm.com. Diakses: 29 April 2011
 “Strategi Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia.” http://www.bappenas.go.id. Diakses: 26 April 2011
“Profil Kemiskinan di Indonesia.” http://www.bps.go.id. Diakses: 26 April 2011
“Implementasi Cyberpreneurship sebagai Upaya Meningkatkan Pemasaran Produk UKM Sulawesi Selatan.” http://www.makassarpreneur.com. Diakses: 27 April 2011

“Peran Strategis Teknologi IT Bagi Pengembangan UKM .” http://galeriukm.web.id. Diakses: 27 April 2011

“Belanja Online Lewat Gerai UKM.” http://diskumkm.jabarprov.go.id. Diakses: 01 April 2011
“Strategi  Pemasaran UKM Melalui Media Sosial Online.” http://www.duniavirtual.com. Diakses: 01 April 2011
“Pemanfaatan Social Media Bagi UKM.” http://www.juale.com. Diakses: 01 April 2011

Seven Principles in Learning


1.      Feedback
2.      Active Learning
3.      Reinforcement
4.      Meaningful Material
5.      Multiple Sense Learning
6.      Overlearning
7.      Primary And Recency
1.       Feedback
This principle states: Learning proceeds more efficiently when both instructor and trainee give feedback to each other. The instructor needs feedback to tell him how the trainee is progressing; and the trainee needs feedback from the instructor on quality of performance.
Rules for the training room:
a.       Encourage trainees to ask questions
b.      Test frequently
c.       Maintain eye contact - this is a most important communication channel
d.      Discuss and correct errors; don't criticise them
e.       Give trainees knowledge of results as quickly as possible

2.      Active Learning
This principle states: Trainees learn more quickly and effectively when they are actively involved in the learning process.
The simplest expression of this idea is: We learn by doing. This applies equally to all forms of training.
Rules for the training room:
a.       Ask questions to stimulate thought
b.      Plan for exercises and tests in sessions
c.       Use projects and assignments to supplement lessons
d.      Use discussion methods from time to time
e.       Provide plenty of practical work
Warning
Beware of note taking as a form of Active Learning - the student's fingers may be active - but not their brains.

3.      Reinforcement
This principle states: Learning which is rewarded is more likely to be retained.
Of course this is how we train our pets and even our children.
Rules for the training room:
a.       When a trainee gives a right answer - tell him so
b.      Provide for early success in learning a new topic
c.       Prevent trainees from making mistakes as much as possible

4.      Meaningful Material
This principle states: Trainees understand (and therefore learn) material only when it is related to their existing knowledge. A trainee may be able to recall facts, etc., which he has committed to memory (by overlearning). But if you want him to comprehend the material fully you must give him a frame of reference into which he can fit these isolated bits of information so that a pattern develops in his mind.
Rules for the training room:
a.       Pitch your sessions at the students level, not yours
b.      Present the topic in a definite form or sequence
c.       Use plenty of examples, illustrations, analogies, and anecdotes
d.      Always move from the know to the unknown; that is, begin with what the student already knows or has experience.

Don't make the mistake which one writer has described as follows:
'Many teachers plunge ahead from a starting point that many of their students have never reached and they then proceed to teach the unknown by means of the incomprehensible'.
Pressey, Robinson & Horrocks -
'Psychology in Education'.
e.       Make your material as concrete as possible, avoid abstractions
f.       Find out what your trainees already know or have experienced before

5.      Multiple Sense Learning
The principle states: Presentation methods which use two or more senses are more effective than using one sense only.

The Chinese proverb 'one picture is worth a 1,000 words', is another way of stating this principle. It appears that the most important senses for information and theory learning are SIGHT and HEARING. But don't forget the others - particularly if you are teaching a physical skill.
Rules for the training room:
a.       Combine telling and showing - don't rely on one only
b.      Provide audiovisual aids for every session you give
c.       Make certain that you and your aids can be, and are, easily seen and heard
d.      If you have a model as one of your aids, let the trainees handle it as well as see it and hear you talk about it

6.      Overlearning
This principle states: Forgetting is reduced significantly by frequent attempts at recall of learned material.
We have discussed how quickly forgetting sets in, and illustrates how frequent revision can help trainees to retain larger amounts of what they have learned. This applies particularly to the learning of factual material or 'information'.
Rules for the training room:
a.       Ask frequent questions
b.      Provide exercises which force trainees to recall previous learning
c.       At the start of each session, ask trainees to summarise briefly the previous session
d.      Include review periods in your timetable
e.       Train your trainees to use overlearning during their private study
f.       Supply summaries of session material

7.      Primacy And Recency
This principle states: Trainees can recall well those things they learn first and last in sequence.
'First impressions are lasting' sums up the principle of Primacy; the principle of Recency is almost axiomatic.
Warning
These principles are not true under all conditions and sometimes they act against one another, such as when our most recent impressions change or blot out our first impressions.
Rules for the training room:
a.       Give a preview of the session
b.      Summarise the important points of the session at the end
c.       Prepare carefully what you are going to say and do during the first few minutes of the session
d.      Remind trainees from time to time of the sequence in which they have learned a topic

see more:

REKTOR UNIMED 2011- 2015: PEMIMPIN BARU, HARAPAN BARU



Sudah hal yang lumrah jika kita berpikir demikian. Pemimpin baru, dan harapan baru muncul bersamanya. Dan saat ini, hal itu juga lah yang sedang dipikirkan oleh civitas akademik UNIMED, khususnya mahasiswa. . Pemilihan rektor yang diadakan Rabu (11/05) lalu memberikan sebuah angin segar setelah beberapa bulan yang lalu ‘kursi panas’ tersebut kosong dengan terpilihnya Bapak Syawal Gultom sebagai Kepala Badan 
 Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan.
Pemilihan rektor  UNIMED yang berlangsung dalam sidang senat tertutup di Gedung Pusat Adminisrasi UNIMED, akhirnya menetapkan Prof.  Ibnu Hajar Damanik, M. Si sebagai rektor UNIMED.

Sebelumnya, dalam penyaringan calon rektor UNIMED April lalu, terpilih 3 nama calon yang memiliki suara terbanyak; Prof. Ibnu Hajar Damanik, M. Si sebanyak 28 suara (44,44 %), disusul Prof. Amrin Saragih, MA, PhD sebanyak 19 suara (30,16 %), dan posisi ketiga diraih oleh Prof. Dr. Abdul Hamid K, MPd sebanyak 11 suara (17,46%).

Dalam pemilihan kali ini, kembali posisi pertama diraih oleh Prof. Ibnu Hajar Damanik, M. Si sebanyak 60 suara, disusul Prof. Amrin Saragih, MA, PhD sebanyak 34 suara, dan posisi ketiga diraih oleh Prof. Dr. Abdul Hamid K, MPd sebanyak 7 suara.

Pemilihan rektor berjalan lancar dan demokratis. Mendiknas diwakili oleh Sekretaris Dirjen Dikti, Drs. Harris Iskandar membawa surat mandat yang ditandatangani oleh Mendiknas, Muh. Nuh. Dengan demikian, proses pemilihan telah sesuai dengan Permendiknas Nomor 24 tahun 2010 tentang pengangkatan dan pemberhentian Rektor/ Ketua/ Direktur pada pergruan tinggi yang telah diselenggarakan oleh pemerintah.

Akhir kata, selamat Pak. Semeoga bisa bersama kami untuk mewujudkan harapan- harapan ini.(12/05san)


May 11, 2011

Difference between Participle and Participial Phrase

Participle Phrases

Participles are words that look like verbs and act like adjectives.
A participle phrase consists of a participle and its accompanying words. 
participle
You could say that they have identity issues.
Words that are made of verbs but don't act like verbs are called verbals. There are two other kinds of verbals: gerunds and infinitives.

Participles

Like I said, these are made of verbs but act like adjectives.
They end in -ing, -d, -t, or -n.
Quick Refresher: Adjectives are words that describe nouns and pronouns.
Here are some examples. Notice that each one is made of a verb but is modifying a noun.
shooting star (shoot = verb)crying babies (cry = verb)
frozen food (froze = verb)
burned toast (burn = verb)
Diagramming
Since these guys act as adjectives, they are diagrammed in a very similar way to how adjectives are diagrammed.
It's easy to see that they modify nouns and pronouns because they are diagrammed on a slanted, curved line underneath the noun or pronoun that they modify.
participle

Participial Phrases

Phrases are groups of words that act as a single part of speech.
Participial phrases consist of a participle along with all of its modifiers and complements.
Here are three examples. Notice that each phrase is modifying a noun.
Example 1
Babies crying in the night bother me.
  • The participial phrase is crying in the night.
  • It modifies the noun babies.
Example 2
Food frozen for over five years tastes icky.
  • The participial phrase is frozen for over five years.
  • It is modifies the noun food.
Example 3
Burned on each side, the toast was inedible
  • The participial phrase is burned on each side.
  • It modifies the noun toast.

Diagramming Participial Phrases

When diagramming these, start by identifying the participle and the noun that it is modifying.
You already know that you diagram it by putting it on curved, slanted line under the noun that it modifies.
After that, find out what the rest of the phrase consists of and diagram it accordingly.
I'll walk you through the steps using this sentence:
The shoe filled with mud was very heavy.
  • Step 1: Find the participle. (filled)
  • Step 2: Find the noun that it modifies. (shoe)
  • Step 3: Find the rest of the phrase. (with mud)
  • Step 4: Figure out what the rest of the phrase is doing. This is where your other grammar knowledge comes into play. In order to diagram this, you need to know that with mud is a prepositional phrase.
    This prepositional phrase is modifying filled. That means that we diagram the prepositional phrase underneath filled.
    Check it out:
participial phrase 
 
 Exercise Directions: Find the participial phrases in the following sentences.  Write down the participial phrase and then give the noun or pronoun it modifies.
1. Working in the lab, the scientist created a robot.
2. Early films were still pictures projected on a wall.
3. Moving pictures came later.
4. Food sealed in cans was given to the campers.
5. Quickly frozen food is necessary to preserve the freshness.
6. Coming into the room, the boy threw his books on the desk.
7. Joe, searching for the code, was really excited.
8. The store sold packaged bakery.
9. Pork and beans canned in tomato sauce is my favorite.
10. Relaxing on his back patio, Jeff fell asleep.

Sources:
http://www.english-grammar-revolution.com/participles.html
http://members.cox.net/lenco1/grammarpractice/participle/phrase.htm

May 9, 2011

Educational Journal


Journal means a daily writing which is published periodically and people will do interested in it at that time. It means that the content of that journal is adjusted with the most actual at that time.
If we talk about educational journal, it means that the journal will talk about education itself. Now, there are many students in big university looking for this journal, especially they who focus in educational program. Here, I share the link that can help you to find  some journal that you need.
http://cunningham.acer.edu.au/dbtw-wpd/sample/journals_edresearch.htm

In this page, there will be 2 option. The free and buy one. Let's just take the free:)
I do hope that this will help you to do your work.
Good Luck!

May 3, 2011

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA OVJ (OPERA VAN JILBAB)


LOMBA KREASI JILBAB

JUARA 1: SAKINAH GROUP
JUARA 2: MAR'ATUSSHOLIHA
JUARA 3: MUMTAHANAH

TERBAIK DRAMA 
KHODIJAH TEAM

PEMENANG CERPEN
JUARA 1: FITRI ARZINA (MENGGAPAI RIDHONYA)
JUARA 2: TRI SUSI TIRA KATRI (KERUDUNG WANITA PENGHIBUR)
JUARA 3: SISKA EKA SYAFITRI (GARA- GARA BAKWAN)

                                                                                                                                            DEWAN JURI

May 2, 2011

Perhatian Kalian Padaku. Terimakasihku, Teman!


Ning- nong.. Hp ku berbunyi.
Sudah sepantasnyalah seorang da’i dekat dengan Tuhannya.

Glek, peringatan apakah ini?  Sms dari nomor baru tepat pada waktunya. Bagaimana tidak, di siang bolong ketika aku berjalan sendirian menuju mesjid kampus, nasihat itu hadir. Aku pun kembali mengingat Tuhanku, sepanjang perjalanan kupikirkan diriku yang selama ini semakin jauh dariNya. Sibuk memikirkan tugas akhir yang sudah dekat deadline, mikirkan proposal kegiatan yang satupun belum berhasil, , mikirkan adik binaan yang beraneka ragam, mikirkan… ah,, begitu banyak alasan yang membuatku sedikit memikirkan hubungan kami. Aku dan Tuhanku.
Tidak begitu kupermasalahkan siapa pengirim sma nasihat itu. Pastilah ia seorang sahabat yang selalu mengharapkanku selalu menjaga hubungan dengan Rabb ku. Jazakillah ukhti, sering2 ya. Demikian ucapku lirih kala itu.

Ning- nong…
Tidak ada alasan untuk menolak berdakwah....
Nyesss, kembali aku diingatkan. Ketika aku terlena dengan kenikmatan bercengkerama dengan keluar ga, nasihat dari seorang sahabat masuk ke Hp. Astagfirullah, seolah mereka tau aku sedang berbuat apa. . Aku membayangkan wajah sahabatku, kudapati memang dia seorang yang sangat antusias dan semangat untuk terus berdakwah.
Jazakillah ukhti, semangatmu membakar lemahku.

Akankah aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan2  itu turun? Mereka turun kpd tiap2 pendusta lagi banyak dosa. (QS. As Syuara: 221- 222). Sudag saatnya kita meninggalkan dusta dan dosa

Tepat sekali, sahabat yang sampai kini belum kuketahui siappa dia kembali mngirimku sms nasihat. Dia kembali datang di saat yang tepat. Saatnya meninggalkan dosa dan dusta. Jazakillah ukhti, ingin rasanya aku mengetahui siapakah gerangan dirimu yang begitu mengerti aku. aku pasti akan sangat senang jika engkau menasihatiku 4 mata:).

Mrk bkn robot, bkn pula mnusia merobot..tb2 mnjd asosial& tdk mrsakn sensitifits rs humanis, mrk hy mngmbil skp brbeda dlm mnyikapi gjolak perasaany, sbab jln yg dpilihnya mmg mnempany utk tdk mnjd mnusia kbanyakn dlm mngolah rs cnta&kkagumn
Mrk bkn robot,bkn pula mnusia merobot,kaku&tnp rasa.bedanya mrk mngkspresikn kkagumn&cntany dgn... cr yg smestiny.sbb jln yg dtempuhny mnempany utk mjdikn ssuatu mnjd indh dan trjg.


Aaaah, kali ini kakak senior yang menasihatiku. Tepat ketika ada masalah yang berkaitan dengan hati, sms hadir menyejukkan hati. Mengembalikan komitmenku.

Membangun kesolehan pada diri sama halnya dengan berkendaraan di jalan sepi , harus dapat mengukur laju kendaraan apakah terlalu cepat atau terlalu lambat…. Dan bisa jadi karena keadaan yang sepi dapat membuat pengendara tertidur, atau dapat pula dibosankan oleh kesunyian. Kesolehan tidak selamanya utuh, ia dapat luntur oleh keasyikan ego, terjebak oleh kelemahan jiwa yang terbungkus oleh pandangan terhadap dunia. Dan hnya orang2 yang dikehendakilah yang akan mendapat akhir yang baik, dgn diikuti ijtihad dari pemiliknya dan selalu  bertaqarrub kepada Allah dan RasulNya, dan dirinya selalu disibukkan oleh ilmu dan amal kepada Tuhannya untuk menegakan tauhid dan Sunnah.

Subhanallah, syukron !
Kali ini datang dari seorang adik kelas. Keegoan sudah lama subur dalam dada. . Kudapati diriku yang sering jatuh bangun, walau lebih sering jatuh dan tidak bangun2..  Hingga akhirnya sidang atas diriku dilakukan,. Jatuh, dan segera bangkit. Sangat menguatkanku.

Maksimalkan kerja2 kita…………….
Kali ini dari sc acara.

Jazakumullah atas perhatian yang diberikan. aku mendapati kalian sebagai saudara yang menginginkanku tuk lebih baik.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S Al-'Ashr : 1-3)
(03/01san)

Seorang Ucok dengan Sebuah Harapan*



By: Nurhasanah Sidabalok
 “Cok, ambilkan nanti sirihnya dari ladang ya biar kita pergi ziarah ke makam oppung mu,”kata mamak sore itu ketika Ucok ingin pergi ke ladang menutup ayam.
“Iya mak, nanti aku ambilkan”,jawab Ucok


Ucok berangkat ke ladang dengan membawa beras dan jagung untuk makanan ayam. Sempat teerpikir di benak Ucok, apa gunanya mereka berziarah ke makam oppungnya dengan membawa perlengkapan seperti bunga, air, sirih dan bahkan rokok. Rutinitas yang mereka lakukan sejak Ucok berusia 5 tahun dan hingga kini 19 tahun. Selama ini dia tidak begitu mempertanyakan hal itu. Hanya mengikuti apa yang orangtuanya lakukan karena memang Ucok tidak ingin bertanya atau lebih tepatnya mempertanyakan hal yang baginya merupakan tindakan “bodoh” sedangkan bagi keluarga dan nenek moyangnya sudah merupakan sebuah “ibadah”. Apalagi masyarakat di kampung mereka juga cukup kental dengan tradisi itu.
“Ini mak sirihnya,” kata Ucok sambil meletakkan sejumlah daun sirih yang dibungkus dalam daun talas di atas dingklek.
“Iya mang, udah pintar kau ya berapa jumlah sirihnya. Memang perlu kau pelajari semua itu karena kamu lah yang bakalan meneruskan warisan nenek moyang ini. Apalagi kamu adalah anak sulung, jangan sampai kamu mempermalukan keluarga kita . “Mengerti kau kan Ucok,”kata mamak panjang lebar sambil memilah- milah daun sirih.


Di satu sisi, Ucok bangga dengan pujian yang diberikan oleh mamaknya. Yah, dia memang sudah cukup faham tentang budaya Batak yang sejak kecil sudah diterapkan dalam kehidupannya. Bagaimana bersikap kepada yang lebih tua, bertutur sapa dengan oranglain, dan bahkan tradisi dalam setiap acara kecil maupun besar. Semua itu sudah melekat betul dalam diri Ucok.
Di sisi lain, Ucok merasa bersalah dan tertantang. Apalagi setelah mempelajari agamanya, Islam, sedikit demi sedikit mendalam. Pelajaran yang diperolehnya selama 3 tahun di pondok pesantren yang kemudian dilanjutkannya ke sekolah favorit di kota yang semuanya mengajarkan untuk tidak percaya pada hal-hal yang selama ini mereka kerjakan, seperti membawa beberapa daun sirih, meletakkannya di atas makam dan bahkan kadang menyalakan rokok tepat di bagian atas makam. Keluarga dan penduduk kampung percaya bahwa sang arwah akan bahagia dengan diberikannya rokok sehingga sang arwah bisa kembali menikmati kebiasaannya ketika masih hidup.


Kadang Ucok ingin berontak dengan hal yang dipercayai oleh nenek moyang mereka, namun tidak memiliki daya untuk mengusik ketentraman hati mereka yang sudah sangat menikmati hal itu. “Ah, biarkan sajalah. Toh aku kan cuma ikut- ikutan, orang masih kecil”. Demikian jawaban Ucok ketika dia masih berusia 10 tahun, pada saat Yasin, teman dekatnya menanyakan tentang kebiasaan keluarga mereka yang bagi Yasin sangat aneh. Namun sekarang dia sudah dewasa, sudah mengeri bahwa itu adalah perbuatan syirik atau menyekutukan Allah, Rabb semesta alam. Dia masih ingat waktu pelajaran agama bahwa syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak akan diampuni. Astagfirullahal’adzim. Apakah aku harus tetap diam? Membiarkan kesesatan di depan mataku? Merelakan orang- orang yang kucintai dimurkai oleh Allah? Rabb, bantu hamba. Ucok merasa sangat resah.
Ucok bersiap untuk pergi ke mesjid. Walaupun tradisi Batak masih kental, namun ibadah mereka selaku umat muslim tetap terjaga. Hanya saja ada beberapa budaya batak yang belum bisa mereka tinggalkan.
“Bah, yang pulangnya kau Ucok? Gak pernah lagi tulang nampak kau”, kata Tulang Riama ketika Ucok baru tiba di surau dan segera menyalami mereka satu persatu. Ada 3 orang yang sudah ada di surau dan ketiganya sudah berusia lanjut.
Setelah solat maghrib, mereka berbincang- bincang di surau menunggu solat isya. Ucok pun diminta untuk ceramah atau sedikit berbagi ilmu kepada mereka. Mereka yakin bahwa Ucok sudah memiliki banyak pengetahuan agama setelah kurang lebih 6 tahun memperdalam agamanya. Dan kini Ucok kuliah di universitas negeri di kota medan tingkat dua.


Mulailah Ucok membuka diskusi mereka dengan menyampaikan hal yang beberapa hari ini cukup mengusik hatinya. Tanpa bermaksud menggurui, Ucok meminta pendapat mereka tentang kebiasaan nenek moyang mereka yang samapai hari ini masih tetap lestari secara gamblang.
“Apa sih sebenarnya manfaat kita ziarah sambil membawa daun sirih, rokok dan bahan- bahan lainnya?”, tanya Ucok membuka diskusi dengan polosnya.
“Lho, kamu kok bertanya begitu? Pantang Cok, apalagi di depan orangtua,”jawab Tulang Riama berusaha mencegah pembicaraan berkaitan hal itu sambil mengernyitkan dahi memandang ke arah Pak Soleh.
Ucok mendapat tatapan heran dari yang lain, apalagi Pak Soleh, orang yang dituakan di kampung mereka. Selain rajin beribadah, beliau juga tetap berusaha melestarikan budaya Batak.
“Bukan begitu Tulang. Maksud aku ada gak gunanya bagi si mayat atau sama kita sebagai peziarah melakukan hal itu?, sambungnya kembali.
Semua diam. Akhirnya Pak Soleh angkat bicara.
“Sebenarnya begini anak muda. Mengenai manfaat ya pasti ada. Apa kamu pikir nenek moyang kita adalah orang bodoh, hanya berbuat saja tanpa berpikir terlebih dahulu? Jadi, sekarang sebagai generasi yang menghargai perjuangan nenek moyang, sudah menjadi kewajiban badi kita untuk melestarikan hasil perjuangan mereka. Jangan habis manis sepah dibuang. Anak muda sekarang sangat aneh, disekolahkan tinggi- tinggi malah tidak bisa menghargai,”kata Pak Soleh dengan panjang lebar sambil memasang raut muka tidak senang.
“Benar itu Cok. Kamu tidak boleh melupakan perjuangan nenek moyang. Apalagi ada pepatah yang mengatakan bahwa ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya’. Itu sudah kewajiban bagi kita. Itulah budaya kita, dan harus tetap dipelihara,”jelas Tulang Riama berusaha menenangkan suasana.
Sementara yang lain diam tanpa berani berkata sepatah pun. Di Satu sisi, dia segan pada Pak Soleh yang diyakini sudah memiliki banyak ilmu pengetahuan agama. Namun di sisi lain, dia juga menyetujui pendapat Ucok yang memberikan alasan logis dan masuk akal tentang kesia-siaannya melakukan semua itu.
Adzan Isya dikumandangkan. Solat Isya didirikan dengan khusyuk. Usai solat,”Cok, Jum’at ini bisa ngisi ceramah kan. Mumpung kamu lagi di kampung. Oke!,”kata Tulang Riama. “Tapi jangan yang aneh- aneh”, sambungnya sambil menepuk bahu Ucok yang akan segera pulang.
“Insya Allah, Tulang”, jawab Ucok tanpa diberi kesempatan untuk membuat alasan untuk ketidak bersediaannya.

Sesampai di rumah, Ucok menceritakan kejadian yang terjadi di surau kepada mamaknya, sementara bapak dan adik- adiknya sudah tidur. Sengaja Ucok menunggu mereka sampai tidur karena dia hanya ingin mendapat pendapat mamaknya terlebih dahulu. Ucok mendekati mamaknya yang sedang melihat pasir dalam beras dengan memakai lensa tebalnya.
“Astagfirullah, mengapa kamu bertanya begitu, apalagi ada Pak Soleh”, tanya mamak gusar. “Lalu bagaimana reaksi mereka?”, tambahnya.
“Ya, mereka kayak nggak setuju gitu Mak, tapi gak apa-apa kok. Ucok hanya ingin meminta pendapat mereka saja.
“ Kalau menurut mamak gimana? Percaya gak sama hal-hal seperti itu?”, tanya Ucok dengan tatapan yang sangat mengharapkan kejujuran dari mamaknya.
Mamak menghentikan pekerjaannya.
“Sebenarnya mamak pun sudah tahu bahwa hal seperti itu tidak bisa, dilarang agama. Tapi bagaimanapun kita tidak boleh menentang nenek moyang kita. Nanti kualat. Jadi mamak tetap melakukan hal itu”, jawab mamak Ucok.
“Tapi Mak,” kata Ucok ingin mencoba menimpali pernyataan mamaknya yang baginya sangat tidak rasional. Bagaimana bisa kita lebih takut kepada manusia daripada sama Sang Pencipta? Namun Ucok segera disuruh tidur karena besok pagi mereka akan pergi ke ladang. Dengan langkah gontai, Ucok menuju kamarnya yang cukup ramai oleh dengkuran adiknya, Umar yang berusia 10 tahun. Ucok membelai rambutnya dan mencium kening adik yang sangat disayanginya.
Sambil membereskan beras, mamak Ucok terus berpikir tentang pembicaraan singkat mereka barusan. “Alhamdulillah, terimakasih ya Allah karena telah memberiku seoatang anak yang di usia belianya sudah mencoaba benar- benar mengamalkan ajaran-Mu. Bantu dia, kata mamak Ucok dalam hati sambil meneteskan airmatanya.
Sementara Ucok belum bisa memejamkan matanya. Yang manakah lebih didahulukan, perintah Allah kah atau perintah nenek moyang? Jadi mengapa kedua orangtuanya mengantarkannya ke pesantren selama 3 tahun?
“Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya…”
“Janganlah kamu menyekutukan Allah…”
Ayat- ayat itu kembali terngiang di pikiran Ucok.
Rabb, bantu hamba, kata Ucok dalam hati diiringi tetesan airmata di akhir sujudnya ketika solat tahajud.

Usai solat Jumat, Tulang Riama menghampiri Ucok dan menepuk pundaknya. “Semua terkesima dengan ceramahmu. Tapi hati- hati, mungkin sebagian belum bisa menerimanya. Tulang duluan ya, assalamu’alaikum”, ucap beliau sambil berlalu dari hadapan Ucok.
Alhamdulillah. Ucok bernafas lega karena ia telah merasa tenang dengan menyampaikan kemelut di jiwanya walau belum ada kepastian apakah para jamaah menyimak ceramahnya atau hanya duduk dengan tertib. Tapi tidak mengapa. Dia sudah merasa lega untuk tahap pertama. Dia akan berangkat ke tahap selanjutnya. Dan sekarang, target yang pertama yang harus didekatinya adalah keluarganya, terutama mamaknya. Liburan yang akan segera habis ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, ucapnya dalam hati.

“Ini Cok, bawa juga pisang yang mentah ini, bisa diperam untuk beberapa hari lagi,”kata mamak sambil membawa sesisir pisang dari arah dapur.
“Ya Allah, Mak, ini kan sudah cukup banyak. Sebulan pun belum tentu habis, kata Ucok sambil mengangkat kardus yang berisi penuh hasil buah- buahan kebun mereka. “Untuk mamak aja di rumah,”tambahnya.
“Ya udah, Ucok pamit dulu ya Mak. Mamak jaga kesehatan. Sambil menangis, Ucok memeluk mamaknya sangat erat seolah tidak ingin berpisah. Sementara mamak dan adik- adiknya heran melihat sikapnya yang sangat jarang seperti itu. Raut muka sedih pun sangat jarang ditunjukkannya selama ini.
“Sudah- sudah, nanti kamu kesorean sampai di Medan. Mamak ngerti perasaan kamu. Mengenai hal yang kamu ceritakan, akan coba mamak pikirkan. Mamak bangga sama kamu, kata mamak menenangkan hati Ucok.
Kemudian Ucok menyalami adiknya satu persatu. “Kalian baik- baik ya,”ucapnya lembut. Ucok beranjak meninggalkan mereka dengan berat hati. Apalagi dengan kondisi yang seperti itu. Bapaknya yang mulai berjudi lagi. Allah, aku sadar bahwa aku pasti tidak akan sanggup menjaga mereka. Hanya pada-Mu aku yakin, ya Rabb. Ucok hampir menangis di dalam bus menuju Medan, kota dimana dia kuliah.
Ingat medan, Ucok membayangkan teman-temannya di pondokan yang sangat dia kasihi. Merekalah yang terus menguatkannya di jalan ini.
Aslm.alhmdlh,ucok da smpai dimedan mak dgn slmt. Makasi byk y mak..
Ucok mengirim sms kepada mamaknya sesampai di kost.

“Din, besok ikut dauroh kan! Tolong maksimalkan anggota ya, rekrut sebanyak- banyaknya, oke?”, telepon Bang Zaki dari seberang.
“Insya Allah, Bang!,’jaawab Adin.
Sebenarnya nama asli Ucok adalah Abidin Kareem, namun lebih serig dipanggil Adin oleh teman- temannya, sementara di kampung dipanggil dengan Ucok, sebagai nama kebesaran bagi orang Batak.
Adin memang aktif berorganisasi di kampusnya. Tidak jarang setiap hari dia pulang sampai malam. Biasanya singgah ke kost temannya untuk membicarakan persiapan kegiatan terdekat atau hanya sekedar sharing. Sedangkan untuk pulang kampung saja, sangat sulit baginya. Yah, harus prioritas, demikian kata Mail, teman yang sering menjadi tempatnya curhat. Adin sangat bersyukur telah dikenalkan oleh Allah dengan dakwah ini dan teman- teman yang sangat berarti dalam kehidupannya.

“Bang, bagaimana cara mengajak orang tua untuk tidak lagi menyekutukan Allah ya? Budaya yang masih sangat kental itu cukup mengusik pikiran ana. Ana tidak ingin membiarkan mereka tersesat,”tanya Adin pada saat liqo.
Bang Deltha sangat terkejut dengan pertanyaan Adin, adiknya yang dia kira selama ini tidak memiliki masalah di keluarganya karena memang dia tidak pernah memasang wajah yang risau atau tingkah yang aneh. Namun dia berusaha menutupi keterkejutannya di hadapan adik- adiknya.
“Jadi gini Din, memang kewajiaban kitalah untuk membimbing keluarga kita dengan ilmu yang kita miliki”. Sampai di situ Adin semakin penasaran dengan kelanjutannya. Dia benar- benar tidak ingin berdosa atas kewajiban yang tidak terlaksana.
“Ada beberapa teknik yang bisa Adin coba untuk membimbing mereka. Sekarang Adin yang lebih faham bagaimana cara pendekatan yang baik kepada mereka. Satu hal yang sangat abang tekankan, jangan sampai menyinggung perasaan mereka. Berbuat baiklah kepada keduanya. Itulah salah satu cara yang bisa untuk memasukkan ilmu itu kepada mereka. Yakinlah, bahwa segala sesuatu ada proses. Jangan buru- buru,” jelas bang Deltha memberi pemahaman yang cukup melegakan Adin. Mudah- mudahan aja bisa, tekad Adin dalam hati.

Di liqo selanjutnya,
“Gimana Din, udah dicoba trik yang abang bilang?,”tanya bang Deltha sambil menunggu teman- temannya yang lain.
“Alhamdulillah sudah ana coba bang. Mmmm, tapi tidak semudah yang ana bayangkan bang, bahkan bapak marah sama ana lewat telepon. Memang perlu proses bang dan InsyaAllah ana udah siap dengan semua konsekuensinya,”jawab Adin dengan semangat. Dia yakin bahwa dia pasti bisa menyingkirkan kemusyrikan itu dengan perlahan- lahan. Minggu depan dia berencana untuk pulang kampung, menghadapi secara ‘jantan’.
“Yah, bagus kalau kamu memang yakin dan tetap semangat. Yang pasti jangan pernah putus asa dan tetap mohon bantuan Allah,”sambung bang Deltha dan segera menyalami teman- teman yang baru datang. Liqo pun dimulai dengan membaca lantunan ayat suci Al Qur’an yang sangat menggetarkan hati oleh akh Fata.

Di kampung,
Sayup- sayup Adin mendengar tilawah mamaknya. Dia salut dengan ketekunan mamaknya beribadah. Doa yang mengalir sepanjang malam oleh mamaknya membuat Adin semakin kuat. Adin segera mengambil air wudhu yang terasa sangat dingin menusuk kulitnya. Subhanallah, sangat segar,”ucapnya dalam hati.
Solat subuh jamaah di mesjid pun didirikan di tengah kesunyian kampung. Lolongan anjing semakin menambah kekhusyukan jama’ah solat subuh yang berjumlah dua orang. Ucok dan Pak Soleh.

“Bah, pulang kau Cok!,”kata tulang Riama sambil menyalaminya.
“Iya tulang, ngambil subsidi, jawab Ucok sambil berkelakar.
“Baik- baiklah kau belajar di sana. Jangan sampai kau sia- siakan hasil jerih payah kedua orang tuamu. Gak usah aneh- aneh, ingat ya,”jelas Tulang Riama di kedainya ketika Ucok belanja keperluan dapur yang dibutuhkan mamaknya. Maklum, setiap dia pulang kampung selalu ada hidangan special baginya. Perbaikan gizi, demikian kata mamaknya.
Ucok mengangguk.

Di rumah, Ucok mencoba menyinggung tentang tradisi mereka yang melanggar hukum Islam. Alhamdulillah mamaknya sudah bisa menerima dengan baik. Bahkan adik- adiknya sudah terbiasa dengan bahasan itu. Mereka mulai mengerti. Sekarang tinggal bapaknya. Ucok belum bisa mengajak bapaknya. Mungkin belum saatnya, tutur mamak.


Berada di keluarga yang Islami adalah impian yang sangat didamba- dambakan oleh Adin. Doa yang selalu dipanjatkannya di setiap usai solat. (08/02san)



*Juara II Sayembara Coret- coret Asy Syifa BTM3 Unimed 2010

Study oriented?? Study oriented only?? No desire to study ??



Study Oriented, Salahkah??

“Afwan, ana gak bisa ikut syuro nih, mau diskusi. Besok ada ujian, afwan ya…”
“Duh, afwan jiddan ukhti, an ada tugas kelompok ini. Gak bisa kepu3an kayaknya. Tapi an usahain deh..”
Tapi tak kunjung datang.

“Afwan, afwan , afwan… Satu kata mewakili permintaan maaf. Marah? Hanya menambah penyakit hati. Kecewa? Pasti, namun hanya akn membuat lemah.

Jangan tanyakan Siapa yang patut dipersalahkan atas semua ini, namun tanyakan bagaimana belajar tidak menjadi penghalang bagi seorang ADK tuk menjalankan amanh dgn baik.

Study oriented bukanlah masalah. Malah ia adalah sebuah kekuatan yang harus dijaga keeksisannya. Seorang ADK yang study oriented bisa memberi pengaruh positif terhadap perkembangan dakwah kampus. Bagaimana tidak, di zaman sekarang ini sebagian besar mahasiswa tentu ingin memiliki prestasi yang cemerlang di diperjalanan perkuliahan. IP 3, sekian, lulus dalam jangka waktu singkat dgn titel cum laude, program S2 ke luar negeri, dst.

Dengan memiliki kader dakwah yang study oriented, diharapkan mampu bergabung dengan mahasiswa lainnya sehingga dapat menarik perhatian mereka. Dakwah pun mudah diterima.

Yang menjadi masalah adalah ketika seorang ADK yang study oriented only. Jika keadaannya seperti ini, maka kondisi syuro yang tidak terlaksana, kegiatan yang dihadiri oleh sedikit kader, perlambatan kinerja kader, dan kesimpangsiuran amanah akan terjadi.

Dan menjadi masalah juga ketika seorang ADK no desire to study. Hal ini tentu akan memperburuk citra ADK di kalangan kampus. IP yang anjlok, telat datang kampus, sering ditegur dosen akibat kesalahan yang sama, hampir di DO, dan berbagai efek  negatif dari paham ini.

Jadi, mari jadikan pribadi kita menjadi seorang pembelajar sejati. Jadilah expert di salah satu bidang, tidak harus di jurusan yang kita tekuni saat ini di bangku perkuliahan. Namun bisa juga di sisi lain yang kita memiliki potensi di sana, dan kita punya kemauan untuk sukses di sana.

Dimanakah kita???
Study oriented??
Study oriented only??
No desire to study ??
(01/03san)

 
Baca Juga:
Langganan
Get It